Sri Lanka Gagal Bayar Semua Utang Luar Negeri
Pemerintah Sri Lanka gagal membayar (default) utang luar negerinya senilai US$ 51 miliar pada Selasa (12/4) saat negara kepulauan itu bergulat dengan krisis ekonomi terburuknya. Sementara itu, protes kuat telah menuntut pengunduran diri pemerintah. Kekurangan makanan dan bahan bakar yang akut, disamping pemadaman listrik setiap hari yang panjang, telah membawa penderitaan yang meluas ke 22 juta orang di negara itu. Ini menjadi penurunan paling menyakitkan sejak kemerdekaan Sri Lanka pada 1948. Kementerian Keuangan Sri Lanka mengatakan, negara ini gagal membayar semua kewajiban eksternalnya, termasuk pinjaman dari pemerintah asing, menjelang dana talangan (bailout) IMF. Krisis ekonomi bola salju Sri Lanka dimulai dengan ketidakmampuan mengimpor barang-barang penting, setelah pandemi virus corona merusak pendapatan vital dari pariwisata dan pengiriman uang. (Yetede)
Tags :
#Perlambatan EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023