;

Reksa Dana Pendapatan Tetap, Prospek Kinerja Dibayangi Tapering

Hairul Rizal 29 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Reksa dana pendapatan tetap diprediksi dapat mencatatkan kinerja yang optimal meski dibayangi oleh isu tapering oleh The Fed dan kenaikan suku bunga global yang mulai terjadi. Direktur Utama Pinnacle Persada Investama Guntur Putra memaparkan pergerakan reksa dana pendapatan tetap sepanjang 2021 cukup fluktuatif. Hal ini terlihat dari pergerakan imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun yang cenderung volatil. “SUN 10 tahun Indonesia ada di level 6% pada awal tahun, dan sempat di level 6,8% pada kuartal I/2021 dan awal kuartal III/2021 kembali lagi ke level 6%,” jelasnya saat dihubungi, Kamis (28/10). Sementara itu, selama satu bulan terakhir, Guntur memandang pergerakan reksa dana pendapatan tetap terbilang stabil seiring dengan kinerja positif produk-produk reksa dana jenis ini, baik selama sebulan belakangan maupun secara year to date (ytd).


Kebijakan Tax Holiday, Insentif Fiskal Tetap Ditebar

Hairul Rizal 29 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Pemerintah tetap memberikan insentif fiskal kepada investor untuk menggantikan tax holiday yang tak lagi relevan menyusul disepakatinya konsensus Pilar 2: Global Anti Base Erosion Organisation for Economic Cooperation and Development terkait dengan implementasi global minimum tax. Rencananya, versi terbaru dari tax holiday itu akan lebih terarah dengan menyasar sektor-sektor prioritas yang dianggap memiliki efek berganda bagi perekonomian nasional. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Neilmaldrin Noor mengatakan saat ini insentif baru itu tengah difinalisasi oleh otoritas fiskal dan pihak terkait lainnya. “Sedang dikaji, insentif akan tetap ada dan lebih terarah,” kata dia kepada Bisnis, Kamis (28/10).

Sejalan dengan disepakatinya konsensus Pilar 2 tersebut, maka fasilitas insentif tax holiday tidak lagi relevan diterapkan oleh pemerintah. Apabila Indonesia tetap memberikan fasilitas tersebut atau menetapkan tarif pajak korporasi di bawah 15%, maka pemerintah kehilangan potensi penerimaan dari wajib pajak badan. Hilangnya potensi penerimaan itu disebabkan oleh ketentuan di dalam Pilar 2 yang memberikan kewenangan kepada negara domisili atau negara asal korporasi untuk memungut pajak, jika negara pasar menetapkan tarif di bawah 15%.

Pengembangan Ekosistem Digital, Kolaborasi Pelaku Jasa Keuangan Jadi Kunci

Hairul Rizal 29 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Kolaborasi antarpelaku industri jasa keuangan tak bisa lagi dilihat sebagai persaingan, tetapi sebagai faktor kunci dalam menumbuhkan ekosistem. Ketua Bidang Operation, Technology, dan Regulatory Reporting Perbanas Indra Utoyo mengatakan di era ekonomi kolaborasi, bank harus bergerak cepat memberikan value dengan merangkul mitra lain agar dapat memberikan solusi pada nasabah. “Berkolaborasi tetapi berkompetisi ini menjadi hal biasa saja, termasuk bank dengan fintech, yang menurut saya lebih banyak kolaborasi ketimbang kompetisinya,” ujar Indra dalam webinar yang diselenggarakan Bisnis Indonesia dan Mambu, Kamis (28/10/2021).

Menurutnya, para pelaku fintech atau teknologi finansial (tekfin) merupakan para spesialis di bidang masing-masing. Untuk masuk ke dalam ekosistem tersebut, diperlukan kolaborasi antara bank dengan tekfin dalam hal pembiayaan. Indra memaparkan bahwa ada empat klasifikasi bank digital berdasarkan trennya. Pertama, bank digital bagian dari ekosistem grup konglomerasi keuangan, seperti kehadiran BRI Agroniaga yang kini bertransformasi menjadi Bank Raya, dan BCA Digital. Kedua adalah bank digital yang merupakan bagian dalam ekosistem nongrup konglomerasi keuangan, laiknya Allo Bank dan Motion Banking. Ketiga, bank digital bagian dari tekfin, seperti Bank Neo Commerce. Keempat, bank digital yang menjadi bagian dari platform teknologi, semisal, Sea Bank dan Bank Jago.

Singapura Dilanda Booming Mobil Listrik Tesla

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

Tesla Inc dilaporkan sedang menikmati momentum penjualan di Singapura karena angka penjualan mobil listrik produksinya telah melonjak. Walaupun Singapura dikenal memiliki kebijakan yang mengatur ketat registrasi kendaraan baru guna mengendalikan lalu lintas dan polusi udara. Menurut laporan terjadi aksi pembelian gila-gilaan untuk mobil Tesla, yang harga dasarnya hampir mencapai Sin,US$ 200 ribu atau setara US$ 148.300. Harga ini tergolong mahal sebagian karena retribusi kepemilikan, dibanding harga yang di bandrol di AS yakni kurang dari US$40 ribu.

Data Otoritas Transportasi Darat atau Land Transport Authority (LTA) menunjukkan, jumlah mobil Tesla yang mengaspal di jalan-jalan Singapura telah mengalami peningkatan lebih dari 10 kali lipat menjadi 487 di Kuartal III dibandingkan 30 unit pada semester pertama. Bulan lalu ada 314 unit Tesla yang terdaftar di Singapura. Jumlah ini hampir setara dengan Hyundai dan merek-merek teratas, seperti Toyota Motor Corp, dan Honda Motor.

“Saya membeli mobil ini karena saya adalah mendukung dan pemegang saham perusahaan,” kata Insinyur perangkat lunak Tim Shim, yang dilansir Reuthers pada kamis (28/10). Shim mengakui telah memesan model 3 sejak lima tahun lalu, tetapi harus menerimanya saat penjualan mobil dimulai tahun ini di Singapura. Dengan bantuan penggemar Tesla, seperti Shim maka perusahaan ini menjadi merek mobil terpopuler keenam di Singapura pada September, mengalahkan angka penjualan Nissan, Audi dan Kia. (Yetede)


Tiga Kota Dikarantina Sebelum Olimpiade Musim Dingin

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

Pemerintah Tiongkok menempatkan satu kota lagi dalam kebijakan karantina pada Kamis (28/10) untuk mengatasi peningkatan jumlah kasus Covid-19. Yang berarti saat ini sekitar enam juta orang diperintahkan untuk tinggal di rumah karena pemerintah Tiongkok mengejar nol kasus sebelum Olimpiade Musim Dingin mendatang. Negara ini telah mengambil pendekatan tanpa toleransi terhadap virus sejak pertama kali muncul di Tiongkok bagian tengah pada 2019. Pihaknya membasmi setiap gejolak yang muncul dengan penutupan perbatasan, karantina terbatas, dan karantina yang ketat. Meskipun langkah-langkah garis keras telah membuat jumlah kasus baru jauh lebih rendah dari pada kebanyakan negara, negara terpadat di dunia tersebut saat ini bergulat dengan wabah kecil setidaknya di sebelas provinsi.

Gelombang baru tersebut mendorong para pejabat pekan ini untuk mengunci Lanzhou, kota berpopulasi lebih dari empat juta orang dan Ejin di wilayah Mongolia Dalam. Setelah mengkonfirmasi satu masalah baru, pihak berwenang di Heihe, provinsi di Heilongjang mengikuti langkah penguncian pada Kamis. Menurut pernyataan pemerintah setempat, pemerintah meminta warganya untuk tinggal di rumah dan melarang penduduk meninggalkan kota jauh di utara tersebut, kecuali untuk keadaan darurat. Pejabat kota yang perbatasan dengan Rusia di utara itu juga telah mulai melakukan tes virus pada 1,6 juta penduduk dan melacak kontak debat dari orang yang terinfeksi, kata pernyataan itu. (Yetede)


BoJ Turunkan Proyeksi Petumbuhan

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

Bank Sentral Jepang atau BoJ pada Kamis (28/10) merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang dan mempertahankan kebijakan moneter uang longgar, karena pandemi terus membebani ekonomi terbesar ketiga di dunia ini. Pada laporan triwulanan tentang harga-harga dan ekonomi, bank sentral tersebut memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,4% untuk tahun anggaran hingga Maret 2022. Angka tersebut turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,8%

“Tekanan yang berasal dari Covid-19 kemungkinan akan tetap ada pada konsumsi jasa, sementara ekspor dan produksi diperkirakan melambat secara temporer karena kendala karena sisi pasokan. Namun setelah itu, dengan dampak Covid-19 yang berkurang secara bertahap, terutama arena vaksinasi, ekonomi kemungkinan akan pulih,” kata laporan itu, Kamis (28/10). Untuk prospek jangka panjang yang lebih positif, bank merevisi perkiraan pertumbuhan untuk tahun fiscal hingga maret 2023 menjadi 2,9% dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,7%.

BoJ mempertahankan target inflasi 2% yang sudah berlangsung lama. Target tersebut tetap jauh, terlepas dari bertahun-tahun dan harga melonjak secara global. “Kami terus berharap bahwa BoJ akan tetap bertahan dengan bias pelonggaran (meskipun bank sentral lain mulai melonggarkan program pelonggaran mereka), setidaknya hingga April 2023 ketika Gubernur (Boj Haruhiko) Kuroda dan dua wakil gubernur dijawdalkan untuk mengakhiri masa jabatan mereka,” kata ekonom UBS Masamichi Adachi menjelang keputusan Kamis. (Yetede)


Syarat Menjadi Unicorn di Indonesia

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

Menjaga bisnis agar tetap sukses dan berkelanjutan bukan hanya sekedar memiliki ide-ide cemerlang atau pun modal paling besar. Hal ini juga termasuk cara mengeksekusi, membentuk tim yang tepat, memberi solusi yang benar, dan sejumlah kriteria yang lain yang kami yakin akan membuat sebuah perusahaan mampu bertahan, tumbuh dan akhirnya berkembang menjadi unicorn. Namun diatas semua itu, ada empat hal pokok yang harus dimiliki perusahaan-perusahaan rintisan (starup) agar mereka bisa bertranformasi menjadi unicorn, yakni kewirasusahaan, kecocokan produk dengan pasar, kemampuan pasar untuk berkembang, dan kelembagaan.

Para pendiri juga harus bekerja keras dan yang lebih penting, bekerja dengan cerdas untuk mencapai kecepatan, momentum, dan akurasi. Karena sebuah bisnis biasanya berkaitan dengan pemilihan waktu yang tepat dan kemampuan meraih peluang. Ketika bicara produk yang sesuai permintaan pasar (market-fit product), maksudnya adalah sejauh mana sebuah produk atau jasa bisa memenuhi atau memuaskan permintaan pasar sebagai solusi terhadap masalah atau tantangan yang dihadapi saat ini. Produk atau jasa ini tidak harus yang selalu visioner atau banyak ditunggu, tetapi merupakan sebuah solusi.

Sekedar ide cemerlang saja untuk bisnia Anda masih belum cukup jika perusahaan tidak punya kemampuan untuk mengembangkan bisnis, atau meningkatkan laba ketika dia mulai tumbuh dengan model bisnis yang bisa ditiru. Begitu sebuah bisnis bisa melewati skala keekonomiannya, dia akan makin melesat. Kemampuan untuk berkembang adalah penyebab lahirnya raksasa perusahaan teknologi, yang kita sebut unicorn. Kedepan, bakal ada banyak tren bisnis yang bisa berdampak pada lahirnya starup-starup baru di Indonesia. (Yetede)


Pandemi dan Optimalisasi APBN

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

Pendemi Covid-19 benar-benar meluluh lantakkan sendi-sendi ekonomi bangsa. Demi menyelamatkan masyarakat dan pereokomian nasional, pemerintah mengeluarkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Alokasi anggaran program PEN 2020 mencapai Rp695,20 triliun. Merujuk Regulasi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 yang disempurnakan menjadi Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2020, program PEN menyasar tiga klsuter utama. Yaitu, penyelamatan kesehatan, jaring pengaman sosial, dan jaring pengaman ekonomi. Ketiga klaster tersebut diturunkan menjadi enam bidang: kesehatan, pelindungan sosial, sektoral kementerian atau lembaga (K/L) dan pemda, dukungan UMKM, insentif usaha, serta pembiayaan korporasi. Sebagai program yang bersifat ad-hoc, PEN memiliki kelemahan, baik dari struktur alokasi anggaran maupun skema pengalokasian.

Perbaikan struktur juga digeber demi mempermudah proses ekonomic recovery yang berkelanjutan. Salah satu bentuk perbaikan struktural adalah momentum revisi Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) yang dimanfaatkan dalam me-review seluruh jenis pungutan perpajakan demi optimilisasi penerimaan serta menciptakan asas keadilan bagi masyarakat. Pada 2021.PEN masih dialokasikan dengan anggaran Rp699,4 triliun atau lebih besar dibanding 2020. (Yetede)


DSNG Memulai Langkah Untuk Aksi Iklim

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) terus berkomitmen dalam rencana aksi dalam perubahan iklim. Sebagai pelaku usaha yang dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap keberlanjutan atau sustainability, DSNG siap mendukung program Pemerintah dalam perundingan Climate Change Conference of the Parties yang ke-26 (COP26) yang diselenggarakan PBB di Glaslow, Skotlandia pada tanggal 31 Oktober hingga 12 November 2021.

Chief Sustainability Officer DSNG, Denys Collin Munang, mengatakan upaya yang dilakuakn DSNG terkait dengan perubahan iklim konsisten dengan Kebijakan Keberlanjutan (Sustainability Policy) DSNG yang berfokus pada tiga tematik utama yakni hutan, iklim dan masyarakat. “Kami percaya bahwa perubahan iklim bisa menjadi ancaman nyata yang terbesar bagi seluruh pertanian di dunia, sehingga sangat masuk akal bagi kami yang bergerak dibidang usaha pertanian untuk mempersiapkan bisnis kami agar dapat beradaptasi sekaligus mengatasi resiko yang terkait dengan perubahan iklim tersebut,”kata Denys Collin.

DSNG telah menerapkan System Managemen Lingkungan dan Sosial (ESMS) dari International Finance Corporation- Procedure Standard (IFC-PS) untuk terus mengindentifikasi risiko iklim dan upaya mitigasinya dengan menerapkan langkah-langkah yang diperlukan serta memantau resiko ditingkat operasional. “DSNG bercita-cita untuk dapat terus bertumbuh dalam lingkungan ekonomi yang rendah karbon di masa mendatang serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi perubahan iklim. Program GRK dan penilaian Risiko iklim yang sedang dijalankan ini akan memberikan landasan pemahaman tentang performa emisi GRK saat ini dan memperhitungkan resiko iklim yang dihadapi DSNG.” Kata Datuk Darrel Webber, Chairman Sustanainable Advisory Board DSNG. (Yetede)


Dongkrak Daya Saing Maritim, INSA Dorong Penggunaan Teknologi Informasi

Yuniati Turjandini 29 Oct 2021 Investor Daily

Indonesian National Shipowers’ Association (INSA) mendorong peningkatan pemanfataan teknologi informasi guna memperkuat daya saing industry maritime dalam negeri. Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto menjelaskan, di era digitalisasi saat ini dan implementasi National Logistic Ecosystem (NLE), industry maritime mau tidak mau harus siap menghadapinya dengan memanfaatkan teknologi informasi serta mengubah pola pikir dan cara kerja di sector maritim.

“Selain untuk menghadapi persaingan global, penerapan digitalisasi di insutri maritime diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi di sector maritime,” ungkap Carmelita dalam konferensi pers acara Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021 secara daring, Kamis (28/10). Selain itu, lanjut dia, penerapan digitalisasi pada system layanan online disektor maritime perlu terus dikembangkan sehingga proses bisnis menjadi lebih efisien dan cepat pada akhirnya mampu menekan biaya logistik.

Carmelia menyebutkan, pembangunan infrastruktur digital yang terintegrasi sangat penting bagi sektor maritim dan logistik karena akan terciptanya big data yang dapat dimanfaatkan  dalam melakukan analisa. Big data mendorong terciptanya inovasi produk, layanan dan peluang bisnis di sektor maritim, misalnya mengenai informasi  mengenai ketersediaan ruang muat kapal, dan jenis komoditas. "Sinergitas, kolaborasi, dan inovasi disektor maritim, perlu terus dilakukan untuk kemajuan industri maritim kita," papar Camelia. (Yetede)


Pilihan Editor