Produksi BBM dan LPG Melesat
PALEMBANG - Realisasi produksi dan pengolahan minyak mentah dan intermediate di PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit (RU) III Plaju pada tahun 2021 melampaui target yang telah ditetapkan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI RU III Plaju, Siti Rachmi Indahsari, mengatakan, pada kategori BBM, produksi pengolahan sepanjang tahun lalu mencapai lebih dari 5,7 juta barel untuk gasoline dan sekitar 4,45 juta barel gasoil. Untuk LPG, tercapai produksi sebanyak 102 ribuan Mton.
"Ini menunjukkan komitmen tinggi Kilang Pertamina Plaju meningkatkan pemenuhan kebutuhan energi dengan tetap memperhatikan efisiensi serta keselamatan kerja dalam pengelolaan kilang," tutur Rachmi.
Aspek keandalan dan keselamatan pekerja di kilang pun mencatatkan kinerja yang ciamik, dibuktikan dengan perolehan dua penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) November 2021, yakni penghargaan Patra Karya Raksa Madya dan Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha V.
Adapun perawatan Kilang Pertamina Plaju dilakukan secara kontinu dan terukur. Apalagi, Kilang Plaju juga tergolong andal karena dapat meminimalisir terjadinya penyetopan kilang yang tidak terencana (unplanned shut down). Per 31 Desember 2021, kilang ini meraih lebih dari 108 juta jam aman.
"Kinerja positif ini hasil kerja keras dan kerja sama seluruh pekerja dari seluruh fungsi di RU III, tentunya berkat doa dan dukungan para stakeholder. Kita berharap pada 2022 ini bisa kembali mencatatkan kinerja yang ciamik," tutup Rachmi.
Jual Hingga Kalimantan, Jadi Sasaran Studi Banding
PLAJU Teh Herbal. Itu nama produknya. Jami'ah membungkus hasil kreasinya itu di sebuah kemasan. Dia lalu menunjukkan produk itu. Di dalamnya ada sebanyak 10 teh celup. Dia menjual per kemasan sebesar Rp 25 ribu. "Alhamdulillah usaha sudah berjalan lancar," kata wanita berhijab tersebut kepada Sumatera Ekspres.
Produksi teh herbalnya sudah banyak dikenal. Bahkan, pemerintah dan BUMN ikut memberi perhatian. Peralatan produksi didapatkannya. Alhasil, Jami'ah mampu memacu produksi. Dalam sehari, dia bisa menggiling ratusan kilo daun yang menjadi bahan utama pembuatan teh.
"Jadi, total dalam sehari kita produksi sekitar 20 kantong ini," katanya. Dia mengaku, sudah ada pelanggan tetap dari teh herbal itu. Penjualan cukup tinggi. Sebulan, laku ratusan bungkus teh herbal. Dia tak merincinya. Namun, katanya itu meningkat.
Tak hanya di Palembang. Jami'ah juga punya pelanggan dari kota besar lainnya. Padang, Surabaya, Jakarta, bahkan hingga ke kota-kota di Pulau Kalimantan. Konsumennya itu memesan dari online shop. "Ada juga yang datang langsung saat melakukan studi banding di sini, " katanya.
Ya, Jami'ah memang kretif. Dia memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanam dauh teh herbal. Tanaman toga itu lalu ditanam warga sekitar juga. Di Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju Palembang. Dia mengaku, pertama kali terpikir membuat Plaju Teh Herbal karena ada banyak tanam toga di rumahnya. Tetangga dan saudara tak jarang memintanya.
Mereka meminum tanaman itu setelah direbus terlebih dahulu. "Nah dari sana saya terpikir bagaimana agar tidak repot menyeduh tanaman obat ini, jadi saya coba buat dalam bentuk teh celup," katanya.
Singkat cerita dari sanalah mulai banyak yang pesan. Mereka minta dibuatkan. Lalu, berbagai tanaman toga yang ada dipekarangan rumah pun saya jadikan produk olahan teh celup herbal. "Ya sebut saja yang familiar ditelinga kita ada daun samiloto, bunga rosela dan daun bidara. Kita produksi jadi teh celup," ujarnya.
Jami'ah mengatakan, kelebihan dari kemasan teh celup ini juga selain tidak mengurangi khasiat dari daun obat tersebut. Menyajikannya juga mudah. Tak perlu repot merebus lagi. Cukup seduh air panas. Bisa ditambahkan gula untuk pemanis. Lalu, boleh juga madu agar lebih sehat.
Khasiat masing-masing teh banyak. Di antaranya untuk obat darah tinggi, diabetes dan lainnya. Ini bisa diminum siapa saja. Apalagi, dia percaya teh herbal ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Kolaborasi untuk Pemulihan Global
Kolaborasi menghadapi berbagai tantangan global yang kompleks menjadi kata kunci pemulihan ekonomi dunia yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan pascapandemi. Pesan tegas dan semangat itu digaungkan sepanjang rangkaian kegiatan G-20 yang dipimpin Indonesia tahun ini. Bagaimana pelaksanaannya masih menjadi pekerjaan rumah Indonesia sepanjang presidensi G-20 Indonesia 2022 agar bisa mewujudkan slogan ”Recover Together, Recover Stronger”.
Peringatan Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Pangestu pada B-20 Indonesia Inception Meeting, yaitu tak ada pemulihan global tanpa pemulihan ekonomi negara berkembang, dan tak ada pemulihan tanpa peran swasta, menunjukkan kolaborasi global masih compang-camping saat ini. IMF mengingatkan, 2022 diprediksi lebih berat dibanding 2020 akibat kompleksitas tantangan yang dihadapi, melonjaknya kasus Omicron di banyak negara menunjukkan pandemi belum selesai, inflasi dunia yang tinggi, disrupsi rantai pasok, dan utang global membengkak.
Melalui presidensi G-20, Indonesia memiliki peran penting dalam agenda-setting yang menjembatani kepentingan dan mewujudkan kolaborasi global, terutama penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi berkelanjutan guna mewujudkan pemulihan global yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi dan langkah terkoordinasi perlu digarisbawahi, posisi Indonesia menjadi harapan besar negara berkembang dan terbelakang untuk juga diakomodasi kepentingannya. Keberhasilan kepemimpinan Indonesia di G-20 perlu dukungan semua pihak dalam negeri, termasuk kalangan pelaku usaha. (Yoga)
Presidensi G-20, Momentum Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas
Presiden Joko Widodo berkata, program selama presidensi G-20 Indonesia diharapkan menyasar isu kelompok rentan, salah satunya, penyandang disabilitas yang penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan haknya jauh dari harapan, implementasi UU No 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat masih mengalami hambatan dan tantangan. Mayoritas penyandang disabilitas Indonesia masih hidup dalam situasi dan kondisi rentan, terbelakang, lekat dengan kemiskinan. Akses pada layanan kesehatan, pendidikan, dan ketenagakerjaan terbatas. ”Kelompok disabilitas di masa pandemi semakin miskin karena kerentanan yang dimilikinya,” ujar Risnawati Utami (26/1), Representative of UN Convention on the Rights of Persons with Disabilities (UNCRPD), pada Kampanye G-20 dengan isu disabilitas dengan tema ”Mendorong Keterlibatan Penyandang Disabilitas untuk Inklusivitas” diselenggarakan Kemenaker,
Prioritas G-20 EWG presidensi Indonesia 2022 ialah ”Pasar Kerja yang Inklusif dan Afirmasi Pekerjaan yang Layak untuk Penyandang Disabilitas,” karena semakin banyak kebijakan inklusif dan pekerjaan layak bagi penyandang disabilitas, diharapkan mengurangi kemiskinan mereka. Menaker Ida Fauziyah mengakui, pandemi membuat pekerjaan tidak berbayar memperlebar kesenjangan, terutama di kalangan perempuan penyandang disabilitas. Ida menegaskan, Kemenaker terus berupaya memperkuat pengutamaan hak penyandang disabilitas atas pekerjaan dengan mendorong pemerintah, BUMN/BUMD, dan swasta untuk mempekerjakan penyandang disabilitas, sesuai amanat UU No 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat mengawal G-20 agar tidak melupakan dan meninggalkan siapa pun, termasuk penyandang disabilitas. (Yoga)
Awasi Distribusi Pupuk
Karut-marut tata kelola pupuk subsidi sejatinya persoalan dari hulu ke hilir, mulai dari keterbatasan produksi dan anggaran, lemahnya pengawasan penyaluran, disparitas harga dengan pupuk nonsubsidi, hingga perencanaan yang tak terkelola optimal pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Sehingga ditemukan sejumlah penyimpangan, yaitu sindikat yang memperdagangkan pupuk subsidi di luar ketentuan, ketersediaan yang tak sesuai musim tanam, manipulasi data e-RDKK, dan data Kartu Tani tak sinkron dengan alokasi pupuk. Pengawasan tak berjalan maksimal, padahal ada Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) ujar Ketum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional M Yadi Sofyan Noor (30/1). “Saat ini sulit mengontrol (penyimpangan penyaluran pupuk) karena bukan pelaku / petani yang mengawasi,” katanya.
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Ali Jamil mengatakan, pupuk bersubsidi bukan langka, melainkan total pengajuan melalui e-RDKK, hanya dapat dipenuhi 40 %. Kebutuhan nasional petani 22,57 hingga 26,18 juta ton per tahun, namun anggaran negara hanya cukup untuk 8,87 hingga 9,55 juta ton senilai Rp 25 triliun. ”Pengawalan sistem e-RDKK berbasis NIK terus kami perketat. Kami juga melakukan upaya efisiensi dan substitusi pupuk organik,” ujarnya. Fungsional Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Dias Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Edy Purwanto menuturkan, disparitas harga pupuk bersubsidi dan nonsubsidi menjadi pemicu penyimpangan distribusi. HET urea bersubsidi Rp 112.500 per karung (50 kg), sedangkan harga urea nonsubsidi di pasaran 2,5-3 kali lipat lebih mahal. (Yoga)
Subsidi Pupuk, Atas Nama Petani
Hasil investigasi Kompas terkait pupuk bersubsidi, menemukan ada manipulasi data dalam proses pengajuan pupuk bersubsidi, perdagangan pupuk bersubsidi secara ilegal, penjualan pupuk bersubsidi di atas ketentuan HET, penjualan pupuk bersubsidi secara bebas tanpa mengacu rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), data Kartu Tani tak sinkron dengan alokasi pupuk, serta ketersediaan pupuk yang tidak sesuai musim tanam. Data jadi problem mendasar karena tak semua petani tergabung dalam kelompok tani, tak semua kelompok tani terdaftar dalam sistem e-RDKK, tidak semua NIK petani teraktivasi oleh data kependudukan dan catatan sipil sehingga mereka tidak bisa menunjukkan identitas diri, serta ada petani dengan lahan di atas 2 hektar yang terdaftar dalam e-RDKK.
KPK juga merekomendasikan penerapan Kartu Tani dan e-RDKK guna mengefektifkan subsidi dan menekan penyimpangan. Namun, program yang dimulai di Pulau Jawa itu belum signifikan perkembangannya, karena alasan teknis, seperti hambatan sinyal telekomunikasi, mesin EDC rusak, dan pemahaman pemilik kios pupuk yang kurang soal EDC. Dengan anggaran yang tidak kecil, Rp 29 triliun (2021), dan Rp 25,2 triliun (2022), program pupuk bersubsidi diharapkan jadi instrumen meningkatkan produksi komoditas pertanian. Sayangnya, tata kelolanya masih jauh dari sempurna. Jangan sampai subsidi atas nama petani, tetapi manfaatnya tak benar-besar sampai ke petani. (Yoga)
BUMN Garap Ekosistem Kopi
Kementerian BUMN meluncurkan Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara, ekosistem kopi yang terdiri dari sejumlah perusahaan BUMN, perusahaan swasta, asosiasi kopi dan petani kopi, serta lembaga litbang. BUMN yang terlibat adalah PTPN III, Perhutani, PT Pupuk Indonesia, BRI, dan RNI selaku induk Holding BUMN Pangan atau ID Food. Perusahaan swastanya, Mayora, Dua Coffee, Common Ground, dan Stella. Asosiasi yang terlibat adalah Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) dan Specialty Coffee Association of Indonesia. Adapun lembaga risetnya adalah Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, serta R&D BUMN. PMO Kopi Nusantara diluncurkan secara hibrida oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Lampung, Minggu (30/1), dibarengi pelepasan ekspor perdana 120 ton kopi PPI ke Mesir.
Menurut Erick, PMO Kopi Nusantara merupakan proyek percontohan BUMN untuk membangun ekosistem kopi Indonesia dari hulu hingga hilir, yang penting lantaran 90 % pasokan kopi Indonesia berasal dari petani. Pada PMO Kopi Nusantara juga digulirkan program Makmur, dimana petani bisa mendapatkan modal kerja, bibit unggul, dan pupuk tepat waktu, pendampingan untuk meningkatkan kualitas kopi, dan kepastian pasar. Jika gagal panen, petani akan mendapatkan jaminan asuransi. Ketersediaan pasar kopi bagi petani dinilai sangat diperlukan, sejumlah perusahaan BUMN dan swasta dalam PMO Kopi Nusantara menjamin serapannya dengan menjadi off taker atau pembeli. Agar dapat menembus pasar ekspor, PT PPI akan bekerja sama dengan Kemendag dan Kemlu.
Ketua PMO Kopi Nusantara Dwi Sutoro menuturkan, PMO diharapkan dapat memperbaiki rantai pasok perdagangan kopi di Indonesia dari hulu ke hilir. Sasaran utamanya adalah menyejahterakan petani kopi dan memperkuat ekosistem kopi Nusantara. Dirut PT PPI Nina Sulistyowati mengatakan, PT PPI sebagai bagian dari ID Food berkomitmen memfasilitasi kopi petani agar bisa menembus pasar ekspor. Tahun ini, PPI telah mendapatkan kontrak kopi sebanyak 3.000 ton. (Yoga)
Kemenparekraf-IMI Garap Wisata Otomotif
Kemenparekraf menandatangani nota kesepahaman dengan IMI di Jakarta, Sabtu (29/1/2022), untuk menggeliatkan industri pariwisata olahraga dan otomotif, yang mencakup usaha bersama meningkatkan kualitas SDM, pengembangan destinasi, dan promosi investasi. Kegiatan hasil kolaborasinya adalah persiapan Moto GP Mandalika pada Maret 2022 dan Motocross Grand Prix di Sumbawa pada Juli 2022. (Yoga)
Ekspansi HRUM
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah komposisi keanggotaan saham dalam indeks LQ45 periode Februari-Juli 2022. Dalam evaluasi mayor kali ini, ada lima anggota baru. Saham-saham anggota baru indeks LQ45 terdiri dari AMRT, BFIN, HRUM, dan WSKT. Dari kelima saham anggota baru indeks LQ45, analis menjagokan PT Harum Energy Tbk (HRUM) paling menarik. Dia bilang, HRUM ekspansif ke bisnis dengan mengakuisisi pertambangan nikel.
Waspada Robot Trading Berbasis MLM dan Ponzi
Penawaran investasi tak berizin (bodong) membikin resah. Kali ini, banyak pelaku menggunakan kedok bisnis robot trading hingga binary option. Lewat Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) dan Badan Pengawas Berjangka Komoditi (Bappebti), pemerintah menertibkan usaha expert advisor/robot trading PT DNA Pro Akademi. Direktur Jenderal PKTN Veri Anggrijono bilang, DNA Pro ini masih menjalankan kegiatan usaha dengan sistem multi level marketing (MLM). Padahal, Satgas Waspada Investasi Desember 2021 sudah memperingatkan DNA Pro.
Tidak hanya robot trading, Plt. Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengungkapkan, tahun 2021 Bappebti juga telah memblokir 1.191 domain entitas investasi ilegal di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK). Entitas yang ditutup termasuk binary option sebanyak 92 domain. Adapun Sutopo Widodo, Presiden Komisaris PT HFX International Berjangka menilai, robot trading yang sudah dibalut dengan ponzi ataupun MLM berbahaya. Ia berharap pemerintah tak sekadar menindak perusahaan nakal, tetapi juga memperluas literasi keuangan dan investasi di Indonesia.









