;

Penyaluran Subsidi Bakal Terganjal Pendataan

Yuniati Turjandini 18 Apr 2022 Tempo

Rencana perubahan skema subsidi energi, untuk bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji 3 kilogram, bakal menghadapi tantangan. Anggota Dewan  Energi Nasional, Satya Widya Yudha, mengatakan perubahan subsidi yang berujung pada kenaikan harga elpiji menghadapi tantangan pendataan dan pengelompokan masyarakat penerima. "Demikian pula dengan mekanisme pendistribusiannya," kata dia, kemarin. Menurut Satya, distribusi BBM bersubsidi bisa diterapkan dengan membuat nozel atau selang khusus dan sistem digital di stasiun pengisian  bahan bakar umum (SPBU) "Masih dicari formatnya," ujar dia. Rencana perubahan model subsidi itu diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Saya  Mineral  Arifin Tasrif  dalam rapat dengan anggota dewan DPR pada Rabu pekan lalu. Menurut dia, skema baru subsidi elpiji masuk dalam rencana jangka menengah-panjang  pemerintah, bersama dengan penyesuaian formula harga serta jual  eceran  BBM guna mengurangi tekanan terhadap APBN. (Yetede)

Menghitung Hari Subsidi Elpiji

Yuniati Turjandini 18 Apr 2022 Tempo

Pemerintah pasang kuda-kuda untuk menaikkan harga elpiji 3 kilogram. Alasannya, subsidi gas tabung "melon" tersebut kian membebani anggaran negara akibat kenaikan harga minyak dan gas dunia. Angka subsidi melonjak - dari 32,8 triliun pada 2020 menjadi Rp 66,3 triliun pada tahun ini- juga melenceng karena elpiji bersubsidi banyak dinikmati masyarakat kelas menengah keatas.  Ancaman pembengkakan anggaran kian tinggi karena penyaluran elpiji bersubsidi tidak tepat. Sejak 2015, volume subsidi elpiji naik dari kisaran 5 juta metrik ton menjadi 8 juta metrik ton pada tahun ini. Anggaran subsidi elpiji pun membengkak dari Rp 25,8 triliun menjadi Rp 66,3 triliun. (Yetede)

Salah momentum Rencana Kenaikan Listrik

Yuniati Turjandini 18 Apr 2022 Tempo

Sinyal kenaikan tarif listrik non-subsidi yang beberapa kali diungkapkan pemerintah, menurut sejumlah pengamat, tak tepat diwujudkan  pada tahun ini. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, menyatakan ada resiko kenaikan inflasi yang membayangi kebijakan ini. Pasalnya, kenaikan tarif listrik dibarengi dengan kenaikan harga pangan, bahan bakar, serta barang dan jasa lainnya. Di sisi lain, ekonomi belum benar-benar penuh setelah dihantam pandemi Covid-19. "Berarti daya beli masyarakat akan tergerus," kata Fabby Tumiwa ketika dihubungi, kemarin. Dia khawatir akan daya beli rumah tangga miskin, terutama karena pemerintah  juga melontarkan wacana kenaikan harga BBM jenis Pertalite dan solar bersubsidi. Selain itu,  pemerintah menyatakan akan menaikkan  harga jual eceran dan formula elpiji 3 kilogram yang sekarang disubsidi. Menteri Sumber Energi dan Sumeber Daya Mineral Arifin Tasrif, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi Energi DPR pada Rabu, 13 April lalu, menyatakan bahwa kenaikan listrik, BBM, serta elpiji, dilakukan untuk mengurangi beban negara. (Yetede)

Tahun Ini Kredit Bakal Naik Dua Digit

Yuniati Turjandini 18 Apr 2022 Investor Daily

Meski inflasi berpotensi mendongkrak suku bunga hingga dua persen, laju ekspansi kredit perbankan tahun ini bakal mencapai dua digit. Pertumbuhan berbagai sektor ekonomi pasca pandemi merupakan faktor utama yang mendorong laju ekspansi kredit. Dengan kredit yang terus bertumbuh, perbankan akan membukukan kenaikan laba dan mampu membagikan dividen lebih besar tahun depan. Membaiknya kinerja fundamental perbankan direspons positif para pelaku pasar. Bank Indonesia kemungkinan masih menahan suku bunga acuan BI7-Day Reserve Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5% hingga awal kuartal III-2022. Namun kobaran api inflasi akibat lonjakan harga energi dan pangan bakal memaksa otoritas bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan. Selain itu, sektor pariwisata serta transportasi dan pergudangan diperkirakan akan tumbuh bagus. (Yetede)

Tarif Premi Unit Link Tak Terimbas PPN Agen

Yuniati Turjandini 18 Apr 2022 Investor Daily

Pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN)  kepada agen dan pialang asuransi sebesar 1,1% tidak akan berimbas terhadap  tarif premiun unit link. Tarif premi juga tidak terganggu seiring dengan terbitnya Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan tentang produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (SEOJK PAYD) terbaru. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menyampaikan, akan terjadi penyesuaian atas terbitnya aturan PPN bagi jasa agen dan pialang asuransi. "Alokasi biaya asuransi atau COI (cost of insurance) memang akan ada penyesuaian. PPN yang baru juga bukan buat perusahaan asuransi, tapi untuk agen dan pialang. Tapi hal-hal itu tidak akan  berimbas pada tarif premi," kata Togar di Jakarta, pekan lalu. Lebih lanjut, Togar menerangkan  bahwa SEOJK PAYDI terbaru mengatur besaran alokasi premi unit link untuk pembentukan nilai tunai. Hal itu juga akan berdampak pada besaran alokasi biaya asuransi atau COI. (Yetede)

Pemerintah Diminta Pertegas Kebijakan Migor

Yuniati Turjandini 18 Apr 2022 Investor Daily

Aggota Komisi VI DPR RI yang membidangi masalah perdagangan Mufti Anam meminta pemerintah mempertegas kebijakan minyak goreng (migor). Pasalnya, suplai di daerah sangat terbatas dan masyarakat masih susah mendapatkannya. Banyak keluhan, pedagang susah dapat suplai minyak goreng curah. Kadang 1 minggu cuma dapat satu kali pengiriman dari agen, itu pun jumlahnya sangat terbatas," kata Mufti, dalam siaran persnya, akhir pekan lalu. "Padahal ketentuan soal harga migor curah Rp14.000 per liter itu sejak pertengahan Maret 2022. Artinya waktu transmisi kebijakan sebenarnya sudah cukup. Faktanya, yang terjadi kebijakan minyak goreng kemasan sesuai harga eceran cepat banget terwujud di lapangan, sedangkan minyak goreng curah itu tidak sesuai," tutur dia seperti dilansir Antara. Mufti mengatakan, semua aturan sudah tersedia dan kini pemerintah hanya tinggal memonitornya dengan tegas. "Seharusnya pemerintah tegas, Kemenperin tegas. Kemendag tegas. Jangan melempem. Bilangnya stock ada, registrasi produknya ada, tapi langka terus di pasaran," ucapnya. (Yetede)


Komnas HAM: Belum Ada Laporan Pemyalahgunaan PeduliLindungi

Yuniati Turjandini 18 Apr 2022 Investor Daily

Komnas HAM mengaku belum menerima laporan soal penyalahgunaan PeduliLindungi  untuk hal-hal diluar  kepentingan kesehatan. Pernyataan Komnas HAM ini menanggapi laporan tahunan Departemen Luar Negeri AS mengenai hak azasi manusia (HAM) yang memaparkan soal adanya potensi pelanggaran HAM dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi. "Apakah ini (PeduliLindungi) melanggar privasi ataukah tidak dan sebagainya, saya kira sepanjang sampai saat ini belum pernah ada laporan  kepada Komnas HAM adanya penyalahgunaan," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam kepada Baritasatu.com,Minggu (14/4). DItegaskan Anam, pemerintah juga wajib mengambil langkah-langkah signifikan dan mendasar untuk menyikapi  kedaruratan kesehatan akibat pandemi Covid-19, bahkan Anam mneyampaikan, jika langkah-langkah penting tidak diambil  dalam kondisi kedaruratan kesehatan, dapat dipandang sebagai bentuk pelanggaran HAM. (Yetede)

Daerah Gerakkan Ekonomi Syariah

Yoga 17 Apr 2022 Kompas

Analisis BI menyebutkan pangsa sektor unggulan rantai nilai halal dapat menopang 25 % ekonomi nasional. Untuk itu, kepala daerah diminta terlibat sebagai penggerak  pengembangan potensi ekonomi dan keuangan syariah. Hal itu disampaikan Wapres Ma’ruf Amin pada Talkshow dan Anugerah Adinata Syariah 2022, Kamis (14/4). Di sektor unggulan rantai nilai halal, sektor pertanian menduduki peringkat teratas dengan kontribusi 51 %, diikuti sektor makanan 27 %, lalu sektor pariwisata ramah Muslim dan fashion muslim. ”Faktor jumlah penduduk dan permintaan serta gaya hidup halal yang kian marak di Indonesia, bahkan juga di dunia, membuka peluang yang besar bagi pertumbuhan produk halal,” kata Wapres. Di tengah berbagai tantangan, sektor ekonomi dan keuangan syariah telah teruji mampu menyangga ekonomi Indonesia. Untuk terus mengembangkan sektor ini, diperlukan komitmen semua elemen masyarakat, termasuk kepala daerah, di seluruh Indonesia.

Chairman Infobank Eko B Supriyanto menyampaikan bahwa Anugerah Adinata Syariah 2022 merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia yang berperan aktif mengembangkan potensi ekonomi dan keuangan syariah di daerahnya. Ia berharap perkembangan syariah bisa menjadi kekuatan baru ekonomi di masa datang. Anugerah Adinata Syariah yang digagas Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ikatan AhliEkonomi Indonesia (IAEI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Infobank diberikan dalam beberapa kategori. Di antaranya kategori Keuangan Syariah, Industri Halal, dan kategori Keuangan Sosial Syariah. Juara umum Anugerah Adinata Syariah 2022 diraih Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. (Yoga)


Tanpa Kenaikan Harga Diperkirakan Subsidi Terus Membengkak

Yuniati Turjandini 17 Apr 2022 Investor Daily

Beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang harus ditanggung pemerintah diperkirakan akan terus membengkak, menyusul tingginya harga minyak dunia ditambah adanya tren kenaikan konsumsi BBM subsidi masyarakat. "Subsidi akan terus naik, kalau tidak dikendalikan, bisa lebih parah lagi," ujar Peneliti Ahli Ekonomi Pusat Riset Badan Riset dan Inovasi Nasonal (BRIN), Maxensius Tri Sambodo. Tahun ini, subsidi energi ditargetkan naik tipis menjadi Rp 134 triliun, terdiri atas subsidi BBM dan LPG Rp 77,5 triliun dan subsidi  listrik Rp56,6 triliun. Jika tidak dikendalikan dengan penyesuaian harga BBM, LPG dan listrik, subsidi energi tahun ini bakal meroket seiring kenaikan harga minyak global. Max mengungkapkan subsidi energi, termasuk listrik, estimasi angka tinggi sekali. Walaupun benefitnya bisa meredam inflasi, kemiskinan, pengangguran, itu memang harus dipertimbangkan. Namun ini tidak hanya dialami Indonesia yang mencoba meredam dampak  global berupa tingginya  harga minyak. (Yetede)

Terbirit-birit Melayani Pesanan

Yoga 17 Apr 2022 Kompas

Pandemi Covid-19 belum usai. Namun, kegairahan sepanjang Ramadhan tahun ini kembali terasa di tempat-tempat makan. Para pengelola rumah makan sampai ”terbirit-birit” melayani pesanan. Dengan begitu, roda perekonomian kembali berputar. Asep Maulana (28) luar biasa sibuk menerima pesanan konsumen. Di depan Kedai Peda Pelangi, pembeli berbaris hingga 10-an meter. Beres sejenak di kasir, Asep mengalihkan perhatiannya ke meja untuk meracik es kopi susu. Kompor yang tak berhenti menyala sejak siang mengembuskan udara yang membuat gerah. Nadya Fathani (23) alias Hani tak kalah sibuk memenuhi pesanan. Dia menggoreng perkedel jagung, menyiapkan piring beralaskan daun pisang, dan mengganti wajan dengan pan khusus telur ceplok. Di sela-selanya, dia masih harus meladeni konsumen yang mencoba menyela, memesan dari samping kedai. Hingga menjelang Maghrib, Peda Pelangi yang berlokasi di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, itu masih ramai pembeli. Tak hanya Asep dan Hani yang kewalahan, pemilik Kedai Peda Pelangi, Nadya Pratiwi danYusuf Dharmawan, pun turun tangan. Pukul 18.30, kesibukan melandai meski masih ada sisa pesanan yang harus dituntaskan. Setengah jam berlalu, mereka bisa sedikit bersenda gurau, mengobrol, dan sekejap mengecek ponsel.

Suasana menjelang berbuka di Antasore Japanese Dining di Antasari, Jaksel , Kamis (14/4), tak jauh berbeda. Sejak pukul 17.00, Rio Pratama, sang koki, beserta lima juru masak sudah sibuk menyiapkan pesanan. Mereka terlihat wara-wiri di dapur yang hanya berbatas kaca hingga masuk saat berbuka. Demi menyelesaikan pesanan, Rio dan tim memilih hanya minum secara cepat lebih dahulu untuk membatalkan puasa. Sushi roll, ramen, hingga aneka minuman berseliweran dibawa pelayan dari dapur. Salah satunya Venny Tri Wulandari yang sudah siap sejak pukul 16.00. Ramainya pengunjung pada hari itu membuat Venny bingung mencari posisi pemesan. ”Penuh banget bukber tahun ini. Dari kapasitas 100 orang, selalu penuh. Untuk minggu ini saja, udah enggak ada slot lagi untuk berbuka,” ujarnya.

Suasana di XXI Lounge Plaza Senayan saat buka puasa bersama, Jumat (15/4), relative lebih terkendali. Lokasi yang privat dengan jumlah undangan terbatas dan menu yang sudah dipesan di muka membuat suasana hiruk-pikuk tak terasa. Para pelayan mengisi meja makan prasmanan dengan cekatan, tanpa menarik perhatian. Menjelang berbuka puasa, semua menu telah dihidangkan, mulai dari kolak, kurma, kue tradisional, puding, salad, hingga makanan utama. Begitu azan Maghrib menggema, para pelayan menghilang ke belakang untuk membatalkan puasa. Di Ramen Ya yang berlokasi di pusat perbelanjaan di Jaksel, sebagian pelanggan minta pesanannya diantar sebelum berbuka sehingga menguntungkan bagi pelayan dan bagian dapur. Saat jam berbuka, beberapa tamu tetap ada yang datang dan bersedia menunggu. Namun, bagi yang datang sendiri, masih ada sejumlah bangku yang tersedia. Tamu pun tak perlu lama menunggu pesanan. Direktur Komunikasi Pemasaran Hotel Raffles Jakarta Mirah Marhaendra mengungkapkan, dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pelanggan terutama untuk berbuka puasa meningkat 25 %. Ini, menurut dia, disebabkan kebijakan pemerintah soal penanganan pandemi yang terbilang lebih fleksibel sehingga berdampak positif pada antusiasme pelanggan. (Yoga)

Pilihan Editor