;

Ajaib Kebanjiran Investor

Hairul Rizal 12 Apr 2022 Kontan

Partisipasi investor ritel cukup besar dalam penawaran umum saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). PT Ajaib Sekuritas Asia mencatat pemesanan yang masuk mencapai rekor. "Ajaib meraih rekor baru perusahaan dengan jumlah pemesanan IPO GoTo lebih dari 150.000 investasi di aplikasi Ajaib. Angka pencapaian ini mencapi lebih dari dua kali lipat dari rekor IPO sebelumnya," kata Direktur PT Ajaib Sekuritas Asia Anna Lora dalam keterangan resminya, Senin (11/4).

Indo NFT Festiverse

Hairul Rizal 12 Apr 2022 Kontan

Pameran yang menampilkan karya digital di berbagai marketplace non-fungiable token (NFT) tersebut diikuti 241 creator untuk menghadirkan pengalaman menjelajah dunia NFT melalui aktivitas dunia nyata.

Mandala Multifinance, Stop Penawaran Obligasi

Hairul Rizal 12 Apr 2022 Kontan

PT Mandala Multifinance Tbk menghentikan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan IV. Obligasi tersebut telah ditawarkan sejak 29 Juni 2020 silam. Setelah menawarkan obligasi itu dalam empat tahap, Mandala Multifinance berhasil menghimpun dana sebesar Rp 1,41 triliun. Padahal perusahaan itu menargetkan bisa menghimpun dana maksimal mencapai Rp 1,5 triliun.

KRAS Raih Penjualan Rp 10 Triliun

Hairul Rizal 12 Apr 2022 Kontan

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) kembali mencetak kinerja penjualan yang positif sepanjang kuartal I-2022. Perusahaan baja plat merah ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 10 triliun selama tiga bulan pertama tahun ini. Dengan capaian itu, penjualan KRAS per kuartal I-2022 tumbuh 44,92% dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp 6,9 triliun. 

AS, Arab Teluk, dan OPEC Plus

Yoga 11 Apr 2022 Kompas

Isu minyak telah membuat gonjang-ganjing hubungan antara AS dan negara-negara Arab Teluk, khususnya Arab Saudi dan UEA, menyusul meletupnya perang Rusia-Ukraina sejak 24 Februari lalu. Arab Saudi dan UEA menjadi bidikan AS sejak awal invasi Rusia ke Ukraina untuk dibujuk agar menaikkan produksi minyaknya, agar harga minyak dunia terjaga  dan tidak mengalami lonjakan signifikan. AS sejak awal telah menyiapkan paket sanksi ekonomi atas Rusia, di antaranya melarang impor minyak dari Rusia, dimana Rusia adalah produsen minyak terbesar kedua setelah Arab Saudi. Moskwa memproduksi minyak 8 juta barel per hari. Hilangnya minyak Rusia dari pasar dunia berakibat melonjaknya harga minyak dunia, hanya Arab Saudi dan UEA yang bisa menutupi absennya minyak Rusia dengan menambah produksi minyaknya.

Posisi Arab Saudi dan UEA sangat sulit. Bagi Arab Saudi dan UEA, AS adalah sahabat strategis yang menjamin keamanan dua negara itu. Di pihak lain, hubungan Arab Saudi dan UEA dengan Rusia juga sangat berkembang akhir-akhir ini. Arab Saudi, UEA, dan Rusia berada dalam satu payung organisasi, yaitu OPEC Plus. Dalam konteks dinamika minyak, Arab Saudi dan UEA berdalih bahwa kebijakan isu komoditas minyak harus mengacu pada kebijakan OPEC Plus. Artinya, Arab Saudi dan UEA memilih menjaga keutuhan OPEC Plus daripada menuruti kehendak AS. Arab Saudi dan UEA ingin memberi pesan politik kepada AS bahwa isu minyak adalah urusan Arab Saudi dan UEA bersama OPEC Plus, bukan dengan AS.

Dalam pertemuan virtual OPEC Plus pada 31 Maret, 23 negara anggota OPEC Plus, termasuk Rusia, sepakat berkomitmen memegang teguh kebijakan menjaga stabilitas pasar minyak dunia dengan hanya menambah 432.000 barel per hari mulai Mei mendatang. Dengan keputusan ini, harga minyak dunia sampai saat ini masih dikendalikan jauh di bawah 120 dollar AS per barel. Harga minyak mentah dunia, Jumat (8/4), berkisar 97,92 dollar AS per barel. Padahal, sebelum pertemuan OPEC Plus 31 Maret, harga minyak 25 Maret  119-120 dollar AS per barel. Sebenarnya harga minyak mentah dunia yang bisa ditekan di bawah 100 dollar AS per barel, sudah memenuhi aspirasi AS, juga memenuhi aspirasi Rusia. Di sini sesungguhnya posisi Arab Saudi dan UEA sudah sangat bagus, berimbang antara AS dan Rusia terkait komoditas minyak. (Yoga)


Waspadai Sanksi AS pada Rusia

Yoga 11 Apr 2022 Kompas

Berlanjutnya invasi Rusia ke Ukraina berarti berlanjut pula kemungkinan penjatuhan aneka sanksi ekonomi terhadap Mokswa oleh AS dan sekutunya. Washington disebut siap menerapkan aneka sanksi sekunder, yang jika diberlakukan, pihak-pihak yang berhubungan dengan Rusia bisa terkena efek secara langsung. Presiden AS Joe Biden pada tengah pekan lalu mengumumkan sanksi ekonomi baru terhadap Rusia. Targetnya menyusutkan PDB Rusia dua digit tahun ini sekaligus menghapus keuntungan ekonomi Rusia 15 tahun terakhir. Cakupannya, antara lain, melarang investasi AS di Rusia, memblokir sepenuhnya lembaga keuangan terbesar negara itu, dan menargetkan aset yang dipegang oleh anak-anak Presiden Vladimir Putin. Menurut VOA, dengan sanksi terbaru itu, Barat seperti kehabisan rem untuk menghentikan agresi Rusia ke Ukraina, kecuali jika mereka mau menekan secara langsung sektor minyak dan gas Rusia. Sanksi terbaru AS itu juga mencakup pemblokiran terhadap Sberbank, lembaga keuangan terbesar Rusia, dan Alfa Bank, bank swasta terbesar di negara itu. Sberbank adalah salah satu lembaga utama yang menangani pembayaran energi. AS juga memblokir Rusia dari sistem pembayaran utang dengan mata uang yang tunduk pada yurisdiksi AS.

Sanksi sekunder adalah jenis sanksi ekonomi lain yang diterapkan AS, menargetkan pelaku negara ketiga yang melakukan bisnis dengan rezim, orang, dan organisasi yang ditargetkan AS. Target Sanksi sekunder adalah orang atau pihak asing, terutama lembaga keuangan asing yang melakukan bisnis dengan individu, negara, rezim, dan organisasi dipihak yang dikenai sanksi. Pemberlakuan sanksi sekunder bakal diumumkan otoritas hukum di AS, sanksi sekunder dapat melarang warga atau pihak AS melakukan bisnis dengan lembaga keuangan asing tersebut. Bank AS juga membatasi transaksi atau rekening koresponden lembaga keuangan asing tersebut di AS. Namun, penerapan sanksi sekunder itu juga kontroversial. Sebab, sanksi itu dapat berefek terhadap sekutu AS yang mengandalkan energi Rusia dan sumber daya lainnya. Penerapan sanksi jenis itu bahkan dapat memecah posisi aliansi AS, khususnya NATO di Eropa, yang relatif tergantung pada sektor energi Rusia. Jerman yang terus membeli minyak dan gas dari Rusia, misalnya, bisa dinilai salah dari sisi AS. Sanksi sekunder juga dapat memicu kebingungan mengenai hal-hal apa saja yang dilarang atau tidak. (Yoga)


Ramadhan Saling Memperkuat

Yoga 11 Apr 2022 Kompas

Di tengah upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi, pedagang dan pengusaha berharap Ramadhan membawa berkah peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat. Para pengusaha pun berharap 2022 ini sebagai momentum pertumbuhan di tengah optimisme keberhasilan eradikasi tuntas penyebaran Covid-19. Dua tahun sudah geliat ekonomi melemah akibat pandemi mengikis tradisi belanja ”baju baru dan kue lebaran”. Kementerian Keuangan menyebutkan, pertumbuhan ekonomi nasional triwulan IV-2021 mencapai 5,02 % dan keseluruhan 2021 mencapai 3,69 %. Dengan pertumbuhan 2021 sebagai base-line, ada sinyal kuat prospek 2022 kian menguat seiring keberhasilan pemulihan ekonomi.

Penguatan ekonomi terjadi karena Ramadhan acap diistilahkan sebagai strong economic driver. Walau kebanyakan sedang berpuasa, rumah tangga tak mengurangi belanja konsumsi. Badan Pusat Statistik mencatat konsumsi rumah tangga 2021 tumbuh 2,02 % setelah tahun lalu minus 2,63 % akibat pandemi. Ramadhan tahun ini diyakini jauh lebih baik dibanding masa dua tahun lalu. Geliat kegiatan ekonomi terlihat dengan dibukanya pusat belanja, mal, kafe,restoran, dan fasilitas bisnis lain. Sudah tampak nyata masyarakat belanja meski tetap harus mematuhi prokes atau belanja secara digital. Ramadhan tahun ini adalah momen spesial membawa berkah bagi ekonomi nasional. Ada energy ganda, yakni bangkit spiritual memuncak di bulan Ramadhan serta adopsi digital dalam konsumsi rumah tangga. (Yoga)


Harga Tak Kunjung Stabil, Sejumlah Produsen Abai

Yoga 11 Apr 2022 Kompas

Program minyak goreng curah bersubsidi sudah berjalan sebulan, tetapi harganya masih tinggi di pasaran. Hasil pemantauan pelaksanaan program minyak goreng bersubsidi menunjukkan masih ada 20 produsen minyak goreng sawit yang belum memulai produksi minyak goreng curah dan 11 produsen belum mendistribusikan hasil produksinya.Menurut data Kemenperin, 75 perusahaan minyak goreng sawit terlibat dalam program pemerintah untuk menyediakan dan mendistribusikan minyak goreng curah bersubsidi bagi masyarakat serta pelaku usaha mikro dan kecil. Mereka sudah mendapat nomor registrasi dan berkontrak dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), tapi sampai 7 April 2022 baru 55 perusahaan atau 73,3 % yang sudah mulai memproduksi minyak goreng curah bersubsidi. Sebanyak 20 perusahaan lainnya sama sekali belum memulai

Hasil pemantauan Gerakan Masyarakat Awasi Kartel (Germak) pada 1-9 April 2022 di 9 provinsi, ada 11 perusahaan minyak goreng sawit yang sama sekali belum menyalurkan minyak goreng curah bersubsidi. Koordinator Germak Fahmy Badoh, Minggu (10/4) mengatakan, hal itu menunjukkan masih rendahnya komitmen dan kepatuhan sebagian produsen minyak goreng sawit pada kontrak kewajiban. Sesuai Permenperin No 8 Tahun 2022, para produsen ini wajib memproduksi dan mendistribusikan minyak goreng bersubsidi. Terkait perusahaan yang sudah memproduksi tetapi belum menyalurkan, Febri mengatakan, ada kemungkinan minyak goreng dalam bentuk curah tidak disalurkan karena dijadikan minyak goreng kemasan

Restrukturisasi Kredit Turun

Yoga 11 Apr 2022 Kompas

Restrukturisasi kredit perbankan terus mencatatkan penurunan sebagai dampak perekonomian yang kian membaik sehingga debitor bisa kembali mengangsur dan menyelesaikan kewajibannya. Perkembangan itu membuat mereka keluar dari daftar yang menjalani program restrukturisasi. Mengutip data OJK sampai Februari 2022, restrukturisasi kredit perbankan mencapai Rp 638,21 triliun, menurun 4,63 % dibanding Januari 2022 sebesar Rp 654,64 triliun. Besaran restrukturisasi Februari 2022 menurun 23,08 % dibandingkan puncak restrukturisasi Desember 2020 sebesar Rp 829,71 triliun.

Restrukturisasi kredit bank Februari 2022 masih didominasi debitor non UMKM sebesar Rp 393,43 triliun atau 61,65 % total restrukturisasi, sisanya berasal dari restrukturisasi kredit debitor UMKM Rp 244,77 triliun atau 38,35 % total restrukturisasi. Restrukturisasi kredit bank Februari 2022 melibatkan 3,69 juta debitor, menurun 59,04 % total debitor sebanyak 6,25 juta debitor pada Desember 2020. Artinya, 2,56 juta debitor sudah menyelesaikan kewajibannya sehingga dicoret dari daftar debitor yang mengikuti program restrukturisasi.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, nilai restrukturisasi kredit perbankan kian melandai, disebabkan perekonomian yang berangsur pulih seiring kembalinya aktivitas ekonomi masyarakat buah dari pengendalian jumlah kasus Covid-19. Sekretaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rudi As Aturridha mengatakan, hingga Februari 2022 portofolio kredit restrukturisasi debitur terdampak Covid-19 mencapai Rp 67 triliun yang terdiri dari segmen wholesale Rp 32 triliun dan ritel Rp 35 triliun. Sejalan dengan ekonomi yang membaik, tren tersebut terus menurun dibandingkan posisi akhir tahun 2021 lalu. (Yoga)


Pengembangan Produk Pertanian Mendesak

Yoga 11 Apr 2022 Kompas

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta, Masyhuri, Minggu (10/4) mengatakan, peningkatan ekspor produk pertanian serta  turunannya berpotensi berkembang. ”Ambil contoh, ekspor karet Indonesia cukup besar, tetapi produk akhirnya, seperti ban, kita impor. Jadi, peluang yang ada saat ini seharusnya mengarah pada pengembangan produk hilir,” katanya. (Yoga)

Pilihan Editor