Negeri Paradoks Minyak Goreng
Indonesia adalah negeri paradoks minyak goreng. Dengan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebanyak 47-49 juta ton pertahun. Indonesia merupakan produsen sekaligus eksportir CPO, bahan baku minyak goreng, terbesar di dunia. Kondisi itu pula yang kini dihadapi masyarakat di Tanah Air. Sejak dua bulan lalu, harga minyak goreng merangkak naik, mengikuti lonjakan harga CPO di pasar ekspor.
Pemicunya antara lain gangguan logistik selama pandemi Covid-19, meningkatnya permintaan di negara-negara konsumen seiring mulai pulihnya perekonomian, dan seretnya pasukan komoditas minyak nabati lain, terutama minyak kedelai dan minyak bunga matahari. Puncaknya terjadi pekan lalu, masyarakat Indonesia makin kesulitan mendapatkan minyak goreng. Tidak di pasar modern, tidak di pasar tradisional. Sekalinya ada, harganya mencekik leher.
Pemerintah sebenarnya telah menempuh langkah-langkah antisipasi. Dalam skenario pemerintah, minyak goreng akan dipasarkan dalam kemasan sederhana dengan anggaran Rp 3,6 triliun. Tetapi, rupanya harga minyak goreng terus bergejolak kelangkaan makin menjadi-jadi. (Yetede)
Tags :
#BeritaPostingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Titik Balik Lifting Minyak Bumi
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Dampak Blokade Selat Hormuz pada Logistik Laut
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023