Kredit Perbankan Tumbuh
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan tumbuh 6,33% pada Februari 2022 dibandingkan dengan tahun lalu atau year on year (yoy).
Rasio NPF Multifinance Terus Melandai
Kondisi ekonomi tampak terus melanjutkan pemulihan. Salah satu indikator, terlihat dari aktivitas penarikan unit kendaraan oleh multifinance yang terus menurun di kuartal I-2022. Jika melihat tren rasio pembiayaan bermasalah atau non performing finance (NPF) industri multifinance terlihat konsisten membaik dalam setahun terakhir. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2022 menunjukkan level NPF ada di 3,25%. Sementara tahun sebelumnya di level 3,93%.
AALI Siapkan Belanja Rp 1,3 Triliun
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,3 triliun. Sekretaris Perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk, Mario Casimirus Surung Gultom menjabarkan, nilai capex tidak berbeda jauh dengan alokasi tahun lalu. Sebagai informasi, tahun lalu Astra Agro Lestari telah merealisasikan dana belanja modal sebesar Rp 1,2 triliun.
Industri Aviasi Menderu Lagi
Fase tidur panjang industri penerbangan mulai berakhir saat memasuki kuartal II tahun ini. Prospek cerah pemulihan industri aviasi juga mulai tampak setelah Presiden Joko Widodo membolehkan mudik Lebaran tahun ini dengan syarat pemudik telah mengikuti vaksinasi lengkap ditambah vaksinasi penguat (booster). Dua BUMN pengelola bandara, PT Angkasa Pura (AP) I dan AP II melaporkan kinerja positif pada 3 bulan pertama tahun ini. Direktur Utama AP I Faik Fahmi, menyatakan perseroan berhasil melayani sebanyak 9,78 juta penumpang selama kuartal I/2022 atau melonjak 57% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lalu lintas penerbangan di 15 bandara milik AP I selama Januari-Maret 2022 juga naik 1,16% dibandingkan periode yang sama 2021 menjadi 102.920 penerbangan. Prestasi itu juga terjadi pada traffic kargo yang mengalami peningkatan 5,8% menjadi 113 juta kg pada triwulan I/2022 dari 107 juta kg pada kuartal I/2021.
Kinerja Emiten: BUMN Karya Berburu Kontrak Baru
BUMN Karya terus memburu kontrak baru demi mengejar target yang akan dibidik pada tahun ini. Petumbuhan realisasi kontrak baru pada kuartal I/2022 membuka peluang peningkatan kinerja emiten kontraktor pelat merah. Empat emiten kontraktor BUMN kompak mengantongi kenaikan nilai kontrak baru (NKB) sepanjang Januari—Maret 2022. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), misalnya, kontrak baru melonjak 99,41% year-on-year (YoY) menjadi Rp9,28 triliun hingga pekan terakhir Maret 2022. Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito mengatakan perolehan kontrak baru tersebut mencapai 21,79% dari target kontrak baru tahun 2022 sebesar Rp42,57 triliun. Sementara itu, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) optimistis dapat meraih kontrak hingga Rp30 triliun tahun ini. Corporate Secretary Waskita Karya Novianto menjelaskan hingga Februari 2022, perseroan telah membukukan NKB secara konsolidasian sebesar Rp746,47 miliar.
Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) Farid Budiyanto menyampaikan NKB perseroan hingga Maret 2022 sebesar Rp3,9 triliun. Realisasi itu melesat 129% dibandingkan dengan perolehan kontrak pada kuartal I/2021 sebesar Rp1,7 triliun. Pertumbuhan NKB juga dibukukan oleh PT PP (Persero) Tbk. (PTPP). Hingga kuartal I/2022 perseroan telah mengunci Rp3,1 triliun kontrak baru. Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menjelaskan target proyek infrastruktur masih menjadi andalan baik infrastruktur darat maupun infrastruktur air pada 2022. “Dalam hal ini nilainya kalau boleh digabung di kinerja kuartal I/2022, pencapaian sekitar Rp3,1 triliun kontrak baru,” jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (5/4).
Gerombolan Siluman Perusuh di Senayan
Polisi mengejar pemicu kerusuhan dalam demonstrasi mahasiswa pada 11 April lalu. Mendompleng gerakan mahasiswa, mereka diidentifikasikan sebagai massa yang sama dengan yang menganiaya akademikus Ade Armando, kemudian membakar pos polisi di Pejompongan Jakarta Pusat. Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menyatakan gerombolan pelaku itu bukan mahasiwa,. "Kami menyayangkan ada kelompok yang menungggangi penyampaian pendapat ini dan niat utamanya untuk membuat kerusuhan," kata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jendral Fadil Imran, dalam konferensi pers kemarin. Masa yang diduga menjadi pelaku kerusuhan, menganiaya Ade Armando, dan membakar pos polisi disebut berpakaian serba hitam pada hari unjuk rasa tersebut. Mereka melempari tiga pemimpin DPR yang menemui pengunjuk rasa di mobil komando polisi di depan gedung DPR, jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat. (Yetede)
Berkonsolidasi dan Bersiap Aksi Lagi
Mahasiswa di seluruh penjuru negeri masih akan menggelar aksi demonstrasi agar pemerintah memenuhi tuntutan-tuntutan mereka. Keluarga Mahasistwa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), misalnya, berencana menggelar aksi demo lagi pada pekan mendatang. Isu yang akan diajukan masih tetap sama dan ditambah menagih janji pemerintah. "Kami akan aksi lagi minggu depan dan setelah lebaran," kata Reza Rahmaditio dari KM ITB kepada Tempo,kemarin. Menurut mahasiswa jurusan teknik lingkungan ini, aksi demonstrasi lanjut akan digelar di Bandung dan Jakarta. KM ITB juga menjadi salah satu kelompok mahasiswa yang akhir pekan lalu turun ke jalan. Mereka menyuarakan setidaknya 18 isu, dari menolak penundaan pemilu, dan perpanjangan masa jabatan presiden hingga pengusutan mafia minyak goreng dan desakan untuk mengkaji ulang pemindahan IKN. (Yetede)
Pemerintah Siapkan Mitigasi Kemunculan Varian Baru
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pemerintah mengategorikan subvarian Omicron jenis XE,XD, dan XF sebagai mutasi virus yang perlu diwaspadai dari aktivitas mudik lebaran 2022. "Walaupun dikatakan lebih cepat menular varian Omicron dan data yang ada sampai saat ini belum memadai, sebagai bagian dari mitigasi mudik, varian ini menjadi perhatian," ujarnnya Selasa, 12 April 2022. Menurut Nadia, dalam skala global, sejumlah peneliti sudah menemukan subvarian baru XE, XD, dan XF. "Tapi belum ditemukan di Indonesia," kata dia. Pemerintah telah menyusun langkah mitigasi mudik Lebaran 2022 untuk mengantisipasi kemunculan varian baru Covid-19. Salah satunya melalui vaksinasi dosis lengkap serta dosis penguat. (Yetede)
Putin Negosiasi Damai Dengan Ukraina Temui Jalan Buntu
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pada Selasa (12/4) bahwa proses negosiasi damai Rusia dengan Ukraina telah menemui jalan buntu. Ini adalah pernyataan terbuka pertama Putin mengenai konflik dalam lebih dari seminggu. Ia juga berjanji bahwa pasukannya akan menang, dan bakal menghalau Barat setelah gagal memaksa Rusia menuruti keinginannya. Dalam pidato terbukanya untuk kali pertama mengenai perang, Putin berjanji Rusia bakal mencapai semua tujuan mulia di Ukraina, sejak pasukan Rusia mundur dari wilayah utara Ukraina pasca dipukul mundur di gerbang Kyiv. Sampai saat ini, komentar tersebut merupakan sinyal terkuat yang akan berlangsung lebih lama. "Kami telah kembali lagi ke situasi buntu," ujar Putin dalam dalam jumpa pers saat berkunjung ke pusat Antariksa Rusia Vostochny Cosmodrome yang berjarak sekitar 5.550 km dari Timur Moscow. Ketika ditanya oleh para pekerja badan Antariksa Rusia, apakah operasi militer di Ukraina akan mencapai tujuannya? Putin berkata: "Tentu saja. Saya tidak ragu sama sekali. Rusia akan secara berirama dan tenang melanjutkan operasinya," (Yetede)
Sri Lanka Gagal Bayar Semua Utang Luar Negeri
Pemerintah Sri Lanka gagal membayar (default) utang luar negerinya senilai US$ 51 miliar pada Selasa (12/4) saat negara kepulauan itu bergulat dengan krisis ekonomi terburuknya. Sementara itu, protes kuat telah menuntut pengunduran diri pemerintah. Kekurangan makanan dan bahan bakar yang akut, disamping pemadaman listrik setiap hari yang panjang, telah membawa penderitaan yang meluas ke 22 juta orang di negara itu. Ini menjadi penurunan paling menyakitkan sejak kemerdekaan Sri Lanka pada 1948. Kementerian Keuangan Sri Lanka mengatakan, negara ini gagal membayar semua kewajiban eksternalnya, termasuk pinjaman dari pemerintah asing, menjelang dana talangan (bailout) IMF. Krisis ekonomi bola salju Sri Lanka dimulai dengan ketidakmampuan mengimpor barang-barang penting, setelah pandemi virus corona merusak pendapatan vital dari pariwisata dan pengiriman uang. (Yetede)









