;

Tiga Kota Dikarantina Sebelum Olimpiade Musim Dingin

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

Pemerintah Tiongkok menempatkan satu kota lagi dalam kebijakan karantina pada Kamis (28/10) untuk mengatasi peningkatan jumlah kasus Covid-19. Yang berarti saat ini sekitar enam juta orang diperintahkan untuk tinggal di rumah karena pemerintah Tiongkok mengejar nol kasus sebelum Olimpiade Musim Dingin mendatang. Negara ini telah mengambil pendekatan tanpa toleransi terhadap virus sejak pertama kali muncul di Tiongkok bagian tengah pada 2019. Pihaknya membasmi setiap gejolak yang muncul dengan penutupan perbatasan, karantina terbatas, dan karantina yang ketat. Meskipun langkah-langkah garis keras telah membuat jumlah kasus baru jauh lebih rendah dari pada kebanyakan negara, negara terpadat di dunia tersebut saat ini bergulat dengan wabah kecil setidaknya di sebelas provinsi.

Gelombang baru tersebut mendorong para pejabat pekan ini untuk mengunci Lanzhou, kota berpopulasi lebih dari empat juta orang dan Ejin di wilayah Mongolia Dalam. Setelah mengkonfirmasi satu masalah baru, pihak berwenang di Heihe, provinsi di Heilongjang mengikuti langkah penguncian pada Kamis. Menurut pernyataan pemerintah setempat, pemerintah meminta warganya untuk tinggal di rumah dan melarang penduduk meninggalkan kota jauh di utara tersebut, kecuali untuk keadaan darurat. Pejabat kota yang perbatasan dengan Rusia di utara itu juga telah mulai melakukan tes virus pada 1,6 juta penduduk dan melacak kontak debat dari orang yang terinfeksi, kata pernyataan itu. (Yetede)


BoJ Turunkan Proyeksi Petumbuhan

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

Bank Sentral Jepang atau BoJ pada Kamis (28/10) merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang dan mempertahankan kebijakan moneter uang longgar, karena pandemi terus membebani ekonomi terbesar ketiga di dunia ini. Pada laporan triwulanan tentang harga-harga dan ekonomi, bank sentral tersebut memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,4% untuk tahun anggaran hingga Maret 2022. Angka tersebut turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,8%

“Tekanan yang berasal dari Covid-19 kemungkinan akan tetap ada pada konsumsi jasa, sementara ekspor dan produksi diperkirakan melambat secara temporer karena kendala karena sisi pasokan. Namun setelah itu, dengan dampak Covid-19 yang berkurang secara bertahap, terutama arena vaksinasi, ekonomi kemungkinan akan pulih,” kata laporan itu, Kamis (28/10). Untuk prospek jangka panjang yang lebih positif, bank merevisi perkiraan pertumbuhan untuk tahun fiscal hingga maret 2023 menjadi 2,9% dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,7%.

BoJ mempertahankan target inflasi 2% yang sudah berlangsung lama. Target tersebut tetap jauh, terlepas dari bertahun-tahun dan harga melonjak secara global. “Kami terus berharap bahwa BoJ akan tetap bertahan dengan bias pelonggaran (meskipun bank sentral lain mulai melonggarkan program pelonggaran mereka), setidaknya hingga April 2023 ketika Gubernur (Boj Haruhiko) Kuroda dan dua wakil gubernur dijawdalkan untuk mengakhiri masa jabatan mereka,” kata ekonom UBS Masamichi Adachi menjelang keputusan Kamis. (Yetede)


Syarat Menjadi Unicorn di Indonesia

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

Menjaga bisnis agar tetap sukses dan berkelanjutan bukan hanya sekedar memiliki ide-ide cemerlang atau pun modal paling besar. Hal ini juga termasuk cara mengeksekusi, membentuk tim yang tepat, memberi solusi yang benar, dan sejumlah kriteria yang lain yang kami yakin akan membuat sebuah perusahaan mampu bertahan, tumbuh dan akhirnya berkembang menjadi unicorn. Namun diatas semua itu, ada empat hal pokok yang harus dimiliki perusahaan-perusahaan rintisan (starup) agar mereka bisa bertranformasi menjadi unicorn, yakni kewirasusahaan, kecocokan produk dengan pasar, kemampuan pasar untuk berkembang, dan kelembagaan.

Para pendiri juga harus bekerja keras dan yang lebih penting, bekerja dengan cerdas untuk mencapai kecepatan, momentum, dan akurasi. Karena sebuah bisnis biasanya berkaitan dengan pemilihan waktu yang tepat dan kemampuan meraih peluang. Ketika bicara produk yang sesuai permintaan pasar (market-fit product), maksudnya adalah sejauh mana sebuah produk atau jasa bisa memenuhi atau memuaskan permintaan pasar sebagai solusi terhadap masalah atau tantangan yang dihadapi saat ini. Produk atau jasa ini tidak harus yang selalu visioner atau banyak ditunggu, tetapi merupakan sebuah solusi.

Sekedar ide cemerlang saja untuk bisnia Anda masih belum cukup jika perusahaan tidak punya kemampuan untuk mengembangkan bisnis, atau meningkatkan laba ketika dia mulai tumbuh dengan model bisnis yang bisa ditiru. Begitu sebuah bisnis bisa melewati skala keekonomiannya, dia akan makin melesat. Kemampuan untuk berkembang adalah penyebab lahirnya raksasa perusahaan teknologi, yang kita sebut unicorn. Kedepan, bakal ada banyak tren bisnis yang bisa berdampak pada lahirnya starup-starup baru di Indonesia. (Yetede)


Pandemi dan Optimalisasi APBN

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

Pendemi Covid-19 benar-benar meluluh lantakkan sendi-sendi ekonomi bangsa. Demi menyelamatkan masyarakat dan pereokomian nasional, pemerintah mengeluarkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Alokasi anggaran program PEN 2020 mencapai Rp695,20 triliun. Merujuk Regulasi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 yang disempurnakan menjadi Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2020, program PEN menyasar tiga klsuter utama. Yaitu, penyelamatan kesehatan, jaring pengaman sosial, dan jaring pengaman ekonomi. Ketiga klaster tersebut diturunkan menjadi enam bidang: kesehatan, pelindungan sosial, sektoral kementerian atau lembaga (K/L) dan pemda, dukungan UMKM, insentif usaha, serta pembiayaan korporasi. Sebagai program yang bersifat ad-hoc, PEN memiliki kelemahan, baik dari struktur alokasi anggaran maupun skema pengalokasian.

Perbaikan struktur juga digeber demi mempermudah proses ekonomic recovery yang berkelanjutan. Salah satu bentuk perbaikan struktural adalah momentum revisi Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) yang dimanfaatkan dalam me-review seluruh jenis pungutan perpajakan demi optimilisasi penerimaan serta menciptakan asas keadilan bagi masyarakat. Pada 2021.PEN masih dialokasikan dengan anggaran Rp699,4 triliun atau lebih besar dibanding 2020. (Yetede)


DSNG Memulai Langkah Untuk Aksi Iklim

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) terus berkomitmen dalam rencana aksi dalam perubahan iklim. Sebagai pelaku usaha yang dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap keberlanjutan atau sustainability, DSNG siap mendukung program Pemerintah dalam perundingan Climate Change Conference of the Parties yang ke-26 (COP26) yang diselenggarakan PBB di Glaslow, Skotlandia pada tanggal 31 Oktober hingga 12 November 2021.

Chief Sustainability Officer DSNG, Denys Collin Munang, mengatakan upaya yang dilakuakn DSNG terkait dengan perubahan iklim konsisten dengan Kebijakan Keberlanjutan (Sustainability Policy) DSNG yang berfokus pada tiga tematik utama yakni hutan, iklim dan masyarakat. “Kami percaya bahwa perubahan iklim bisa menjadi ancaman nyata yang terbesar bagi seluruh pertanian di dunia, sehingga sangat masuk akal bagi kami yang bergerak dibidang usaha pertanian untuk mempersiapkan bisnis kami agar dapat beradaptasi sekaligus mengatasi resiko yang terkait dengan perubahan iklim tersebut,”kata Denys Collin.

DSNG telah menerapkan System Managemen Lingkungan dan Sosial (ESMS) dari International Finance Corporation- Procedure Standard (IFC-PS) untuk terus mengindentifikasi risiko iklim dan upaya mitigasinya dengan menerapkan langkah-langkah yang diperlukan serta memantau resiko ditingkat operasional. “DSNG bercita-cita untuk dapat terus bertumbuh dalam lingkungan ekonomi yang rendah karbon di masa mendatang serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi perubahan iklim. Program GRK dan penilaian Risiko iklim yang sedang dijalankan ini akan memberikan landasan pemahaman tentang performa emisi GRK saat ini dan memperhitungkan resiko iklim yang dihadapi DSNG.” Kata Datuk Darrel Webber, Chairman Sustanainable Advisory Board DSNG. (Yetede)


Dongkrak Daya Saing Maritim, INSA Dorong Penggunaan Teknologi Informasi

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

Indonesian National Shipowers’ Association (INSA) mendorong peningkatan pemanfataan teknologi informasi guna memperkuat daya saing industry maritime dalam negeri. Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto menjelaskan, di era digitalisasi saat ini dan implementasi National Logistic Ecosystem (NLE), industry maritime mau tidak mau harus siap menghadapinya dengan memanfaatkan teknologi informasi serta mengubah pola pikir dan cara kerja di sector maritim.

“Selain untuk menghadapi persaingan global, penerapan digitalisasi di insutri maritime diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi di sector maritime,” ungkap Carmelita dalam konferensi pers acara Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021 secara daring, Kamis (28/10). Selain itu, lanjut dia, penerapan digitalisasi pada system layanan online disektor maritime perlu terus dikembangkan sehingga proses bisnis menjadi lebih efisien dan cepat pada akhirnya mampu menekan biaya logistik.

Carmelia menyebutkan, pembangunan infrastruktur digital yang terintegrasi sangat penting bagi sektor maritim dan logistik karena akan terciptanya big data yang dapat dimanfaatkan  dalam melakukan analisa. Big data mendorong terciptanya inovasi produk, layanan dan peluang bisnis di sektor maritim, misalnya mengenai informasi  mengenai ketersediaan ruang muat kapal, dan jenis komoditas. "Sinergitas, kolaborasi, dan inovasi disektor maritim, perlu terus dilakukan untuk kemajuan industri maritim kita," papar Camelia. (Yetede)


Trenggono Jajaki Kapal Listrik untuk Perikanan

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjajaki potensi menafaatan inovasi kapal listrik untuk perikanan tangkap guna mendukung prinsip ekonomi biru. Penggunaan kapal listrik tersebut diyakini bisa mengurangi emisi karbon. Hal itu diungkapkan Menteri Trenggono saat menjajal kapal feri Ellen yang melayani rute penyebrangan Soderberg-Aeroskobing. Denmark, yang melihat fasilitas pengisian tenaga baterai kapal, didampingi Dubes RI untuk Kerajaan Denmark Merangkap Republik Lithuania Dewi Safitri Wahab, Kamis (28/10).

Dalam diskusi dengan pihak galangan, saat ini sedang dalam tahap penelitian memanfaatkan tenaga listrik pada kapal dalam jarak tempuh dan waktu operasional lebih lama, seperti jenis kapal perikanan. “Saya tertarik memanfaatkan potensi tenaga listrik diterapkan untuk kapal perikanan di Tanah Air sesuai prinsip ekonomi biru yang ramah ekologi dan mendukung kesejahteraan. Saya akan diskusi dengan Bappenas bagaimana mewujudkan ini,” ujar Trenggono.

Dubes Dewi Savitri Wahab menambahkan, kedua Negara memiliki karakter sama yakni negara maritime dengan banyak pulau yang perlu konektivitas laut. Pengalaman Denmark membangun kapal bertenaga listrik diharapkan dapat dikerjasamakan  yang saling menguntungkan bagi kedua negara, khususnya pengembangan tenaga listrik untuk kapal perikanan. Transportasi laut merupakan salah satu konsumen terbesar bahan bakar fosil, menurut laporan firma riset pasar IDTechEx baru-baru ini, kapal listrik memiliki baterai terbesar.

Cegah Krisis Energi, SKK Migas Dorong Produksi Gas

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

Ditengah pemanfaatan gas sebagai energi di era transisi energi terbarukan, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK-Migas) mendorong peningkatan produksi gas untuk mencegah krisis energi. Apalagi hingga September lalu, serapan gas nasional tercatat sudah kembali normal. Kepala SKK Migas Dwi Seotjipto menuturkan, terjadinya krisis energi di Inggris dan beberapa negara Eropa, salah satunya disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang membuat investasi migas turun hingga 30%. Beberapa proyek migas global menjadi terlambat  pengerjaannya lantaran  perusahaan migas menghadapi masalah keuangan  dan operasi di lapangan.

Pihaknya akan mendorong percepatan penyelesaian proyek-proyek  gas, seperti Proyek Abadi ,Blok Masela dan Indonesia Deepwater Development (IDD). Untuk itu, pihaknya bersama pemerintah terus melakukan untuk memuluskan proyek-proyek gas ini, diantaranya melalui debirokratisasi perizinan dan relaksasi perpajakan. Namun, kenaikan permintaan gas global ini sebenarnya menguntungkan Indonesia. "Ini (kenaikan permintaan) positif bagi Indonesia, karena kalau target 12 BSCFD terealisasi, kan pertanyaannya siapa yang beli gasnya?" ujar Dwi.

"Kegiatan komersialisasi sangat masif sampai gas enggak ada lagi yang bisa dijual. Jadi suplai agak berkurang," tuturnya. Walaupun, pada fasilitas hilir pun, juga terjadi upplaned shutdown yang menyebabkan serapan dibawah kontrak. Bahkan khusus gas yang dialirkan lewat pipa  (gas pipa), pihaknya, memproyeksikan  adanya kekurangan pasokan di sisa tahun ini jika dibandingkan dengan volume harian maksimal yang bisa diambil konsumen. Pada Oktober, kebutuhan gas pisa nasional dan ekspor diperkirakan mencapai 4.024 BBTUD. (Yetede)

Industri Pupuk, Saraswanti Optimistis Penjualan Capai Rp1,8 Triliun

Hairul Rizal 28 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. (SAMF) optimistis penjualan pupuk tahun ini mencapai Rp1,8 triliun atau tumbuh 31% secara year-on-year (YoY), seiring dengan berkembangnya pasar terutama di wilayah Indonesia Timur. Direktur Utama Saraswanti Yahya Taufik mengungkapkan penjualan selama Januari—September 2021 terealisasi Rp1,25 triliun atau tumbuh 25,50% YoY. “Dengan pencapaian sampai kuartal III itu, kami optimistis target dari rencana bisa tercapai karena komoditas CPO atau perkebunan kelapa sawit yang menjadi sasaran pasar kami selama ini mengalami perkembangan yang positif,” katanya, Rabu (27/10). Sementara itu, laba setelah pajak kuartal III/2021 tercapai Rp97,73 miliar naik 29,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp75,35 miliar. Target laba setelah pajak tahun ini dipatok Rp160 miliar naik 38% YoY. “Target-target tersebut kami yakini bisa digapai, apalagi kami sudah punya kontrak penjualan di kuartal IV, bahkan untuk tahun depan,” ujarnya.


Konsensus Pilar 2 OECD, Fasilitas Tax Holiday Bakal Pupus

Hairul Rizal 28 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Skema insentif fiskal untuk menarik investor berbentuk tax holiday bakal dihapus. Pemerintah beralasan kebijakan itu dalam rangka merespons konsensus Pilar 2: Global Anti Base Erosion Organisation for Economic Cooperation and Development. Republik Indonesia dan 135 yurisdiksi lainnya telah sepakat untuk menerapkan global minimum tax atau pajak penghasilan (PPh) minimum dengan tarif sebesar 15% bagi korporasi yang mengantongi pendapatan di atas 750 juta euro pada 2023. Dengan kesepakatan itu, seluruh negara termasuk Indonesia wajib menerapkan tarif PPh badan minimal sebesar 15% pada 2 tahun mendatang. Sejalan dengan disepakatinya konsensus Pilar 2 itu, fasilitas insentif pembebasan pajak penghasilan atau tax holiday tidak lagi relevan diterapkan oleh pemerintah. Bila Indonesia tetap memberikan fasilitas tersebut atau menetapkan tarif pajak korporasi di bawah 15%, pemerintah kehilangan potensi penerimaan dari perusahaan.


Pilihan Editor