;

Ekonomi Kuartal III Diperkirakan Tumbuh 4,5%

Yuniati Turjandini 26 Oct 2021 Investor Daily

Kementerian Keuangan Kemenkeu Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 akan berada diangka 4,5%, sedangkan sepanjang 2021 di angka 4%. Perkiraan ini didasarkan pada kinerja perekonomian yang menunjukkan perbaikan. Apalagi, kasus Covid-19 mengalami penurunan  signifikan yang berdampak pada  pelonggaran pembatasan mobilitas masyarakat. Pada Kuartal ke III-2021, kata Menkeu, kinerja permintaan domestik sempat tertahan akibat penerapan restriksi mobilitas di Juli-Agustus.

 "Outlook dari pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021 membaik jadi 4,5%. Memang dibandingkan kuartal II-2021 (7,1%) angka ini menurun. Tetapi kalau dilihat pada kuartal ke III kita mengalami kenaikan kasus karena varian Delta yang sangat tinggi yang menyebabkan adanya koneksi terhadap pemulihan ekonomi di kuartal III," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) secara daring, di Jakarta, Senin (25/10). 

Sementara itu, pada September 2021 purchasing Manufacture Index (PMI) Indonesia mencapai 52,2 Sektor Manufakatur kembali berekspansi setelah dua bulan berada pada kontraksi cukup dalam. Pelonggaran restriksi di tengah penurunan  Covid-19 menjadi faktor utama dalam peningkatan aktivitas manufaktur. Petumbuhan ekonomi  sepanjang tahun 2021 menunjukkan pemulihan  gradual. Menurut Menkeu hal ini perlu terus dipertahankan dengan upaya pengendalian Coviid-19 yang komperhensif. (Yetede)

Menkeu Waspadai Rambatan Ketidakpastian Global

Yuniati Turjandini 26 Oct 2021 Investor Daily

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, Indonesia harus mewaspadai adanya berbagai dinamikan isu global yang berpotensi untuk menciptakan dampak rambatan atau spill over terhadap perekonomian global, termasuk ke Tanah Air. "Dinamika global ini menjadi sesuatu yang perlu kita waspadai dalam mengelola perekonomian kita. Isu-isu di negara yang memilki spill over di AS, Tiongkok, Eropa harus jadi perhatian kita, sebab mereka mampu timbulkan rambatan ke pertumbuhan ekonomi global  termasuk di Indonesia," tutur dia dalam konferensi, di Jakarta, Senin (25/10).

Secara rinci, isu global di AS meliputi tapering dan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The FED) serta debt llimit di AS yang rencananya ditunda sampai Desember, namun bukan berarti telah terjadi  kesepakatan politik. Kemudian isu di Eropa terkait kenaikan inflasi dan harga energi, serta Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ACB) dan Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) serta adanya dampak brexit pada labor shortage sekaligus adanya gangguan supply. Selanjutnya, resiko di Tiongkok terkait gagal bayar Evergrande, yang meski sudah mampu membayar cicilan utang, namun belum selesai juga.

"Potensi perlambatan Ekonomi di Tiongkok berikan dampak diberbagai perekonomian dunia mulai harga komoditas sampai pertumbuhan dunia keseluruhan," ujarnya. Selain itu, terdapat juga resiko dari fluktuasi harga komoditas energi akibat krisis energi  China dan winter. Adanya kelangkaan input  dan kenaikan upah sekaligus  biaya shipping serta naiknya produce price dan resiko stagflasi. "Kita harus mewaspadai  meningkatnya Produce price, yang sekarang sudah dialami  oleh berbagai produser sektor manufaktur  berpotensi pass trough ke inflasi dalam negeri. Meskipun hingga saat ini inflasi masih baik." tuturnya. (Yetede)

Tabrakan LRT Diduga Akibat Laju Kereta saat Langsir Terlalu Cepat

Yuniati Turjandini 26 Oct 2021 Investor Daily

PT Industri Kereta Api (persero) menyebutkan indikasi awal tabrakan dua trainset atau rangkaian kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek akibat laju trainset nomer 29 yang terlalu cepat saat langsir sehingga menabrak trainset nomor 20. Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi saat trainset 29 menabrak dari belakang pada pukul 12.45 KM 12+800 antara Harjamukti-Ciracas. Ia menambahkan terdapat satu korban luka atas nama Faisal (masinis trainset 29) dan telah dibawa ke Rumah Sakit Melia Cibubur.

"Ini terindikasi, nanti KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) yang menentukan. Ini terindikasi langsiran yang cepat. Masinisnya Alhamdulillah tidak apa-apa. Luka ringan di Rumah Sakit lalu sadar," kata Budi Noviantoro dalam konferensi pers disaksikan secara daring, Senin (25/10). Budi menuturkan, kejadian ini terdampak pada trainset lainnya yang sedang parkir berjajar di dekat stasiun Harjamukti. Adapun dampak kerusakan pada prasarana masih dilakukan investigasi.

Dalam kesempatan tersebut, Budi memohon maaf kepada Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. "Ini indikasi awal karena memang ini proses pengujian LRT yang sekarang hampir selesai sebetulnya," pungkas Budi. Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyayangkan insiden tabrakan yang menimpa LRT Jabodetabek saat uji coba di Cibubur, Jakarta Timut pada siang Senin kemarin. (Yetede)

Pengaduan Konsumen E-Commerce Marak

Yuniati Turjandini 26 Oct 2021 Investor Daily

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat sebanyak 7.368  pengaduan konsumen sektor  niaga elektronik (e-commerce) pada Januari -September 2021. Pengaduan di dominasi oleh parameter cara menjual yang tidak mengikuti kaidah-kaidah perlindungan konsumen. Kemendag meminta semua pelaku usaha mematuhi semua standarisasi dan regulasi sebagai jaminan perlindungan konsumen. Demi melindungi konsumen, supremasi hukum akan diberlakukan secara tegas. Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen  dan Tertib Niaga  (PKTN) Veri Anggrijono menerangkan, melalui Ditjen PKTN, Kemendag berkomitmen melindungi konsumen  melalui upaya konsistensi pengawasan, penanganan, pengaduan terkait kerugian konsumen, regulasi dan edukasi konsumen  berupa webinar bertema 'Redifining Comitmen for Consumer Protection' yang digelar Kamis, (21/10).

Dia menyampaikan, transaksi perdagangan  konvensional mulai bergeser ke format transaksi digital. Sebanyak 88,1% pengguna internet di Indonesia memakai layanan niaga elektronik. Pada 2020, terdapat kenaikan nominal transaksi niaga elektronik sebesar 29,6% menjadi Rp 266,3 triliun pada 2019. "Tingginya pemanfaatan niaga eletronik  memberikan dampak positif sekaligus memberikan resiko kerugian konsumen," ucap Very dalam keterangan tertulis, Senin (25/10) Webinar yang digelar dalam format dialog  tersebut bertujuan mendefinisikan kembali komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan upaya yang berkesinambungan guna menegakkan perlindungan konsumen. Webinar digelar dalam rangka menyongsong puncak peringatan  Hari Konsumen Nasional (Harkornas) ke 9 pada 28 Oktober 2021 mendatang. (Yetede)

RS Langsung Turunkan Tarif

Mohamad Sajili 26 Oct 2021 Surya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kabinetnya untuk menurunkan harga tes PCR hingga Rp 300 ribu, Saat ini tarif tes PCR untuk wilayah Jawa-Bali harga tertinggi Rp 495 ribu, sedangkan di luar Jawa-Bali Rp 525 ribu.

Perintah itu disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). "Arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300 ribu".

Ini kali kedua Jokowi memerintahkan agar harga tes PCR diturunkan, Sebelumnya Jokowi juga pernah memerintahkan penurunan harga tes PCR. Perintah itu ia sampaikan pada Agustus 2021 lalu ketika harga tes PCR berada di angka Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta. Setelah perintah itu, tes PCR yang berkisar di harga Rp1 juta turun menjadi Rp 495 ribu hingga Rp525 ribu.

Terkait penurunan harga tes PCR, rumah sakit (RS) milik Pemprov Jatim, RSUD Dr Soetomo, berkomitmen untuk segera mengikutinya. RS pelat merah yang menjadi rujukan utama dalam penanganan Covid-19 selama pandemi ini siap untuk menyesuaikan harga sesuai dengan keputusan pemerintah pusat menjadi Rp 300 ribu per pengambilan sampel.


Pertamina Dapat Kompensasi

Mohamad Sajili 26 Oct 2021 Surya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pemerintah siap mengalah untuk menjaga agar tidak terjadi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sebelumnya, kenaikan harga minyak dunia yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan dikhawatirkan bakal kian memberatkan PT Pertamina. Sebab hingga saat ini perusahaan migas pelat merah tersebut belum juga melakukan penyesuaian atau menaikan harga BBM.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih menjelaskan, sejatinya harga Jenis BBM Umum (JBU) fluktuaktif mengikuti harga pasar.

Penyesuaian harga kenaikan BBM agar Pertamina tidak merugi ini rencananya akan dibahas bagaimana kompensasi terhadap Pertamina.


Laba Bersih BSI Capai Rp 1,48 T

Mohamad Sajili 26 Oct 2021 Tribun Timur

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi mengatakan, masyarakat melihat perbankan syariah sebagai alternatif layanan jasa keuangan karena lebih transparan.

Hery yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menjelaskan, di tengah kondisi ekonomi yang menantang karena pandemi Covid-19, total aset perbankan syariah secara nasional tetap tumbuh.

Sedangkan kinerja BSI di semester I/2021, mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp1,48 trillun, atau naik sekitar 34,29% secara year on year (yoy). Kenaikan laba tersebut dipicu pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) berkualitas.


Bongkar Muat Peti Kemas di MNP Capai 132.798 TEUs

Mohamad Sajili 26 Oct 2021 Tribun Timur

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat aktivitas bongkar muat peti kemas di Makassar New Port (MNP) tumbuh positif. PMO Investasi Regional Head 4 PT Pelindo, Arwin mengatakan, di tahun 2019 aktivitas bongkar muat peti kemas di MNP mencapai 98.159 TEUs.

Capaian tersebut sejak tahap I A diresmikan pada 2 November 2018. Kemudian di tahun 2020 tumbuh menjadi 130. 502 TEUs. Lalu meningkat lagi jadi 132.798 TEUs pada posisi 30 September 2021 atau di triwulan III tahun ini.


Penerimaan Negara dari Subsektor Migas Capai Rp 81,90 Triliun

Mohamad Sajili 26 Oct 2021 Sinar Indonesia Baru

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat penerimaan negara subsektor minyak dan gas bumi (migas) mencapai Rp 81,90 triliun hingga September 2021.

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Alimuddin Baso menjelaskan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sumber daya alam migas telah mencapai Rp 62,03 triliun atau setara 82,72 persen dari target triwulan III akibat membaiknya harga minyak dunia.

Sementara PNBP fungsional telah mencapai Rp106,91 triliun dan PPh migas sebesar Rp 19,86 triliun.

Kenaikan harga minyak dunia turut mendongkrak indeks rata-rata minyak mentah Indonesia atau ICP, sehingga mendorong pertumbuhan setoran negara dari sumber daya alam migas hingga 16,4 persen secara year on year," katanya.


Perdagangan Kripto Segera Diatur Pemerintah

Mohamad Sajili 26 Oct 2021 Sinar Indonesia Baru

Perdagangan aset kripto akan segera diatur pemerintah. Aset yang satu ini dinilai cukup potensial perkembangannya dan harus dibuatkan satu ekosistem terintegrasi pada transaksinya.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan pemerintah bakal mengatur perdagangan aset kripto dengan cara membentuk bursa kripto. Negara melihat potensi besar dan value tinggi dari kripto, kami di Kemendag berencana membuat dan me-launching bursa untuk kripto.

Jerry mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan validasi, verifikasi, menyusun prosedur administrasi dan teknis dari bursa ini. Paling cepat, bursa bakal di-launching di sisi tahun 2021 ini.

Kami dari pemerintah ingin atur dan meregulasi dengan lebih sistematis, integrated, dan komprehensif. Semua itu dilakukan dengan bursa yang akan di-launching dalam waktu dekat di sisa tahun ini.


Pilihan Editor