;

Jejak Angkara Murka di Sekitar Ibu Kota

Yuniati Turjandini 19 Apr 2022 Tempo

Militer Ukraina menguasai sejumlah daerah disekitar ibu kota Kyiv pasca-invasi Rusia yag dimulai pada 24 Februari lalu. Pos-pos yang dijaga tentara Ukraina bertebaran disejumlah titik Kyiv, Bucha. Jejak perang Rusia-Ukraina yang merusak berbagai infrstruktur masih terlihat di kota-kota tersebut.Kota Chernihiv di utara Kyiv yang berbatasan langsung dengan Belarusia -sekutu Rusia- baru sepekan dibebaskan dari  pasuka Rusia. Rumah-rumah dipinggiran kota hampir rata dengan tanah. Bangkai tank milik pasukan Ukraina teronggok di sudut jalan. Pada 12 April lalu, ada iring-iringan kendaraan militer yang melintas sambil menyeret tank dengan simbol "O",  merujuk pada kendaraan militer tentara Belarusia, Konvoi itu terjadi  beberapa menit setelah terjadi letusan dari berbagai arah pinggiran kota. Vlad, pasukan Ukraina dari Batalion Tank Pertama, mengatakan tentara Rusia menggempur Chernihiv sampai akhir Maret.Artileri dan misil tak henti-hentinya meluncur lalu meledak, "Anggota regu saya tak ada yang tewas atau terluka," ujarnya. (Yetede)

Surplus Terdorong Produk Pengolahan

Yuniati Turjandini 19 Apr 2022 Tempo

Badan Usaha Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Maret 2022 menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah. Nilai ekspor pada periode tersebut mencapai US$  26,5 miliar untuk naik 44,36% dibandingkan pada Maret 2021.  Ekspor non migas mendominasi dengan nilai ekspor sebesar US$ 25,09 miliar atau naik 28,82% dibanding pada Februari 2022 seerta naik 43,82% dibandingkan pada Maret 2021, sedangkan nilai ekspor minyak dan gas sebesar US$ 1,41 miliar. Adapun nilai total impor mencapai US$ 21,97 miliar hingga neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 4,53 bulan berturut-turut," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, kemarin. Ia menjelaskan kinerja ekspor nonmigas nasional ditopang oleh ekspor produksi industri pengolahan senilai US$ 19,26 miliar. (Yetede)

Tiga Bulan, BRI Salurkan KUR Rp66,99 Triliun

Yuniati Turjandini 19 Apr 2022 Investor Daily

PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) terus melanjutkan  capaiannya sebagai bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR)  terbesar di Indonesia. BRI berhasil menyalurkan  KUR  sebesar Rp 66,99 triliun kepada 1,8 juta nasabah dalam tiga bulan  pertama pada tahun ini. Penyaluran tersebut setara dengan 25,77% dari total plafon KUR yang diberikan oleh pemerintah ke BRI pada 2022 senilai Rp 260 triliun. kepada 1,6 juta nasabah, segmen kecil sebesar Rp8,67 triliun kepada 31 ribu nasabah, dan segmen ultramikro Rp1,64 triliun kepada 186 ribu nasabah.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan, salah satu kunci kebehasilan BRI dalam menyalurkan KUR yakni terbentuknya ekosistem digital yang diciptakan oleh perseroan. "Melalui digitalisasi, BRI dapat mencipatkan efisiensi proses bisnis melalui revitalisasi Mantri, enhancement BRISPOT Mikro, serta memperbagarui operating model end to end tenaga pemasar, yang berdampak pada peningkatan produktivitas Mantri dalam penyaluran KUR," Imbuh Catur. (Yetede)

Mulai Menggeliat Kuartal I Konsumsi Semen Tumbuh 5,5%

Yuniati Turjandini 19 Apr 2022 Investor Daily

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat, permintaan semen untuk kuartal I-2022 masih cukup bagus atau mencapai 5,5% secara tahunan (year on year/yoy) dimana hampir semua daerah yang meningkat kecuali di Bali dan Nusa Tenggara yang masih stagnan. "Hal ini terjadi karena hambatan pembangunan dari pandemi Covid-19 sudah mulai turun disemua daerah baik di Jawa maupun diluar Pulau Jawa," ujar Ketua Umum ASI Widodo Santoso. Adapun untuk realisasi Maret 2022, permintaan semen tercatat turun dibanding bulan sebelumnya, yakni hanya naik 2,5% yoy. Berdasarkan data ASI, konsumsi semen di Jawa mencapai 34,5 juta ton atau tumbuh 4,6% yoy. Untuk di Kalimantan tercatat mencapai 0,43 juta ton, tumbuh 2,0% yoy. Jika peningkatan konsumsi dalam negeri cukup baik, sebaliknya realisasi penjualan ekspor pada kuartal I-2022 justru penurunan tajam sekitar 25% yoy atau hanya 2,1 juta ton. Jumlah tersebut terdiri semen 400 ribu ton dan klinker 1,8 juta ton. (Yetede)

Arwana Citramulia Raih Penjualan Rp743,6 Miliar

Yuniati Turjandini 19 Apr 2022 Investor Daily

PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) meraih penjualan sebesar Rp743,6 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 662,38 miliar. Membaiknya permintaan disektor  properti yang mendorong kenaikan penjualan keramik diharapkan meningkatkan  laba bersih perseroan, yang ditargetkan mencapai Rp612 miliar tahun 2022 atau tumbuh 30% dibanding tahun lalu Rp470 miliar. Direktur Utama PT Citramulia Tandean Rustandy mengatakan,  penjualan neto tersebut dikontribusi dari segmen usaha distribusi keramik Rp704,23 miliar, dan dari segmen usaha industri keramik sebesar Rp 39,37 miliar. "Dari usaha wilayah, penjualan di Pulau Jawa mencapai Rp302,31 miliar atau 40,64% dari total penjualan ARNA. Sementara sisanya Rp441,29 miliar atau Rp59,35%, berasal dari penjualan diluar Pulau  Jawa," katanya dalam keterbukaan informasi. (Yetede)

Akumulasi Utang Menghambat Pemulihan Ekonomi

Yuniati Turjandini 19 Apr 2022 Investor Daily

Dana Moneter Internasional atau IMF mengingatkan pada Senin (18/4) bahwa akumulasi utang oleh perusahaan maupun individu di seluruh dunia dapat menghambat pemulihan ekonomi negara dari krisis pandemi Covid-19. "Perusahaan-perusahaan yang rentan  dan rumah tangga yang kesusahan, yang jumlah maupun proposinya  meningkat sepanjang pandemi Covid-19, kami perkirakan terus memangkas belanja. Khususnya di negara-negara yang strategi kebangkrutannya tidak efisien dan ruang fiskalnya terbatas," tutur IMF. Pemerintah diseluruh dunia mengambil langkah-langkah  luar  biasa untuk menyokong perekonomian di sepanjang krisis Covid-19 yang sudah lebih dari dua tahun. Termasuk meluncurkan program penangguhan  utang atau menawarkan pinjaman skala besar. (Yetede) 

Lebih Ekspansif Belanja di Tahun Depan

Hairul Rizal 19 Apr 2022 Kontan

Meski defisit anggaran kembali ke batas normal, anggaran belanja pemerintah tetap ekspansif. Salah satunya, belanja kementerian dan lembaga (K/L) yang pada tahun depan direncanakan meningkat. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, pagu indikatif K/L pada tahun depan ditetapkan sebesar Rp 977,1 triliun. Angka tersebut naik 3,31% ketimbang alokasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 sebesar Rp 945,8 triiliun. Kepala Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (indef) M Rizal Taufikurahman menghitung, naiknya belanja K/L akan menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 0,05%.

Pelaporan SPT Tahunan Baru Mencapai 12 Juta

Hairul Rizal 19 Apr 2022 Kontan

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat: Realisasi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan untuk pajak penghasilan (PPh) tahun pajak 2021 mencapai 12,05 juta pada 18 April 2022 lalu. Padahal, batas akhir pelaporan SPT bagi wajib pajak orang pribadi telah berakhir pada 31 Maret 2022. Sementara bagi wajib pajak badan hingga 30 April 2022 mendatang. Dengan realisasi ini, artinya dari target sebanyak 19 juta pelapor SPT, masih kurang sekitar 7 juta yang belum dilaporkan wajib pajak.

Saham Klub Rp 100 Triliun Bertambah

Hairul Rizal 19 Apr 2022 Kontan

Saham big cap dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun terus bertambah. Per Senin (18/4), ada 18 emiten dengan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun. Selain PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang baru saja IPO, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga menjadi penghuni baru daftar saham big caps. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga kembali masuk jajaran market cap Rp 100 triliun.

TPIA Akan Membagi Dividen US$ 11 Juta

Hairul Rizal 19 Apr 2022 Kontan

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham total sebesar US$ 11 juta. Pembagian dividen ini telah mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Senin (18/4). TPIA menetapkan total US$ 76 juta atau setara dengan 50% laba bersih tahun buku 2021 akan diberikan sebagai dividen tunai. Nilai tersebut juga diperhitungkan dengan pembagian dividen interim sebesar US$ 65 juta yang telah dibayarkan pada 16 Juli 2021 lalu. Dengan begitu, sisa pembayaran dividen tunai yang akan dilakukan TPIA untuk tahun buku 2021 sebesar US$ 11 juta atau senilai atau senilai US$ 0,000508603 per saham.

Pilihan Editor