;

Rumah Bebas Pajak, Tren Belanja Properti Meningkat

Hairul Rizal 26 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia mencatat antusiasme masyarakat memanfaatkan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah sangat tinggi. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan masyarakat memilih memanfaatkan insentif untuk membeli rumah tapak. Oleh karena itu, dia mengajukan perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN-DTP) hingga akhir 2022, menyusul besarnya minat masyarakat membeli rumah. “Kami telah meminta pemerintah untuk memperpanjang insentif PPN-DTP hingga akhir tahun 2022,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (24/10). Insentif bebas PPN menyasar rumah tapak atau unit hunian rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar. Potongan sebesar 50% dari PPN yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau unit hunian rumah susun dengan harga jual di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar. Insentif itu berlaku hingga 31 Desember 2021.


Emiten Perkebunan Sawit, SIMP & LSIP Petik Berkah CPO

Hairul Rizal 26 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Tren kenaikan harga crude palm oil (CPO) yang berlanjut pada kuartal IV/2021 diyakini dapat berdampak positif terhadap kinerja dua emiten sawit milik Grup Salim, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk. (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP). Berdasarkan data dari Bursa Malaysia pada Senin (25/10), harga CPO kontrak Januari 2022 sempat menyentuh level setelmen 5.071 ringgit per ton pada pekan lalu. Level harga tersebut kemudian menurun pada perdagangan hari ini di 4.924 ringgit per ton. Salah seorang trader David Ng menyebutkan kenaikan harga pada minyak biji kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) dan minyak mentah juga menopang kenaikan harga CPO. “Sentimen tetap bullish yang didukung oleh fundamental yang kuat. Sebelumnya, level harga CPO tertinggi adalah pada 5.066 ringgit per ton. Kami perkirakan level support CPO berada di 4.900 ringgit dan resistance pada 5.150 ringgit per ton,” jelasnya dikutip dari The Edge Markets.

Lonjakan harga CPO turut berdampak positif bagi perusahaan terkait, tidak terkecuali kedua emiten sawit di bawah Salim Group. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Lonsum mencatatkan laba bersih senilai Rp501 miliar pada semester I/2021. Jumlah tersebut meroket 445% dibandingkan dengan laba bersih pada semester I/2020 lalu yang hanya Rp92 miliar. Kenaikan laba emiten bersandi saham LSIP tersebut ditopang oleh pertumbuhan penerimaan perusahaan. Lonsum tercatat membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp2,17 triliun, naik 39,1% year-on-year (YoY). Sementara itu, SIMP yang merupakan emiten produsen minyak goreng Bimoli berhasil membalikkan kondisi rugi menjadi laba pada paruh pertama tahun 2021. SIMP membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp219 miliar pada semester I/2021, kontras dengan rugi tahun berjalan sebesar Rp301 miliar pada semester I/ 2020. “Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berbalik positif menjadi Rp219 miliar, terutama terutama berasal dari naiknya laba usaha dan penurunan beban keuangan yang sebagian diimbangi oleh kenaikan beban pajak penghasilan,” tulis Manajemen Salim Ivomas Pratama dikutip dari keterangannya.



Produk Olahan Hortikultura, Produsen Tingkatkan Volume

Hairul Rizal 26 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Permintaan pasar terhadap produk olahan hasil hortikultura Jawa Timur kian meningkat seiring dengan mulai bergeraknya aktivitas ekonomi setelah level pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM menjadi level 1. Ketua Asosiasi Pengolahan Hasil Hortikultura (Asperhorti) Jatim M. Maulud mengatakan bahwa untuk memenuhi permintaan pasar, pelaku usaha makanan olahan hortikultura pun mulai meningkatkan volume produksi. “Kondisi saat ini makin membaik, karena sebagian besar di Jatim sudah tidak lagi PPKM sehingga kami berusaha menambah pasar, juga volume produksi serta meningkatkan. Terkait dengan produksi produk olahan hortikultura, Maulud menjelaskan bahan baku ini melimpah sehingga perlu dilakukan pengolahan yang optimal agar memiliki nilai tambah.


Terus Cari Sumber Pertumbuhan Baru, BRI Siapkan Roadmap Pemberdayaan UMKM

Yuniati Turjandini 26 Oct 2021 Investor Daily

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mencari sumber pertumbuhan baru di segmen Ultra Mikro (UMi) dan UMKM untuk menjadi lokomotif perekonomian nasional. Perseroan telah merancang strategi pemberdayaan segmen tersebut, tidak hanya dari sisi pembiayan semata. Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan pembiayaan menjadi fase pemberdayaan itu menjadi layer yang ke-empat dalam fase pemberdayaan segmen UMi dan UMKM. 

"Ke depannya kita tidak hanya melayani pembiayaan saja. Pembiayaan itu mungkin layer  yang ke-empat, sekalipun nanti di fase dasar, BRI punya peran disitu. Contohnya adalah bagaimana masyarakat bisa menjangkau layanan dengan menabung, pencatatan keuangan itu  fase-fase yang dasar. Kemudian (fase kedua) meningkat nanti menjadi literasi bisnis. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas mereka, berjualan lebih banyak, kemudian juga menambah tenaga kerja lebih banyak." ujara Supari 

Fase ketiga dari pembayaran yang dilakukan BRI yakni fase pemberdayaan digital, dimana tidak hanya mendorong  pelaku usaha go digital, namun juga BRI mampu menunjukkan pekerjanya untuk menjadi "penyuluh digital". Supari pun memberikan gambaran "Sampai dengan sekarang kemampuan menabungnya telah mencapai 50% dari kemampuan menabung saat sebelum pandemi. Ini adalah indikator terbaik, tinggal bagaimana kita semua menjaga ini, setidaknya dengan disiplin protokol kesehatan baik oleh masyarakat maupun pihak UMKM," tambahnya. (Yetede)

Indonesia Segera Menerima Presiden G-20

Yuniati Turjandini 26 Oct 2021 Investor Daily

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama Presiden Joko Widodo tengah melakukan persiapan terkait kehadiran Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Roma,Italia, 30-31 Oktober 2021. Indonesia secara resmi akan menerima tampuk kepresidenan kelompok 20 negara ekonomi termaju di dunia dalam pertemuan puncak tersebut. "KTT ini penting bagi Indonesia karena Presiden akan menerima keketuaan G-20 dari Itali untuk satu tahun ke depan," Papar Menlu Retno Marsudi, Senin (25/10). Ia mengatakan serah terima akan dilakukan di hari kedua KTT di 31 Oktober. Sementara keketuaan atau presidensi Indonesia akan dimulai 1 Desember 2021.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut adalah Ratu Maxima dari Belanda, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, dari Kanselir Jerman Angela Markel. Disela pertemuan G-20, Presiden di jadwalkan akan melakukan beberapa pertemuan bilateral."Terdapat cukup banyak permintaan bilateral. Saat ini kami terus mencocokkan waktu yang tepat, baik dari Presiden atau pemimpin lainnya untuk melakukan pertemuan bilateral," kata Retno. Komitmen tersebut juga mengacu pada penguatan kerja sama G-20 diberbagai sektor, termasuk sektor kesehatan, pembangunan berkelanjutan, lingkungan dan iklim, ketenagakerjaan dan pendidikan.

KTT berikutnya akan dihadiri oleh Presiden Jokowi adalah KTT Perubahan Iklim atau COP26 World Leaders Summit yang akan diselenggarakan pada 1-2 November 2021 di Glasgow, Skotlandia. "Sebagai negara yang memiliki posisi penting dalam setiap diskusi perubahan iklim, Indonesia telah mengambil posisi lead by example dalam memajukan aksi iklim. KTT ini memiliki arti penting juga bagi Indonesia, dimana Indonesia akan  tampil sebagai bagian dari solusi penanganan perubahan iklim dan berusaha menjembatani perbedaan yang akan dapat mendorong penguatan kerj sama Internasional. (Yetede)                 


Krisis Pangan Dialamai Oleh Seluruh Rakyat Afganistan

Yuniati Turjandini 26 Oct 2021 Investor Daily

Badan-badan dibawah naungan perserikatan bangsa-bangsa (PBB) mengingatkan pada Senin (25/10) bahwa Afganistan  berada dibawah ambang salah satu krisis kemanusiaan terburuk  di dunia karena lebih dari separuh penduduk di negara itu dihadapkan pada kekurangan  pangan akut. Menurut mereka, lebih dari 22 warga Afganistan bakal menderita kerawanan pangan di musim dingin ini. Pasalnya kekeringan yang didorong oleh perubahan iklim semakin memperparah gangguan yang disebabkan oleh pengambilalihan negara yang kacau oleh Taliban.

"Musim dingin ini, jutaan warga Afganistan akan dipaksa untuk memilih antara imigrasi dan kelaparan, kecuali kita dapat meningkatkan bantuan  penyelamatan jiwa kita," ujar Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (World  Food Programme), David Beasley yang dikutip AFP. "Afganistan sekarang berada diantara krisis kemanusiaan  terburuk di dunia-jika bukan yang terburuk- dan ketahanan pangan telah runtuh. Kita sedang menghitung mundur bencana  total ditangan kita," kata Beasley dalam pernyataannya. Para pejabat mengungkapkan kepada APF bahwa Afganistan menghadapi krisis fase 3 atau 4 darurat kekurangan pangan.

"Sangat mendesak bagi kami untuk bertindak secara efisien dan efektif untuk mempercepat  dan meningkatkan pengiriman kami  di Afganstan sebelum musim dingin memotong sebagian besar negara, dengan jutaan orang-termasuk petani, wanita, anak-anak dan orang tua- kelaparan di musim dingin yang membekukan." demikian penjelasan Direktur Jendral FAO Qu Dongyu. Seperti diketahui bahwa pada Agustus, kelompok islam garis keras  Taliban menggulingkan rezim yang didukung AS, dan mendeklarsikan pemerintah sementara. Merekapun sudah bersumpah untuk memulihkan stabilitas. (Yetede)

Ekonomi Kuartal III Diperkirakan Tumbuh 4,5%

Yuniati Turjandini 26 Oct 2021 Investor Daily

Kementerian Keuangan Kemenkeu Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 akan berada diangka 4,5%, sedangkan sepanjang 2021 di angka 4%. Perkiraan ini didasarkan pada kinerja perekonomian yang menunjukkan perbaikan. Apalagi, kasus Covid-19 mengalami penurunan  signifikan yang berdampak pada  pelonggaran pembatasan mobilitas masyarakat. Pada Kuartal ke III-2021, kata Menkeu, kinerja permintaan domestik sempat tertahan akibat penerapan restriksi mobilitas di Juli-Agustus.

 "Outlook dari pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021 membaik jadi 4,5%. Memang dibandingkan kuartal II-2021 (7,1%) angka ini menurun. Tetapi kalau dilihat pada kuartal ke III kita mengalami kenaikan kasus karena varian Delta yang sangat tinggi yang menyebabkan adanya koneksi terhadap pemulihan ekonomi di kuartal III," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) secara daring, di Jakarta, Senin (25/10). 

Sementara itu, pada September 2021 purchasing Manufacture Index (PMI) Indonesia mencapai 52,2 Sektor Manufakatur kembali berekspansi setelah dua bulan berada pada kontraksi cukup dalam. Pelonggaran restriksi di tengah penurunan  Covid-19 menjadi faktor utama dalam peningkatan aktivitas manufaktur. Petumbuhan ekonomi  sepanjang tahun 2021 menunjukkan pemulihan  gradual. Menurut Menkeu hal ini perlu terus dipertahankan dengan upaya pengendalian Coviid-19 yang komperhensif. (Yetede)

Menkeu Waspadai Rambatan Ketidakpastian Global

Yuniati Turjandini 26 Oct 2021 Investor Daily

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, Indonesia harus mewaspadai adanya berbagai dinamikan isu global yang berpotensi untuk menciptakan dampak rambatan atau spill over terhadap perekonomian global, termasuk ke Tanah Air. "Dinamika global ini menjadi sesuatu yang perlu kita waspadai dalam mengelola perekonomian kita. Isu-isu di negara yang memilki spill over di AS, Tiongkok, Eropa harus jadi perhatian kita, sebab mereka mampu timbulkan rambatan ke pertumbuhan ekonomi global  termasuk di Indonesia," tutur dia dalam konferensi, di Jakarta, Senin (25/10).

Secara rinci, isu global di AS meliputi tapering dan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The FED) serta debt llimit di AS yang rencananya ditunda sampai Desember, namun bukan berarti telah terjadi  kesepakatan politik. Kemudian isu di Eropa terkait kenaikan inflasi dan harga energi, serta Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ACB) dan Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) serta adanya dampak brexit pada labor shortage sekaligus adanya gangguan supply. Selanjutnya, resiko di Tiongkok terkait gagal bayar Evergrande, yang meski sudah mampu membayar cicilan utang, namun belum selesai juga.

"Potensi perlambatan Ekonomi di Tiongkok berikan dampak diberbagai perekonomian dunia mulai harga komoditas sampai pertumbuhan dunia keseluruhan," ujarnya. Selain itu, terdapat juga resiko dari fluktuasi harga komoditas energi akibat krisis energi  China dan winter. Adanya kelangkaan input  dan kenaikan upah sekaligus  biaya shipping serta naiknya produce price dan resiko stagflasi. "Kita harus mewaspadai  meningkatnya Produce price, yang sekarang sudah dialami  oleh berbagai produser sektor manufaktur  berpotensi pass trough ke inflasi dalam negeri. Meskipun hingga saat ini inflasi masih baik." tuturnya. (Yetede)

Tabrakan LRT Diduga Akibat Laju Kereta saat Langsir Terlalu Cepat

Yuniati Turjandini 26 Oct 2021 Investor Daily

PT Industri Kereta Api (persero) menyebutkan indikasi awal tabrakan dua trainset atau rangkaian kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek akibat laju trainset nomer 29 yang terlalu cepat saat langsir sehingga menabrak trainset nomor 20. Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi saat trainset 29 menabrak dari belakang pada pukul 12.45 KM 12+800 antara Harjamukti-Ciracas. Ia menambahkan terdapat satu korban luka atas nama Faisal (masinis trainset 29) dan telah dibawa ke Rumah Sakit Melia Cibubur.

"Ini terindikasi, nanti KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) yang menentukan. Ini terindikasi langsiran yang cepat. Masinisnya Alhamdulillah tidak apa-apa. Luka ringan di Rumah Sakit lalu sadar," kata Budi Noviantoro dalam konferensi pers disaksikan secara daring, Senin (25/10). Budi menuturkan, kejadian ini terdampak pada trainset lainnya yang sedang parkir berjajar di dekat stasiun Harjamukti. Adapun dampak kerusakan pada prasarana masih dilakukan investigasi.

Dalam kesempatan tersebut, Budi memohon maaf kepada Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. "Ini indikasi awal karena memang ini proses pengujian LRT yang sekarang hampir selesai sebetulnya," pungkas Budi. Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyayangkan insiden tabrakan yang menimpa LRT Jabodetabek saat uji coba di Cibubur, Jakarta Timut pada siang Senin kemarin. (Yetede)

Pengaduan Konsumen E-Commerce Marak

Yuniati Turjandini 26 Oct 2021 Investor Daily

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat sebanyak 7.368  pengaduan konsumen sektor  niaga elektronik (e-commerce) pada Januari -September 2021. Pengaduan di dominasi oleh parameter cara menjual yang tidak mengikuti kaidah-kaidah perlindungan konsumen. Kemendag meminta semua pelaku usaha mematuhi semua standarisasi dan regulasi sebagai jaminan perlindungan konsumen. Demi melindungi konsumen, supremasi hukum akan diberlakukan secara tegas. Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen  dan Tertib Niaga  (PKTN) Veri Anggrijono menerangkan, melalui Ditjen PKTN, Kemendag berkomitmen melindungi konsumen  melalui upaya konsistensi pengawasan, penanganan, pengaduan terkait kerugian konsumen, regulasi dan edukasi konsumen  berupa webinar bertema 'Redifining Comitmen for Consumer Protection' yang digelar Kamis, (21/10).

Dia menyampaikan, transaksi perdagangan  konvensional mulai bergeser ke format transaksi digital. Sebanyak 88,1% pengguna internet di Indonesia memakai layanan niaga elektronik. Pada 2020, terdapat kenaikan nominal transaksi niaga elektronik sebesar 29,6% menjadi Rp 266,3 triliun pada 2019. "Tingginya pemanfaatan niaga eletronik  memberikan dampak positif sekaligus memberikan resiko kerugian konsumen," ucap Very dalam keterangan tertulis, Senin (25/10) Webinar yang digelar dalam format dialog  tersebut bertujuan mendefinisikan kembali komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan upaya yang berkesinambungan guna menegakkan perlindungan konsumen. Webinar digelar dalam rangka menyongsong puncak peringatan  Hari Konsumen Nasional (Harkornas) ke 9 pada 28 Oktober 2021 mendatang. (Yetede)

Pilihan Editor