Geliat Permintaan Kredit: Bank Jaga Rasio NIM
Sukses mengarungi kinerja pada 2021, industri perbankan nasional berupaya menjaga pertumbuhan pada tahun ini. Prospek permintaan kredit yang ditopang oleh melimpahnya likuiditas memberi ruang bagi bank untuk menjaga rasio bunga bersihnya. Dari beberapa bank yang sudah menyampaikan laporan keuangan 2021, rata-rata selisih bunga bersih atau net interest margin (NIM) terjaga di level stabil 4%—6%. Artinya, persentase itu tidak jauh dari rata-rata NIM pada 2019 dan 2020. Data Bisnis Indonesia Resource Center (BIRC) mencatat rata-rata NIM bank pada 2020 sebesar 4,08% dan sebelumya (2019) di 4,56%. Hal ini menggambarkan bank mampu mengelola keuntungan bisnisnya di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. Sebagai pembanding, penyaluran kredit pada 2020 mengalami kontraksi lebih dari 2%, sementara NIM bank terjaga di kisaran 4%.
Tags :
#KreditPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023