;

Aktivitas Manufaktur di Tiongkok Berkurang

Yuniati Turjandini 31 Jan 2022 Investor Daily

Aktivitas manufaktur di Tiongkok dilaporkan agak berkurang pada Januari 2022. Menurut data resmi yang dirilis, Minggu (30/1) walau dipandang masih diatas ekspektasi perusahaan-perusahaan di Negeri Tirai Bambu itu kembali terpukul oleh gangguan sporadis yang ditimbulkan varian baru virus Covid. "Menghadapi lingkungan ekonomi yang kompleks dan parah, serta wabah yang tersebar, ekonomi Tiongkok terus pulih dan berkembang meskipun tingkat pertumbuhan agak menurun," ujar Ahli statistik NBS,Zhao Qinghe. Sebelumnya, angka-angka NBS bergerak dikisaran pertumbuhan sejak November 2021, karena krisis listrik melanda operasional bisnis. Pemerintah Tiongkok sendiri diketahui sangat mewaspadai penyebaran wabah virus baru, ditengah persiapannya menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin bulan depan. (Yetede)


UE Akan Gelontorkan Miliaran Euro untuk Investasi Chips

Yuniati Turjandini 31 Jan 2022 Investor Daily

Uni Eropa (UE) akan berinvestasi puluhan miliar euro untuk meningkatkan industri chip, dan melipatgandakan pangsa produksi global menjadi 20%. Demikian disampaikan Komisaris Industri UE Thierry Breton, menanggapi krisis global yang menunjukkan risiko-risiko menggantungkan pada para pemasok Asia dan Amerika Serikat. Rencana ambisius UE itu muncul, setelah pemerintah AS pada tahun lalu mengumumkan besaran anggaran CHIPS senilai US$ 52 miliar dalam Undang-Undang (UU) AS dengan tujuan supaya dapat lebih bersaing  dengan teknologi Tiongkok. UU CHIPS yang diumumkan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Layen September tahun lalu, rencananya bakal disempurnakan oleh  dewan eksekutif UE pada 8 Februari  termasuk soal investasi pada 20-30 tahun kedepan. Dorongan-dorongan terkait chips UE, termasuk menyiapkan program yang  dibiayai oleh negara-negara anggota UE yang menargetkan produksi chip mutakhir dan paltform desain untuk produsen. (Yetede)

Valians Hadirkan Solusi ML untuk Berbagai Industri

Yuniati Turjandini 31 Jan 2022 Investor Daily

Valiance, perusahaan konsultan Indonesia, resmi tampil sebagai perusahaan konsultan machine learning (ML) tanah air. CEO dan Co-Founder Valiance Aditya Sanjaya mengatakan, solusi berbasis ML yang dikerjakan Valiance bersifat menyeluruh, mencakup analisis ketimpangan, akuisisi dan konstruksi data, pengembangan model, implementasi infrastruktur ML. “Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi tidaklah optimal. Data-driven dapat menjadi kerangka kerja perusahaan untuk menurunkan business problem menjadi data problem, menguji hipotesis, lalu mengambil keputusan berdasarkan data,” tuturnya. CTO dan Co-Founder Valiance Riyad Rivandi menambahkan, pengerjaan solusi bisnis di Valiance berlangsung secara efisien berkat penggunaan internal tools yang dikembangkan untuk proses automatic ML (AutoML). (Yetede)


Mengukur Kinerja Obligasi Korporasi di 2022

Yuniati Turjandini 31 Jan 2022 Investor Daily

Kinerja obligasi korporasi cukup baik. Hal ini tercermin dari IndoBex-Corporate yang tumbuh 10,48% (year on year/yoy) selama 2021, walaupun lebih rendah dibandingkan tahun 2020 yang tumbuh 11,11% (yoy) namun masih lebih tinggi dibanding IndoBlex Goverment yang hanya tumbuh 5,52% yoy di periode yang sama. 

Kinerja obligasi korporasi yang mumpuni ditahun lalu, turut  didorong oleh penurunan yield yang terjadi  pada instrumen yang tergolong  dalam kelompok rating terbaik atau AAA Kecenderungan yang cukup lumrah memang, terlebih dipertengahan pertama 2021 terdapat beberapa MTN (medium termnotes) dan obligasi korporasi dengan rating lebih rendah yang  mengalami gagal bayar. 

Di sisi lain, peningkatan imbal hasil kinerja obligasi korporasi  belum sejalan dengan kondisi perdagangan obligasi korporasi di pasar sekunder. Hal ini tercermin dalam volume perdagangan  yang malah menurun, yakni dari Rp 377,53 triliun pada 2020 menjadi hanya Rp 324,98 trliun di 2021. Secara global percepatan terus bergejolak, bahkan secara perlahan pasar mulai cenderung priced-in. (Yetede)

Benang Kusut Aturan Minyak Goreng Murah

Yuniati Turjandini 31 Jan 2022 Tempo

Penerapan kewajiban pemenuhan pasar domestik oleh produsen minyak sawit (domestic market obligation/DMO) dan penetapan harga patokan domestik (domestic price obligation/DPO) untuk bahan baku minyak goreng, minyak sawit mentah, dan olein belum berjalan mulus. Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Gabungan Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga, menurutnya, pasca-pengumuman kebijakan DMO dan DPO, harga tandan buah segar (TBS) sawit saat ini merosot ke level Rp2.200 per kilogram. "Padahal tujuan kebijakan ini bukan untuk menekan harga ditingkat petani." Bersamaan dengan pencabutan subsidi, Kementerian Perdagangan pun menetapkan harga ecera tertinggi (HET) minyak goreng. HET minyak goreng curah ditetapkan Rp11.500 per liter, HET minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan HET minyak goreng kemasan premium Rp14.000. "Kebijakan DMO dan DPO hanya bisa dijalankan perusahaan yang punya pasar ekspor,"  kata Eddy Martoyo. (Yetede)

Sesat Pikir Ganti Rugi Korupsi

Yuniati Turjandini 31 Jan 2022 Tempo

Imbauan terakhir Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin tidak hanya mengagetkan, tapi juga sesat dan menyesatkan. Didepan Komisi Hukum DPR, Jaksa Agung meminta agar kasus korupsi dengan kerugian negara di bawah Rp 50 juta diselesaikan dengan mengembalikan kerugian tersebut. Dimata Jaksa Agung, nilai kerugian negara akibat korupsi sepertinya telah mengalamai "inflasi" besar-besaran. Boleh jadi, karena terlalu sering memimpin ekspose perkara korupsi  dengan kerugian hingga triliunan rupiah, Jaksa Agung kehilangan sensitivitas sehingga terkesan menyepelekan kasus korupsi yang nilai kerugiannya hanya puluhan juta rupiah. Pengembalian kerugian negara memang sangat penting, tapi itu bukan satu-satunya tujuan dalam pemberantasan korupsi. Disamping pemulihan keuangan negara, pemberantasan korupsi punya tujuan  untuk menimbulkan efek jera. (Yetede)

Prospek Cerah Produksi Forenikel Antam

Yuniati Turjandini 31 Jan 2022 Tempo

Pengamat Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo optimistis dengan masa depan usaha PT Aneka Tambang Tbk. Antam dalam laporan yang diterbitkan di dalam Bursa Efek Jakarta (BEJ), pekan lalu, mencatat kinerja menggembirakan, terutama dalam komoditas feronikel. Produksi feronikel sebesar 25.818 ton nikel dalam feronikel (TNi) pada tahun lalu. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan tingkat produksi pada 2020. Adapun produksi bijih nikel Antam yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel dan penjualan kepada pelanggan domestik, tercatat 11,01 juta wet mertic ton (wtm). Angka tersebut meningkat 131% secara tahunan dibandingkan 2020 sebesar 4,76 juta wmt. Menurut Lucky, diverifikasi hasil tambang memungkinkan Antam menghindari  kerugian dan sekaligus meraup keuntungan maksimal. "Kita ingat awal 2020 kondisi Antam melemah, tapi berhasil menguat, karena selain feronikel harga emas mencapai tertinggi sepanjang sejarah perusahaan US$2.039,77 per troy ounce," kata Lucky. (Yetede)

Tindak Distributor Pupuk Nakal

Fadilla Anggraini 31 Jan 2022 Sriwijaya Post

JAKARTA, SRIPO - PT Pupuk Indonesia (Persero) siap menindak tegas distributor dan kios resmi yang terbukti melakukan pelanggaran atau penyimpangan terkait dengan penyaluran pupuk bersubsidi. Pelanggaran pelanggaran yang dimaksud antara lain, menjual di atas harga eceran tertinggi (HET), menjual kepada petani diluar E-RDKK, menjual secara paketan, dan lain sebagainya. SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, mengatakan bahwa perusahaan tidak ragu memberikan sanksi sampai dengan pemecatan kepada oknum yang terbukti terlibat dalam penyelewengan pupuk bersubsidi. "Untuk distributor dan kios, sanksi tersebut berupa sanksi administratif hingga pencabutan izin operasi kepada mereka yang terbukti bersalah," kata Wijaya dalam siaran pers, Jumat (28/01/2022).

Menurut Wijaya, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 15 Tahun 2013, Pupuk Indonesia bertanggungjawab dalam pengadaan dan pendistribusian pupuk bersubsidi sampai ke level kios.

Pendistribusian ini dimulai dari pabrik (Lini I) sampai dengan gudang di tingkat Provinsi (Lini II), selanjutnya ke gudang di tingkat Kabupaten (Lini III), kemudian diteruskan ke gudang distributor di tingkat kecamatan, hingga distributor menyalurkan ke kios-kios resmi di tingkat desa (Lini IV). "Setelah itu, kios resmi menyalurkan kepada petani yang berhak, yaitu yang terdaftar dalam E-RDKK yang diterima kios dari dinas pertanian setempat," tegas Wijaya.

Pengawasan penyaluran sampai dengan penggunaan. pupuk bersubsidi di setiap daerah dilakukan oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang terdiri dari unsur-unsur dinas terkait, aparat penegak hukum. KP3 ini mempunyai hak untuk merekomendasikan pencabutan ijin distributor melalui dinas daerah yang membawahi perdagangan apabila terbukti melakukan penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi. "Distributor juga harus mengawasi proses penyaluran secara ketat di kios binaannya dan melakukan penindakan apabila terbukti melakukan pelanggaran," tegas Wijaya.

Sedangkan penyaluran pupuk subsidi tahun ini, Pupuk Indonesia berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 41 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Pertanian (Kep mentan) No. 771/KPTS/ SR.320/M/12/2021 tentang alokasi dan HET pupuk bersubsidi tahun 2022. Aturan ini mengatur alokasi pupuk bersubsidi di tingkat provinsi di seluruh Indonesia. Di mana Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten menerbitkan SK untuk menetapkan alokasi pupuk bersubsidi di tingkat kabupaten sampai dengan kecamatan. Dalam aturan pemerintah tersebut, pupuk bersubsidi diperuntukkan kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani dan menginput kebutuhan pupuknya ke dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK),

Khusus di Sumatera Selatan terdapat 26 kios resmi tempat penebusan pupuk bersubsidi. Ciri-ciri kios resmi Pupuk Indonesia grup adalah memiliki papan nama kios resmi dan menunjukkan harga eceran tertinggi (HET) pada tempat terbuka.

Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi

Fadilla Anggraini 31 Jan 2022 Sriwijaya Post

Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengawal ketat distribusi pupuk subsidi untuk petani. Tahun 2022, Kementan telah menetapkan pupuk Urea dialokasikan 4.232.704 ton, SP-36 sebanyak 541.201 ton, ZA sebanyak 823.475 ton, NPK sebanyak 2.470.445 ton, NPK Formula Khusus sebanyak 11.469 ton, Organik Granul sebanyak 1.038.763 ton dan organik Cair sebanyak 1.870.380 ton.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menegaskan pupuk bersubsidi sebenarnya bukanlah langka, namun hampir setiap tahunnya usulan pupuk subsidi hanya dapat dipenuhi oleh pemerintah hanya kurang lebih 40 % dari total pengajuan. "Kebutuhan petani secara nasional mencapai 22,57 juta ton hingga 26,18 juta ton pertahun. Namun anggaran negara (Kemenkeu) hanya cukup untuk 8,87 juta ton hingga 9,55 juta ton senilai 25 Trilliun. Pasti jauh dari harapan," jelas Direktur Jenderal PSP Kementan Ali Jamil di dalam siaran resminya, Sabtu (29/01/2022).

Ali meminta Komisi Pengawas Pupuk (KP3) di daerah aktif memantau pengajuan dan penyaluran pupuk bersubsidi pada petaninya. Bahkan KP3 yang berisikan unsur pejabat daerah dan penegak hukum harus tegas bila menemukan indikasi kecurangan dan permainan distribusi.


Muratara Optimis Jadi Penghasil Bawang Merah

Fadilla Anggraini 31 Jan 2022 Sriwijaya Post

MURATARA, SRIPO - Pemenintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Dinas Pertanian dan Perikanan nampaknya mulai melirik pengembangan bawang merah. Ditargetkan, Kabupaten Muratara bisa menjadi sentral penghasil bawang merah di Sumatera Selatan (Sumsel). "Kita menargetkan menjadi sentral bawang merah. Target kita nanti ada 100 hektar lahan pertanian bawang merah," kata Pj Sekda Muratara, Suharto Patih, Sabtu (29/2/2022).

Dia yakin Muratara bisa mengembangkan pertanian bawang merah setalah melihat hasil panen perdana di Desa Lesung Batu Muda beberapa waktu lalu.

Menurut Suharto, bila dikerjakan secara bersama-sama serta didukung oleh investor dan masyarakat sebagai petani, maka bukan tidak mungkin target tersebut akan tercapai. "Pekerjaan apapun, kalau kita kerjakan secara bersama-sama, keroyokan, petaninya serius, kemudian ada investor mau memberikan support, insyallah akan terwujud," katanya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Ade Meiri mengatakan hasil panen perdana budidaya bawang merah di Desa Lesung Batu Muda menjadi penyemangat untuk mengembangkan komoditi ini.

"Waktu panen perdana, ada satu petani dia buat bedengan panjangnya 20 meter lebarnya satu meter, dia ada empat bedengan, itu modalnya sekitar 500 ribu, keuntungannya bisa satu juta lebih," katanya.

Instansinya diberi tantangan oleh Bupati Muratara untuk mengembangkan pertanian bawang merah di daerah ini. Pihaknya akan mencoba menerapkan sistem pertanian polikultur atau menanam tanaman berbeda secara selingan. "Misalnya setalah panen padi, lahan itu ditanami bawang merah dulu, setelah itu ditanami padi lagi. Kita mau coba menerapkan itu, mudah mudahan berhasil," katanya.

Sebelumnya Bupati Muratara, Devi Suhartoni mengatakan pengembangan bawang merah di daerah ini dimulai karena potensinya cukup menjanjikan perbaikan ekonomi petani. Selian itu, bawang merah menjadi indikator bisa mempengaruhi inflasi sehingga negara mengharapkan adanya pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian. "Kita bersyukur hasil panen perdana (bawang merah) di Desa Lesung Batu Muda waktu itu tersebut cukup baik walau pun masih ada kekurangannya, maka kita mau coba bawang merah ini," katanya.

Menurut Devi, salah satu alasannya ingin serius mengembangkan budidaya bawang merah ini karena masyarakat Muratara membeli dari luar daerah yang harganya tentu lebih mahal. Bila Muratara bisa menghasilkan bawang merah tentu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini.

"Syukur-syukur nanti bisa menyuplai ke daerah tetangga kita. Tapi cita-cita utama kita paling tidak bawang merah ini bisa memenuhi kebutuhan di wilayah kita sendiri dulu," kata Devi.

Pilihan Editor