Tambang Bawah Tanah, PTFI Siap Garap Kucing Liar
PT Freeport Indonesia bersiap untuk mengembangkan area tambang bawah tanah Kucing Liar menyusul kesuksesan pengembangan blok tambang bawah tanah lainnya, yakni Grasberg Block Cave dan Deep Mill Level Zone atau DMLZ.Dalam paparan kinerja operasi dan keuangan kuartal III/2021 Freeport-McMoRan Inc., pemegang 48,76% saham Freeport Indonesia (PTFI), pengembangan Kucing Liar diharapkan mampu menghasilkan produksi 6 miliar pon tembaga dan 6 juta ounce emas selama umur proyek.
Investasi untuk pengembangan Kucing Liar diperkirakan mencapai US$400 juta per tahun selama 10 tahun ke depan.President and CFO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk menambahkan belanja modal untuk pengembangan Kucing Liar akan dimulai pada tahun depan.“Kami pikir sekarang ini adalah waktu yang wajar untuk mulai bertransisi mengembangkan badan bijih lain di sana,” ujarnya.
Nikel dan Kemajuan Ekonomi Daerah
Nikel menjadi sumber daya energi yang mampu membawa kemajuan bagi suatu daerah. Dengan pengelolaan tepat dan mengedepankan kelestarian lingkungan, nikel akan memberikan keberkahan bagi masyarakat setempat. Semangat besar pemerintah Indonesia untuk membangun industrialisasi baterai kendaraan listrik di dalam negeri berpotensi besar mendorong kemajuan ekonomi daerah. Salah satu yang kemungkinan besar terakselerasi kemajuannya adalah wilayah yang memiliki material sumber daya alam pendukung industrialisasi baterai kendaraan listrik tersebut. Sentra pertambangan nikel diproyeksikan akan menjadi daerah yang mengalami perkembangan sangat pesat karena unsur mineral ini menjadi salah satu komponen terpenting dalam hilirisasi baterai listrik. Data Kementerian ESDM tahun 2019 mencatat, produksi bijih nikel Indonesia mencapai kisaran 800 ribu ton. Nominal ini menduduki peringkat satu dunia yang terpaut hampir 400 ribu ton dari produsen kedua dunia yang diduduki Filipina.
Tak Maksimal di KTT G-20, Isu Iklim Beban di COP-26
Pertemuan puncak negara-negara G-20 gagal menghasilkan komitmen yang konkret untuk menangani krisis iklim dunia. Tugas berat menanti peserta COP 26. Para pemimpin negara-negara G-20 tak banyak menawarkan komitmen konkret dalam upaya membatasi pemanasan global dan mengatasi perubahan iklim dalam Konferensi Tingkat Tinggi G-20 yang berakhir pada Minggu (31/10/2021) di Roma, Italia. Hasil tidak maksimal dari negosiasi berhari-hari oleh para diplomat itu meninggalkan pekerjaan besar dalam Konferensi Para Pihak (COP) 26 tentang Iklim di Glasgow, Skotlandia. ”Kami mengakui, dampak perubahan iklim pada 1,5 derajat celsius jauh lebih rendah dibandingkan pada 2 derajat celsius. Untuk mencapai target 1,5 derajat celsius, butuh langkah penting dan efektif serta komitmen seluruh negara,”. Selepas pertemuan di Roma, sebagian besar pemimpin G-20, termasuk Presiden RI Joko Widodo, terbang ke Glasgow untuk menghadiri COP 26. Pada sesi penutupan KTT di Roma, Perdana Menteri Italia Mario Draghi menyerahkan keketuaan atau presidensi G-20 kepada Presiden Joko Widodo.
Draghi secara simbolis menyerahkan palu kepada Presiden Jokowi yang kemudian mengetukkan palu tersebut. Dalam pernyataannya, Presiden Jokowi mengapresiasi Italia yang telah berhasil memegang presidensi G-20 tahun 2021. ”Saya sampaikan selamat kepada Italia yang telah sukses menjalankan presidensi G-20 di tahun 2021. Indonesia merasa terhormat untuk meneruskan presidensi G-20 di tahun 2022,” ujar Presiden Jokowi, seperti dirilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu. Seusai KTT G-20, perhatian dunia kini tertuju pada COP 26 di Glasgow, Skotlandia. Selain dihadiri para pemimpin negara, tokoh bisnis dan pemimpin korporasi juga hadir. Korporasi memberi perhatian besar terhadap ancaman perubahan iklim. Korporasi memandang perlu dilakukan upaya mitigasi dan adaptasi guna mengatasi ancaman tersebut.
Pasar Bersiap Hadapi Tapering AS
Pasar saham diyakini lebih tenang menghadapi pengumuman tapering off dari bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve. The Fed dijadwalkan menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Selasa-Rabu pekan ini waktu setempat. Pada pertemuan sebelumnya, The Fed menyatakan akan melakukan pengurangan pembelian obligasi, yang bisa dimulai November atau Desember tahun ini, sehingga selesai di pertengahan 2022. Pengurangannya bertahap, sekitar US$ 10 miliar untuk obligasi negara dan US$ 5 miliar MBS per bulan. Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga yakin pelaku pasar sudah siap menerima keputusan The Fed untuk melakukan tapering. Apalagi, inflasi AS yang terjaga di atas 2%. "Tidak mungkin The Fed menaikkan suku bunga tanpa adanya tapering," tutur Nico.
Aturan Pengungkapan Pajak Sukarela Disiapkan
Program pengampunan pajak alias tax amnesty versi anyar masih dalam tahap persiapan. Tax Amnesty yang kini disebut Program Pengungkapan Sukarela (PPS) wajib pajak akan digelar 1 Januari-30 Juni 2022. Pada program ini, wajib pajak punya pilihan untuk menginvestasikan kembali hartanya. Pertama, ke sektor pengolahan sumber daya alam (SDA) atau sektor energi terbarukan. Kedua, ke dalam surat berharga negara (SBN). Saat ini Ditjen Pajak, masih menyiapkan aturan pelaksanaan berupa peraturan menteri keuangan (PMK). Hanya saja ia belum memerinci kapan PMK ini akan terbit. "Kami menyiapkan strategi komunikasi kepada masyarakat agar semakin banyak yang tertarik ikut," kata Neilmaldrin Noor, Ditjen Pajak.
Sama-Sama Punya Digital Banking, Tapi Beda Strategi
Semua bank di Tanah Air pada akhirnya akan berusaha memiliki layanan digital banking. Ada yang menjadi bank digital dengan menggadang-gadang layanan mereka. Saat ini sudah banyak bank kecil dalam proses transformasi jadi bank digital. Bank Central Asia (BCA) sudah punya Bank BCA Digital yang beroperasi lewat aplikasi Blu. Lalu Bank Rakyat Indonesia (BRI) memasuki persaingan lewat anak usahanya Bank Raya. Sementara Bank Mandiri (BMRI) percaya diri dengan bermodalkan super apps Livin' By Mandiri dan wholesale digital super platform Kopra by Mandiri.
Langgar Harga PCR, Akses Pedulilindungi Diblokir
Pemerintah akan menindak tegas bila terjadi pelanggaran ketentuan harga baru batas atas tarif tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Apabila melanggar, akses fasilitas kesehatan dan laboratorium ke aplikasi PeduliLindungi di blokir. Kementerian Kesehatan minta pengelola rumahsakit, laboratorium hingga penyedia layanan tes PCR melaksanakan penetapan aturan ini. "Surat edaran berlaku per 27 Oktober, jadi HET haris menyesuaikan dengan kondisi per 27 Oktober," kata juru Bicara Vaksinasi Kementeriaan Kesehatan (Kemkes) Siti Nadia Tarmizi, Kamis (28/10).
Penurunan Bunga Fintech Bikin Lender Kabur
Penurunan bunga financial technology (fintech) sepertinya memberatkan para pelaku pinjaman online. Meski tak menolak, para pemain fintech itu menyatakan, salah satu dampak bunga turun adalah penurunan pinjaman ke masyarakat. CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan menjelaskan, penurunan bunga baka mempengaruhi peminjam dari kalangan yang tak tersentuh bank atau unbankable. Mereka tak lagi banyak mendapatlan utangan. Ilustrasinya, pinjaman hanya sebesar Rp 1 juta dengan tenor satu bulan. Biaya yang dikeluarkan platform untuk melayani pinjaman tersebut bisa mencapai Rp 100.000. Ini untuk biaya tanda tangan digital, biaya TI, biaya server, biaya maintenance dan administrasi.
Berharap Investasi Sektor Tambang dan Logam
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang kuartal III-2021 sebesar Rp 216,7 triliun. Hasil tersebut tumbuh 3,7% secara tahunan. Namun secara kuartalan, realisasi investasi di kuartal III-2021 justru minus 2,8% dibandingkan dengan kuartal II-2021 yang sebesar Rp 223 triliun. Adapun realisasi investasi pada Juli-September 2021 tersebar dalam dua bagian. Pertama, penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 113,5 triliun atau tumbuh 10,3% yoy. Kedua, penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 103,2 triliun yang turun 2,7% yoy. Meski secara kuartalan realisasi investasi turun di kuartal III, Bahlil optimistis target tahun ini sebesar Rp 900 triliun masih bisa tercapai. Ia berkaca pada realisasi investasi dari Januari hingga September yang mencapai Rp 659,4 triliun artinya sudah 73,3% dari target tahun ini terpenuhi. Karena itu, kuartal IV-2021 tinggal kurang Rp 240,6 triliun lagi.
LEAD Membidik Pendapatan US$ 25 Juta Pada Tahun Ini
PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) optimistis bisa mencapai target pendapatan US$ 25 juta pada tahun 2021. Angka ini setara realisasi pendapatan tahun lalu. Proyeksi tersebut juga mempertimbangkan kontrak LEAD yang hingga saat ini. Sekretaris Perusahaan PT Logindo Samudramakmur Tbk, Adrianus Iskandar menjelaskan, dengan perolehan kontrak saat ini sebesar US$ 15 juta, manajemen LEAD optimistis mencapai target pendapatan di 2021. Untuk kontrak yang diperoleh LEAD, kata dia, telah dimenangi selama tahun 2021. Adapun jangka waktunya bermacam-macam, mulai dari 7 hari sampai 1 tahun. Kemudian, ada pula kontrak langsung (direct appointment). "Utilitas kapal LEAD secara year to date (ytd) sebesar 72%, untuk utilitas selama kuartal III-2021 sebesar 82%, ucap Iskandar.









