Kredit Mikro, Pendekatan Personal Tetap Dibutuhkan
Berdasarkan data OJK, total agen Laku Pandai sampai Desember 2021 sebanyak 1,45 juta, tumbuh 16,84 % dibandingkan September 2021. Artinya, dalam 3 bulan, terjadi penambahan jumlah agen Laku Pandai sekitar 209.000. Sebanyak 97 % total agen Laku Pandai adalah agen individu, sementara 3 persen sisanya agen berbadan hukum, yang tersebar di 511 kabupaten/kota di 33 provinsi. Dalam pembekalan media mengenai Peraturan OJK soal Laku Pandai, Jumat (11/3), Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat menjelaskan, pertambahan jumlah agen Laku Pandai menandakan aktivitas ini masih sangat relevan di tengah berbagai inovasi keuangan digital. Apalagi di daerah-daerah yang belum terjangkau kantor cabang perbankan.
Agen Laku Pandai bisa menjangkau segmen mikro dan ultramikro yang belum tersentuh layanan keuangan. Selain itu, pertambahan jumlah agen Laku Pandai menandakan banyak masyarakat yang berminat menjadi agen Laku Pandai. Dengan menjadi agen, masyarakat bisa menikmati pendapatan tambahan yang berasal dari komisi. ”
Sampai Desember 2021, total kredit mikro yang berhasil disalurkan melalui Laku Pandai Rp 3,8 triliun untuk 166.067 debitor. Selain itu, Laku Pandai berhasil menghimpun dana masyarakat melalui pembukaan rekening Basic Saving Account (BSA) hingga Desember 2021 mencapai Rp 15,7 triliun yang berasal dari 34,8 juta rekening. BSA adalah tabungan yang tidak memiliki batas minimal saldo dan setor tunai, tidak ada biaya administrasi, tetapi ada batas maksimal saldo serta transaksi debit.(Yoga)
Tags :
#Digital Ekonomi umumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023