Valians Hadirkan Solusi ML untuk Berbagai Industri
Valiance, perusahaan konsultan Indonesia, resmi tampil sebagai perusahaan konsultan machine learning (ML) tanah air. CEO dan Co-Founder Valiance Aditya Sanjaya mengatakan, solusi berbasis ML yang dikerjakan Valiance bersifat menyeluruh, mencakup analisis ketimpangan, akuisisi dan konstruksi data, pengembangan model, implementasi infrastruktur ML. “Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi tidaklah optimal. Data-driven dapat menjadi kerangka kerja perusahaan untuk menurunkan business problem menjadi data problem, menguji hipotesis, lalu mengambil keputusan berdasarkan data,” tuturnya. CTO dan Co-Founder Valiance Riyad Rivandi menambahkan, pengerjaan solusi bisnis di Valiance berlangsung secara efisien berkat penggunaan internal tools yang dikembangkan untuk proses automatic ML (AutoML). (Yetede)
Mengukur Kinerja Obligasi Korporasi di 2022
Kinerja obligasi korporasi cukup baik. Hal ini tercermin dari IndoBex-Corporate yang tumbuh 10,48% (year on year/yoy) selama 2021, walaupun lebih rendah dibandingkan tahun 2020 yang tumbuh 11,11% (yoy) namun masih lebih tinggi dibanding IndoBlex Goverment yang hanya tumbuh 5,52% yoy di periode yang sama.
Kinerja obligasi korporasi yang mumpuni ditahun lalu, turut didorong oleh penurunan yield yang terjadi pada instrumen yang tergolong dalam kelompok rating terbaik atau AAA Kecenderungan yang cukup lumrah memang, terlebih dipertengahan pertama 2021 terdapat beberapa MTN (medium termnotes) dan obligasi korporasi dengan rating lebih rendah yang mengalami gagal bayar.
Di sisi lain, peningkatan imbal hasil kinerja obligasi korporasi belum sejalan dengan kondisi perdagangan obligasi korporasi di pasar sekunder. Hal ini tercermin dalam volume perdagangan yang malah menurun, yakni dari Rp 377,53 triliun pada 2020 menjadi hanya Rp 324,98 trliun di 2021. Secara global percepatan terus bergejolak, bahkan secara perlahan pasar mulai cenderung priced-in. (Yetede)
Benang Kusut Aturan Minyak Goreng Murah
Penerapan kewajiban pemenuhan pasar domestik oleh produsen minyak sawit (domestic market obligation/DMO) dan penetapan harga patokan domestik (domestic price obligation/DPO) untuk bahan baku minyak goreng, minyak sawit mentah, dan olein belum berjalan mulus. Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Gabungan Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga, menurutnya, pasca-pengumuman kebijakan DMO dan DPO, harga tandan buah segar (TBS) sawit saat ini merosot ke level Rp2.200 per kilogram. "Padahal tujuan kebijakan ini bukan untuk menekan harga ditingkat petani." Bersamaan dengan pencabutan subsidi, Kementerian Perdagangan pun menetapkan harga ecera tertinggi (HET) minyak goreng. HET minyak goreng curah ditetapkan Rp11.500 per liter, HET minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan HET minyak goreng kemasan premium Rp14.000. "Kebijakan DMO dan DPO hanya bisa dijalankan perusahaan yang punya pasar ekspor," kata Eddy Martoyo. (Yetede)
Sesat Pikir Ganti Rugi Korupsi
Imbauan terakhir Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin tidak hanya mengagetkan, tapi juga sesat dan menyesatkan. Didepan Komisi Hukum DPR, Jaksa Agung meminta agar kasus korupsi dengan kerugian negara di bawah Rp 50 juta diselesaikan dengan mengembalikan kerugian tersebut. Dimata Jaksa Agung, nilai kerugian negara akibat korupsi sepertinya telah mengalamai "inflasi" besar-besaran. Boleh jadi, karena terlalu sering memimpin ekspose perkara korupsi dengan kerugian hingga triliunan rupiah, Jaksa Agung kehilangan sensitivitas sehingga terkesan menyepelekan kasus korupsi yang nilai kerugiannya hanya puluhan juta rupiah. Pengembalian kerugian negara memang sangat penting, tapi itu bukan satu-satunya tujuan dalam pemberantasan korupsi. Disamping pemulihan keuangan negara, pemberantasan korupsi punya tujuan untuk menimbulkan efek jera. (Yetede)
Prospek Cerah Produksi Forenikel Antam
Pengamat Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo optimistis dengan masa depan usaha PT Aneka Tambang Tbk. Antam dalam laporan yang diterbitkan di dalam Bursa Efek Jakarta (BEJ), pekan lalu, mencatat kinerja menggembirakan, terutama dalam komoditas feronikel. Produksi feronikel sebesar 25.818 ton nikel dalam feronikel (TNi) pada tahun lalu. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan tingkat produksi pada 2020. Adapun produksi bijih nikel Antam yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel dan penjualan kepada pelanggan domestik, tercatat 11,01 juta wet mertic ton (wtm). Angka tersebut meningkat 131% secara tahunan dibandingkan 2020 sebesar 4,76 juta wmt. Menurut Lucky, diverifikasi hasil tambang memungkinkan Antam menghindari kerugian dan sekaligus meraup keuntungan maksimal. "Kita ingat awal 2020 kondisi Antam melemah, tapi berhasil menguat, karena selain feronikel harga emas mencapai tertinggi sepanjang sejarah perusahaan US$2.039,77 per troy ounce," kata Lucky. (Yetede)
Tindak Distributor Pupuk Nakal
JAKARTA, SRIPO - PT Pupuk Indonesia (Persero) siap menindak tegas distributor dan kios resmi yang terbukti melakukan pelanggaran atau penyimpangan terkait dengan penyaluran pupuk bersubsidi. Pelanggaran pelanggaran yang dimaksud antara lain, menjual di atas harga eceran tertinggi (HET), menjual kepada petani diluar E-RDKK, menjual secara paketan, dan lain sebagainya. SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, mengatakan bahwa perusahaan tidak ragu memberikan sanksi sampai dengan pemecatan kepada oknum yang terbukti terlibat dalam penyelewengan pupuk bersubsidi. "Untuk distributor dan kios, sanksi tersebut berupa sanksi administratif hingga pencabutan izin operasi kepada mereka yang terbukti bersalah," kata Wijaya dalam siaran pers, Jumat (28/01/2022).
Menurut Wijaya, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 15 Tahun 2013, Pupuk Indonesia bertanggungjawab dalam pengadaan dan pendistribusian pupuk bersubsidi sampai ke level kios.
Pendistribusian ini dimulai dari pabrik (Lini I) sampai dengan gudang di tingkat Provinsi (Lini II), selanjutnya ke gudang di tingkat Kabupaten (Lini III), kemudian diteruskan ke gudang distributor di tingkat kecamatan, hingga distributor menyalurkan ke kios-kios resmi di tingkat desa (Lini IV). "Setelah itu, kios resmi menyalurkan kepada petani yang berhak, yaitu yang terdaftar dalam E-RDKK yang diterima kios dari dinas pertanian setempat," tegas Wijaya.
Pengawasan penyaluran sampai dengan penggunaan. pupuk bersubsidi di setiap daerah dilakukan oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang terdiri dari unsur-unsur dinas terkait, aparat penegak hukum. KP3 ini mempunyai hak untuk merekomendasikan pencabutan ijin distributor melalui dinas daerah yang membawahi perdagangan apabila terbukti melakukan penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi. "Distributor juga harus mengawasi proses penyaluran secara ketat di kios binaannya dan melakukan penindakan apabila terbukti melakukan pelanggaran," tegas Wijaya.
Sedangkan penyaluran pupuk subsidi tahun ini, Pupuk Indonesia berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 41 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Pertanian (Kep mentan) No. 771/KPTS/ SR.320/M/12/2021 tentang alokasi dan HET pupuk bersubsidi tahun 2022. Aturan ini mengatur alokasi pupuk bersubsidi di tingkat provinsi di seluruh Indonesia. Di mana Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten menerbitkan SK untuk menetapkan alokasi pupuk bersubsidi di tingkat kabupaten sampai dengan kecamatan. Dalam aturan pemerintah tersebut, pupuk bersubsidi diperuntukkan kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani dan menginput kebutuhan pupuknya ke dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK),
Khusus di Sumatera Selatan terdapat 26 kios resmi tempat penebusan pupuk bersubsidi. Ciri-ciri kios resmi Pupuk Indonesia grup adalah memiliki papan nama kios resmi dan menunjukkan harga eceran tertinggi (HET) pada tempat terbuka.
Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi
Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengawal ketat distribusi pupuk subsidi untuk petani. Tahun 2022, Kementan telah menetapkan pupuk Urea dialokasikan 4.232.704 ton, SP-36 sebanyak 541.201 ton, ZA sebanyak 823.475 ton, NPK sebanyak 2.470.445 ton, NPK Formula Khusus sebanyak 11.469 ton, Organik Granul sebanyak 1.038.763 ton dan organik Cair sebanyak 1.870.380 ton.
Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menegaskan pupuk bersubsidi sebenarnya bukanlah langka, namun hampir setiap tahunnya usulan pupuk subsidi hanya dapat dipenuhi oleh pemerintah hanya kurang lebih 40 % dari total pengajuan. "Kebutuhan petani secara nasional mencapai 22,57 juta ton hingga 26,18 juta ton pertahun. Namun anggaran negara (Kemenkeu) hanya cukup untuk 8,87 juta ton hingga 9,55 juta ton senilai 25 Trilliun. Pasti jauh dari harapan," jelas Direktur Jenderal PSP Kementan Ali Jamil di dalam siaran resminya, Sabtu (29/01/2022).
Ali meminta Komisi Pengawas Pupuk (KP3) di daerah aktif memantau pengajuan dan penyaluran pupuk bersubsidi pada petaninya. Bahkan KP3 yang berisikan unsur pejabat daerah dan penegak hukum harus tegas bila menemukan indikasi kecurangan dan permainan distribusi.
Muratara Optimis Jadi Penghasil Bawang Merah
MURATARA, SRIPO - Pemenintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Dinas Pertanian dan Perikanan nampaknya mulai melirik pengembangan bawang merah. Ditargetkan, Kabupaten Muratara bisa menjadi sentral penghasil bawang merah di Sumatera Selatan (Sumsel). "Kita menargetkan menjadi sentral bawang merah. Target kita nanti ada 100 hektar lahan pertanian bawang merah," kata Pj Sekda Muratara, Suharto Patih, Sabtu (29/2/2022).
Dia yakin Muratara bisa mengembangkan pertanian bawang merah setalah melihat hasil panen perdana di Desa Lesung Batu Muda beberapa waktu lalu.
Menurut Suharto, bila dikerjakan secara bersama-sama serta didukung oleh investor dan masyarakat sebagai petani, maka bukan tidak mungkin target tersebut akan tercapai. "Pekerjaan apapun, kalau kita kerjakan secara bersama-sama, keroyokan, petaninya serius, kemudian ada investor mau memberikan support, insyallah akan terwujud," katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Ade Meiri mengatakan hasil panen perdana budidaya bawang merah di Desa Lesung Batu Muda menjadi penyemangat untuk mengembangkan komoditi ini.
"Waktu panen perdana, ada satu petani dia buat bedengan panjangnya 20 meter lebarnya satu meter, dia ada empat bedengan, itu modalnya sekitar 500 ribu, keuntungannya bisa satu juta lebih," katanya.
Instansinya diberi tantangan oleh Bupati Muratara untuk mengembangkan pertanian bawang merah di daerah ini. Pihaknya akan mencoba menerapkan sistem pertanian polikultur atau menanam tanaman berbeda secara selingan. "Misalnya setalah panen padi, lahan itu ditanami bawang merah dulu, setelah itu ditanami padi lagi. Kita mau coba menerapkan itu, mudah mudahan berhasil," katanya.
Sebelumnya Bupati Muratara, Devi Suhartoni mengatakan pengembangan bawang merah di daerah ini dimulai karena potensinya cukup menjanjikan perbaikan ekonomi petani. Selian itu, bawang merah menjadi indikator bisa mempengaruhi inflasi sehingga negara mengharapkan adanya pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian. "Kita bersyukur hasil panen perdana (bawang merah) di Desa Lesung Batu Muda waktu itu tersebut cukup baik walau pun masih ada kekurangannya, maka kita mau coba bawang merah ini," katanya.
Menurut Devi, salah satu alasannya ingin serius mengembangkan budidaya bawang merah ini karena masyarakat Muratara membeli dari luar daerah yang harganya tentu lebih mahal. Bila Muratara bisa menghasilkan bawang merah tentu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini.
"Syukur-syukur nanti bisa menyuplai ke daerah tetangga kita. Tapi cita-cita utama kita paling tidak bawang merah ini bisa memenuhi kebutuhan di wilayah kita sendiri dulu," kata Devi.
Aspal dan Hilirisasi Karet Muba Terus Berlanjut
SEKAYU, SRIPO - Setelah sejumlah jalan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggunakan aspal karet dan juga berhasil mendirikan pabrik aspal karet, inovasi terus dilakukan Pemkab Muba. Salah satunya dengan menggandeng Pusat Penelitian Karet-Unit Riset Bogor Getas. Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi, mengatakan Pemkab Muba pada tahun 2022 ini tetap berlanjut dengan program hilirisasi karet yang berdampak bagi kesejahteraan petani karet di Muba. Program hilirisasi karet tersebut tetap bersinergi dengan Pusat Penelitian Karet, yang mana Pemkab Muba dan Pihak Manajemen Pusat Penelitian Karet-Unit Riset Bogor Getas terus melakukan inivasi.
"Tahun 2022 ini penerapan Aspal Karet Berbasis Lateks Pravulkanisasi di Kabupaten Musi Banyuasin terus berlanjut dan kita akan memetakan program hilirisasi karet lain nya," ungkap Apriyadi.
Menurut Apriyadi, keberlanjutan program inovasi aspal karet diperkuat dengan keberadaan pabrik aspal karet di Sekayu. "Ini juga berdampak positif untuk serapan karet petani di Muba," katanya.
la menambahkan, dengan bersinergi bersama Pusat Penelitian Karet dapat memaksimalkan program yang telah berjalan selama ini. "Harapan kita harga karet tetap stabil dan serapan karet petani dapat terserap dengan baik," kaya Apriyadi.
Sementara itu, Kepala Unit Riset Bogor Geta Pusat Penelitian Karet, Imam Susetyo SP MSC mengapresiasi program aspal karet yang telah berjalan di Muba. "Kami akan tetap siap bersinergi dan turut memetakan potensi hilirisasi karet lainnya di Muba," ulasnya.
la berharap, melalui sinergi ini dapat lebih meningkatkan kesejahteraan petani karet di Muba. "Kita punya persepsi yang sama, dan tujuan untuk memanfaatkan dengan baik hilirisasi karet di Muba," katanya.
Kontraktor Harus Tertib Sertifikasi
MUARA ENIM, TRIBUN - Musyawarah Cabang (Muscab) II DPC Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) Muara Enim, akhirnya secara aklamasi memilih Zulfikar Safeska R sebagai Ketua Ketua DPC Askonas Kabupaten Muara Enim Periode 2022-2027 di Hotel Griya Sintesa Muara Enim, Sabtu (29/1/2022).
Hadir Dalam Muscab ini Ketua DPD Askonas Sumsel H Rusmin Manai Gani, Bupati Muara Enim yang diwakili oleh Kepala Bagian Pembangunan Pemkab Muara Enim Sobirin ST dan undangan lainnya. Ketua DPC Áskonas Kabupaten Muara Zulfikar Safeska R, mengucapkan syukur diberi amanah sebagai ketua Askonas. "Harapannya mudah-mudahan bisa bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Muara Enim maupun swasta dalam pembangunan baik tingkat lokal maupun nasional," katanya.
Zulfikar bertekat akan mulai melakukan sertifikasi anggota dan mengikuti aturan main, sesuai dengan undang-undang dan Peraturan pemerintah serta peraturan lain yang berlaku sehingga dapat berpartisipasi baik dalam lelang pengadaan barang dan jasa di pemerintahan daerah maupun swasta.
"Kami akan segera konsolidasi ke DPD Askonas Provinsi Sumsel untuk memenuhi persyaratan berupa peninjau dan administrasi agar supaya rekan-rekan kontraktor dan anggota Askonas Kabupaten Muara Enim dapat segera memenuhi persyaratan dan dapat segera mengikuti kegiatan serta menjadi kontraktor yang berkompeten," katanya.









