Penerapan Tarif Baru PPN Dikaji Ulang
Kementerian Keuangan menyatakan masih menyiapkan aturan dan menghitung dampak penerapan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 11%. Oleh karena itu pemerintah belum memastikan apakah tarif baru PPN akan diberlakukan 1 April 2022, meskipun telah dititahkan oleh Undang-Undang No 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Menurut Neilmaldrin Noor, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), pemerintah masih menimbang berbagai dampak penerapan PPN 11% ini. Mengingat kondisi pemulihan ekonomi Indonesia masih mengalami ketidapastian. Di antaranya adalah efek laju kasus Covid-19, lonjakan harga beberapa jenis bahan pangan dan energi di dalam negeri. Saat ini pemerintah masih menganalisis dan memantau kondisi ekonomi terkini, termasuk penghitungan dampak terhadap inflasi, dan sebagainya. "Penghitungannya dilakukan di Badan Kebijakan Fiskal," tutur Neil.
SPT Tahunan Wajib Pajak
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto didampingi petugas pajak melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan atau SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun Pajak 2021 di Kantor Pusat Direktorat Jendral Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (8/3). Direktorat Jendral Pajak mengundang sejumlah pejabat negara untuk melaporkan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi tahun pajak 2021 secara serentak melalui aplikasi e-filling.
Kredivo Gandeng Matahari
Alternatif pembayaran non-tunai semakin menjadi pilihan. Seiring permintaan fesyen yang terus meningkat, termasuk saat mometum Ramadan dan Lebaran, Kredivo, mengumumkan menjadi salah satu alat pembayaran di gerai PT Matahari Department Store Tbk. General Manager Kredivo Indonesia, Lily Suriani mengatakan kemitraan dengan Matahari menjadi langkah strategis dalam mewujudkan komitmen Kredivo melayani konsumen di segala kategori.
Mengamankan Porsi Batu Bara Domestik
Harga komoditas batu bara yang kembali meroket di pasar internasional seakan menjadi berkah manis bagi negara-negara produsen emas hitam. Per Februari 2022, harga batu bara acuan (HBA) si emas hitam menembus angka US$188,38 per metrik ton. Harga ini tentu saja melesat kencang 18,85% dari perniagaan sebelumnya yang baru mencapai US$158,50 per metrik ton. Tingginya harga batu bara ini tidak dapat dilepaskan dari ketegangan politik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Efek ‘kejut’ berupa invasi pagi hari ke Ukraina seperti yang diperintahkan Presiden Rusia Vladimir Putin membuat pasokan liquefied natural gas (LNG) ke Eropa terganggu. Berdasarkan peta produsen gas dunia, Rusia masuk peringkat kedua setelah Amerika Serikat sebagai produsen liquefied natural gas (LNG).
Ditilik dari kepemilikan cadangan gas, negeri Beruang Merah menduduki posisi puncak. Berdasarkan data BP Statistical Review on World Energy, Rusia memiliki 38 triliun meter kubik cadangan LNG. Posisi kedua disusul oleh Iran, dan Qatar pada posisi ketiga. Lonjakan harga LNG yang cukup luar biasa ini membuat banyak negara mulai mencari sumber energi lain yakni batu bara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. China, misalnya, mulai mencari batu bara dengan jumlah cukup besar sebagai pengganti bahan bakar LNG untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri. Upaya China untuk menyerap batu bara tersebut cukup agresif dan tarik menarik dengan upaya serupa yang dilakukan oleh negara-negara di Eropa yang masih menghadapi musim dingin
Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement: Utamakan Win-Win Solution
Kendati berpotensi mengerek kinerja perdagangan nasional, Indonesia–Bangladesh Preferential Trade Agreement perlu dilakukan dengan hati-hati agar tetap bisa menjaga industri tekstil di Tanah Air.
Kementerian Perindustrian berharap agar perundingan Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement (IB-PTA) dilakukan secara hati-hati. Alasannya, Indonesia dan Bangladesh merupakan kompetitor satu sama lain di pasar ekspor produk tekstil.
Plt. Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito meminta agar perjanjian tersebut tidak menghambat akselerasi substitusi impor tekstil dan produk tekstil. Tahun lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor tekstil dan produk tekstil mencapai US$9,42 miliar, sedangkan ekspor pakaian jadi dan tekstil sebesar US$6,89 miliar.“Konsepnya harus win-win, terutama jika melihat kondisi tekstil dan produk tekstil. Walaupun di dalam kebutuhan substitusi impor dapat rapor hijau, tetapi saya pikir perlu juga akselerasi lebih cepat,” kata Ignatius, Selasa (8/3).
Inagurasi Bus Listrik Transjakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan Direktur Utama PT Transjakarta Mochammad Yana Aditya, Presiden Direktur PT Vektor Mobiliti Indonesia (VKTR) Gilarsi W Setijono, Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) Amri Aswono Putro dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Syafrin Liputo saat acara Inagurasi Bus Listrik Transjakarta di depan Balai Kota, Jakarta, Selasa (8/3). PT Transjakarta secara resmi meluncurkan 30 unit bus listrik di rute non-BRT yang dioperasikan oleh PT Mayasari Bakti dan dihadirkan atas kerja sama antara PT Vektor Mobiliti Indonesia (VKTR) dengan BYD Auto, China.
Jelang Ajang Moto GP: Permintaan Properti di NTB Naik
Permintaan properti di NTB meningkat 30 % seiring kehadiran Mandalika International Street Circuit di Lombok. Deputy CEO 99 Group Indonesia Wasudewan (8/3) mengatakan, kenaikan permintaan properti terjadi sejak awal 2022, sebagian besar di Kota Mataram dan Lombok Barat, sedang di Lombok Tengah, lokasi Sirkuit Mandalika, permintaannya relative stabil. Ketua DPD Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) NTB H. Heri Susanto menuturkan, kini tanah dan rumah di NTB makin diburu pembeli dan investor, terutama sekitar Sirkuit Mandalika yang bernilai tambah sebagai peluang bisnis dan investasi.
Head of Advisory Indonesia Vivin Harsanto mengatakan, sejumlah acara skala internasional yang akan berlangsung di NTB akan berdampak pada sektor property di wilayah tersebut. Ajang Internasional MottoGP akan eksposur lebih tinggi bagi The Mandalika, yang membuat sektor pariwisata bertumbuh dan menjadi generator bagi property di Mandalika. (Yoga)
Pelonggaran Mobilitas: 35 Unit Bandara Ikut Aturan Baru
Sedikitnya 35 unit bandara mulai menerapkan aturan perjalanan terbaru, yaitu tidak mewajibkan calon penumpang pesawat domestik menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen jika sudah vaksinasi dosis kedua. Ke-35 unit bandara itu terdiri atas 15 unit bandara diusahakan PT Angkasa Pura I, dan 20 unit bandara dioperasikan PT Angkasa Pura II. Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I, menyatakan mulai mengimplementasikan aturan perjalanan terbaru bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) setelah terbitnya Surat Edaran (SE) Kemenhub No. 21/2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19.
Hal yang sama juga disampaikan Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin. Menurutnya, seluruh bandara AP II menerapkan peraturan terbaru. Dia menyatakan, setiap penumpang pesawat rute domestik yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau vaksinasi dosis ketiga tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen. “AP II bersama stakeholder telah berkoordinasi untuk menerapkan ketentuan di dalam SE Kemenhub Nomor 21/2022,” kata Awaluddin. VP of Corporate Communication AP II Hufron Kurniadi menambahkan, protokol kesehatan di seluruh bandara juga tetap dijalankan dengan ketat.
Gairah Investor Muda
Investor berusia muda mendominasi dengan porsi 60,2 % investor di pasar modal 2021 dengan 7,5 juta identitas (single investor identification/SID). Dominasi investor muda ini mulai terjadi sejak 2020, dengan jumlah 54,93 % total investor pasar modal. Kehadiran investor muda mendongkrak pertumbuhan jumlah investor pasar modal yang naik 93 % pada 2021. Meroketnya jumlah investor muda dipicu oleh perkembangan teknologi dan digitalisasi. Hal ini mendorong hadirnya berbagai inovasi keuangan yang mempermudah investor untuk mengakses layanan jasa keuangan. Dengan bermodalkan ponsel pintar, anak muda sudah bisa langsung terjun menjadi investor melalui berbagai aplikasi inovasi keuangan digital.
Pandemi Covid-19 membuat orang lebih banyak di rumah, dan digitalisasi makin terakselarasi sehingga kaum muda yang notabene telah terpapar digital sejak kecil (digital natives) makin leluasa memanfaatkan layanan keuangan digital termasuk layanan pasar modal. Faktor lainnya adalah meningkatnya tabungan kelas menengah atas selama pandemi, karena pengeluaran leisure, seperti wisata dan kongkow menurun drastis selama pandemi. Anak muda keluarga golongan menengah atas akhirnya memanfaatkan likuiditas untuk berinvestasi. Anak muda yang kerjanya mapan menggunakan tabungan sendiri untuk berinvestasi di pasar modal. Anak muda yang belum memiliki penghasilan sendiri atau masih bersekolah biasanya akan meminta uang kepada orangtuanya. Karena digunakan untuk berinvestasi, faktanya banyak orangtua yang mendukung tanpa berpikir panjang soal risikonya. (Yoga)
Perkembangan Pasar Lebih Cerah
Investasi di sektor properti didorong terus tumbuh pada tahun ini. Sepanjang 2021, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menempati peringkat teratas realisasi investasi yang bersumber dari penanaman modal dalam negeri. Sekjen DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali mengemukakan, kontribusi sektor properti tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyerap tenaga kerja.Sektor properti memiliki multiefek, yakni mendorong 174 industri terkait properti, seperti semen, batu, besi, aluminium,genteng, kabel, lampu, cat, dan furnitur.
Berdasarkan data BKPM, investasi di sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menempati peringkat teratas realisasi investasi yang bersumber dari penanaman modal dalam negeri. Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot mengemukakan, realisasi investasi terbesar untuk penanaman modal dalam negeri adalah di sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran senilai Rp 85,49 triliun untuk 3.257 proyek. Adapun untuk penanaman modal asing, realisasi investasi di sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar 2,18 miliar USD atau Rp 31,2 triliun. (Yoga)









