;

Menjaga APBN dari Lonjakan ICP

Hairul Rizal 07 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Konflik antara Rusia dan Ukraina telah mendorong kenaikan tren harga minyak dunia yang berisiko pada bertambahnya beban APBN 2022. Peperangan dua negara satu rumpun yang sudah memasuki pekan kedua itu kian memperlihatkan dampak nyata faktor risiko yang perlu mendapat perhatian lebih. Pada akhir perdagangan pekan lalu, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei melonjak hingga US$7,57 atau 6,85% menjadi US$118,03 per barel. Adapun, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman April beranjak naik US$7,36 atau 6,84% menjadi US$115,03 per barel. Kenaikan harga minyak dunia tersebut ikut menyeret lonjakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang dapat menyebabkan harga keekonomian BBM meningkat. Pada akhirnya, beban subsidi dan kompensasi BBM dalam APBN akan ikut bertambah.

ICP ini menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan besaran penerimaan yang berasal dari minyak dan gas serta alokasi subsidi energi. Pergerakan ICP mengikuti arah perkembangan harga minyak mentah dunia secara umum, terutama jenis Brent. Dampak serangan Rusia atas Ukraina ini memang sama sekali belum masuk dalam perhitungan pemerintah dan DPR ketika menyusun APBN 2022. Berdasarkan data Kementerian ESDM, angka sementara ICP bulan Februari 2022 per tanggal 24 atau saat Rusia pertama kali menyerang Ukraina tercatat sebesar US$95,45 per barel. Angka ICP ini jauh melampaui asumsi untuk tahun ini yang dipatok dalam APBN sebesar US$63 per barel. Dengan tren harga minyak yang terus meningkat, realisasi ICP juga akan mengikuti yang berarti beban APBN akan terus naik.


Pajak Minimum Global: G20 Rancang Skema Insentif

Hairul Rizal 07 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Kelompok G20 tengah merumuskan skema insentif dan pengecualian secara lebih terperinci bagi negara berkembang yang belum siap untuk mengimplementasikan global minimum tax pada tahun depan, sebagaimana disepakati dalam Pilar 2: Global Anti Base Erosion. Untuk itu, negara-negara berkembang juga meminta bantuan dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) guna merumuskan jalan tengah ideal. Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Mekar Satria Utama mengatakan isu tersebut telah dibahas pada pertemuan Menteri Keuangan G20 beberapa pekan lalu dan berlanjut pada Juli mendatang. "G20 mendukung implementasi konsensus global. Tetapi tetap memberikan dukungan , salah satunya melalui insentif," katanya, pekan lalu. Di sisi lain, Pilar 2 memaksa pemerintah untuk melakukan reformasi insentif pajak. Sepanjang insentif pajak masih ditebar atau pemerintah memberlakukan tarif PPh Badan kepada perusahaan multinasional di bawah 15%, Indonesia kehilangan potensi penerimaan.

Sementara itu, Direktur Pusat Kebijakan Pajak dan Administrasi OECD Pascal Saint-Amans menjelaskan, organisasinya telah menerbitkan model dan petunjuk mengenai pelaksanaan Pilar 2 yang perlu segera direspons negara anggota. Petunjuk itu mencakup penetapan perusahaan multinasional ke dalam konsep pajak minimum, mekanisme untuk menghitung tarif pajak efektif berdasarkan kebijakan masing-masing yurisdiksi, dan menentukan jumlah pajak yang harus dibayar. “Ini akan membantu negara-negara untuk membawa aturan Global Anti Base Erosion ke dalam undang-undang domestik pada 2022.”

Perjanjian Dagang Indonesia Bangladesh: Daya Saing Lokal Diuji

Hairul Rizal 07 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Pelaku usaha konveksi mengkhawatirkan persetujuan perjanjian dagang Indonesia-Bangladesh Preferential Agreement (PTA) akan menekan industri skala kecil dan menengah yang tengah berjuang untuk pulih dari badai pandemi Covid-19.Ketua Ikatan Pengusaha Konveksi Bandung (IPKB) Nandi Herdiaman mengatakan pengusaha tengah menikmati geliat pasar dalam negeri setelah sejumlah kebijakan pasar domestik diberlakukan. Menurutnya, perjanjian dagang dengan Bangladesh, jika tidak dirundingkan dengan hari-hati dikhawatirkan merusak pasar dalam negeri yang menjadi tumpuan pemulihan tekstil dan produk tekstil pada tahun ini. 

Jika impor garmen masuk lagi, lanjutnya, akan kembali membebani IKM dan mengikis daya saing produk dalam negeri. Nandi mengatakan bukan tak mungkin kembali terjadi penutupan produksi karena gempuran produk impor. Sementara itu, Direktur Eksekutif Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) Riza Muhidin menjelaskan bahwa fenomena kebanjiran order IKM ini karena adanya sejumlah trade remedies yang disahkan, salah satunya safeguard pakaian jadi.

Harga CPO Melonjak, Laba Bersih Emiten Sawit Group Salim Meningkat

Yuniati Turjandini 06 Mar 2022 Investor Daily

Laba bersih emiten sawit group Salim, PT Salim Ivonmas Pratama Tbk (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau Lonsum, membukukan kenaikan masing-masing 36% dan 28%. Direktur Utama Salim Ivonmas Pratama Mark Wakeford mengatakan, Salin Ivonmas berada salam kondisi cuaca yang tidak mendukung sepanjang 2021. Kenaikan harga jual rata-rata menjadi berkah bagi perseroan dan membantu upaya perseroan dalam mengendalikan biaya dan efisiensi. Menurut dia, ditengah pandemi, cuaca dan volatilitas  harga komoditas, Salin Ivonmas senantiasa memprioritaskan belanja modal pada aspek-aspek yang memiliki potensi pertumbuhan, kegiatan peremajaan tanaman kelapa sawit dan infrastruktur. (Yetede)

Astra Graphia Siapkan Capex Rp 294 Miliar

Yuniati Turjandini 06 Mar 2022 Investor Daily

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) memproyeksikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 294 miliar pada tahun ini. Dana ini akan digunakan perseroan untuk mendukung kinerja perseroan pada 2022. Chief Of Corporate Secretary, Legal, and Communication Astra Graphia Melinda Pudjo mengatakan, anggaran capex tersebut sebagian besar akan dialokasikan untuk kebutuhan bisnis inti dan sisanya untuk keperluan internal perusahaan. "Sumber dana belanja modal berasal dari internal namun tidak menutup kemungkinan dari eksternal," ujar dia kepada Investor Daily, belum lama ini. Peningkatan laba bersih tersebut dikontribusi dari optimalisasi biaya operasional yang yang turun sebesar 7% berkat adanya perbaikan di beberapa pos pengeluaran dan digitalisasi proses internal. (Yetede)

Russian Railways, Proyek Jalur KA Borneo Rp53,3 Trilliun Batal

Yuniati Turjandini 06 Mar 2022 Investor Daily

Proyek pembangunan jalur atau rel Kereta Api (KA) Borneo sepanjang 203 Km yang melintasi Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Barat  dan Kota Balikpapan senilai Rp 53,3 triliun batal dilaksanakan, karena Russian Railways sebagai pemilik modal mengundurkan diri. Pembangunan jalur kereta api tersebut dikelola oleh PT Kereta Api Borneo yang merupakan perusahaan kerja sama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan perusahaan kereta api Russia, yakni Rusian Railways. PT Kereta Api Borneo juga telah menyampaikan  penjelasan menyangkut pembangunan rel kereta api di wilayah  Kalimantan Timur tersebut dibatalkan, sebab badan usaha milik Rusia mengundurkan diri. "Dengan mundurnya investor dari Rusia tentunya investasi proyek ini akan dihitung kembali, karena sampai saai ini proyek telah berjalan. Tentu saja, investor baru tetap ada setelah ada revisi terhadap proyek itu." papar pengamat transportasi Djoko Setijowarno kepada Investor Daily. (Yetede)

Darurat Kompensasi Penambal Harga BBM

Yuniati Turjandini 06 Mar 2022 Tempo

Wacana pemerintah memberikan kompensasi khusus untuk PT Pertamina (Persero) untuk menambal selisih biaya produksi dan harga jual  bahan bakar minyak kembali ditagih sejumlah kalangan. Wakil Ketua Komisi Energi DPR, Eddy Soeparno, mengatakan beban perseroan minyak dan gas itu bertambah demi menahan harga BBM yang dominan dipakai masyarakat, seperti Pertalite dan Pertamax. Harga minyak dunia yang bergejolak sejak pertengahan 2020 terus meningkat akibat konflik perang Rusia dan Ukraina.  Nilainya pun sempat menyentuh level tertinggi selama satu dekade terakhir. Saat harga minyak dunia menyentuh level US$ 110 per barel, harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada bulan lalu ikut bergerak  ke US$ 95,72 per barel, jauh diatas asumsi APBN 2022 yang hanya US$ 63 per barel. Loncatan harga itu memaksa Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi, seperti Pertamax Turbo yang naik dari Rp13.500 menjadi Rp 14.500 per liter, Pertamina Dex dari Rp13.200 menjadi Rp13.700 per liter, serta Dexlite dari Rp12.150 menjadi Rp12.950 per liter. (Yetede)

Mewaspadai Lonjakan permintaan Elpiji Bersubsidi

Yuniati Turjandini 06 Mar 2022 Tempo

Kebijakan pemerintah menaikkan harga gas elpiji non-subsidi berpotensi menyebabkan lonjakan permintaan elpiji bersubsidi atau tabung 3 kilogram. PT Pertamina (persero) menyatakan terus mencermati kemungkinan peralihan yang terjadi di masyarakat. "Kami menghimbau para pengguna elpiji non-subsidi tidak beralih  ke elpiji bersubsidi karena segmentasi penggunanya sudah jelas," ujar Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niagam Irto Ginting, kepada Tempo,kemarin. Ihwal seberapa masif migrasi yang terjadi di masyarakat, Pertamina masih akan memantau permintaan dan suplai elpiji bersubsidi kemasan 3 kg dalam beberapa waktu kedepan. "Kami akan melihat tren dalam 1-2 minggu ini karena kalau harian belum bisa menunjukkan tren," kata Irto. (Yetede)

Impor Daging untuk Kendalikan Harga

Yoga 05 Mar 2022 Kompas

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan mengatakan, pemerintah telah meminta Bulog dan BUMN mengimpor 100.000 ton daging kerbau beku dan 20.000 ton daging sapi beku tahun ini, untuk memberikan alternatif daging sekaligus mengendalikan harga daging, menyusul kenaikan harga sapi di tingkat internasional sekaligus mengantisipasi lonjakan harga saat Ramadhan dan Lebaran. Kemendag mencatat, harga sapi hidup untuk kontrak pembelian Maret 2022 mencapai 4,53 USD per kg, lebih tinggi dibandingkan November 2021 senilai 3,65 USD per kg.

Di dalam negeri, harga rata-rata nasional daging sapi, Jumat (4/3/), merujuk Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, Rp 130.650 per kg, di atas harga acuan di tingkat konsumen yang ditetapkan Rp 105.000 per kg. Selain lonjakan biaya logistik dan pakan, kata Oke, kenaikan harga sapi bakalan terjadi lantaran Pemerintah Australia mengeluarkan program repopulasi sapi. Salah satu kebijakannya adalah membatasi ekspor sapi hidup sebanyak 70.000 ekor per tahun hingga 2024. (Yoga)


Pendapatan Lippo Karawaci dari Mal Berpotensi Naik

Yuniati Turjandini 05 Mar 2022 Investor Daily

Analis Citigroup Sekuritas Indonesia Felicoa Asrinanda Barus mengungkapkan, meskipun masih ada PPKM, operasional telah menunjukkan peningkatan kunjungan sejak akhir 2021. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) selaku pengelola mal, berpotensi membukukan pendapatan berulang (recurring income) lebih tinggi seiring  membaiknya bisnis pusat belanja. Lippo Karawaci sudah meniadakan diskon sejak Desember 2021 dan berlanjut hingga Januari 2022. Sebagai perbandingan, pada September 2021, Lippo Karawaci memberikan diskon sewa tenan 30% dan berangsur turun menjadi menjadi 10% pada November 2021. CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, bisnis properti semakin membaik seriring dengan meningkatnya  mobilitas masyarakat dan  penuruan kasus Covid-19. Tingkat kunjungan mal kian meningkat dengan permberlakuan protokol kesehatan yang ketat. (Yetede)

Pilihan Editor