Tantangan Mengikis Budaya Korupsi
Korupsi bukan hal baru ditengah masyarakat. Kebiasaan memberi upeti pada periode autokrasi hingga korupsi di zaman kolonial, menyebabkan praktik korupsi tumbuh ditengah masyarakat. Akibatnya, terjadi ”pewajaran” memberi hadiah atau uang untuk sejumlah kegiatan. Banyak masyarakat tak melaporkan praktik korupsi karena, masih ada ketakutan untuk melapor dan masyrakat belum paham hal yang harus dilakukan jika menemui praktik korupsi. Sosialisasi dan peran aktif pemerintah perlu untuk menggandeng masyarakat agar jadi agen dan garda terdepan memerangi praktik korupsi dalam kehidupan sehari-hari.
Publik menaruh harapan utama pemberantasan korupsi pada KPK, yang berfokus pada lembaga pemerintah pusat, daerah, lembaga hukum, hingga pelayanan publik lain. Publik juga berharap pada perbaikan kinerja KPK yang terpenuhi dengan dukungan partisipasi aktif publik mengawasi dan melaporkan korupsi, sehingga budaya korupsi perlahan dapat dikikis. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama berbagai lapisan masyarakat dan pemerintahan agar korupsi tidak lagi menjadi benang kusut yang membudaya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023