Muratara Optimis Jadi Penghasil Bawang Merah
MURATARA, SRIPO - Pemenintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Dinas Pertanian dan Perikanan nampaknya mulai melirik pengembangan bawang merah. Ditargetkan, Kabupaten Muratara bisa menjadi sentral penghasil bawang merah di Sumatera Selatan (Sumsel). "Kita menargetkan menjadi sentral bawang merah. Target kita nanti ada 100 hektar lahan pertanian bawang merah," kata Pj Sekda Muratara, Suharto Patih, Sabtu (29/2/2022).
Dia yakin Muratara bisa mengembangkan pertanian bawang merah setalah melihat hasil panen perdana di Desa Lesung Batu Muda beberapa waktu lalu.
Menurut Suharto, bila dikerjakan secara bersama-sama serta didukung oleh investor dan masyarakat sebagai petani, maka bukan tidak mungkin target tersebut akan tercapai. "Pekerjaan apapun, kalau kita kerjakan secara bersama-sama, keroyokan, petaninya serius, kemudian ada investor mau memberikan support, insyallah akan terwujud," katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Ade Meiri mengatakan hasil panen perdana budidaya bawang merah di Desa Lesung Batu Muda menjadi penyemangat untuk mengembangkan komoditi ini.
"Waktu panen perdana, ada satu petani dia buat bedengan panjangnya 20 meter lebarnya satu meter, dia ada empat bedengan, itu modalnya sekitar 500 ribu, keuntungannya bisa satu juta lebih," katanya.
Instansinya diberi tantangan oleh Bupati Muratara untuk mengembangkan pertanian bawang merah di daerah ini. Pihaknya akan mencoba menerapkan sistem pertanian polikultur atau menanam tanaman berbeda secara selingan. "Misalnya setalah panen padi, lahan itu ditanami bawang merah dulu, setelah itu ditanami padi lagi. Kita mau coba menerapkan itu, mudah mudahan berhasil," katanya.
Sebelumnya Bupati Muratara, Devi Suhartoni mengatakan pengembangan bawang merah di daerah ini dimulai karena potensinya cukup menjanjikan perbaikan ekonomi petani. Selian itu, bawang merah menjadi indikator bisa mempengaruhi inflasi sehingga negara mengharapkan adanya pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian. "Kita bersyukur hasil panen perdana (bawang merah) di Desa Lesung Batu Muda waktu itu tersebut cukup baik walau pun masih ada kekurangannya, maka kita mau coba bawang merah ini," katanya.
Menurut Devi, salah satu alasannya ingin serius mengembangkan budidaya bawang merah ini karena masyarakat Muratara membeli dari luar daerah yang harganya tentu lebih mahal. Bila Muratara bisa menghasilkan bawang merah tentu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini.
"Syukur-syukur nanti bisa menyuplai ke daerah tetangga kita. Tapi cita-cita utama kita paling tidak bawang merah ini bisa memenuhi kebutuhan di wilayah kita sendiri dulu," kata Devi.
Postingan Terkait
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023