BoJ Turunkan Proyeksi Petumbuhan
Bank Sentral Jepang atau BoJ pada Kamis (28/10) merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang dan mempertahankan kebijakan moneter uang longgar, karena pandemi terus membebani ekonomi terbesar ketiga di dunia ini. Pada laporan triwulanan tentang harga-harga dan ekonomi, bank sentral tersebut memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,4% untuk tahun anggaran hingga Maret 2022. Angka tersebut turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,8%
“Tekanan yang berasal dari Covid-19 kemungkinan akan tetap ada pada konsumsi jasa, sementara ekspor dan produksi diperkirakan melambat secara temporer karena kendala karena sisi pasokan. Namun setelah itu, dengan dampak Covid-19 yang berkurang secara bertahap, terutama arena vaksinasi, ekonomi kemungkinan akan pulih,” kata laporan itu, Kamis (28/10). Untuk prospek jangka panjang yang lebih positif, bank merevisi perkiraan pertumbuhan untuk tahun fiscal hingga maret 2023 menjadi 2,9% dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,7%.
BoJ mempertahankan target inflasi 2% yang sudah berlangsung lama. Target tersebut tetap jauh, terlepas dari bertahun-tahun dan harga melonjak secara global. “Kami terus berharap bahwa BoJ akan tetap bertahan dengan bias pelonggaran (meskipun bank sentral lain mulai melonggarkan program pelonggaran mereka), setidaknya hingga April 2023 ketika Gubernur (Boj Haruhiko) Kuroda dan dua wakil gubernur dijawdalkan untuk mengakhiri masa jabatan mereka,” kata ekonom UBS Masamichi Adachi menjelang keputusan Kamis. (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023