GoTo Resmi Masuk Bursa, Manajer Investasi Dilematis
Penawaran saham perdana PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) membawa dampak dilematis bagi para manajer investasi (MI). GOTO memiliki kapitalisasi pasar Rp 452 triliun, tertinggi keempat di BEI. Alhasil, MI yang mau mengekor kinerja indeks, perlu mengoleksi GOTO. Tapi, fundamental GOTO masih dipertanyakan karena masih merugi dan valuasi tinggi. Investment Specialist Sucorinvest Aseet Management Toufan Yamin mengatakan, mungkin perlu waktu 10 tahun bagi GOTO untuk mencapai profitabilitas.
Indonesia Dorong Negara G20 Punya Indeks Literasi Digital
Indonesia, melalui forum Digital Economy Working Group (DEWG), Presidensi G20 Indonesia, mendorong negara-negara anggotanya memiliki indeks untuk mengukur kecakapan dan literasi digital. Pengukurannya dilakukan melalui metode survey dengan standar yang sama agar bisa saling belajar untuk meningkatkannnya. "Kemarin, waktu kita tawarkan ke negara-negara lain, sebagian besar mendukung," kata Alternate Chair DEWG dan Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (kemenkominfo) Dedy Permadi, dikutip Senin, (11/4). Pengukuruan tersebut dilakukan dalam bentuk metode survei ke warga negaranya. Indonesia mengharapkan, paling tidak negara G20 memiiki standar pengukuran yang sama untuk kecakapan dan literasi digital. Pengukuran tingkat literasi digital yang ditawarkan Indonesia pada forum DEWG mirip dengan apa yang dilakukan kemenkominfo sejak beberapa tahun belakangan. (Yetede)
Indonesia Diingatkan Menjaga Momentun Transformasi Digital
Kearney, perusahaan konsultan manegemen global,menerbitkan laporan Accelerating Indonesia's economics Growth with digital transformation. Kesimpulannya, Indonesia perlu menjaga momentum proses percepatan transformasi digitalnya agar cepat menjadi terobosan baru dalam memajukan perekonomian Indonesia (RI) dan meningkatkan posisinya di panggung dunia. Namun untuk mencapai hal tersebut, Indonesia masih perlu merubah fondasi ekosistem perekonomiannya, mengatasi tantangan yang krusial, dan menyusun strategi dalam melihat peluang untuk melakukan akselerasi transformasi digital. "Negara-negara yang sudah membangun regulatory framework secara efektif dan berdampak luas adalah Tiongkok, Singapura dan Estonia. Mereka telah meningkatkan daya saing di sektor ekonomi global melalui transformasi digital di lingkup nasional," ujar Partner & President Director Kearney Indonesia Sheirly Santoso, Senin (11/4). (Yetede)
DPR Minta Kenaikan Harga Pertalite dan LPG 3 kg Ditunda
Banggar DPR RI meminta pemerintah menunda kenaikan harga pertalite dan LPG 3 kg, karena dapat mengganggu konsumsi rumah tangga kelas menengah kebawah. Selain itu, Banggar DPR meminta pemerintah merombak skema subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Sejauh ini, pemerintah dan Banggar DPR sudah sepakat mengubah skema subsidi LPG dari terbuka menjadi tertutup. Skema ini bisa juga diterapkan untuk pertalite. Kajian dan rencana menaikkan LPG 3 kg dan pertalite sudah diutarakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri MenkoMarivest Luhut Binsar Pandjaitan. Selain itu, untuk meredam gejolak harga minyak dunia, saat ini pertamina sudah menyesuaikan harga pertamax menjadi Rp 12.500 per liter. Namun,harga pertamax masih jauh berada dibawah harga keekonomiannya. Artinya, Pertamina masih menanggung selisih harga jual Pertamax sebesar Rp 3.500 per liter. (Yetede)
Pengusaha Minta Keringanan Pembayaran THR
Kalangan pengusaha menilai dalam kondisi pemulihan ekonomi saat ini, belum semua bidang usaha pulih. Oleh karena itu, pengusaha meminta fleksibilitas pembayaran tunjangan hari raya (THR) keagamaan 2022."Bagi pengusaha yang memang tidak memiliki kemampuan, agar tetap diberikan ruang untuk berdialog dan berunding untuk membuat kesepakatan sesuai peraturan yang ada," ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (kadin) Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang. Dia mengatakan, dalam proses pemulihan ekonomi saat ini, arus kas pengusaha belum semua memiliki kemampuan, seperti sektor hiburan, even organizer dan usaha penunjangan, restauran, Cafe, hotel,kontraktor kecil menengah,UKM, dan lain-lain. "Sektor-sektor tersebut ada kemungkinan mampu membayar THR, tetapi tidak penuh, bahkan tidak mampu sama sekali," ucap Sarman. Bila arus kas (Cash flow) pelaku usaha sudah memadai, dia menuturkan kewajiban THR segera diselesaikan. (Yetede)
Siap Layani Reguler Flight, Pelita Air Resmi Datangkan 2 Pesawat Airbus 320
PT Pelita Air Service (PAS) memastikan telah siap mengembangkan bisnis dan memperluas layanannya ke segmen penerbangan komersial berjadwal (regular flight) dengan mendatangkan dua pesawat Airbus A320. Pelaksana Tugas Harian (PTH) Direktur Utama PT Pelita Air Service Muhammad S Fauzani menyampaikan bahwa kehadiran dua pesawat tersebut sekaligus memperkenalkan Livery baru di Bandara Soekarno Hatta,Tangerang. "Dinamakan Ribbon Livery karena livery tersebut menyerupai pita yang menyelimuti ekor dan sebagian badan pesawat dengan tiga warna yaitu merah, biru dan hijau yang dapat dimaknai sebagai keberagaman dan kebebasan berekspresi. Tiga warna pada livery tersebut juga merupakan warna identitas pertamina sebagai perusahaan induk dari Pelita Air," kata Fauzani dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin (11/4). (Yetede)
Penjualan Mobil Masih Didorong Insentif
Penjualan mobil masih menunjukkan tren yang positif hingga akhir Maret 2022 lalu. Para pelaku usaha meyakini permintaan terhadap mobil baru akan terus stabil di waktu mendatang, PT Honda Prospect Motor (HPM) turut mengalami kenaikan penjualan mobil dari 8.478 unit pada Februari 2022 menjadi 9.554 unit pada Maret 2022. Honda Brio mencetak penjualan tertinggi, yakni 5.106 unit, kemudian disusul All-New Honda BR-V 1.1780 unit pada Maret silam. Adapun All-New Honda HR-V yang baru diluncurkan akhir Maret lalu langsung mencatatkan penjualan 814 unit. Yusak Billy, Business innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor mengatakan, angka pemesanan produk Honda pada minggu pertama April masih menunjukkan tren positif. Hal ini berkat permintaan konsumen yang terus meningkat sejalan dengan pelonggaran aktivitas masyarakat dan momentum jelang musim libur lebaran mendatang.
Perang Ukraina Ganggu Rantai Pasok Global
Ketegangan akibat konflik Rusia-Ukraina mengancam rantai pasok komoditas global yang sebelumnya sudah terdisrupsi pandemi Covid-19. Kebijakan yang tepat perlu diambil untuk mengantisipasi agar dampak konflik ini tidak mengganggu pemulihan ekonomi nasional. Hambatan rantai pasok global, terjadi pada komoditas pangan. Jika produksi Rusia dan Ukraina digabung, menyumbang 30,1 % pangsa pasar gandum dunia; 23,4 % pangsa pupuk dunia; serta 14,5 % pangsa jagung dunia. Terkait pasokan energi, pangsa ekspor batubara Rusia mencapai 15 % pangsa pasar global. Sementara itu, pangsa ekspor minyak mentah Rusia 11,9 % pangsa global. Produksi gas alam Rusia 4,8 % pangsa pasar global. Terhambatnya rantai pasok berbagai komoditas, terutama pangan dan energi, otomatis menimbulkan gejolak harga yang merembet pada tren inflasi global.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio N Kacaribu mengatakan, kenaikan harga komoditas akan memperburuk tekanan inflasi di banyak negara. Berdasarkan kajian BKF, tingkat inflasi global tahun ini berpotensi melonjak dari 3,8 % menjadi 4,6 %, dan baru melandai pada 2023. Selain tak luput dari gejolak harga komoditas di pasar global, tekanan kenaikan inflasi di dalam negeri mulai muncul karena naiknya permintaan di tengah pemulihan pascapandemi serta momen bulan Ramadhan. Plt Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF Abdurohman mengingatkan, kenaikan harga komoditas energi dan pangan berdampak mempercepat serapan belanja subsidi pemerintah. Pada APBN 2022, pemerintah mengalokasikan total anggaran subsidi Rp 206,96 triliun, untuk subsidi energi Rp 134,03 triliun dan untuk subsidi non-energi Rp 72,93 triliun. Selama periode Januari-Februari 2022, belanja subsidi energi Indonesia sudah mencapai Rp 21,7 triliun, setara 16,97 % anggaran subsidi energi. (Yoga)
Ekonomi Digital, Inovasi Menjadi Kunci GoTo untuk Bertahan
Perusahaan teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk resmi tercatat sebagai perusahaan publik di BEI, Senin (11/4). GoTo diharapkan terus memperbaiki kinerjanya agar lekas untung. Selain tetap berinovasi, GoTo juga perlu meningkatkan kualitas ekosistem produk bisnis yang sudah ada, yakni transportasi, e-dagang, dan teknologi finansial, sehingga pangsa pasarnya meningkat. Pada pembukaan pasar pukul 09.00, harga per lembar saham GoTo mencapai Rp 380. Kemudian, pada pukul 09.05, harganya melonjak menjadi Rp 412 per lembar. Adapun pada penutupan pasar, harga per lembar saham mencapai Rp 384. Sebelumnya, harga penawaran umum saham perdana telah ditetapkan GoTo, yaitu Rp 338 per lembar, yang mencerminkan kapitalisasi pasar Rp 400,3 triliun.
Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, di sela perayaan pencatatan GoTo sebagai perusahaan publik, mengatakan, GoTo harus segera merealisasikan rencana strategisnya, senantiasa berinovasi, dan menjaga akuntabilitas. BEI juga berharap GoTo bisa menjaga fundamental performa kinerja sehingga mampu memberikan dampak ke pasar saham ataupun masyarakat luas. GoTo juga perusahaan rintisan bervaluasi 10 miliar USD atau decacorn pertama yang tercatat di bursa Asia. Chief Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede berkata, perusahaan teknologi yang memiliki layanan e-dagang, seperti GoTo, harus terus berinovasi untuk bisa meningkatkan take rate. Take rate merupakan komisi dan biaya yang diambil dari pengguna layanan. Dengan menaikkan take rate, profitabilitas perusahaan akan bisa meningkat.
CEO Gojek sekaligus Direktur GoTo Kevin Aluwi menambahkan, sebagian dana hasil IPO akan dipakai untuk ekspansi bisnis di Singapura dan Vietnam. Di dua negara tersebut, layanan transportasi atau ride hailing Gojek sudah hadir. Menurut rencana, seluruh produk GoTo lainnya, yakni lokapasar dan teknologi finansial, akan turut diimplementasikan di dua negara itu. (Yoga)
Modal dan Peluang Ekowisata
Ekowisata seakan jadi jawaban atas krisis pandemi dan iklim global. Ekowisata dirancang sebagai bentuk perjalanan spesial untuk menikmati alam yang asli, unik, ramah lingkungan. Pembatasan pergerakan secara spasial dan naiknya temperatur Bumi tak menyurutkan animo dan kebutuhan orang untuk terus bersua dan dekat dengan alam, sebaliknya justru meningkat. Perjalanan warga AS ke surga destinasi ekowisata Puerto Riko naik 234 % per tahun.Jumlah ekowisatawan Eropa yang berburu destinasi karbon netral, Eslandia, naik 11 % per tahun. Destinasi ekowisata kita, Taman Nasional (TN) Komodo, menerima 221.000 wisatawan pada 2019 meski anjlok menjadi 51.000 tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Tahun 2019 industri ekowisata seluruh dunia menghasilkan devisa 181 miliar USD, equivalen 11,3 % total devisa semua sektor pariwisata tahun 2020. Dengan pertumbuhan 14,3 % per tahun, devisa tersebut akan mencapai 333,8 miliar USD pada 2027.
Fakta itu menegaskan ekowisata menjadi tren model perjalanan liburan yang diminati.Di sinilah peluang besar terbuka bagi Indonesia, yang menempati posisi kedua terkaya di dunia sebagai pemilik biodiversitas. Tak kurang dari 60 % terumbu karang di dunia ditemukan di sini. Bahkan 10 % jenis tumbuhan, 12 % spesies mamalia, 16 % spesies reptil, dan 17 % spesies unggas di planet Bumi ini memusat di wilayah Nusantara. Ribuan spesies ikan air tawar ikut menghiasi kekayaan alam negeri. Keunikan, orisinalitas, dan sifat naturalnya menyatu menjadi atraksi yang sulit diabaikan wisatawan. Dalam jarak setiap 100 kilometer saja keunikan alam mudah ditemukan dan berjejer seakan mata rantai yang tak pernah putus. Lelah dari aktivitas di pegunungan, pantai dan marina siap menyambut dengan pemandangan bawah laut mengagumkan. Hutan kita bukan hanya luas, juga kaya akan jenis flora dan fauna yang bisa dikemas jadi ajang berbagai aktivitas ekowisata. Mayoritas penikmat atraksi alam itu pemilik kantong tebal (high end-user) dari sejumlah negara. Bukan hanya dengan tarif mahal per hari, masa tinggal mereka juga lebih panjang daripada wisatawan biasa.
Tarif snorkeling di Raja Ampat dipatok 1.890 USD per orang selama tujuh hari. Pangsa pasar kalangan mlenial dalam ekowisata semakin besar, menyalip generasi baby boomer. Karakter dan selera mereka unik, misalnya menikmati hal-hal baru atau berbeda untuk meraih pengalaman bermutu. Karena itu, mereka lebih suka bepergian ke destinasi alternatif dan masih ”asli”. Budaya lokal dan peluang membuka persahabatan dengan warga setempat jadi dambaan. Daripada resor mewah gemerlapan, lokasi yang masih alami dan menawarkan pengalaman baru dan berkualitas lebih menarik mereka. Dengan ekowisata kita merawat alam, menyehatkan rasa dan raga, pun memastikan penghidupan berdurasi panjang. Karena itu, pengembangannya perlu ditempatkan dalam skala prioritas nasional hingga lokal. (Yoga)









