;

Efisiensi dan Investasi Energi Hijau

Imam Dwi Baskoro 30 Oct 2021 Koran Tempo

Tempo, Jakarta - Kementrian Perindustrian memperkirakan program-program efisiensi yang diterapkan di sektor industri mampu menghasilkan penghematan energi sebesar 10-20 persen. Program efisiensi dan konservasi tersebut, adalah audit energi di sektor industri dan bangunan, penerapan sistem manajemen energi, pemakaian teknologi yang efisien, penerapan standar, pemberian label hemat energi, serta gerakan penyadaran dan sosialisasi hemat energi. Transisi energi di bidang industri menghadapi tantangan dan peluang yang perlu dikelola. Langkah-langkah efisiensi energi hanya akan optimal jika sejalan dengan proyek pengembangan energi baru dan terbarukan. Hal lain yang dibutuhkan ialah dukungan dari pemerintah, seperti pemeberian insentif bagi industri.  

Skema pembiayaan inovatif untuk ekonomi hijau yang sudah ada di Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan. Instrumen pembiayaan itu diantaranya obligasi atau sukuk hijau, blended financecarbon pricingislamic finance, dan result based financing. Indonesia telah enam kali menerbitkan sukuk hijau, yang terdiri atas empat kali penerbitan di level global dan dua kali di level domestik. 

Mulai Untung Berkat Investasi Start-Up

Imam Dwi Baskoro 30 Oct 2021 Koran Tempo

Tempo, Jakarta - Perbankan yang memiliki anak usaha modal ventura mulai meraup untung dari model bisnis yang dijalankan. Melalui Mandiri Capital Indonesia (MCI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membuka peluang mengembangkan pendanaan bagi perusahaan rintisan alias start-up yang memiliki prospek bisnis jangka panjang hingga akhirnya bisa melakukan penawaran umum saham perdana. Untuk memastikan keberlanjutan pendanaan yang diberikan, MCI harus jeli dalam memilih perusahaan rintisan. Sejak awal, MCI memang difokuskan untuk melakukan pengembangan dan pembiayaan pada perusahaan teknologi yang bergerak di bidang finansial. Sejauh ini, MCI memiliki sederet portfolio investasi di perusahaan teknologi.

Industri modal ventura terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), enam perusahaan modal ventura bahkan sukses membukukan nilai penyertaan saham dan penyertaan melalui obligasi konversi di atas Rp 100 miliar. Perusahaan tersebut utamanya adalah modal ventura anak usaha dari perbankan, seperti Mandiri Capital Indonesia, Central Capital Ventura, dan BRI Ventures. 

Tes Mahal Sonder Komponen Lokal

Imam Dwi Baskoro 30 Oct 2021 Majalah Tempo

Tempo, Jakarta - Sejak 28 Oktober 2021, manajemen Rumah Sakit Unggul Karsa menghentikan layanan tes PCR. Sehari sebelumnya, tarif baru tes PCR diumumkan di Jawa dan Bali menjadi Rp 275 ribu dari semula Rp 495 ribu. Untuk luar Jawa dan Bali yang semula biayanya Rp 525 ribu turun menjadi Rp 300 ribu. Penetapan tarif baru tes PCR ini merupakan perintah Presiden. Meski harga turun, pemerintah akan memperluas pemberlakuan tes PCR bagi semua pengguna moda transportasi, dari semula hanya untuk penumpang pesawat.  

Pemerintah lalu mendorong pembuatan peralatan tes PCR di dalam negeri. Hasilnya Bio Farma dan Nusantics, perusahaan rintisan alat kesehatan, bisa memproduksi reagen untuk tes PCR bernama mBioCoV-19 RT_PCR Kit. Jika komponen pendukung tes PCR dalam negeri sudah tersedia secara massal, tak ada lagi alasan rumah sakit menghentikan layanan tes Covid-19 dengan alasan biaya. Bagaimanapun, untuk basis mencegah penularan virus, tes massal menjadi salah satu cara mendeteksinya. 

Satu Royalti Dipotong Berkali-Kali

Imam Dwi Baskoro 30 Oct 2021 Majalah Tempo

Tempo, Jakarta - Sebelum pandemi Covid-19 datang, Erros Candra hidup dari panggung ke panggung. Setelah pandemi menerjang Indonesia pada Maret 2020. Sempat menyerahkan hak kuasa royalti lagu-lagu ciptaannya ke lembaga manajemen kolektif (LMK) Karya Cipta Indonesia. Sejak pandemi terjadi, Eross makin rajin memperhatikan potensi pendapatan pasifnya itu, 

Selama ini LMK memegang kuasa penagihan dan pembagian royalti. Pencipta lagu bergabung dengan Wami (genre pop dan rock), RAI (dangdut dan melayu), serta Karya Cipta Indonesia (pop indonesia dan daerah). Produser lagu bergabung dengan Asirindo, Aspirindo, dan Armindo. Adapun pembawa lagu bergabung, antara lain, dengan Prisindo, ARDI, dan Sentra Lisensi Musik Indonesia. Erros mengakui awalnya ia tipe komposer yang apatis terhadap lagu ciptaannya. Namun, sejak pandemi melanda, dan sadar royalti lagu menjadi pendapatan paling signifikan saat tak ada konser, Erros makin memperhatikan detail urusan ini LAS, menurut Eross, berani menjanjikan pendapatan royalti naik seiring dengan penggunaan SILM.

Peluang Cuan Stasiun Mobil Listrik

Imam Dwi Baskoro 29 Oct 2021 Koran Tempo

Tempo, Jakarta - PT PLN (Persero) membuka peluang bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk swasta. Melalui skema kemitraan bagi hasil, PLN mengklaim kerja sama pembangunan infrastruktur mobil listrik ini  menguntungkan bagi investor. Optimistis pasar kendaraan mobil listrik akan berkembang cepat. Pada 2020, penjualan mobil listrik naik 46 persen. Sedangkan mobil konvensional turun 14 persen. PLN menawarkan lahan tanpa biaya sewa selain menyediakan pasokan listrik. Investor harus menyediakan, mengoperasikan dan memelihara fasilitas pengisian ulang yang ditempatkan di lahan PLN. 

Langkah PLN mengembangkan SPKLU melalui skema kemitraan dapat membantu mendorong minat penggunaan mobil listrik. Namun, masih sulit mendongkrak penjualannya dalam jangka pendek. Berkaca pada pengalaman di negara tetangga, seperti Australia. Tidak mudah membuat masyarakat beralih ke mobil listrik. Pasar mobil di sana sekitar 1,3 juta per tahun, tapi jumlah kendaraan listrik hanya sekitar 16 ribu. 

Sektor Andalan Menjadi Tumpuan

Imam Dwi Baskoro 29 Oct 2021 Koran Tempo

Tempo, Jakarta - Perbankan nasional terus berupaya menggenjot penyaluran kredit ini tiga bulan tersisa tahun ini. Sektor dan segmen kredit andalan yang mulai pulih menjadi tumpuan penyaluran kredit untuk mencetak peningkatan pendapatan dari kinerja intermediasi. Terdapat sektor-sektor yang mulai mengalami tren perbaikan kinerja, yaitu sektor yang memiliki karakteristik pemulihan cepat atau berdaya tahan tinggi pada masa pandemi. Meski mulai ekspansif, perusahaan berusaha senantiasa berhati-hati menjaga kualitas portofolio kredit agar tidak memicu risiko kenaikan rasio kredit macet alias non-performing loan (NPL) di kemudian hari. Pertumbuhan kredit akan dijaga tetap berkelanjutan dengan mengedepankan asesmen yang ketat untuk memastikan kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajiban pembayaran di kemudian hari. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan kredit industri perbankan pada keseluruhan tahun ini akan berada di angka 4-5 persen. Pertumbuhan terbesar terjadi pada jenis kredit konsumsi, yaitu sebesar 2,95 persen, diikuti kredit moral kerja yang tumbuh 2,85 persen serta kredit investasi yang tumbuh 0,37 persen. 

Laba Bank Jumbo Kompak Melejit

Imam Dwi Baskoro 29 Oct 2021 Koran Tempo

Tempo, Jakarta - Industri perbankan nasional mulai membukukan kinerja positif pada pengujung tahun ini. Bank-bank kategori BUKU IV atau modal jumbo kompak melaporkan realisasi perolehan laba yang melonjak pada triwulan III 2021.Raihan positif itu tak lepas dari perbaikan kondisi perekonomian nasional seiring dengan kian terkendalinya kasus penularan Covid-19 dan masifnya program vaksinasi nasional. 

Transformasi digital yang kian masif dilakukan setahun belakangan juga berkontribusi positif meningkatkan efisiensi dan pendapatan nonbunga perbankan. Baik giro maupun tabungan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 8,5 persen dan 11,7 persen.

Situs Pemerintah Mudah Diretas, Data Warga Dijual Bebas

Hairul Rizal 29 Oct 2021 Kompas

Pada Mei 2021, di sebuah forum peretas, Raidforums.com, akun dengan nama Kotz mengklaim memiliki lebih dari 270 juta data pribadi warga Indonesia yang berasal dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Di forum itu, Kotz menjual lebih dari 270 juta data itu seharga 0,35 bitcoin atau sekitar Rp 297.850.000 berdasarkan kurs pada Kamis (28/10/2021) pukul 15.08 di Indodax.com. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih membantah data yang dijual di Raidforums berasal dari instansinya. Sementara Polri belum dapat memastikan siapa pelaku pembobolan dan penjualan data tersebut.

Untuk memastikan apakah benar data yang diperjualbelikan di Raidforums.com tersebut data BPJS atau bukan, tim investigasi Kompas menghubungi Kotz dan menelusuri validitas data yang dijual dengan mengirim dua nomor induk kependudukan (NIK). Dari data NIK itu, Kotz merespons dengan memberikan data kependudukan (nama lengkap, alamat, agama, tanggal lahir, golongan darah), gaji selama tiga tahun (2017-2019), dan nomor kartu BPJS Kesehatan (noka). Noka yang diberikan Kotz pun identik dengan nomor yang tertera pada kartu BPJS Kesehatan pemilik NIK. Sementara itu, dari penilaian kerentanan dan penelusuran terhadap aktivitas para peretas di Indonesia, terungkap betapa mudahnya meretas situs-situs pemerintah. Beberapa hari lalu, subdomain situs Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengalami peretasan berupa perubahan muka (defacement).


Aktivitas Siber : Kami Meretas, Maka Kami Ada

Hairul Rizal 29 Oct 2021 Kompas

Meretas bukan sekadar tentang pelanggaran hukum karena merusak situs sasaran. Ada cerita yang kaya di balik itu semua, salah satunya adalah betapa besarnya potensi remaja Indonesia di dunia teknologi informasi. Di dunia peretasan, Apep (14), bukan nama sebenarnya, menemukan eksistensinya. Remaja pendiam itu mendirikan dan mengetuai kelompok peretas bernama Evoush666Crew yang terdiri atas enam orang. Pada 2021, setidaknya kelompok tersebut telah meretas sekitar 40 situs pemerintah. Berkebalikan dengan keaktifannya di dunia peretasan, Apep merasa tak punya kehidupan di dunia nyata. Remaja itu merasa sulit berteman. Apep tak suka di sekolah dan tak nyaman di rumah. Hampir setiap hari ia mendengar orangtuanya bertengkar. Di forum peretas internasional Zone-H.org, Apep menggunakan nama Kakegurai. Ia baru terlihat aktif di forum itu sejak awal 2021. Menurut dokumentasi di Zone-H.org, situs-situs yang telah menjadi korban peretasan mereka, di antaranya, adalah sejumlah situs pemerintah kota di Nusa Tenggara Timur.

Skena (dunia yang spesifik) peretas Indonesia terbilang semarak. Selain di forum internasional, di forum dalam negeri, Zone-Xsec.com, misalnya, terlihat puluhan peretas dan tim peretas bersaing memperoleh peringkat teratas. Indonesia juga mempunyai peretas yang disegani di dunia internasional, yaitu HMei7. Ia berada di 10 besar dunia untuk peretas dengan teknik defacement (mengubah tampilan). Sosoknya misterius, bahkan di kalangan peretas sekalipun. Tak ada yang mengetahui identitasnya. Konon, dia bisa datang ke pertemuan-pertemuan peretas tanpa ada yang tahu. Dalam catatan Zone-H.org, HMei7 telah meretas 294.497 situs, 178 situs di antaranya situs Pemerintah Indonesia, selama enam tahun terakhir. Maraknya keahlian meretas dalam negeri ini bisa dilihat sebagai ancaman, tetapi juga sebagai potensi untuk meningkatkan keamanan siber nasional. Hukum tentu harus bertindak tegas pada peretasan yang bersifat kriminal, seperti pencurian data dan pengambilalihan sebuah situs.


Realisasi Belanja Negara Merosot

Hairul Rizal 29 Oct 2021 Kompas

Kinerja dari belanja negara hingga September 2021 menukik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meski lazimnya percepatan penyerapan anggaran akan dilakukan pemerintah di pengujung tahun, terdapat indikasi otoritas menahan laju belanja untuk menjaga defisit anggaran. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total belanja negara hingga September 2021 turun 1,9 persen dari Rp 1.841,1 triliun pada September 2020 menjadi Rp 1.806,8 triliun. Penurunan terdalam terjadi pada komponen transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) yang pada periode tersebut anjlok hingga 14 persen. Seluruh komponen di dalam TKDD pun mencatatkan penurunan, yakni dana bagi hasil (-14 persen), dana alokasi umum (-4,7 persen), dana alokasi khusus atau DAK fisik (-58,8 persen), DAK nonfisik (-9,9 persen), hingga dana desa (-13 persen).

Dihubungi Kamis (28/10/2021), Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira melihat adanya indikasi untuk menahan belanja dalam rangka menjaga tingkat defisit anggaran di bawah target. Indikasi ini muncul dari pemangkasan sejumlah program bantuan sosial dengan dalih ekonomi mulai pulih pada tahun ini. ”Soal defisit anggaran yang lebih rendah, perlu dicermati juga indikasi pemerintah sengaja menahan pencairan stimulus atau belanja. Jadi, roll-over atau pemangkasan stimulus PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dilakukan lebih cepat dari perkiraan,” ujarnya. Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga September 2021 mencapai Rp 452 triliun atau 2,74 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional.


Pilihan Editor