Pajak Hasil Tax Amnesty Baru Terkumpul Rp 5,89 T
Wajib pajak peserta Program Pengungkapan Sukarela (PPS) alias tax amnesty jilid II makin bertambah. Hingga Minggu (10/4), PPS telah diikuti oleh 35.328 wajib pajak dengan 40.277 surat keterangan. Berdasarkan data Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu), pajak penghasilan (PPh) yang diterima negara dari program tersebut mencapai Rp 6.02 triiun dari total pengungkapan harta bersih sebesar Rp 58,89 triliun.
Menambang Rezeki dari Harga Nikel
Harga nikel berpotensi terus melambung seiring gangguan pasokan akibat perang Rusia-Ukraina. Prospek kinerja dan kenaikan harga saham emiten sektor pertambangan mineral jadi semakin menarik. Jumat (8/4), harga nikel kontrak bergulir tiga bulan di London Metal Exchange berada di US$ 33.855 per metrik ton. Dengan demikian, bila dihitung sejak awal tahun, harga nikel melambung 63%. Hasan Barakwan, Analis BRI Danareksa Sekuritas, menulis dalam riset, kenaikan harga nikel akan berlanjut. Harga akan stabil di atas US$ 30.000 per metrik ton.
Bangun Smelter, Freeport Rilis Surat Utang US$ 3M
PT Freeport Indonesia siap menghimpun pendanaan lewat penerbitan surat utang berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) atau senior notes. Total nilai senior notes yang ditawarkan mencapai US$ 3 miliar dengan tenor yang beragam. Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan, pihaknya sengaja memilih menerbitkan senior notes yang bersifat jangka panjang untuk membiayai proyek smelter yang masa operasinya juga jangka panjang. Proyek smelter yang dimaksud merupakan smelter tembaga berkapasitas 1,7 juta ton per tahun yang berlokasi di Kawasan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Pembangunan smelter ini sudah berjalan sejak 2021 dan dijadwalkan selesai tahun 2024 mendatang. Ada tiga senior notes atau US$ bond yang Freeport tawarkan dalam penghimpunan dana ini. Senior notes pertama senilai US$ 750 juta. Surat utang tersebut ditawarkan dengan kupon tetap 4,763% dan tenor 5 tahun. Senior notes kedua nilainya US$ 1,5 miliar, yang ditawarkan dengan kupon tetap 5,315% dan tenornya 10 tahun. Sementara itu, senior notes ketiga senilai US$ 700 juta dengan penawaran kupon tetap sebesar 6,2% dan bertenor 30 tahun.
Akhir Tahun, Kapitalisasi Pasar Rp 9.500 Triliun
Seiring rekor baru Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tembus Rp 9.000 triliun. Jumat lalu (8/4). kapitalisasi pasar BEI sudah Rp 9.046 triliun. Market cap BEI naik 9,57% dibanding posisi akhir tahun lalu, yaitu Rp 8.284 triliun. Meroket kapitalisasi pasar saham dalam negeri ini mengindikasikan tingginya kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia. "Fundamental yang masih solid menjadi salah satu alasan bagi investor terus berinvestasi di pasar saham Indonesia," jelas Daniel Agustinus, Analis Kanaka Hita Solvera, Sabtu (9/4). Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta berpendapat, kondisi ini juga menarik bagi asing. Aksi beli asing di pasar saham memang cukup besar. Tercatat, sejak awal tahun, investor asing sudah membukukan aksi beli bersih hingga Rp 37,52 triliun.
Rusia Kena Sanksi, Eropa Incar Batubara Indonesia
Harga batubara masih terus memanas, di tengah perang Rusia dan Ukraina memantik permintaan ekspor batubara Indonesia. Permintaan batubara ke kawasan Eropa melesat seiring larangan ekspor batubara Rusia oleh Uni Eropa. Kementerian ESDM juga mengaku siap memproses permohonan revisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) jika ada perusahaan batubara yang mengajukan ekspor. "Akan kami evaluasi sesuai feasibility study dan amdal-nya," ujar Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Lana Saria saat dihubungi KONTAN, Minggu (10/4). Tahun ini, Kementerian ESDM memproyeksikan produksi batubara mencapai 665 juta ton. Dari rencana itu, pemerintahan menetapkan kewajiban pasokan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) batubara sebanyak 166 juta ton.
Anggaran Subsidi Energi Bisa Bengkak
Anggaran belanja subsidi 2022 berpeluang bengkak lantaran selisih harga komoditas bersubsidi dan non subsidi kian lebar. Selisih harga yang cukup tinggi antara komoditas bersubsidi dan non subsidi ini jelas menyebabkan perpindahan konsumsi masyarakat yang sebelumnya menggunakan energi non subsisi ke sumber energi yang lebih murah yakni subsidi. Karena itulah Kementerian Keuangan kini tengah menghitung adanya tambahan anggaran belanja subsidi. Adapun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022, dana subsidi, khususnya subsidi energi alokasinya sebesar Rp 134,2 triliun.
Bank Mestika Cetak Kenaikan Laba 59% di 2021
Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) membukukan laba bersih sebesar Rp 519,58 miliar sepanjang tahun 2021. Perolehan laba tesebut tumbuh 59,41% secara tahunan atau year on year (yoy). Adapun, total aset Bank Mestika naik 12,88% yoy menjadi Rp 15,98 triliun. Presiden Direktur Bank Mestika Achmad S. Kartasasmita mengatakan, performa positif itu didorong oleh strategi untuk fokus ke segmen kredit high yield, yang membuat margin bunga bersih (NIM) stabil di level 5%.
Kredit UMKM Tumbuh
Bank Indonesia (BI) mencatat kredit UMKM tumbuh 14,4% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 1.156,0 triliun hingga Februari 2022.
Polisi Baru Menyita Aset Indosurya Rp 1,26 Triliun
Kepolisian masih terus memburu aset-aset KSP Indosurya. Utamanya, aset-aset yang terkait dengan petinggi KSP Indosurya yang ditangkap awal Maret lalu. Kasubdit TPPU Dittipideksus Bareskrim Kombes Robertus Yohanes De Deo mengatakan, bahwa Bareskrim akan memaksimalkan penelusuran aset untuk dilakukan penyitaan. Adapun, jumlah aset yang telah disita diperkirakan mencapai Rp 1,26 triliun. Aset tersebut, "Terdiri dari 14 rekening dan 14 aset," ujar De Deo.
Menadah Berkah Dividen Emiten
Aliran dividen dari sejumlah emiten bakal mengucur deras dalam sebulan ke depan. Pertumbuhan laba bersih dan prospek pemulihan kinerja tahun ini membuat emiten lebih royal menebar dividen kepada para pemegang sahamnya. Sedikitnya ada 22 emiten yang bersiap menebar dividen pada 14 Maret hingga 11 Mei 2022. Secara kumulatif, total dividen yang bakal ditebar mencapai Rp35 triliun. Nilai itu termasuk dividen jumbo dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp14,79 triliun. Dividen jumbo juga akan dibagikan oleh PT United Tractors Tbk. (UNTR). Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Jumat (8/4), emiten Grup Astra itu memutuskan untuk mengalokasikan Rp4,6 triliun atau 45% dari laba bersih 2021 untuk dividen tunai. Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K. Loebis mengatakan dividen itu telah termasuk dengan dividen interim sebesar Rp335 per saham atau senilai Rp1,2 triliun yang telah dibayarkan pada 22 Oktober 2021.









