Kesejahteraan Indonesia Diantara Negara Dunia
Merujuk laporan UNDP 2020, angka harapan hidup Indonesia yang tercatat 71,7 tahun melampaui Filipina (71,2 tahun), Kamboja (69,9 tahun), Laos (67,9 tahun), dan Myanmar (67,1 tahun). Meski demikian, upaya perbaikan kualitas pelayanan kesehatan tetap perlu diakselerasi. Indonesia masih berada di peringkat menengah jika dibandingkan dengan capaian negara maju, seperti Hongkong dengan usia harapan hidup hingga 84,9 tahun, Jepang 84,6 tahun dan Swiss 83,8 tahun. Perbaikan juga terjadi pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Setelah dua tahun lalu mengalami stagnasi, indeks 2021 mencapai 72,3 atau naik 0,4 poin.
Dari aspek ketenagakerjaan, Indonesia mampu menipiskan angka pengangguran. Pada 2020, Indonesia mengalami lonjakan angka pengangguran menjadi 7,1 %. Terakhir, angka pengangguran turun menjadi 6,5 %. Penurunan tingkat pengangguran sebesar 0,6 % di tahun krisis ini tak pelak membawa optimisme. Apalagi, negara maju, seperti Singapura dan Hongkong, dilaporkan baru mampu mengurangi pengangguran sebesar 0,3 %. (Yoga)
Ironi Minyak Goreng di Pulau Sawit
Kalimantan merupakan daerah produsen minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia, tetapi warganya terimpit kelangkaan minyak goreng di berbagai pelosok, salah satunya masyarakat kampung nelayan Teluk Balikpapan, Kaltim. Tak ada minimarket di sekitar kampung nelayan seperti di Jenebora, Gresik, Kampung Baru, dan Pantai Lango. Mereka harus menyeberangi teluk menuju Kota Balikpapan untuk mencari minyak goreng. Ibu-ibu yang kapal motornya digunakan suami mereka untuk melaut, tak bisa menunggu senja untuk mencari minyak goreng. Mereka harus mengeluarkan Rp 50.000-Rp 60.000 untuk sekali menyeberang teluk selama 20 menit menuju Balikpapan. Tak jarang mereka pulang dengan tangan hampa karena banyak gerai kehabisan stok minyak goreng.
Titin (40), warga Jenebora, Penajam, Kaltim, pun kesal dengan kelangkaan minyak goreng. Kapal milik perusahaan yang diparkir di dekat tempat nelayan menebar jala kerap merusak alat tangkap tradisional. ”Heran, kok, bisa langka. Padahal, kapal minyak sawit itu setiap hari lewat,” kata Titin (6/3/). Dengan polos ia mengatakan, seharusnya di Kalimantan minyak goreng bisa dijual seperti kacang goreng, murah dan banyak. Kelangkaan juga terjadi di Kalteng. Selin Prescilia (25), ibu rumah tangga di Palangkaraya, harus mengantre 2 jam untuk mendapatkan minyak goreng murah. Ia mengaku membeli minyak goreng eceran dengan harga Rp 46.000 untuk 2 liter. Di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan, minyak goreng pun susah didapatkan.
Fenomena itu menjadi ironi di tengah besarnya perkebunan sawit di Kalimantan. Berdasarkan Kalbar dalam Angka 2021, luas perkebunan sawit di provinsi itu mencapai 1,9 juta hektar (2020), terluas kedua di Indonesia. Sementara produksinya 4,1 juta ton pada tahun itu.Dari sisi produksi minyak goreng, Kalbar surplus. Direktur Galeri Investasi BEI Universitas Palangka Raya (UPR) Fitria Husnatarina berpendapat, Kalimantan memiliki kapasitas sebagai produsen, tetapi tidak memiliki kapasitas serapan distribusi. Kalimantan dengan rencana pemindahan ibu kota negara, seharusnya mulai disiapkan tak hanya menjadi wilayah produsen, tetapi juga menjadi pasar potensial. (Yoga)
AS Larang Impor Minyak Rusia
Presiden Amreika Serikat (AS) Joe Biden pada Selasa (8/3) mengumumkan larangan impor minyak dari Rusia atas operasi militernya di Ukraina. Larangan ini keluar setelah Partai Demokrat mengancam akan mengeluarkan undang-undang untuk memaksa Biden melakukan hal tersebut meskipun akan berdampak pada lonjakan harga bahan bakar minyak di AS. Data Badan Informasi Energi atau EIA AS menyebutkan bahwa AS pada 2021 mengimpor sekitar 672.000 per barel (bph) minyak mentah dari Rusia. Jumlah itu setara dengan 8% dari total impor AS untuk minyak dan produk turunannya. Sementara sebagian besar impor minyak mentah dan AS berasal dari Kanada, Meksiko, serta Arab Saudi. Sehingga ketergantungan AS terhadap Rusia jauh dibawah kebanyakan negara mitranya di Eropa. Tindakan Presiden Vladirmir Putin telah memprovokasi reaksi keras dari dunia. Sejumlah negara telah menjatuhkan sanksi-sanksi ekonomi terhadap Rusia, para oligarkinya, dan bahkan Putin sendiri. (Yetede)
Belum Ada Pengganti Untuk Memenuhi Pasokan Minyak Rusia
Menurut para analis, meskipun ada pasokan alternatif untuk menggantikan persediaan minyak Rusia, namun tidak akan cukup, atau sulit secara logistik jika AS dan sekutu-sekutunya melarang impor energi Rusia. "Tidak mungkin OPEC+, bahkan gabungan Iran dan Venezuela dapat menutupinya. Yang pasti, hanya beberapa kapasitas Rusia yang bisa diganti," ujar Vandana Hari, pendiri perusahaan intelijen energi Vanda Insight, kepada SNBC pada Selasa (8/3). Alhasil, dilaporkan harga minyak melonjak ke level tertinggi luar biasa, sejak 2008 kendati harganya kemudian turun. Ada juga kekhawatiran bahwa Rusia dapat membalas dengan memangkas pasokan gas alami ke Eropa. Berdasarkan Laporan Badan Energi Internasional (Internasional Energy Agency/IEA), Rusia mengekspor minyak mentah sekitar 5 juta per barel per hari (bph). Dari jumlah itu, ada sekitar 2 juta yang dapat diganti jika anggota OPEC- Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan UEA- secara bersamaan mampu melebarkan kemampuan hingga ke kapasitas maksimum mereka. (Yetede)
Kemenhub Resmi Terapkan Aturan Pelaku Perjalanan Udara tak Wajib PCR atau Antigen
Kementerian Perhubungan (kemenhub) mulai menerapkan aturan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) dengan angkutan udara yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen. Hal itu menyusul terbitnya Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 21 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transport Udara pada Masa Covid-19 dan pemberlakuan aturan baru tersebut mulai kemarin (Selasa,8/3). Ketentuan lain yang diatur dalam SE terbaru adalah PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang samplenya diambil dalam kurun waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan. (Yetede)
OVO-Grab Dorong UMKM Adopsi Platform Digital
OVO, platform pembayaran digital terdepan di Indonesia bersama Grab, super app terkemuka di Asia Tenggara, berkomiten untuk membantu UMKM untuk melalui berbagai inovasi teknologi. Hal tersebut disampaikan dalam dialog dengan akademisi dan ekonom untuk mengakselerasi transformasi digital bagi pelaku UMKM nasional, melalui Kuliah Umum dan Diskusi Panel digitalisasi UMKM: Daya dorong Ekosistem Digital dan Demokratisasi Ekonomi Indonesia yang diselenggarakan bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berjalan secara hybrid, Selasa (8/3). Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, saat ini adalah era digital, Sehingga, pelaku UMKM perlu beradaptasi untuk memanfaatkan teknologi digital, termasuk platform digital supaya bisa mengakselerasi bisnis mereka. Karaniya menjelaskan, OVO memiliki komitmen untuk terus mendukung UMKM di Indonesia untuk berkembang dan meraih profit. Hal itu juga sebagai bentuk dorongan untuk pemulihan ekonomi nasional dimasa pandemi(Yetede)
Tarik Pinjaman Cadangan Devisa Februari Naik Jadi US$ 141,4 Milliar
Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 141,4 miliar pada akhir Februari 2022, naik tipis dibandingkan posisi bulan sebelumnya sebesar US$ 141,3. Kenaikan dipengaruhi langkah pemerintah menarik pinjaman dari luar negeri. Posisi cadangan devisa Februari setara dengan pembiayaan 7,5 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Besaran cadangan devisa ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. " Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," Ucap Kepala Departeman Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono. Mengutip APBN KITA, sepanjang Januari 2022, pemerintah telah menarik pinjaman luar negeri (neto) sebesar Rp 12,81 triliun, yang terdiri dari pinjaman luar negeri Rp 4,45 triliun. (Yetede)
Sistem Baru Pengawas DMO Batu Bara
Meroketnya harga batu bara dunia membawa berkah sekaligus potensi persoalan bagi Indonesia. Pakar Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi, mengatakan, di satu sisi, kenaikan harga batu bara mengerek penerimaan bagi negara. Di sisi lain, kata dia, potensi ketidakpatuhan pengusaha dalam memenuhi aturan wajib pasok kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO batu bara) semakin tinggi. Pemerintah meluncurkan Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara (Simbara), yang mengintegrasikan data produksi stok, hingga ekspor mineral dan batu bara dari hulu hingga hilir. Sistem ini meliputi data perizinan tambang, rencana penjualan, verifikasi penjualan pembayaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP), ekpsor, pengangkutan/pengapalan, serta devisa hasil ekspor. Menurut Fahmi, sistem ini seharusnya bisa mendukung pemerintah memperketat pengawasan DMO Batu Bara. (Yetede)
Harga Minyak Mendidih, Harga Produk Siap Naik
Harga minyak mentah di pasar global menembus US$ 120 per barel. Kondisi ini menekan para pebisnis, terutama yang memiliki eksposur BBM dominan terhadap biaya produksi. Mengutip Bloomberg, Selasa (8/3) pukul 21:30 WIB, harga minyak mentah jenis WTI menyentuh US$ 124,38 per barel, sementara harga minyak brent US$ 126,75 per barel. Bersamaan dengan itu, harga BBM nonsubsidi di sejumlah SPBU di Indonesia naik lagi. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi salah satu sektor yang merasakan dampak negatif dari kenaikan harga minyak. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga menilai, kenaikan harga minyak mentah bisa menekan kinerja sejumlah sektor industri, salah satunya industri manufaktur.
Apindo menyebutkan, kenaikan harga minyak maupun komoditas energi lainnya juga akan memicu inflasi, terutama jika pelaku usaha menaikkan harga jual produknya akibat peningkatan biaya produksi. Ekonom dan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira menilai, inflasi di sektor produsen telah naik 2,74% (qoq) pada kuartal IV-2021. Artinya, para produsen telah merasakan kenaikan biaya produksi sebelum harga minyak melambung seperti sekarang. "Akan tetapi, produsen belum mentransmisikan kenaikan biaya produksi ini kepada harga jual produk di level konsumen," tutur dia.
Geopolitik Panas, Harga Logam Mulia Semakin Hot
Konflik antara Rusia dan Ukraina menjadi berkah bagi investor emas batangan. Harga emas produksi Logam Mulia, anak usaha Aneka Tambang (Antam), kembali ke atas Rp 1 juta. Secara umum, harga logam mulia masih berpotensi menguat, selama konfilk Ukraina dan Rusia belum berakhir. Alwi Assegaf Analis Global Kapital Investama memprediksi harga paladium berpotensi tetap menguat paling tinggi lantaran Rusia merupakan produsen paladium terbesar. Alwi memprediksi paladium bisa mencapai US$ 3.715 per ons troi di akhir tahun nanti. Analis Monex investindo Futures Faisyal juga memprediksi di akhir kuartal I-2022 harga emas berpotensi naik ke US$ 2,050 per ons troi.Meski begitu, Faisyal menyarankan pelaku pasar mencermati potensi pembalikan arah harga logam mulia bila konflik Rusia dan Ukraina selesai. Jika terjadi koreksi, harga emas di akhir tahun berpotensi ke US$ 1.900 per ons troi.









