Lebih Ekspansif Belanja di Tahun Depan
Meski defisit anggaran kembali ke batas normal, anggaran belanja pemerintah tetap ekspansif. Salah satunya, belanja kementerian dan lembaga (K/L) yang pada tahun depan direncanakan meningkat. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, pagu indikatif K/L pada tahun depan ditetapkan sebesar Rp 977,1 triliun. Angka tersebut naik 3,31% ketimbang alokasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 sebesar Rp 945,8 triiliun. Kepala Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (indef) M Rizal Taufikurahman menghitung, naiknya belanja K/L akan menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 0,05%.
Pelaporan SPT Tahunan Baru Mencapai 12 Juta
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat: Realisasi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan untuk pajak penghasilan (PPh) tahun pajak 2021 mencapai 12,05 juta pada 18 April 2022 lalu.
Padahal, batas akhir pelaporan SPT bagi wajib pajak orang pribadi telah berakhir pada 31 Maret 2022. Sementara bagi wajib pajak badan hingga 30 April 2022 mendatang. Dengan realisasi ini, artinya dari target sebanyak 19 juta pelapor SPT, masih kurang sekitar 7 juta yang belum dilaporkan wajib pajak.
Saham Klub Rp 100 Triliun Bertambah
Saham big cap dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun terus bertambah. Per Senin (18/4), ada 18 emiten dengan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun.
Selain PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang baru saja IPO, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga menjadi penghuni baru daftar saham big caps. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga kembali masuk jajaran market cap Rp 100 triliun.
TPIA Akan Membagi Dividen US$ 11 Juta
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham total sebesar US$ 11 juta. Pembagian dividen ini telah mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Senin (18/4). TPIA menetapkan total US$ 76 juta atau setara dengan 50% laba bersih tahun buku 2021 akan diberikan sebagai dividen tunai. Nilai tersebut juga diperhitungkan dengan pembagian dividen interim sebesar US$ 65 juta yang telah dibayarkan pada 16 Juli 2021 lalu.
Dengan begitu, sisa pembayaran dividen tunai yang akan dilakukan TPIA untuk tahun buku 2021 sebesar US$ 11 juta atau senilai atau senilai US$ 0,000508603 per saham.
Waspada, Valuasi BBCA Mulai Mahal
Pemulihan ekonomi mendorong kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada tahun ini. Hanya saja, potensi kenaikan inflasi dan suku bunga acuan harus diwaspadai, karena bisa menghambat kinerja BBCA.
Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas Robertus Hardy meyakini, kinerja BBCA pada kuartal I-2022 ini masih akan solid dan tumbuh positif. Menurut dia, relaksasi PPKM yang semakin luas serta pulihnya aktivitas ekonomi akan ikut mengangkat kinerja para debitur BBCA. “Secara umum, perbaikan aktivitas bisnis para debitur inilah yang akan mendorong kinerja BBCA sepanjang tahun ini,” kata Robertus, Senin (18/4).
Peminjam Amartha Naik
PT Amartha Mikro Fintek mencatatkan jumlah peminjam atau borrower mencapai angka 1 juta. Seiring dengan tingkat perekonomian yang membaik, Amartha mengincarkan kenaikan jumlah borrower. Tidak tanggung-tanggung, Amartha memasang target pertumbuhan hingga dua sampai tiga kali lipat dari jumlah yang ada saat ini.
Neraca Dagang Maret 2022 : Ekspor NonKomoditas Masih Tertatih
Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 23 kali berturut-turut hingga Maret 2022. Namun, kondisi ini tidak mengejutkan mengingat kenaikan signifikan terjadi ekspor nonmigas komoditas mineral. Di sisi lain, kenaikan ekspor nonkomoditas naiknya tidak signifikan dan masih menjadi pekerjaan rumah ke depan. Surplus neraca perdagangan pada bulan lalu mencapai US$4,53 miliar, atau memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah karena nilai ekspor tercatat US$26,50 miliar sedangkan nilai impor hanya US$21,97 miliar. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyatakan bahwa tingginya pertumbuhan ekspor nonmigas pada Maret 2022 menyebabkan surplus neraca perdagangannya turut terdongkrak.“Beberapa komoditas nonmigas yang mengalami kenaikan harga yang tinggi, diantaranya batu bara sebesar 49,91%, nikel 41,26%, dan minyak kelapa sawit 16,72%,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (18/4). Secara bulanan (month to month/MtM), ekspor nonmigas juga tumbuh 28,82% dibandingkan dengan Februari 2022.
Struktur ekspor non-migas per Maret 2022 menyumbang 94,7% dari total ekspor.“Ekspor nonmigas Maret 2022 mencapai US$25,09 miliar, naik 28,82% dibanding Februari 2022, dan naik 43,82% dibanding ekspor nonmigas Maret 2021,” kata Margo.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani menilai pekerjaan rumah Indonesia pada masa mendatang adalah meningkatkan ekspor nonkomoditas agar Indonesia menjadi negara yang mandiri dari sisi pangan.
DPR Minta Struktur Otorita IKN Disiapkan
DPR meminta struktur organisasi Otorita Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) disiapkan begitu peraturan turunan UU No 3 Tahun 2022 tentang IKN rampung dirumuskan. Kualitas SDM mesti diutamakan dalam pengisian organisasi otorita agar sesuai dengan kebutuhan. Sebab, tugas otorita relatif berat, yakni menyelenggarakan pemerintahan sekaligus mempersiapkan pembangunan dan pemindahan ibu kota negara. Enam aturan turunan UU IKN sudah selesai diharmonisasi Kemenkumham. Aturan turunan berupa tiga PP dan tiga perpres telah diserahkan kepada Kementerian Setneg untuk mendapat persetujuan Presiden Jokowi. Peraturan pelaksana tersebut semestinya sudah diundangkan paling lambat dua bulan setelah UU disahkan, yaitu pada 15 April 2022.
Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa (17/4) mengatakan, rampungnya perumusan peraturan pelaksana UU IKN menjadi penanda dimulainya pembangunan IKN baru. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengisi organisasi Otorita IKN Nusantara, dimana sekarang baru ada Kepala dan Wakil Kepala IKN saja. Berdasarkan draf Perpres tentang Otorita IKN, ada sejumlah struktur organisasi perangkat Otorita IKN yang perlu segera diisi untuk membantu Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN, yaitu Sekretariat Otorita IKN, Satuan Kerja Hukum dan Kepatuhan Otorita IKN, serta unit teknis. Adapun ketentuan lebih lanjut mengenai struktur organisasi tersebut diatur dalam Peraturan Kepala Otorita IKN. (Yoga)
Konglomerat Agresif Garap Bisnis Pelabuhan
Prospek bisnis pengelolaan pelabuhan logistik semakin basah. Lihat saja, sejumlah perusahaan konglomerasi agresif masuk sektor kemaritiman tersebut. Salah satu konglomerat yang terjun ke bisnis pelabuhan adalah Maspion Group. Menggandeng Dubai Ports World bersama mitranya Caisse de Depot et Place du Quebec (CDPQ), Maspion berniat membangun pelabuhan peti kemas dan wilayah industri di Gresik, Jawa Timur. Konglomerat lainnya, PT Astra International Tbk (ASII) menggarap bisnis pelabuhan melalui PT Astra Infra yang mengelola Pelabuhan Penajam Banua Taka di wilayah Selat Makassar, Kalimantan Timur. Sementara itu, konsorsium perusahaan milik Chaerul Tanjung turut menjadi pengelola Pelabuhan Patimban sejak Maret 2021. Konsorsium ini bernama PT Pelabuhan Patimban Indonesia (PPI) yang beranggotakan PT CT Corp Infrastruktur Indonesia, PT Indika Logistic & Support Service, PT U-Connectivity Service dan PT Terminal Petikemas Surabaya.
PPATK Memantau Ketat Aliran Dana Pemilu 2024
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Pemilu. Tujuan Tim Satgas untuk mengawasi aliran dana menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Kepala PPATK Ivan Yustiavanda menjelaskan, Tim Satgas Pemilu PPATK memang dibentuk menjelang Pemilu. Ia menyebut, Satgas Pemilu 2024 telah bekerja mulai dari sekarang. Ivan menerangkan, sejumlah tugas yang dilakukan Satgas Pemilu antara lain. Pertama, mengamati profil yang ada dalam database Politically Exposed Persons (PEP). Kedua, mengawasi aliran dana menjelang Pemilu.









