;

BI: RI Usung 6 Agenda Prioritas pada Presidensi G20 2022

Yuniati Turjandini 01 Nov 2021 Investor Daily

Indonesia akan mengusung enam agenda prioritas dari jalur keuangan saat memegang kepemimpinan Presedensial G20 pada 2022, salah satunya adalah strategi keluar  (exit strategi) yang perlu disiapkan untuk memberi dukungan bagi pemulihan global pascapandemi Covid-19. Keenam topik ini dinilai tidak eksklusif menjadi persoalan Indonesia, tapi juga menjadi isu dan perhatian semua negara anggota G20. Kurang lebih 5-10 topik yang akan dibahas. Dari situ kami memilih enam yang jadi prioritas . Artinya akan dijadikan semacam agenda pembahasan utama. 

Sedangkan empat agenda lainnya adalah lalu lintas dana dalam konteks sistem pembayaran (payment) yang berbasis digital, inklusi keuangan digital dan pembiayaan UKM, serta perpajakan internasional. "Ini enam topik yang akan menjadi flagship-nya Indonesia. Namun, (status) agenda yang akan kita usung tersebut masih proposal dan belum kita Nett-kan," tandas Dody. Terkait isu sistem pembayaran berbasis digital, menurut Dody didalamnya termasuk isu lokal uang kripto atau mata uang digital yang dikeluarkan oleh bank sentral atau CBDC (central bank digital current). Mata uang lainnya akan tetap nahas, tapi tidak menjadi prioritas," ujar Dody.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Suminto yang juga tampil sebagai pembicara dalam FGD tersebut mengatakan, terkait perpajakan  internasional, terdapat empat objek kunci pembahasan yang akan diusung Indonesia. Pertama, merancang penggunaan insentif pajak yang efektif dan efisien untuk mendukung investasi pascapandemi Covid-19. "Dalam kondisi seperti ini, Indonesia dapat memimpin G20 untuk mendorong enabling environment yang positif bagi pemulihan pascapandemi. Karenanya, tema yang dipilih Presiden G20 Indonesia adalah Recover Together Stronger," pungkas Muhsin. (Yetede)

Transformasi Digital Dapat Tingkatkan Kinerja Sektor Pelayaran dan Kepelabuhan

Yuniati Turjandini 01 Nov 2021 Investor Daily

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dunia sempat menghadapi tantangan dengan terganggunya suppy chain logistic terutama karena meningkatnya kapal logistik antar negara, persediaan kontainer yang terbatas. serta pelabuhan internasional yang mengalami bottleneck. Sektor pelayaran dan kepelabuhanan diharapkan bisa segera beradaptasi dengan transformasi digital. "Sektor pelayaran dan pelabuhan harus dapat beradaptasi dengan tingginya demand ini dan mencari jalan keluar agar logistic cost yang merupakan jantung dari perdagangan internasional bisa terjaga,"Ujar Airlangga dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (30/10). Kondisi pandemi Covid yang terjadi sejak 2020 telah mengakselerasi transformasi digital di negara aspek. Ekonomi digital tumbuh menjadi kekuatan baru dan diyakini dapat terus tumbuh lebih besar.

Dalam penerapan digitalisasi kepelabuhan dan memperbaiki kondisi logistik di Indonesia, pemerintah telah membangun National Logistic Ecosystem (NLE). Ekonomi logistik nasional ini menyelaraskan lalu-lintas barang dan dokumen baik internasional maupun domestik yang berorientasi pada kerja sama antar-instansi pemerintah dan swasta, melalui pertukaran data, simplifikasi proses, penghapusan repitisi dan duplikasi, serta didukung oleh teknologi informasi yang mencakup seluruh  proses logistik terkait dan menghubungkan sistem-sistem  logistik yang telah ada. Dengan demikian, eksportir dan importir hanya perlu melakukan transaksi melalui sebuah platform daring NLE. "Dengan NLE, diharapkan dapat terjadi efisiensi  pemrosesan logistik dan penurunan biaya logistik nasional yang ditargetkan turun dari 23,5% menjadi sekitar 17% pada 2024 sebagaimana tercantum dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Rencana Aksi Penataan Ekonomi Logistik Nasional," ucapnya. (Yetede)

INA dan DP World Teken Kerja Sama Penegambangan Pelabuhan US$7,5 Miiar

Yuniati Turjandini 01 Nov 2021 Investor Daily

Indonesia Investment Authority (INA) dan DP World menandatangani perjanjian aliansi strategis jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan maritim dan logistik di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$ 7,5 miliar. Kerja sama antara Ina dan DP World  akan meningkatkan kualitas pengoperasian pelabuhan, mengurangi biaya logistik, dan mendongkrak daya saing Indonesia. Ketua Dewan Direksi INA Ridha Wirakusumah mengatakan, kemitraan strategis dengan DP World sejalan dengan misi INA untuk mengoptimalkan investasi di bidang infrastruktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

"Sektor maritim dan kepelabuhan Indonesia adalah kunci dukungan perdagangan dan konsumsi antar pulau. Kolaborasi dengan DP World akan membuat kita mampu menyelesaikan berbagai kendala, seperti tingginya biaya logistik dan inefisiensi," kata Ridha dalam pernyataan resminya di Jakarta, Minggu (31/10). Kedua belah pihak akan menjajaki kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (persero). DP World juga akan memanfaatkan platform investasi bersama yang sejak diluncurkan pada 2016 telah berinvestasi di 12 terminal pelabuhan secara global diberbagai tahapan siklus pengelolaan aset.

Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau memerlukan jaringan logistik laut yang mumpuni. Mesipun tertinggal dari negara-negara tetangga dalam hal laju peti kemas  dan saat ini menghadapi biaya logistik yang tinggi, Indonesia berada diantara 15  negara teratas dalam hal lalu lintas peti kemas dan memiliki lebih banyak lagi potensi pertumbuhan. Selain itu, laju peti kemas di Indonesia diperkirakan terus meningkat mengingat tingkat konsumsi dan produksi dalam negeri yang terus melonjak.

Chairman dan CEO DP World Group Sultan Ahmed Bin Sulayem mengatakan, DP World melihat besarnya potensi Indonesia sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, juga komitment nyata pemerintah dalam memperbaiki fasilitas  kepelabuhan. "Melalui kemitraan kami dengan INA, sesuai keahlian yang kami miliki, DP World berkomitmen untuk mendukung inisiatif Indonesia dalam mencipatakan nilai tambah dan memodernisasi infrastruktur maritim Indonesia." sebut dia.

Gobel Sarankan Pendanaan KA Cepat Tetap Diserahkan ke Investor

Yuniati Turjandini 01 Nov 2021 Investor Daily

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menyatakan pendanaan Kereta Api (KA) Cepat Jakarta-Bandung tetap diserahkan ke investornya, sedangkan dana APBN sebaiknya difokuskan untuk pemulihan ekonomi. Pembangunan infrastruktur dasar dan Ibukota negara (IKN) yang baru. "Soal kereta cepat biar kita serahkan ke Investornya.Ini sesuai dengan ide awal yang berprinsip business to business," kata Gobel, Sabtu (30/10). Hal ini disampaikan menanggapi kebijakan pemerintah yang akhirnya akan menggelontorkan dana APBN untuk menyuntikkan pembiayaan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Tiongkok memenangkan persaingan dengan Jepang dalam pembangunan KA cepat sepanjang 142,3 km tersebut.

"KIta tidak tahu apakah akan ada kenaikan lagi atau tidak. Yang pasti hingga kini sudah bengkak dua kali. Kondisi ini sudah berkebalikan dengan tiga janji semula serta sudah lebih mahal dari proposal Jepang. Sedangkan dari segi kualitas, Jepang jauh lebih baik," kata Gobel. Gobel mengatakan, akibat pandemi Covid-19, Indonesia dihadapkan pada keterbatasan anggaran. "Banyak anggaran yang kurang prioritas dipotong karena terkena refocusing. Karena kita fokus untuk menghadapi Covid. Memulihkan perekonomian yang menghantam rakyat kecil, dan kita juga tidak boleh mundur untuk membangun  IKN. Kita fokus saja pada hal -hal yang menjadi prioritas kita," katanya,

Agar Indonesia konsisten dengan skema business to business, kata Gobel, maka pembengkakan biaya itu diserahkan ke perusahaan konsorsium Kereta  Cepat Indonesia Cina (KCIC). Konsorsium ini melibatkan sembilan perusahaan. Dari Indonesia ada empat BUMN, sedangkan dari Tiongkok ada lima. "Jadi jika terjadi pembengkakan biaya maka diserahkan pada perusahaan-perusahaan tersebut. Dan jika ada perusahan yang tidak mampu menyetorkan biaya tambahan, sahamnya terdelusi dengan sendirinya. Ini namanya business to business. Jangan memaksakan diri dengan memninta dana dari APBN," kata Gobel. (Yetede)

Telkomsel-Beehive Uji Coba Drone di Sumenep

Yuniati Turjandini 01 Nov 2021 Investor Daily

Telkomsel Innovation Center (Tinc) bersama Bee-hive Drones dan Institute Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, menguji coba proyek pesawat tanpa awak (drone) untuk mengirim kebutuhan medis ke pulau terpencil di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (31/10). Drone yang juga dipergunakan untuk mengirim bahan bantuan selain medis itu akan mulai dioperasikan  pada semester 1-2022. Gagasan proyek ini bermula dari kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri atas gugusan pulai kecil yang sangat membutuhkan sistem logistik terpadu. Selama ini, kebutuhan di gugusan pulau tersebut dilayani oleh kapal. Hanya saja, kapal tidak selalu siap memasok  kebutuhan logistik setiap dibutuhkan. Dronepun dinilai sebagai solusi efektif  dan efisien untuk mengirimkan suplai kebutuhan daerah yang sulit terjangkau dengan moda distribusi konvensional tersebut. Vice President Business Development Telkomsel Jocky Heruseon mengatakan, inisiatif yang dijalankan bersama Beehive Drones itu merupakan salah satu contoh perwujudan komitmen Tinc untuk dapat  berkolaborasi dengan startup di Tanah Air dalam melahirkan solusi digital inovatif yang dapat memecahkan permasalahan ditengah masyarakat.

"Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Telkomsel dalam mendorong pemanfaatan  teknologi digital secara merata untuk memenuhi berbagai  kebutuhan masyarakat Indonesia wilayah 3T (terdalam, terpencil, dan tertinggal)," ungkap Jocky, Minggu (31/10). Beehive Drones merupakan start-up yang tergabung dalam Tinc, sebuah program corporate accelerator garapan Telkomsel. Saat ini, proyek drone Beehive Drones itu tengah berada pada tahapan akhir menuju commersial release. Karena itu, drone ini pun berkesempatan untuk bersinergi dengan ekosistem digital Telkomsel. Sementara itu, CEO Beehive Drones Albertus Gian Desayes menambahkan bahwa uji coba drone di Sumenep tersebut merupakan moment penting  bagi  perusahaannya dan juga bagi lanskap  penyedia layanan sistem penerbangan drone di Indonesia. Karena itu, Beehive Drones juga akan tetap mengandalkan dan mendorong kapal laut dalam alur logistik last-mile delivery di Sumenep dan didukung dengan drone ciptaannya.(Yetede)

Meniti Keseimbangan Royalti Batu Bara

Hairul Rizal 01 Nov 2021 Bisnis Indonesia

Di tengah fluktuasi harga komoditas batu bara ICE Newcastle yang cenderung meroket, pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat pembahasan tarif royalti baru untuk Si Emas Hitam. Percepatan pembahasan perubahan tarif royalti digadang-gadang dapat mendongkrak penerimaan negara. Tren harga batu bara yang cenderung naik tentu saja membawa angin segar bagi para pelaku industri pertambangan nasional. Kendati, harga komoditas batu bara ICE Newcastle pada perdagangan Jumat (29/10) sempat terkoreksi menjadi US$223,45 per metrik ton, setelah sebelumnya sempat bertengger di angka US$272,5 per metrik ton, harga emas hitam diproyeksikan tetap menjanjikan hingga akhir tahun. Berdasarkan pertimbangan tersebut, pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuat kajian perubahan tarif royalti batu bara yang disampaikan kepada Kementerian Keuangan. Pembahasan perubahan tarif royalti batu bara ini direncanakan selesai dalam waktu singkat dan dapat disosialisasikan kepada para pemangku kepentingan. Saat ini tarif royalti untuk batu bara dari pertambangan terbuka dari pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan tingkat kalori kurang dari 4.700 Kkal per kg sebesar 3% dari harga jual.


Tambang Bawah Tanah, PTFI Siap Garap Kucing Liar

Hairul Rizal 01 Nov 2021 Bisnis Indonesia

PT Freeport Indonesia bersiap untuk mengembangkan area tambang bawah tanah Kucing Liar menyusul kesuksesan pengembangan blok tambang bawah tanah lainnya, yakni Grasberg Block Cave dan Deep Mill Level Zone atau DMLZ.Dalam paparan kinerja operasi dan keuangan kuartal III/2021 Freeport-McMoRan Inc., pemegang 48,76% saham Freeport Indonesia (PTFI), pengembangan Kucing Liar diharapkan mampu menghasilkan produksi 6 miliar pon tembaga dan 6 juta ounce emas selama umur proyek. Investasi untuk pengembangan Kucing Liar diperkirakan mencapai US$400 juta per tahun selama 10 tahun ke depan.President and CFO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk menambahkan belanja modal untuk pengembangan Kucing Liar akan dimulai pada tahun depan.“Kami pikir sekarang ini adalah waktu yang wajar untuk mulai bertransisi mengembangkan badan bijih lain di sana,” ujarnya.

Nikel dan Kemajuan Ekonomi Daerah

Hairul Rizal 01 Nov 2021 Kompas

Nikel menjadi sumber daya energi yang mampu membawa kemajuan bagi suatu daerah. Dengan pengelolaan tepat dan mengedepankan kelestarian lingkungan, nikel akan memberikan keberkahan bagi masyarakat setempat. Semangat besar pemerintah Indonesia untuk membangun industrialisasi baterai kendaraan listrik di dalam negeri berpotensi besar mendorong kemajuan ekonomi daerah. Salah satu yang kemungkinan besar terakselerasi kemajuannya adalah wilayah yang memiliki material sumber daya alam pendukung industrialisasi baterai kendaraan listrik tersebut. Sentra pertambangan nikel diproyeksikan akan menjadi daerah yang mengalami perkembangan sangat pesat karena unsur mineral ini menjadi salah satu komponen terpenting dalam hilirisasi baterai listrik. Data Kementerian ESDM tahun 2019 mencatat, produksi bijih nikel Indonesia mencapai kisaran 800 ribu ton. Nominal ini menduduki peringkat satu dunia yang terpaut hampir 400 ribu ton dari produsen kedua dunia yang diduduki Filipina.


Tak Maksimal di KTT G-20, Isu Iklim Beban di COP-26

Hairul Rizal 01 Nov 2021 Kompas

Pertemuan puncak negara-negara G-20 gagal menghasilkan komitmen yang konkret untuk menangani krisis iklim dunia. Tugas berat menanti peserta COP 26. Para pemimpin negara-negara G-20 tak banyak menawarkan komitmen konkret dalam upaya membatasi pemanasan global dan mengatasi perubahan iklim dalam Konferensi Tingkat Tinggi G-20 yang berakhir pada Minggu (31/10/2021) di Roma, Italia. Hasil tidak maksimal dari negosiasi berhari-hari oleh para diplomat itu meninggalkan pekerjaan besar dalam Konferensi Para Pihak (COP) 26 tentang Iklim di Glasgow, Skotlandia. ”Kami mengakui, dampak perubahan iklim pada 1,5 derajat celsius jauh lebih rendah dibandingkan pada 2 derajat celsius. Untuk mencapai target 1,5 derajat celsius, butuh langkah penting dan efektif serta komitmen seluruh negara,”. Selepas pertemuan di Roma, sebagian besar pemimpin G-20, termasuk Presiden RI Joko Widodo, terbang ke Glasgow untuk menghadiri COP 26. Pada sesi penutupan KTT di Roma, Perdana Menteri Italia Mario Draghi menyerahkan keketuaan atau presidensi G-20 kepada Presiden Joko Widodo. 

Draghi secara simbolis menyerahkan palu kepada Presiden Jokowi yang kemudian mengetukkan palu tersebut. Dalam pernyataannya, Presiden Jokowi mengapresiasi Italia yang telah berhasil memegang presidensi G-20 tahun 2021. ”Saya sampaikan selamat kepada Italia yang telah sukses menjalankan presidensi G-20 di tahun 2021. Indonesia merasa terhormat untuk meneruskan presidensi G-20 di tahun 2022,” ujar Presiden Jokowi, seperti dirilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu. Seusai KTT G-20, perhatian dunia kini tertuju pada COP 26 di Glasgow, Skotlandia. Selain dihadiri para pemimpin negara, tokoh bisnis dan pemimpin korporasi juga hadir. Korporasi memberi perhatian besar terhadap ancaman perubahan iklim. Korporasi memandang perlu dilakukan upaya mitigasi dan adaptasi guna mengatasi ancaman tersebut.


Pasar Bersiap Hadapi Tapering AS

Hairul Rizal 01 Nov 2021 Kontan

Pasar saham diyakini lebih tenang menghadapi pengumuman tapering off dari bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve. The Fed dijadwalkan menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Selasa-Rabu pekan ini waktu setempat. Pada pertemuan sebelumnya, The Fed menyatakan akan melakukan pengurangan pembelian obligasi, yang bisa dimulai November atau Desember tahun ini, sehingga selesai di pertengahan 2022. Pengurangannya bertahap, sekitar US$ 10 miliar untuk obligasi negara dan US$ 5 miliar MBS per bulan. Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga yakin pelaku pasar sudah siap menerima keputusan The Fed untuk melakukan tapering. Apalagi, inflasi AS yang terjaga di atas 2%. "Tidak mungkin The Fed menaikkan suku bunga tanpa adanya tapering," tutur Nico. 

Pilihan Editor