;

Telkom Berencana Gabungkan Bisnis Data Center

Yuniati Turjandini 23 Oct 2021 Investor Daily

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)  berencana menggabungkan bisnis data center dari tiga entitas usaha, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), PT Sigma Cipta Caraka, (Telkomsigma), dan Data Center Telkom.  Vice Presiden Investor Relation Indonesia Andi Setiawan, perseroan kini dalam proses pendalaman atau mempelajari potensi konsolidasi bisnis data center atau pusat data tersebut untuk dikelola dalam satu entitas. "Rencana konsolidasi ini masih dalam tahap kajian dan berikutnya akan dilakukan kajian terhadap opsi unlocking value terbaik yang akan memberikan manfaat terbesar bagi perusahaan," kata Andi dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10)

Menurut dia, bisnis data center memiliki potensi valuasi yang lebih tinggi dibandingkan bisnis telekomunikasi, sehingga akan memberikan nilai yang lebih tinggi bagi Group Telkom secara keseluruhan apabila dilakukan unlocking value. Konsolidasi bisnis data center juga digarapkan dapat berkontribusi terhadap operasional dan kinerja perseroan di masa mendatang.  Langkah penggabungan bisnii data center sekaligus sebagai transformasi Terkom menuju digital telcom company. Sebab data center merupakan bagian penting dari ekosistem digital telkom atas berbagai digital services.

Sebelum data center, Telkom lebih dulu menjalankan strategi konsolidasi dan unlocking value  pada bisnis menara telekomunikasi. Dua anak usaha perseroan telah melakukan  transaksi pengalihan menara. Sebanyak 10.050 menara telekomunikasi milik PT Komunikasi Selular (Terkomsel) dialihkan ke PT Dayamitra Telekomunikasi (Miratel). Menurut Andi Setiawan, Telkomsel pertama kali melakukan pengalihan menara pada 14 Oktober 2020 sebanyak 6.050 unit. Kemudian, Telkomsel mengalihkan 4.000 unit menara pada 31 Agustus 2021. (yetede)

Masuk Bisnis Batu Bara, Indonesia Transport Gaet Dua Investor

Yuniati Turjandini 23 Oct 2021 Investor Daily

PT Indonesia Transport & Infrastucture Tbk (IATA) menggandeng dua investor baru, Literati Capital Investment Lts dan Yaris International Ltd, untuk masuk ke bisnis batu bara. Investor baru tersebut menyerap saham baru yang diterbitkan oleh perseroan  melalui skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau privete placement pada 19 Oktober 2021. Literati Capital  dan Yaris International memborong sebanyak 718.147.000 saham emiten penerbangan penerbangan komersial dan layanan transportasi udara milik pengusaha Harry Tanoesoedibjo tersebut. Nilai transaksi sebesar Rp 35,9 miliar atau pada harga Rp 50 per saham. "Dana yang diterima setelah dikurangi biaya-biaya  pelaksanaan prive placement akan digunakan untuk tambahan modal kerja perseroan," ungkap managemen Indonesia Transport dan infrastucture dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10).

Sebelumnya, maskapai penerbangan yang menyediakan layanan udara bagi industri minyak dan gas di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut telah menandatangani  nota kesepahaman untuk mengakuisisi  PT MCN Energi dari PT MNC Investama Tbk (BHIT). Setelah, transaksi ini, Indonesia Transport & Infrastructure akan menjadi entitas induk  untuk seluruh perusahaan batu bara Group MNC. Head of Investor Relations MNC Group Mathassa Yunita menuturkan,  Indonesia Transportasi & Infrastructure sedang bersiap untuk mengambil alih tiga  sekaligus. Pertama, PT Bhaki Coul Resources,perusahaan eksplorasi dan produsen tambang batu bara di Sumatera Selatan.  (yetede)

Wamen BUMN Targetkan Garuda Gabung di Holding Aviata pada 2023

Yuniati Turjandini 23 Oct 2021 Investor Daily

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menargetkan PT Garuda Indonesia Tbk akan bergabung dengan Holding BUMN PT Aviasa Pariwisata Indonesia/Aviata (Persero) pada 2023. "Kami harapkan restrukturisasi Garuda akan cepat tuntas dan selesai, sehingga mereka akan masuk menjadi bagian Aviata kedepannya." kata Katrika dalam acara Peluncuran Logo Baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Peringatan Hari Santri Nasional 2021 di Jakarta, Jumat (22/10). Secara terperinci Kartika yang akrab disapa Tiko menjelaskan bahwa target Garuda untuk bergabung dengan Aviata pada 2023, dan Garuda masuk dalam tahap  ketiga dari proses struktur penggabungan holding pariwisata.

Sementara itu, untuk tahap kedua yakni berkaitan proses inbreng PT Pengambangan Pariwisata Indonesia Toruism Development Coporation (ITDC). "ITDC akan menyusul pada triwulan  IV-2021 pasca-proses penyertaan modal negara  (PMN) sebagai persero," ucap dia. Saat dibentuk, Aviata digagas untuk bisa membangun  peningkatan kontribusi sektor  pariwisata, namun saat Covid-19 tugas Holding BUMN tersebut diatur ulang  agar bisa melakukan restrukturisasi pasca pandemi. "Saat ini Aviata bertahap akan dikembalikan dan fokus  Aviata saat ini lakukan (turut menyelenggarakan) event besar diharapkan jadi katalis pemulihan sektor pariwisata Indonesia, yang paling dekat adalag World Superbike dilaksanakan di Mandalika, November  2021."

Di sisi lain, PT Garuda Indonesia masih melakukan finalisasi penyusupan proposal restrukturisasi kewajiban serta rencana bisnis terbaru. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, pihaknya belum tuntas menyusun  proposal restrukturisasi  dan rencana bisnis tersebut. Namun dia menargetkan dokumen-dokumen itu segera rampung. "Belum rampung dan kami harapkan segera selesai," kata Irfan saat dihubungi Investor Daily, pekan ini. Menurut dia sebelumnya, nilai filosofi dari rencana bisnis baru adalah Garuda bakal lebih simple atau ringkas, berprofit, dan tetap menyediakan layanan full service. (yetede)

Menteri LHK: RI Terbebas dari Duet Bencana

Yuniati Turjandini 23 Oct 2021 Investor Daily

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyatakan, Indonesia berhasil mencegah bencana asap kebakaran  hutan dan lahan (karhutla)  selama dua tahun berturut-turut. Hal ini mematahkan  prediksi banyak pihak tentang bencana ganda yang dialami Indonesia pada 2020 dan 2021. Kita sangat bersyukur, doa dan kerja keras kita dikabulkan Tuhan. Fakta yang terjadi justru sebaliknya, Indonesia bebas asap  karhutla selama dua tahun global pandemi," jelas Siti, di Jakarta, Jumat (22/10). menurut Siti Nurbaya, kerja keras semua pihak dalam pencegahan karhutla selama pandemi Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia membuahkan hasil. Indonesia berhasil memastikan tidak terjadi duet bencana, yakni tidak ada kebakaran besar yang kabut asap ditengah-tengah gelombang Covid-19. Berdasarkan data dan tren yang didapatkan  dari pengecekan lapangan dan pemantauan  satelit selama hampir 10 bulan terakhir, serta prediksi hingga akhir bulan ini, Indonesia telah dapat memastikan  bebas dari duet bencana tahun ini.Mengacu data monitoring hotspot dari satelit Teraa/Aqua LAPAN sejak 1 Januari-20 Oktober 2021 dengan tingkat keyakinan (Confidence Level 80%), jumlah titik api (hotspot) 1.269 titik. Pada periode sama 2020 tercatat 2.665 titik, artinya (15,37%). Hingga akhir bulan ini, terutama di Sumatera dan Kalimantan yang merupakan titik utama penerapan solusi permanen pencegahan kathutla, secara umum dalam kondisi basah. (yetede)

Gandeng Modalku Bank Mayapada Salurkan Kredit UMKM Rp250 Miliar

Yuniati Turjandini 23 Oct 2021 Investor Daily

Bank Mayapada Internasional Tbk menjalin kerja sama penyaluran kredit UMKM dengan menyelenggarakan fintech P2P Lending Modalku. Bertindak sebagai pemberi dana (lender), Bank Mayapada akan menyalurkan kredit senilai Rp 250 miliar. Perjanjian kerja sama dilaksanakan di kantor Bank Mayapada pada  Selasa (19/10). Kerja sama ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Mayapada Haryono Tjahjarjadi dan Co-Founder dan CEO Modalku Reynold. Haryono menyampaikan, kerjasama antara Bank Mayapada dengan Modalku menjadi salah satu langkah bank untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional  melalui akses permodalan. Utamanya masyarakat dari berbagai lini bisnis, lebih khusus kepada para pelaku UMKM yang menjadi tonggak perekonomian  Indonesia agar dapat membantu  percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Kami optimis kerja sama dengan Modalku dapat memberikan kontribusi pada para pelaku UMKM  mengingat beberapa tahun ini fintech menjadi model usaha yang memiliki keunggulan fleksibilitas, keamanan,dan efisien sehingga dapat saling melengkapi ekosistem keuangan di Indonesia." ungkap Haryono melalui keterangan tertulis, Jumat (22/10) Mengacu pada data Otoritas Jasa keuangan (OKJ), pertumbuhan kredit UMKM kembali berada di zona ekspansi  dengan pertumbuhan sebesar 1.93% secara year on year (yoy) per Juli dan tumbuh 2,7% (yoy) pada bulan Agustus. Sementara itu, Reynold menyatakan sebuah kehormatan pada Modalku dapat berkolaborasi dengan Bank Mayapada, "Kami melihat adanya kesamaan visi dengan Bank Mayapada untuk memperluas akses permodalan, sehingga menjadi kesempatan yang tepat bagi Modalku untuk bisa menjangkau lebih banyak UMKM serta berkontribusi dalam meningkatkan inklusi keuangan," kata dia. (yetede)

Indonesia Tidak Akan Alami Krisis Energi

Yuniati Turjandini 23 Oct 2021 Investor Daily

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan Indonesia tidak akan mengalami krisis energi sebagaimana yang terjadi di beberapa negara seperti Tiongkok dan Inggris . Ketersedian bahan baku dan pengaturan harga menjadi salah satu indikator kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan energi nasional. Direktur Jendral Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menyatakan krisis energi yang terjadi di beberapa negara akibat kurangnya pasokan bahan baku ke pembangkit listrik  serta melambungnya harga komoditas. Sedangkan di Indonesia volume bahan baku pembangkit listrik dan tarifnya sudah ditetapkan pemerintah. Sebagai contoh batu bara untuk bahan baku listrik pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sudah ditetapkan volume  dalam negeri (DMO) sebesar 25% dari produksi serta tarif  dipatok US$70 per ton bila harga batu bara melampoi US$70 per ton. 

"Diluar sana enggak diatur. Enggak masuk akal kalau kita kekurangan batu bara. Sekarang kita tinggal mengawal saja." kata Rida dalam jumpa pers secara virtual di Jakarta, Kamis (21/10). Rida menuturkan, pengawalan yang dimaksud yakni terkait rantai pasok . Pihaknya berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan guna memastikan keberadaan tongkang yang mendistribusikan batu bara dari tambang menuju pembangkit. Hal ini mencegah lebih banyak tongkang yang mengirim batu bara ke luar negeri akibat melambungnya harga komoditas. Dikatakan rencana cadanganpun telah disiapkan bila pasokan batu bara dalam negeri terhambat. Pasalnya pemenuhan kebutuhan listrik  nasional ditopang oleh PLTU. Pemenuhan kebutuhan listrik bakal mengandalkan  pembangkit gas maupun bahan bakar minyak. (yetede)

SKK Migas: Penerimaan Migas 2021 Lebihi Target

Yuniati Turjandini 23 Oct 2021 Investor Daily

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK:Migas) memperkirakan lifting migas sampai  akhir tahun nanti bakal di bawah target. Meski demikian, dengan lonjakan harga minyak dan gas global yang cukup siginifikan, penerimaan migas justru jauh lebih tinggi dari target. Hingga September, penerimaan negara dari migas tercatat mencapai US$ 9.53 miliar atau 131% dari target yang ditetapkan US$ 7,28 miliar. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menuturkan, pandemi Covid yang masih berlangsung membuat pelaksanaan beberapa kegiatan hulu migas tertunda.

Pihaknya masih berupaya untuk meningkatkan lifting migas nasional hingga akhir tahun nanti. Sayangnya, proyeksi lifting migas SKK Migas masih dibawah target APBN. "Diharapkan ditahun ini lifting minyak bisa 665 ribu bph atau 94% dari target 705 ribu bph, dan gas 5.529 MMscfd atau 98% dari target 5.638 MMscfd," kata Dwi dalam jumpa pers daring. Sementara untuk gas, tambahan lifting akan diperoleh dari kegiatan optimasi penyerapan sebesar 55MMscfd dan optimasi operasi 20 MMscfd. "Situasinya untuk lifting migas lebih baik," ujar dia.

Terkait rendahnya realisasi lifting, Dwi menyebutkan masih adanya dampak pandemi Covid-19. Selain produksi Migas awal tahun yang rendah sebagai akibat pandemi yang berlangsung dari tahun lalu, beberapa kegiatan ditahun ini pun juga tertunda. Per September dia merinci, realisasi seismik 2D baru sepanjang 1.917 km atau 54% dari target 4.569 km, seismik 3D 815 km2, dan pengeboran ekplorasi baru 21 sumur atau 41%  dari target 48 sumur.  (yetede)

The Fed: Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat

Yuniati Turjandini 22 Oct 2021 Investor Daily

Kemacetan rantai pasokan dan kekurangan tenaga  kerja telah membuat  pertumbuhan ekonomi  Amerika Serikat (AS) melambat dan berkontribusi pada kenaikan tajam harga-harga. Hal itu disampaikan The Federal Reserve (The Fed) dalam laporannya, Rabu (20/10) waktu setempat. Kendala dan kekurangan pasokan barang menyebabkan harga yang meningkat secara signifikan di sebagian besar wilayah AS. The Fed dalam laporan terbaru beige book-nya mencatat ada peningkatan ketidakpastian dalam prospek ekonomi kedepan. Sementara aktivitas ekonomi meningkat pada tingkat sedang hingga moderat selama beberapa minggu terakhir, di sebagian besar wilayah laju pertumbuhan melambat.

"Perlambatan terjadi  karena gangguan rantai pasokan, kekurangan tenaga kerja, dan ketidakpastian terkait (penyebaran) varian Delta Covid-19," kata laporan itu. Analisis tersebut dibuat berdasarkan diskusi banyak kontak bisnis dan komunitas di 12 wilayah bank sentral. Disiapkan sebelum pertemuan kebijakan The Fed berikutnya pada 2-3 November 2021. The Fed kembali melaporkan pemulihan AS pascapandemi mulai kehilangan tenaga. Meski demikian, pejabat The Fed diperkirakan akan mengumumkan rencana untuk mulai menarik kembali langkah-langkah stimulus di tengah kekhawatiran tentang kenaikan inflasi.

Gubernur The Fed Jerome Powell telah mengatakan untuk beberapa waktu bahwa lonjakan harga diperkirakan bersifat sementara dan akan kembali. The Fed tengah menyimbangkan kebijakannya untuk memastikan pertumbuhan ekonomi terus mendukung pertambahan pekerjaan baru, sementara juga menjaga inflasi yang diharapkan kembali ke target 2%. Adapun tingkat inflasi saat ini telah mendekati dua kali lipat dari yang diharapkan. Pembatasan pandemi menyebabkan kelangkaan beberapa barang, seperti semikonduktor serta backlog dalam transportasi. (yetede)

Indonesia Harus Punya Bank BUMN Syariah

Yuniati Turjandini 22 Oct 2021 Investor Daily

Indonesia, tak disangsikan lagi, adalah pasar keuangan syariah terbesar di dunia. Dengan jumlah penduduk muslim sekitar 229 juta jiwa atau 87,2% dari total populasi, negeri ini berpotensi menjadi pusat, kiblat, sekaligus panutan (trend setter) industri keuangan syariah global. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, DPR, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan para pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong industri keuangan syariah. Upaya paling fundamental adalah membuat  dan mengimplementasikan Undang-Undang (UU) No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Langkah krusial lainnya yang telah ditempuh pemerintah adalah menggantungkan tiga bank syariah milik bank badan usaha milik negara (BUMN), yakni PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank BRI Syariah menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Bank Syariah Indonesia/BSI). Sejalan dengan beroperasinya BSI mulai 1 Februari 2021, pemerintah meluncurkan peta jalan (roadmap) perbankan syariah. Ekonomi syariah Indonesia, jika berkaca pada data Global Islamic Economy Indicator, masih paradoks. Indonesia berada dibawah Malaysia, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab. 

Sejujurnya, visi menjadikan Indonesia sebagai pusat industri keuangan syariah dunia masih jauh panggang dari api. Pangsa pasar perbankan syariah di Tanah Air bahkan baru mencapai 6,3%. Masyarakat Indonesia secara umum belum 'melek keuangan syariah'. Sekali lagi, perlu upaya ekstra dari segenap pemangku kepentingan. Selain harus terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, pemerintah perlu membuat perubahan yang bersifat struktural, dimana negara memiliki kepanjangan angan untuk hadir secara langsung dalam industri keuangan syariah. 

Karena itu, sangat logis jika sejumlah kalangan, terutama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), mengusulkan supaya BSI dijadikan BUMN, bukan sekadar anak usaha BUMN. Keberadaan bank BUMN syariah diperlukan untuk mengakselerasi pengembangan keuangan syariah nasional, tak cuma di sektor perbankan.

Usulan agar BSI dijadikan bank BUMN bisa dipahami. Dengan menjadi bank BUMN, BSI akan mendapatkan dukungan lebih kuat dari pemerintah, baik dari sisi hukum, pendanaan, maupun operasional. Perubahan status BSI dari anak perusahaan BUMN menjadi BUMN juga bakal meningkatkan kepercayaan publik.

Tak kalah penting, dengan menjadikan BSI sebagai BUMN, pemerintah akan memiliki flagship perbankan syariah. Setelah menjadi bank pelat merah, BSI pun bisa membangun konglomerasi keuangan syariah, dari mulai asuransi syariah, multifinance syariah, perusahaan sekuritas syariah, manajer investasi (MI) syariah, hingga perusahaan fintech syariah.

(yetede)

Ekosistem Digital Bantu Kurangi Kesenjangan UMKM

Yuniati Turjandini 22 Oct 2021 Investor Daily

Akses kependanaan menjadi salah salah satu cara untuk  membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk tumbuh secara berkelanjutan. Namun, tanpa ekosistem digital, masih sulit bagi perbankan untuk menjangkau mereka. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi panel  bertajuk Inklusi  Finansial Digital dalam mengurangi Kesenjangan, dalam webinar World Business Angel Investors Week (WBAW) pertama di Indonesia dengan  tema besar Diplomasi Bisnis untuk Kewirausahaan Internasional (Business Diplomacy International Intepreneurship) di Jakarta  pada Kamis, 21 Oktober 2021. Diskusi pada sesi ketiga atau terakhir itu dipandu oleh Anthony Wonsono, deputi CEO Alami, Dima Djani, menjelaskan, tanpa ekosistem digital, sangat sulit bagi lembaga keunagna untuk menjangkau mereka yang tidak terjamah perbankan, khususnya mereka yang tinggal di pedesaan.

"Dan ini hanya dapat dilakukan dengan ekosistem digital yang sudah berjalan. Dan sekarang,  banyak lembaga keuangan digital atau tekfin yang memiliki solusi finansial yang embedded untuk membantu mereka," kata Dima. Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johhny G Plate yang diwakili Staf Khusus Menkominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Deddy Permadi mengatakan, dalam pengupayakan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan, Indonesia tengah menggelar infrastruktur digital diseluruh Indonesia. "Ini semua tidak hanya untuk revolusi industri 4,1 tapi juga meningkatkan transformasi digital dengan meningkatkan utilitas data dan teknologi-teknologi baru, sehingga dapat menjadi momentum bagi inovasi dan utilitasi data," kata Deddy. (yetede)

Pilihan Editor