Kebijakan Edhy Jadi Pemicu Penyuapan
Pertimbangan tiga hakim Mahkamah Agung yang memangkas masa hukuman Edhy Prabowo dari 9 menjadi 5 tahun penjara menuai sorotan. Pertimbangan hakim kasasi memangkas hukuman mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu dalam kasus korupsi izin ekspor benur adalah Edhy mengizinkan ekspor benih lobster yang bertujuan menyejahterakan nelayan kecil. Sekretaris Jendral Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Susan Herawati, menepis pertimbangan hakim tersebut. Susan berpendapat, Peraturan Menteri Kelautan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan, yang dijadikan argumen hakim dalam meringankan hukuman, justru bertolak belakang dengan fakta-fakta kasus korupsi Edhy. Bahkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini ditangkap oleh Komisi Pemberantas Korupsi lalu dihukum bersalah karena menerima suap terkait dengan implementasi peraturan menteri tersebut, yang isinya mencabut larangan ekspor benur.
Lonjakan Harga Minyak Dunia : Maskapai Dorong Evaluasi Tarif
Kementerian Perhubungan didorong segera mengevaluasi aturan tarif batas atas dan batas bawah penerbangan domestik, seiring dengan kenaikan harga minyak dunia sebagai imbas konflik Rusia-Ukraina. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. Irfan Setiaputra mengatakan emiten dengan kode saham GIAA telah berkomunikasi dengan Kemenhub untuk menyesuaikan tarif batas atas dan tarif batas bawah. “Kami terus berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan. Kalau tidak ada kesepakatan bersama, kami mesti melakukan adjusting jumlah penerbangan yang ada,” ujarnya, Rabu (9/3). Irfan berharap agar harga minyak kembali turun sehingga tidak mengganggu bisnis penerbangan.Namun, dia menegaskan Garuda akan mengambil langkah mengefektifkan rute domestik agar tetap bisa menjual tiket pesawat apabila harga minyak tidak kunjung turun dan belum ada tindak lanjut lebih jauh dari pemerintah. Irfan juga memiliki rencana untuk menaikkan tarif tiket pesawat memanfaatkan momentum Moto GP Mandalika.
ECB Akan Kurangi Pembelian Aset Lebih Cepat
Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan bakal memperlambat pembelian aset lebih cepat dari yang direncanakan. Langkah ini diambil menyusul penilaian dampak ekonomi yang timbul dari serangan Rusia ke Ukraina. Langkah mengejutkan tersebut terjadi ditengah meningkatnya kekhawatiran bahwa perekonomian di zona euro akan segera mengalami stagnasi, yakni sebuah perpaduan yang merugikan dari pertumbuhan ekonomi yang lamban dan inflasi yang tinggi. "Jika data yang masuk mendukung ekspektasi bahwa prospek inflasi jangka menengah tidak akan melemah bahkan setelah pembelian aset bersih kami berakhir. Dewan pengatur akan menyimpulkan pembelian bersih dibawah aset purchase program (APP) pada Kuartal III," demikian disampaikan ECB, yang dilansir CNBC. Selain itu, ECB juga mengubah suku bunga pada Kamis, sehingga acuan suku bunga refinancing berada pada 0%. Tingkat suku bunga pada fasilitas pinjaman marjinal berada pada 0,25% dan suku bunga di fasilitas simpanan berada dikisaran -0,5%. (Yetede)
Krisis Ukraina Meluber Menjadi ”Perang Energi”
Krisis Ukraina yang berkelindan dengan puluhan sanksi ekonomi dari negara-negara Barat kepada Rusia berkembang menjadi ”perang energi”. Presiden AS Joe Biden (9/3) mengumumkan penghentian impor minyak, gas, dan batubara dari Rusia ke negaranya, sebagai tekanan agar Rusia menghentikan serangan ke Ukraina. Langkah serupa tengah direncanakan BP dan Shell. Langkah itu direspons Presiden Rusia Vladimir Putin dengan dekrit pelarangan ekspor dan impor bahan mentah untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan industri di Rusia, yang diterapkan hingga 31 Desember 2022. Pemerintah dan parlemen Rusia segera memutuskan komoditas yang masuk daftar larangan itu. Larangan hanya berlaku untuk konsumsi industri.
Sebelum dekrit itu diumumkan, Wakil PM Rusia Alexander Novak memperingatkan bahwa Rusia berhak menghentikan pengiriman gas ke Eropa. Meski demikian, ia menyebut penghentian tersebut akan merugikan semua pihak. Krisis Ukraina telah menerbangkan harga minyak di atas 100 USD per barel, dengan pengumuman dari Washington dan Moskwa tersebut, harga minyak mentah jenis Brent sempat menembus level 130,38 USD per barel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate mencapai 125,58 USD per barel. 40 % pasokan dunia berasal dari Rusia. Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol menyatakan, IEA dapat melepaskan lebih banyak stok minyak guna meredakan lonjakan harga bahan bakar. IEA mewakili 31 negara industry, Rusia tidak termasuk. (Yoga)
Minyak Goreng, Jamin Bahan Baku, Porsi DMO Dinaikkan
Kemendag menaikkan porsi kewajiban DMO, bagi eksportir minyak sawit mentah dan olein dari 20 % menjadi 30 %. Langkah itu ditempuh untuk mengamankan pasokan bahan baku dan menjamin ketersediaan minyak goreng di dalam negeri. Kemendag juga menggandeng Kepolisian RI untuk menindak spekulan dan penimbun minyak goreng serta penyelundup CPO. Mendag Muhammad Lutfi, mengatakan, ketentuan itu berlaku mulai Kamis (10/3 hingga harga CPO global kembali normal atau mencapai titik keseimbangan baru. Harga patokan DMO masih tetap Rp 9.300 per kg untuk CPO dan Rp 10.300 per kg untuk olein. Kementerian Perdagangan tidak mencabut kebijakan HET minyak goreng, yakni Rp 11.500 per liter untuk minyak goreng curah, Rp 13.500 per liter untuk minyak goreng kemasan sederhana, dan Rp 14.000 per liter untuk minyak goreng kemasan premium. (Yoga)
Inovasi Bisnis, Jagat Laman 3.0
Sekarang pengguna bisa memiliki dan mengelola data-data yang digunakan, tulang punggung teknologi ini adalah block chain. Dalam bentuk riil, publik nantinya akan mengenal sebagai teknologi laman (web) 3.0, dimana kita bisa membaca, menulis, memiliki, dan mengelola data. Pada laman 3.0, semua data di tangan pengguna atau dikenal dengan sistem terdesentralisasi. Transaksi uang kita tidak lagi membutuhkan bank atau lembaga keuangan lain karena dengan teknologi block chain semua jadi transparan. Laman 3.0 memecah kekuatan pasar dari para pemain yang selama ini memegang data dengan mengganti infrastruktur yang semula terpusat menjadi teknologi semacam buku besar di dalam akuntansi yang terdistribusi. Jadi, alih-alih semua data disimpan server terpusat, selanjutnya akan tersebar di jaringan komputer yang terdesentralisasi. Kedaulatan dan kepemilikan data ada di tangan pengguna. Kehebohan tentang aset kripto, NFT, metaverse, dan lain-lain hanyalah sebagian fenomena laman 3.0. Aset kripto sangat mungkin menggantikan mata uang fisik. NFT bisa menggantikan berbagai produk yang selama ini harus berbentuk fisik saat transaksi. Metaverse menjadi dunia lain di mana individu bisa terhubung satu sama lain. Data para pengguna tetap dimiliki mereka sendiri, tidak berada di perusahaan penyedia platform. (Yoga)
Ditjen Pajak dan BPJS Kesehatan Bertukar Informasi
Data milik DJP Kemenkeu dan BPJS Kesehatan akan diinterintegrasikan untuk membangun ekosistem program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN. Pertukaran informasi kedua lembaga dilakukan untuk meningkatkan level kepatuhan peserta JKN, sebagai bagian Inpres No 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN yang diluncurkan 3 Februari 2022. Khusus untuk Menkeu, Presiden memberikan 4 instruksi, salah satunya terkait pertukaran data antara DJP Kemenkeu dan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan peserta JKN.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Kemenkeu Neilmaldrin Noor mengatakan, saat ini sudah terjalin kesepakatan kerja sama antara pihak direktorat dan BPJS Kesehatan. Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyatakan, berbagai upaya juga akan dilakukan untuk memperluas kepesertaan program JKN. Kolaborasi pun akan diperkuat bersama lintas sektor untuk mendukung hal tersebut. (Yoga)
Laba Mandiri Sekuritas Naik 137 Persen
Kinerja keuangan PT Mandiri Sekuritas, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, tercatat baik pada 2021. Pendapatan usaha naik 55 % dari Rp 794 miliar menjadi Rp 1,23 triliun, sedangkan laba bersihnya naik 137 % dari Rp 135 miliar menjadi Rp 321 miliar. ”Kami mencatatkan rekor baru dalam sejarah pencapaian pendapatan ataupun laba bersih 2021,” kata Dirut Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana
Rabu (9/3/). (Yoga)
AS Mulai Pelajari Resiko dan Manfaat Dolar Digital
Presiden Joe Biden pada Selasa (9/3) mendatangi pemerintah eksekutif yang mewajibkan pemerintahnya untuk menilai resiko dan manfaat dari pembuatan dolar digital oleh bank sentral, serta permasalahan mata uang kripto (cryptocurrency) lainnya. "Ditengah ledakan pesat mata uang kripto swasta seperti bitcoin, AS akan melakukan upaya mempelajari manfaat dan potensi resiko sambil mengedepankan urgensi pada penelitian dan pengembangan potensi mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CBDC) AS."
Saham Rebound
Pasar saham global rebound pada perdagangan Rabu (9/3) karena lonjakan harga komoditas mulai mereda, meskipun pertempuran di Ukraine berlanjut. Namun pasar saham di AS tersebut bereaksi terhadap kabar meredanya harga lonjakan komoditas, produk-produk energi dan pertanian secara khusus melonjak naik karena pertempuran di Ukraina. Harga sejumlah logam juga mencatat lonjakan kenaikan. Pada saat yang sama, kontrak harga juga turun tajam. Yakni 6,3% ke level sekitar US$ 123 per barel. "Pasar saham terus mengambil sinyal dari perkembangan harga komoditas, khususnya minyak. Perdagangan akan terus volatile dan reli terjadi tatkala harga menurun, tapi secara keseluruhan prospek harga minyak dan non-energi tetap sangat tinggi sehingga menggelayuti prospek kegiatan ekonomi maupun pasar saham," tutur Kathi Bostjancic,kepala ekonom AS untuk Oxford Economics. (Yetede)









