Dana Kelolaan Reksa Dana: Sentimen Positif Jadi Angin Segar
Jumlah dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana secara industri mengalami penurunan tipis pada awal tahun ini. Pelemahan tersebut dinilai masih dalam batas wajar akibat adanya pergerakan underlying komposisi aset. Perbandingan tersebut antara lain bisa dilihat dari capaian hingga akhir bulan lalu dibandingkan perolehan pada penutupan 2021. Adapun jumlah dana kelolaan reksa dana pada awal tahun ini sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan posisi per akhir Januari 2021 pada posisi Rp571,26 triliun. Direktur Utama Pinnacle Persada Investama Guntur Putra mengatakan, penurunan AUM pada Januari 2022 masih dalam batas yang wajar. Menurutnya, ada sejumlah faktor dan sentimen yang dapat mempengaruhi penurunan ini, salah satunya pergerakan underlying komposisi aset di reksadana, baik saham maupun obligasi.
Director & Chief Investment Officer Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Ezra Nazula menuturkan, penurunan AUM pada Januari 2022 disebabkan oleh pergerakan pasar yang melemah di awal tahun. Sebelumnya, Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan potensi pertumbuhan dana kelolaan reksa dana pada tahun ini cukup positif. AUM reksa dana dapat naik hingga sekitar 10% pada akhir 2022. Dia menambahkan dalam setahun terakhir, sejak September 2020 hingga September 2021, dana kelolaan reksa dana MAMI tumbuh 79% menjadi Rp61,7 triliun, jauh melampaui pertumbuhan industri reksa dana 8,2% pada periode yang sama. Adapun total AUM MAMI tumbuh 47,8% menjadi Rp112,1 triliun per akhir September 2021. Dana tersebut milik lebih dari 1,3 juta investor institusi dan individu yang dikelola dalam 29 produk reksa dana, 41 kontrak pengelolaan dana, dan 1 perjanjian penasihat investasi.Energi Terbarukan: PLTS Atap Jadi Tren
Permintaan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya atap diprediksi terus meningkat setelah pemerintah menaikkan ketentuan ekspor kWh listrik dari 65% menjadi 100%. Managing Director Ananta Energy Michael Na mengatakan peningkatan permintaan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap terutama di segmen pelanggan rumah tangga dan industri kecil. Dengan kebijakan baru itu, dia menegaskan pelaku usaha juga semakin optimistis dalam meningkatkan penjualan PLTS atap pada 2022. Saat ini, Ananta Energy memang berfokus untuk mengejar pasar di Jawa Tengah dengan fokus segmen small to medium. Dia menegaskan pihaknya akan mulai pemasangan di rumah pelanggan dan perusahaan menengah. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusniada mengatakan regulasi baru itu merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya guna memperbaiki tata kelola dan keekonomian PLTS atap.
Pasar Akan Mencermati Data Inflasi
Setelah laporan penyerapan lapangan kerja baru Januari 2022 di luar dugaan kuat, pasar finansial khususnya di AS pekan ini akan memfokuskan perhatiannya ke data inflasi konsumen. Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat pekan lalu melaporkan bahwa lapangan kerja baru non-pertanian bertambah 467.000 sepanjang bulan tersebut. Kalangan pialang di pasar berjangka sudah mulai mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan sebanyak enam kali di tahun ini. Sementara kebanyakan ekonom memperkirakan empat atau lima kali kenaikan. Pasar saham menutup perdagangan pekan lalu dengan hasil positif. Walau ditandai dengan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Menurut Julian Emanuael, Direktur pelaksana senior strategi ekuitas, derivatif, dengan kuantitativ Evercore ISI, volatilitas tinggi disebagian saham itu menunjukkan resiko bagi para investor yang memegang saham-saham sektor teknologi. (Yetede)
Sertifikasi Elektronik Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital
Kepercayaan pengguna ketika memakai identitas dan sertifikasi elektronik dalam berinteraksi dan melakukan transaksi (digital trust) menjadi hal yang fundamental seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air yang terus meningkat. Direktur Jendral Digital Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, digital trust memiliki peran penting bagi pertumbuhan industri digital nasional. "Memasuki ruang digital itu harus membangun trust. Sertifikasi elektronik/digital telah menjadi pendorong kemajuan ekosistem digital nasional karena menjadi penanda bukti keabsahan bagi layanan digital." ungkap Semmy, sapaan Samuel, melalui virtual conference, pekan lalu. Sebagai salah satu penyelenggara sertifikat elektronik (PSE), lanjut Co-Founder dan CEO VIDA, Sati Rasuanto VIDA siap mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia. melalui penyediaan layanan sertifikat elektronik untuk menjamin pengelolaan indentitas digital yang aman dan mudah digunakan. (Yetede)
G20, Pintu Masuk Global Value Chain
(Yetede)
Ekonomi Triwulan IV-2021 Diprediksi Tumbuh 5,1%
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% pada triwulan IV-2021, sehingga pertumbuhan ekonomi sepanjanng tahun lalu berada di angka 3,7%. "Dengan perkembangan terbaru saat ini mengestimasikan triwulan IV-2021 tumbuh 5,1% yang akan membuat pertumbuhan ekonomi keseluruhan 2021 berada di 3,7%," kata Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM UI Teuku Riefky dalam diskusi secara daring, Jumat (4/2). Menurutnya, kinerja ekonomi kuartal IV-2021 bakal tumbuh tinggi dikarenakan adanya pelonggaran aktivitas sosial dan ekonomi seiring gelombang kedua pandemi Covid-19 varian delta. "Kepercayaan konsumen dan bisnis yang lebih tinggi diperkirakan berlanjut pada triwulan IV-2021 sehingga kami melihat pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV dapat mencapai 5,1%" ujarnya. (Yetede)
Langka Sawit Tersedot Biodiesel
Tarik menarik pasokan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk produksi biodiesel dan kebutuhan pangan menjadi salah satu penyebab kenaikan harga minyak goreng saat ini. Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana, program pencampuran bahan bakar solar dengan olahan sawit, yaitu fatty acid methyl ester (FAME), sudah berjalan sejak 2016 dan menyedot pasokan CPO. Pada 2016 pemerintah memberlakukan program B20, sehingga pasokan CPO kian tersedot. Kini, kata Dadan, selain meneruskan program bisodiesel B30, saat ini pemerintah tengah menyiapkan B40. Ketimpangan pemanfaatan CPO untuk biodiesel dan pangan disoroti oleh ekonom dari UI, Faisal Basri. Dia mengutip data yang menyebutkan konsumsi CPO untuk biodiesel naik dari 5,83 juta ton pada 2019 menjadi 7,23 juta ton pada 2020. (Yetede)
Temuan Hampa PPATK
Berbagai temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai dugaan pencucian uang akan sia-sia bila penegak hukum tidak serius mengusut kejahatan tersebut. Modus pejabat menyamarkan uang hasil kejahatan korupsi diungkapkan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR belum lama ini. Hasil pelacakan PPATK meunjukkan uang milik penyelenggara negara ini mengalir ke sejumlah pihak di luar susunan keluarga, termasuk pacar mereka. Transaksi mencurigakan ini termasuk pencucian uang. Lalu kenapa tindak pidana proses pencucian uang terus terjadi? Masalahnya ada pada lemahnya kinerja aparat hukum menindak lanjuti laporan mengenai transaksi mencurigakan semacam ini. Padahal temuan PPATK tersebut semestinya menjadi amunisi untuk menelususri asal-usul harta. Undang-Undang pencucian uang juga memungkinkan penegak hukum menjerat para penikmat hasil korupsi, termasuk nominee yang menampung hasil kejahatan. (Yetede)
Penerimaan Masyarakat Jadi Tantangan Transisi Energi
Konsep, kompetensi, dan konektivitas, termasuk penerimaan masyarakat dalam transisi energi dari fosil ke energy terbarukan, perlu dimatangkan dalam upaya menuju bebas emisi pada 2060. Hal itu dikatakan Mentamben 1978-1988 Subroto dalam webinar ”Siapkah Indonesia Menuju Transisi Energi?” yang digelar Ikatan Alumni Fakultas Hukum Undip, Sabtu (5/2). Menurut data Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, target penyediaan listrik dari energi terbarukan terus meningkat. Dari 9.427 MW pada 2017 menjadi 11.804 MW pada 2022, mencakup hibrida, bayu, surya, bioenergi, panas bumi, dan air. Angka itu belum termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap.
Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia Surya Darma mengatakan, ada sejumlah tantangan dalam transisi energi. Dalam kelistrikan, kapasitas terpasang 73 gigawatt. Sebesar 88 % dengan fosil, termasuk batubara, hanya 12 % energi terbarukan, yang kontradiktif dengan upaya penurunan karbon. Terbatasnya pendanaan dan SDM menjadi kendala kendati sudah ada komitmen nasional, yakni penurunan emisi karbon 29 % pada 2030. Pengembangan energi terbarukan, ujar Surya, tak mungkin sepenuhnya dilakukan pemerintah.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Infrastruktur EBTKE Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi mengatakan, pemerintah terus mendorong peningkatan energi terbarukan. Upaya yang dilakukan, antara lain, penyelesaian sejumlah regulasi dan mandatori bahan bakar nabati. Selain itu, diberikan pula insentif fiskal dan nonfiskal untuk energi terbarukan, kemudahan perizinan, serta mendorong permintaan energi listrik. (Yoga)
Optimisme Dunia Usaha Masih Terjaga
Optimisme pelaku usaha tetap terjaga walaupun UU Cipta Kerja dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh MA. Keyakinan ini menjadi modal dasar menjaga iklim berusaha selagi regulasi ini direvisi dalam waktu selambatnya 2 tahun. Optimisme itu terutama dipengaruhi kondisi berusaha yang kini mulai membaik dan pandemi Covid-19 yang relatif mereda. Secara umum, hampir semua indikator menunjukkan kemudahan berusaha per Desember 2021 lebih baik, tercermin dalam mendapatkan listrik, pembayaran pajak, perdagangan lintas negara, penegakan kontrak, dan penyelesaian kepailitan.
Waketum Kadin Indonesia Sarman Simanjorang menilai, revisi UU Cipta Kerja tidak terlalu memengaruhi optimisme pengusaha. Pelaku usaha juga tidak keberatan jika UU sapu jagat itu disempurnakan demi menghindari ketidakpastian di masa depan akibat banyaknya penolakan dan gugatan ke MK. Menurut dia, dunia usaha ingin substansi UU diperbaiki, khususnya untuk mendorong implementasi UU Cipta Kerja sejalan dengan realitas di lapangan. Waketum Kadin Indonesia Shinta W Kamdani berpendapat, fakta bahwa UU Cipta Kerja masih perlu direvisi membuat pelaku usaha berpikir ulang sebelum berinvestasi tahun ini. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta pelaku usaha tidak khawatir. Ia myakini, revisi UU Cipta Kerja tidak terlalu memengaruhi investor. Pasalnya, kepastian kegiatan penanaman modal sudah dinaungi lewat payung hukum UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. (Yoga)









