Penutupan Terus Meluas
Kebijakan pembatasan, penutupan perbatasan, dan pengetatan protokol kesehatan meluas di banyak negara seiring menyebarnya varian Omicron yang sebenarnya sudah menyebar beberapa pekan sebelum kasus pertama ditemukan di Afrika Selatan. Tanpa informasi jelas mengenai sifat, pola, dan penularan varian Omicron, serta apakah vaksin yang ada masih mempan, setidaknya 56 negara sudah menutup perbatasan dari negara di wilayah Afrika. Jumlah kasus akibat varian Omicron juga bertambah setiap hari.
Guna mencegah sakit parah, WHO menghimbau warga melakukan vaksinasi yang diyakini masih mempan menangkis Covid-19. ”Kami mengimbau warga untuk segera vaksin,” cuit Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di akun Twitter-nya setelah Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid menemukan 22 kasus varian Omicron di Inggris. BioNTech yang membuat vaksin bekerja sama dengan Pfizer meyakini, vaksin Pfizer masih kuat melindungi dari ancaman Omicron, yang disebut lebih banyak menyerang anak muda. (Yoga)
Potensi Ekonomi RI Besar
Indonesia perlu mengambil peluang pesatnya industri kendaraan listrik global, dioptimalkan dengan sumber daya, seperti mineral nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik, iklim investasi yang kondusif, dan pasar yang besar, sembari terus mendukung penelitian dan pengembangan teknologi kendaraan listrik. Nikel mesti ditingkatkan nilai tambahnya dalam ekosistem kendaraan listrik. Setidaknya, ada sembilan rantai pasok kendaraan listrik yang memakai nikel
PLN telah membangun stasiun pengiisian kendaraan listrik umum (SPKLU) sekitar 60 unit. Guna mempercepat pembangunan SPKLU, PLN memberikan insentif, seperti insentif tarif listrik curah Rp 714 per kilowatt jam (kWh) serta keringanan biaya penyambungan dan jaminan langganan. Pemerintah menargetkan 15 juta kendaraan listrik, terdiri dari 2 juta roda empat dan 13 juta roda dua, beroperasi di Indonesia pada 2030. Selain itu, ditargetkan bisa terbangun 2.400 SPKLU sampai tahun 2045. (Yoga)
Jelang Tutup Tahun, Manufaktur Lesu Lagi
Tensi aktivitas industri manufaktur Indonesia mulai berkurang menjelang tutup tahun 2021. Penyebabnya: permintaan luar negeri mulai lesu serta ada kendala logistik global yang mengganggu distribusi. IHS Markit mencatat: Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia November 2021 di posisi 53,9, turun dari bulan Oktober sebesar 57,2. Meskipun turun, indeks manufaktur Indonesia masih masuk di level ekspansi yakni di atas 50 poin.
Tekanan Inflasi Berpotensi Mereda Lagi
Laju inflasi pada Desember 2021 ini berpotensi kembali melambat, setelah ada tren menanjak sejak Oktober. Meredanya tekanan inflasi ini sejalan dengan kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada libur Natal dan Tahun Baru. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, laju inflasi November 2021 sebesar 0,37%. Laju inflasi meningkat lebih tinggi setelah Oktober naik sebesar 0,12%, dibandingkan dengan deflasi pada September.
Cukai Naik Minggu Depan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyebut, pekan depan pemerintah akan mengumumkan besaran kenaikan tarif cukai rokok tahun 2022. Saat ini, aturan terkait sedang diharmonisasikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. "Nanti kita lihat setelah diharmonisasi cukai rokok akan diputuskan dalam rapat terbatas pada minggu depan," ujar Airlangga, kemarin.
Varian Omicron dan Manajemen Global Pandemi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan varian Covid-19 baru bernama Omicron (B.1.1.529), awalnya, ditemukan di Bostwana, Afrika Selatan. Dengan cepat varian ini menyebar ke seluruh negeri dan negara lain, termasuk beberapa negara Eropa dan Asia. Varian Omicron diperkirakan menjadi hambatan besar penanggulangan pandemi Covid-19. Beberapa ahli memprediksi varian ini dapat menimbulkan penyakit yang lebih berat, mengurangi efektivitas vaksin, dan menyulitkan pendeteksian dengan alat
Untuk mencegah masuknya varian Omicron, sejumlah negara menerapkan larangan dan pembatasan perjalanan (travel banned restriction) pendatang dari Afrika Selatan dan sekitarnya. Indonesia, melarang masuk sementara warga negara asing (WNA) dari Afrika Selatan dan memberlakukan karantina 14 hari bagi warga negara Indonesia (WNI) dari Afrika Selatan dan sekitarnya. Langkah ini harus dibarengi menggenjot program vaksinasi serta menggiatkan program 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker) dan 3T (test, tracing, dan treat). (Yoga)
Target Produksi Minyak dan Gas Masih Sulit Dicapai
Usaha Indonesia mengejar target produksi 1 juta barel minyak per hari dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari tahun 2030 dinilai makin berat. Selain hambatan investasi di hulu, pemerintah dan pelaku industri menghadapi ketidakpastian ditengah transisi energi dan komitmen global mengejar target nol emisi. Ada kendala investasi terkait perizinan, birokrasi, dan proses memulai usaha di hulu migas.
Dirut PT Pertamina Hulu Energi Budiman Parhusip berharap UU Migas bisa mendorong investasi di sektor hulu lebih cepat, termasuk perizinan lahan, lingkungan hidup, dan (hambatan) lainnya. Menkeu Sri Mulyani menyatakan, produksi minyak bumi nasional cenderung turun dan menciptakan kesenjangan permintaan yang semakin lebar. Hal ini perlu diatasi agar tidak berdampak lebih besar terhadap neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan. (Yoga)
Pasar Saham Lebih Optimistis Tahun Depan
Tahun depan, pasar saham berpeluang bergerak bullish, seiring dengan peluang membaiknya perekonomian. Meski demikian, pelaku pasar tetap akan mencermati dampak varian baru Covid-19 yang berpeluang membuat lonjakan kasus infeksi korona secara global. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 global bisa menjadi pemberat laju IHSG tahun depan. Namun, pasar masih optimistis pertumbuhan ekonomi tahun depan akan lebih baik dari tahun ini.
BI Waspadai Risiko Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah
Bank Indonesia (BI) menyebut pemulihan ekonomi Indonesia masih menghadapi sejumlah risiko pada tahun depan. Risiko tak hanya dari dalam negeri tapi juga datang dari global. Sebab itu, BI menyatakan, Indonesia perlu menyiapkan kuda-kuda untuk menangkalnya. "Kami melihat adanya permasalahan-permasalahan yang harus diantisipasi karena ada perubahan lanskap dalam kebijakan tapering dan juga ketidakpastian global," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Senin (29/11). Perry kemudian memerinci risiko tersebut. Pertama, adanya tekanan dan kemungkinan peningkatan inflasi dalam negeri, khususnya di paruh kedua tahun depan. Kedua, risiko terhadap pergerakan nilai tukar rupiah karena adanya risiko tapering off dari bank sentral dunia khususnya bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed).
Pendapatan Melesat 42%, BUKA Bisa Menekan Kerugian
Kinerja PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mulai membaik. Pendapatan emiten ini melesat 42,09% menjadi Rp Rp 1,35 triliun di sembilan pertama bulan tahun ini. Kerugian emiten ini juga turun menjadi Rp 1,13 triliun, turun dari Rp 1,39 triliun. Beban penjualan dan pemasaran yang mencapai Rp 1,32 triliun menyebabkan BUKA mencatatkan rugi usaha Rp 1,22 triliun. Rugi usaha ini turun dari 2020 yang senilai Rp 1,4 triliun. Manajemen Bukalapak menyebut, pendapatan BUKA tumbuh lantaran total processing value (TPV) di kuartal III 2021 tumbuh positif 45% menjadi Rp 31,2 triliun. Sepanjang sembilan bulan di 2021, total processing value BUKA naik 51% secara tahunan menjadi Rp 87,9 triliun.









