Konsumsi Buah & Sayur: Bisnis Salad Kian Terbuka
Mengonsumsi buah dan sayur-sayuran secara rutin sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun sayangnya, tingkat konsumsi sayur dan buah masyarakat Indonesia masih minim. Hal ini membuka peluang bisnis inovasi sayuran dan buah-buahan untuk meningkatkan konsumsi masyarakat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), tidak lebih dari 10% masyarakat Indonesia yang mengonsumsi buah dan sayuran secara cukup, sedangkan 90% lainnya masih kurang mengonsumsi buah dan sayuran. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019 dari Badan Pusat Statistik menunjukkan secara nasional, konsumsi gabungan buah dan sayuran masyarakat Indonesia sebesar 209,89 gram per kapita sehari. Jumlah ini masih jauh dari batas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 400 gram per orang per hari.
Salah satu hal yang menyebabkan masyarakat kurang menyukai sayur adalah karena rasanya yang dinilai kurang cocok di lidah. Untuk mengajak masyarakat lebih rajin mengonsumsi sayur dan buah-buahan, Jesslyn Nathania menghadirkan Hijoo Salad Bar sejak September 2020 lalu. Berbeda dengan salad-salad pada umumnya, Hijoo Salad Bar membuat menu sayuran yang dapat diterima oleh lidah masyarakat atau dikenal dengan istilah comfort food dengan harga yang relatif lebih terjangkau. Jesslyn mengatakan, untuk membuat menu salad menjadi lebih nikmat, dia memberi potongan daging dan keju kering krispi dengan sayur-sayuran segar dan aneka dressing.
Akuisisi Perusahan Menara, Centratama Raih Pinjaman Rp 12 Triliun
PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) dan group usaha, mendapatkan pinjaman senilai US$ 850 juta atau setara 12,16 triliun dari Kreditor Fasiltas Senior untuk mendanai penambahan modal di perusahaan menara yang akan diakuisisi, yakni EPID Menara AssetCo. CENT bersama anak usaha, PT Centratama Menara Indonesia (CMI), akan megambilalih 1.000 saham EPID Menara sebesar Rp35,85 miliar, dan selanjutnya menambah penyertaan modal ke perusahaan tersebut senilai US$ 350 juta atau sekitar Rp5,01 triliun. "Group perseroan telah menandatangani perjanjian fasilitas dengan Kreditur Fasilitas Senior dan PT Bank CIMB Niaga Tbk, sebagai agen pada tanggal 8 Maret 2022 untuk memperoleh pendanaan dalam membiayai penyertaan saham Epid oleh CMI. Selanjutnya, dana tersebut akan digunakan oleh EPID untuk melunasi seluruh jumlah pokok terutang berdasarkan kesepakatan pembiayaan," tulis Manajemen CENT dalam keterangan tertulis, Jumat (11/3). (Yetede)
Krakatau Steel Jual Saham Krakatau Chemical
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melalui anak usahanya, PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), menjual 30% saham PT Krakatau PosChem DongSuh Chemichal (KPDC) kepada PT Krakatau Global Trading (KGT). Dan hasil penjualan saham tersebut, KSI mengantongi dana segar sebesar US$ 5,92 juta atau setara Rp 84,67 miliar. Corporate Secretary KRAS Pria Utama mengatakan, transaksi tersebut merupakan jual beli saham antara anak perusahaan. Perseroan dengan perusahaan afiliasi KRS dengan presentase kepemilikan saham 99,99%. "KPDC adalah perusahaan afiliasi anak usaha KRAS, yaitu KSI dengan presentase kepemilikan saham 30%, Dong Suh Chemical Co Ltd 51% Posco Chemical Co Ltd 19%," kata Pria dalam keterangan resminya, Kamis (10/3). (Yetede)
Dongkrak Penjualan, Trisula Diversifikasi Produk
Perusahaan Tekstil dan garmen terintegrasi, PT Trisula Internasional Tbk (TRIS) dan PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), melakukan diversifikasi produk untuk mendongkrak penjualan. Direktur Utama TRIS Santoso Widjoyo menyampaikan, pihaknya juga berinovasi dengan meluncurkan situs web e-commerce bernama Yukshopping.com untuk menjual produk-produk Trisula Group secara terintegrasi. Di sisi lain TRIS juga telah menyusun berbagai rencana dan strategi yang akan dijalankan pada 2022 untuk meningkatkan kinerja, "Kami berharap dapat terus berinovasi dan beradaptasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan ke depannya. "Seiring dengan keberhasilan BELL, dalam meraih penghargaan tersebut, semakin memperlihatkan bahwa hasil inovasi perseroan dapat membantu baik dalam penerapan era teknologi 4,0 maupun efisiensi dalam proses produksi. (Yetede)
Hutama Karya Garap Tol Semarang-Demak 1A Senilai Rp 2,08 Triliun
PT Hutama Karya (Persero) meraih kontrak baru untuk menggarap proyek konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak 1A sepanjang 4 Km. Berkolaborasi dengan Beijing Urban Construction Group (BUCG), Hutama Karya memegang porsi 40% pada proyek bernilai Rp 2,08 triliun tersebut. "Di tol Semarang-Demak 1A ini, kami akan mengerjakan peninggian Jembatan Kaliwage, penyambungan approach bridge dan pekerja evelasi pada 14 titik yang semuanya berada di daerah Kota Semarang," Papar Direktur Operasi I Hutama Karya Novias Nurendra. Ia menambahkan, proyek Tol Semarang-Demak 1A dibangun diatas tanah lunak dari ketinggian 0 hingga 20 meter, sehingga dalam konstruksinya perseroan bakal menggunakan teknologi Mortar Busa untuk mengatasi kondisi tanah lunak tersebut. (Yetede)
Januari, Ekspor Minyak Sawit Hanya 2,18 Juta Ton
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki)
menyatakan, ekspor minyak sawit nasional pada Januari 2022 mencapai 2,18
juta ton atau turun 11,4% dari Desember 2021 sebesar 2,46 juta ton dan
lebih rendah 23,8% dari ekspor Januari 2021 yang sebesar 2,86 juta ton.
Penurunan ekspor Januari 2022 dari Desember 2021 itu merupakan pola musiman,
ditambah faktor produksi yang sangat terbatas dan harga yang sangat tinggi.
Sedangkan untuk konsumsi dalam negeri Januari 2022 sebesar 1,51 juta ton
atau 160 ribun ton lebih rendah dari Desember 2021 sebesar 1,67 juta ton atau
turun 9,6%. Konsumsi terbesar untuk biodiesel 732 ribu ton, diikuti industri
pangan 592 ribu ton, dan oleokimia 183 ribu ton. Konsumsi minyak sawit untuk
biodiesel yang melampaui untuk pangan telah terjadi sejak November 2021.
Di sisi lain stok minyak sawit dan inti sawit Indonesia pada akhir Januari naik
menjadi 4,68 juta ton dari awal Januari 4,13 juta ton. (Yetede)
Sinyal Poros Baru Dari Gondangdia
Sebelas orang pengurus pusat Partai NasDem dan Partai Golkar duduk meriung di kantor pusat NasDem. Mereka membahas sejumlah persoalan selama hampir tiga jam, salah satunya rencana kedua partai untuk berkoalisi dalam pemilihan presiden mendatang. Koalisi ini bisa menjadi poros baru koalisi Golkar-NasDem. Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Ali, mengatakan pertemuan itu menjadi gambaran kedua partai tengah menjalin hubungan yang romantis dan upaya saling mendekati, termasuk penjajakan koalisi menghadapi pemilihan presiden. "Jadi diskusi lebih kepada isu kebangsaan, penjajakan koalisi. Semua kemungkinan ada,"kata Ahmad Ali, Jumat, 11 Maret 2022. Sebelum penjajakan koalisi ini, NasDem awalnya merancang akan memilih calon Presiden lewat konvensi. Tapi agenda itu buyar lantaran NasDem di DPR hanya 59 atau 10,26%. NasDem perlu berkoalisi dengan partai politik lain agar memenuhi syarat 20% kursi di DPR untuk mengusung calon Presiden. (Yetede)
Pasar Energi Global Tetap Tertekan
Kebuntuan perundingan Rusia-Ukraina yang difasilitasi Turki, Kamis (10/3) membuat pasar energi tetap tertekan. Tekanan juga timbul dari ketidakjelasan perundingan AS dengan Iran dan Venezuela. Setelah sempat menyentuh level 130 USD per barel, harga minyak mentah jenis Brent pada Kamis malam, berdasar Bloomberg dan Trading Economics, di level 115 dollar AS per barel. Merespons tingginya harga minyak mentah, Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan akan melepaskan sebagian cadangan strategisnya untuk meringankan tekanan. Gairah pasar semakin meningkat karena UEA mengumumkan siap memacu produksi di atas kesepakatan OPEC, melebihi 800.000 barel per hari. Padahal, OPEC bersama Rusia sepakat, kenaikan tidak melebihi 400.000 barel per hari. ”Kami mendukung kenaikan produksi dan mendorong OPEC meningkatkan produksi,” kata Duta Besar UEA untuk AS Yousuf Al
Sekjen OPEC Mohammed Barkindo meragukan produsen lain bisa menggantikan pasokan dari Rusia. Ia berkeras kenaikan harga saat ini dipicu masalah geopolitik, bukan masalah pasokan. Sanksi membuat transaksi apa pun dengan Rusia, termasuk untuk pembayaran komoditas energi, sulit dilakukan. Hal serupa sudah terjadi bertahun-tahun pada Venezuela dan Iran, pemilik cadangan minyak terbesar pertama dan ketiga di dunia. (Yoga)
Boti yang Bertahan dari Krisis dan Pagebluk
Di tengah kelangkaan minyak goreng dan merangkaknya harga bahan pangan, masyarakat Boti seperti tak terusik. Masyarakat adat yang tinggal di Pulau Timor, di Kecamatan Kie, Timor Tengah Selatan (TTS), NTT ini mampu memenuhi hampir semua kebutuhan hidup dan itu membuat mereka bertahan dari krisis, termasuk pagebluk Covid-19. ”Kami menutup pintu masuk sejak Februari 2020,” kata Namah Benu (8/12/). Bebie Benu (29), bidan desa di Puskesmas Pembantu Boti, yang juga keponakan Raja Boti, mengatakan, di awal pandemi, dia menunjukkan video kondisi Wuhan di China, yang saat itu terdampak Covid-19. ”Ini kemungkinan memperkuat keputusan Usif untuk menutup Boti,” katanya.
Sebelum melakukan karantina wilayah, Raja Boti meminta masyarakatnya untuk mempersiapkan segala kebutuhan dasar, terutama kecukupan pangan dan mengontrol ketersediaannya di lumbung. ”Hanya garam yang kami beli dari luar dan itu kami beli sebelum menutup desa,” kata Molo Benu, adik Raja Boti. Dengan karantina wilayah yang ketat, Boti bisa selamat dari wabah. Hingga akhir 2021, tak ada laporan kasus Covid-19 di Boti Dalam. Meski dilaporkan dugaan Covid-19 di Boti Luar, itu tidak sampai terjadi penularan meluas. Kajian tentang ”Mitigasi dan Adaptasi Masyarakat Adat terhadap Pandemi Covid-19” oleh Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek menunjukkan, Boti termasuk di antara masyarakat adat yang punya ketahanan selama pandemi. Selain minim kasus penularan, Boti juga tak terdampak secara sosial atau ekonomi. (Yoga)
Harga Nikel Spekulatif
Lonjakan harga nikel dunia secara signifikan perlu diwaspadai karena akan berdampak pada industry terkait nikel beserta ekosistemnya. Dalam periode perdagangan nikel Selasa (8/3), harganya sempat melebihi 100.000 USD per ton yang membuat otoritas London Metal Exchange menangguhkan perdagangannya. Lonjakan harga disebut bersifat spekulatif. Lonjakan harga nikel, termasuk lonjakan harga komoditas energi lainnya, seperti minyak, gas alam, dan batubara, dikaitkan dengan konflik bersenjata Rusia-Ukraina. Harga resmi nikel, berdasarkan London Metal Exchange, pada Selasa 48.201 USD per ton. Pada 1 Maret 2022, nikel diperdagangkan dengan harga 25.450 dollar AS per ton.
Head of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani (10/3), mengatakan, lonjakan itu merupakan hasil aksi spekulatif. Lantaran penuh ketidakpastian, sejumlah trader memanfaatkan situasi. Angka tersebut sangat jauh dari harga fundamental dan tidak logis. Saking berharganya nikel, harga komoditas tersebut di bursa komoditas logam LME dipermainkan spekulan Selasa (8/3), perusahaan nikel dan baja nirkarat raksasa China, Tshingsan Holding Group, yang juga merupakan investor Indonesia di Sulawesi, rugi besar. ”Perusahaan itu berhadapan dengan ’bajak laut’ pialang pasar modal karena imbas kenaikan harga nikel dari 20.000 USD per ton menjadi 100.000 USD” kata Mendag Muhammad Lutfi. (Yoga)









