Emas Stabil Saat Saham dan Bitcoin Jatuh
Harga emas dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan tetap stabil disaat volatilitas mengguncang pasar global. Bahkan agak terlepas dari dua faktor utama penggerak harga, yakni imbal hasil obligasi dan dolar Amerika Serikat. Menurut catatan Bank of Amerika (BoA), terlepas dari kondisi makro yang menantang terkait masalah rantai pasokan, lonjakan inflasi dan pandemi belum berakhir, beberapa aliran investasi ke emas masih deras. Kekuatan emas, kata UBS selain didukung peningkatan permintaan untuk lindung nilai portfolio, juga karena dua keyakinan. Yakni bahwa The Fed tetap dibelakang kurva dalam mengatasi inflasi atau pengetatan berlebih kebijakan moneter akan menggoyahkan pertumbuhan ekonomi AS. (Yetede)
Toshiba Ungkapkan Rencana Spin-off Jadi Dua
Perusahaan manufaktur asal Jepang Toshiba pada Senin (7/2) mengumumkan rencana untuk membagi perusahaan atau spin-off menjadi dua perusahaan. Berarti Toshiba merivisi usulan sebelumnya yang kontroversial, yakni hendak membagi perusahaan menjadi tiga. Para pemegang saham sudah lama berselisih dengan managemen tentang cara terbaik untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Pemegang saham harus tetap menyetujui pengajuan tersebut dalam pemungutan suara yang diperkirakan dilakukan pada Maret 2022. "Kami percaya spin-off ini optimal" kata Presiden dan CEO Toshiba Satoshi Tsunakawa, Senin. Besarnya bisnis Toshiba juga menyebabkan kelambatan dalam pengambilan keputusan di masa lalu. Perampingan operasi akan memungkinkan investor untuk memilih porsi bisnis yang menarik bagi mereka. (Yetede)
2025, Kemenkominfo Berharap Implementasi 5G Merata
Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo Ismail mengatakan Kemenkominfo telah menelaah bahwa pengalaman dari implementasi 4G di Indonesia membutuhkan waktu enam sampai tujuh tahun hingga relatif merata seperti sekarang. "Jadi implementasi 5G merupakan sebuah keniscayaan. Tapi harus kita atur ritme dan timing-nya agar implementasinya benar-benar produktif buat kepentingan bangsa dan negara," jelasnya. Dibandingkan generasi teknologi sebelumnya, lanjut Ismail, perkembangan 5G memberikan nuansa berbeda. Ketika Indonesia berimigrasi dari teknologi 3G ke 4G, sebagian isu hanya persoalan kecepatan transformasi informasi data, atau koneksi melalui internet menggunakan teknologi mobile broadband. "Tapi perkembangan 4G ke 5G agak berbeda. Karena,5G memberikan nuansa yang lebih luas dari sekedar masalah user experience," jelas Ismail. (Yetede)
Akses Tol Makassar New Port di Targetkan Rampung Juni 2023
Pembangunan Akses Jalan Tol Makasar New Port (MNP) ditargetkan rampung pada Juni 2023, atau bahkan bisa lebih cepat. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah melakukan groundbreaking proyek menandai dimulainya konstruksi Jalan Akses Tol Makassar New Port tahap I dan II. Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono dalam sambutan yang dibacakan Sekjen Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fattah mengatakan, Presiden Joko Widodo memberikan arahan untuk tetap melanjutkan dan mempercepat pembangunan infrastruktur yang menghubungkan sentra-sentra produksi. "Kehadiran akses tol ini akan memicu pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar, dan hasil pembangunan akan tersebar merata sehingga akan mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat Sulawesi Selatan," kata Zainal Fatah. (Yetede)
KCIC Tinjau Ulang Studi Kelayakan KA Cepat
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) telah menunjuk konsultan untuk meninjau ulang (review) studi kelayakan (feasibility study) atas proyeksi permintaan (demand forecast) layanan Kereta Api (KA) Cepat Jakarta Bandung.Review studi kelayakan dilakukan seiring kondisi terkini terkait pandemi Covid-19 serta hal-hal lain, termasuk kepindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim). Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan hingga saat ini sudah ada tiga FS terkait dengan proyek KCBJ, yakni FS pada 2015-2016 yang disempurnakan oleh FS tersebut proyek KCBJ masuk dalam kategori feasible. "Dan ini menjadikan asumsi dasar yang kami gunakan untuk menununjuk konsultan melakukan review FS serta financial model kedepan. Karena kami melihat dampak Covid-19 yang sangat mempengaruhi demand forecast dan kondisi ekonomi lingkungan yang lain," kata Dwiyana saat Rapat Dengar Pendapat dengan DPR Komisi V di Jakarta, Senin (7/2). (Yetede)
Dugaan Penimbunan di Tengah Kelangkaan
Kelangkaan minyak goreng dan harga yang belum beragam masih berlanjut di berbagai daerah. Minim pasokan yang terjadi sejak pertengahan Januari lalu ditengarai di picu oleh penimbunan barang ditingkat produsen dan distributor. Berdasarakan data Kementerian Perdagangan yang dimuat dalam majalah Tempo edisi pekan ini, sepanjang awal Januari lalu, stok minyak goreng menumpuk di gudang produsen dan distributor. Hingga 3 Februari lalu stok minyak goreng menumpuk 628 juta liter atau setara dengan kebutuhan 1 bulan 10 hari karena rerata kebutuhan bulanan nasional hanya 412 juta liter. Penimbunan ini berawal dari terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2022 tentang pengadaan minyak goreng sebanyak 200 juta liter per bulan, lalu menjualnya seharga Rp 14 ribu per liter. Indikasi penimbunan kian kuat dengan adanya temuan Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat. "Kasusnya ada dan sedang dilakukan penyelidikan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur. (Yetede)
Korporasi Pelahap Subsidi
Pengusaha yang menyalurkan minyak sawit mentah ke pabrik biodiesel memperoleh subsidi bila harga dalam negeri lebih rendah dari pada harga CPO internasional. Berkat insensif ini, dana sawit yang bersumber dari pungutan ekspor kembali ke kantong perusahaan. Terdapat nama-nama besar yang menguasai industri minyak sawit nasional. (Yetede)
Akal Bulus Legalkan Omnibus
Politikus Senayan seperti tidak pernah kehilangan akal dalam mengakali kekacauan proses terbitnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Alih-alih mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi yang menyoal serampangannya proses lahirnya omnibus law itu. Jalan pintas ini sudah ditandai dengan dimulainya revisi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan pada Rabu pekan lalu. Tujuan revisi itupun benderang, yaitu ingin memasukkan ketentuan mengenai penyusunan undang-undnag dengan menggunakan metode omnibus law atau penggabung aturan. DPR dan pemerintah juga tutup mata terhadap argumentasi yang disampaikan Mahkamah Konstitusi soal inkonstitusionalnya UU Cipta Kerja.
Pendapatan Komisi Bank Tumbuh Mekar
Kinerja bank besar tumbuh kencang sepanjang 2021, setelah tahun sebelumnya anjlok dalam akibat pandemi. Beberapa bank bahkan telah meraup laba melebihi pencapaian tahun sebelum pandemi mencuat. Pertumbuhan kinerja bank-bank ini, salah satunya ditopang fee based income yang meningkat cukup baik. Bank Central Asia (BCA) mengantongi pendapatan non bunga Rp 21,427 triliun sepanjang 2021 atau tumbuh 6% year on year (yoy). Fee based income tumbuh 11,5% yoy menjadi senilai Rp 14,68 triliun. Adapun Bank Mandiri membukukan pendapatan non bunga konsolidasi sebesar tumbuh 9% yoy dengan Fee based income menyumbang Rp 12,2 triliun atau naik 12,6% yoy. Pertumbuhan fee based income Bank Mandiri ditopang transaksi e-channel yang meningkat 20,1% jadi Rp 2,84 triliun. Pendapatan dari Livin, SMS Banking dan internet banking Rp 1,43 triliun atau naik 48,6%. Sementara Bank Rakyat Indonesia (BRI) membukukan pertumbuhan pendapatan non bunga 14% yoy menjadi Rp 32,4 triliun. Fee based income berkontribusi Rp 16,5 triliun atau tumbuh 9% yoy.
Bisnis Cloud Global Terus Bertumbuh
Bisnis komputasi awan (cloud) global semakin cerah. Pasar infrastruktur cloud secara global berhasil mencetak pertumbuhan pada tahun 2021. Sepanjang tahun lalu bisnis infrastruktur cloud bertambah sekitar US$ 50 miliar, menjadi sekitar US$ 178 miliar. Berdasarkan data Synergy Research, penambahan tersebut setara dengan pertumbuhan sekitar 36% secara tahunan di kuartal terakhir 2021. Nah, untuk tiga besar perusahaan global masih dikuasai oleh Amazon, Microsoft dan Google. Bisnis ketiganya terus tumbuh pada tingkat yang luar biasa. Mereka mengambil keuntungan dari pertumbuhan tersebut dengan kekuatan pasar mereka. Microsoft dan Google tumbuh lebih cepat pada tingkat yang sama, sekitar 45% untuk kuartal ini. Sementara Amazon tumbuh hanya di bawah 40%. Dari sisi pasar, Indonesia sendiri merupakan pasar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik. Menurut prediksi International Data Corporation (IDC), pasar cloud Indonesia akan tumbuh rata-rata 31% per tahun lima tahun ke depan. Bisa menjadi US$ 1,2 miliar pada tahun 2024 seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.









