;

IHSG Mengatur Strategi Demi Jaga Pasar Saham

Hairul Rizal 01 Mar 2025 Bisnis Indonesia (H)

Tekanan yang berlarut-larut di pasar saham domestik Indonesia menuntut intervensi dari otoritas pasar modal untuk meredam kekhawatiran investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada 28 Februari 2025, yang dipicu oleh faktor global seperti kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump. Untuk menghadapi kondisi pasar yang tidak biasa ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang melakukan berbagai upaya, termasuk berencana untuk menunda penerapan kebijakan short selling, serta melakukan roadshow untuk menjelaskan kondisi pasar kepada investor asing.

Pentingnya edukasi terhadap investor domestik juga disorot oleh Aria Santoso, Presiden Direktur CSA Institute, yang menyarankan BEI untuk memberikan penjelasan tentang kondisi pasar agar investor jangka panjang tidak panik. Selain itu, Aria juga mengusulkan perluasan edukasi mengenai solusi lindung nilai seperti produk option. Di sisi lain, Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, menekankan bahwa langkah BEI akan efektif jika didukung oleh kebijakan makroekonomi yang pro-investasi.

Beberapa pelaku pasar berharap langkah-langkah seperti aksi buyback saham dapat membantu pemulihan IHSG. Di sisi lain, Satria Sambijantoro dari Bahana Sekuritas mengingatkan bahwa intervensi pasar yang berlebihan dapat mengurangi daya tarik pasar saham domestik. Namun, Kristian Sihar Manullang dari BEI menjelaskan bahwa kebijakan auto rejection dan unusual market activity (UMA) diterapkan untuk melindungi investor, meskipun dapat mengganggu strategi pasar tertentu.

Secara keseluruhan, respons terhadap tekanan pasar ini mencakup langkah preventif dari BEI dan pentingnya kebijakan pemerintah yang mendukung stabilitas ekonomi makro untuk menjaga iklim investasi yang kondusif.


Dampak AI & 5G Berpengaruh Terhadap Transformasi Digital RI

Hairul Rizal 01 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Digitalisasi didorong oleh kemajuan teknologi dan akses internet yang lebih baik, menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), telah proaktif dalam merangkul digitalisasi dengan menerapkan teknologi 5G untuk meningkatkan produktivitas di sektor manufaktur dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung transformasi digital, terutama di sektor publik. Salah satu langkah penting adalah penerapan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia 2020-2045 yang bertujuan untuk mengembangkan AI dalam berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan pertanian.

Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan perusahaan teknologi global, seperti Microsoft dan AWS, untuk memperluas infrastruktur cloud dan AI di Indonesia, termasuk investasi dalam data center yang diperkirakan akan tumbuh secara signifikan hingga 2029. Kehadiran AI dalam jaringan 5G di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, keandalan, dan kualitas pengalaman pengguna, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin industri digital di Asia Tenggara. Integrasi AI dengan teknologi 5G juga memungkinkan otomasi dalam manajemen jaringan, mengoptimalkan kinerja, dan memberikan layanan yang lebih dipersonalisasi.

Dengan perkembangan ini, Indonesia berusaha untuk memenuhi kebutuhan teknologi saat ini dan mempersiapkan diri menghadapi tren masa depan dalam perilaku konsumen dan pemanfaatan teknologi.


PHK Besar-Besaran Masih Berlanjut

Hairul Rizal 01 Mar 2025 Bisnis Indonesia

PT Sritex dan tiga anak usahanya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 9.604 pekerja, menyusul keputusan Pengadilan Niaga Semarang yang memutuskan Sritex dalam keadaan pailit. Tim kurator mengumumkan bahwa PHK massal ini terjadi akibat perusahaan yang tidak dapat beroperasi lagi setelah tanggal 1 Maret 2025. Total pekerja yang terdampak PHK pada Januari hingga Februari 2025 mencapai 10.669 orang. Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan, yang akrab disapa Noel, mengatakan bahwa pemerintah akan membantu mencari pekerjaan baru bagi para pekerja yang terdampak, termasuk melalui peluang kerja di daerah seperti Garut dan perusahaan besar seperti Huawei. Pemerintah juga akan mendorong pekerja untuk mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan mereka. Selain itu, hak-hak pekerja seperti pesangon dan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) akan dipenuhi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Terdapat juga kasus PHK di sektor lain seperti pabrik Yamaha yang berencana menutup lini produksi, yang turut memengaruhi ratusan pekerja. Sementara itu, sektor manufaktur, yang selama ini banyak menyerap tenaga kerja, semakin tertekan karena penurunan daya beli dan kebijakan yang tidak mendukung industri.


Kejagung Kembangkan Penyidikan BBM

Hairul Rizal 01 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Kejaksaan Agung (Kejagung) berpeluang untuk mengembangkan penyidikan dan pemeriksaan dalam kasus korupsi yang melibatkan tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina-KKKS. Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, menegaskan bahwa setiap pemeriksaan yang dilakukan akan bergantung pada kebutuhan penyidikan, dan pihak-pihak yang dapat memberikan informasi terkait tindak pidana tersebut akan dipanggil. Saat ini, Kejagung masih fokus pada pemeriksaan sembilan tersangka, termasuk pejabat tinggi anak usaha Pertamina dan anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Andrianto Riza. Penggeledahan juga telah dilakukan di beberapa lokasi, termasuk kantor Pertamina Patra Niaga, rumah tersangka, serta kantor Ditjen Migas Kementerian ESDM. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai, dokumen, dan barang bukti elektronik.


Ekonomi Terpuruk, Bursa Menurun

Hairul Rizal 01 Mar 2025 Kontan (H)
Tahun 2025 menjadi tantangan berat bagi ekonomi Indonesia, ditandai dengan pelemahan IHSG dan rupiah yang mencapai level terburuk sejak pandemi Covid-19 dan krisis moneter 1998. Josua Pardede, Chief Economist Bank Permata, menilai bahwa ketidakpastian suku bunga The Fed dan perang dagang global mendorong investor asing keluar dari Indonesia.

Di pasar saham, Budi Frensidy, Pengamat Pasar Modal UI, menyoroti tidak adanya market maker yang mampu menahan arus jual asing, sementara Parto Kawito, Direktur Infovesta Utama, menyebut turunnya return on equity (ROE) dan kontribusi manufaktur sebagai penyebab lemahnya kepercayaan investor.

Hans Kwee, Co-Founder PasaRDana, mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak konsisten, seperti penghapusan subsidi gas 3 kg yang justru merugikan ekonomi rakyat kecil. Iman Rachman, Direktur Utama BEI, menegaskan bahwa pertemuan dengan pelaku pasar diperlukan, tetapi kebijakan ekonomi yang tidak stabil tetap menjadi ancaman utama bagi investor.

Deflasi Bisa Terpotensi Di Bulan Februari 2025

Hairul Rizal 01 Mar 2025 Kontan
Pada Februari 2025, Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan masih mencatat deflasi, meskipun tekanan harga mulai meningkat menjelang Ramadan. Kepala Ekonom BCA, David Sumual, memperkirakan deflasi 0,27% MtM, lebih rendah dibandingkan Januari yang mencapai 0,76% MtM. Sementara itu, inflasi tahunan diperkirakan hanya 0,04% YoY, lebih rendah dari 0,76% YoY di bulan sebelumnya.

Menurut David, penyebab utama deflasi adalah penurunan harga bahan pokok, diskon tarif listrik, dan stabilnya harga beras, meskipun harga gula pasir naik sedikit. Namun, inflasi inti diprediksi meningkat menjadi 2,47% YoY akibat kenaikan harga emas dan bahan bakar Pertamax.

Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, juga memperkirakan deflasi 0,16% MtM, dengan inflasi tahunan sebesar 0,22% YoY, masih di bawah target Bank Indonesia (1,5%-3,5%). Hosianna menyoroti diskon tarif listrik 50% yang menekan biaya hidup, tetapi kenaikan harga cabai akibat faktor musiman dan emas sebagai aset lindung nilai menahan deflasi lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, memperkirakan deflasi 0,04% MtM, dipicu oleh penurunan harga daging ayam, telur, cabai rawit, dan bawang merah. Namun, kenaikan harga bahan bakar non-subsidi dan normalisasi harga tiket pesawat setelah diskon di Desember-Januari akan memberikan tekanan inflasi ke depan.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai inflasi masih berada dalam target Bank Indonesia, tetapi bisa meningkat jika pemerintah menghentikan diskon tarif listrik dan rupiah mengalami depresiasi, yang dapat menyebabkan imported inflation. Josua memperkirakan inflasi akan meningkat ke 2,33% di akhir 2025, naik dari 1,57% pada 2024.

Meskipun deflasi terjadi pada Februari, inflasi diperkirakan akan meningkat menjelang Ramadan dan Lebaran, terutama karena kenaikan harga pangan dan permintaan barang/jasa.

Cuan Dari Bisnis Mobil Listrik

Hairul Rizal 01 Mar 2025 Kontan
PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) memanfaatkan peluang pertumbuhan mobil listrik di Indonesia dengan menjadi Agen Pemegang Merek (APM) Xpeng, merek kendaraan listrik asal China. Melalui anak usahanya, PT Era Inovasi Otomotif (EIO), ERAL menandatangani perjanjian distributor dengan Shenzhen Xiaopeng Motors Supply Chain Management Co. Ltd. dan Guangzhou Xiaopeng Motors Trading Co. Ltd.

Menurut Presiden Direktur ERAL, Djohan Sutanto, keputusan ini diambil karena perusahaan ingin terus mengikuti tren pasar dan menghadirkan produk berkualitas dari brand global. Djohan juga menekankan bahwa kendaraan listrik bukan sekadar alat transportasi, tetapi bagian dari gaya hidup modern yang mengedepankan teknologi dan mobilitas.

ERAL melihat pasar mobil listrik di Indonesia masih dalam tahap awal dengan penetrasi yang rendah, tetapi potensinya besar. Dukungan pemerintah dan infrastruktur kendaraan listrik yang berkembang menjadi faktor pendorong pertumbuhan industri ini. Namun, ERAL belum menyebutkan besaran investasi yang dialokasikan untuk pemasaran dan distribusi Xpeng.

Dari sisi keuangan, hingga kuartal III 2024, ERAL mencatat pendapatan Rp 3,42 triliun, tumbuh 27,13% dibanding tahun sebelumnya. Segmen aksesori dan IoT menjadi penyumbang utama pendapatan. Namun, laba bersih ERAL turun 4,22% menjadi Rp 157,32 miliar, akibat kenaikan biaya penjualan dan distribusi.

ERAL merupakan anak usaha PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan telah melakukan IPO pada Agustus 2023 dengan harga Rp 390 per saham. Namun, hampir dua tahun setelahnya, harga saham ERAL turun 35,89% ke Rp 250 per saham per 28 Februari 2025, mencerminkan tekanan di pasar saham.

Perang Dagang Semakin Memanas

Hairul Rizal 01 Mar 2025 Kontan
Kebijakan tarif impor tinggi yang diumumkan Presiden AS Donald Trump semakin meningkatkan ketidakpastian global. Trump berencana menerapkan tarif 25% terhadap Meksiko dan Kanada serta menaikkan tarif impor China menjadi total 20%, dengan alasan menekan peredaran fentanyl dari ketiga negara tersebut.

Meksiko dan Kanada menanggapi kebijakan ini dengan langkah diplomasi. Menteri Ekonomi Meksiko, Marcelo Ebrard, akan bertemu dengan pejabat perdagangan AS untuk mencari solusi, sementara Menteri Keamanan Publik Kanada, David McGuinty, menegaskan negaranya telah memperketat pengawasan perbatasan dan menangani penyelundupan narkotika.

Dari pihak China, pemerintahnya berjanji akan membalas kebijakan tarif Trump dengan tindakan balasan yang diperlukan, seperti yang sebelumnya dilakukan dengan mengenakan tarif 10% pada produk energi dan pertanian AS.

Dampak kebijakan ini langsung terasa di pasar global. Investor melakukan aksi jual besar-besaran terhadap mata uang berisiko dan aset kripto, sementara dolar AS menguat sebagai aset safe haven. Pasar saham Asia pun mengalami tekanan, dengan indeks saham Thailand turun 2,4% dan mendekati fase pasar lesu.

Di tengah kebijakan proteksionisme AS, kelompok BRICS yang dipimpin oleh Brasil mencari alternatif sistem pembayaran antaranggota untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan menekan biaya transaksi. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menekankan pentingnya diversifikasi alat pembayaran guna mengurangi kerentanan ekonomi akibat kebijakan perdagangan Trump.

Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Didorong Kemitraan Danantara, Swasta dan Umum

Yuniati Turjandini 01 Mar 2025 Investor Daily (H)

Kemitraan antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), swasta, serta UMKM berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Swasta berperan sebagai katalis inovasi dan investasi, sementara UMKM yang dikenal sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan mendorong ekonomi lokal. Swasta mutlak dirangkul karena berkontribusi dominan terhadap kebutuhan investasi nasional ditengah keterbatasan kemampuan APBN. Dari total kebutuhan investasi lima tahun ke depan (2025-2029) untuk menggapai pertumbuhan 8%, 86,7%-nya diharapkan datang dari swasta, sisanya baru dari APBN dan BUMN.

Sedangkan UMKM memiliki peran strategis terhadap perekonomian mengingat sektor ini menjadi penyerap 96,9% tenagakerja dan berkontribusi 60,5% produk domestik bruto (PDB). Sehingga, selain strategis, kemitraan antara ketiganya dinilai tepat karena selaras dengan misi BPI Danantara sebagai agen pembangunan sekaligus agent of economic growth, selain pengelola investasi negara. “Dengan Danantara sebagai agen pembangunan dan penggerak pertumbuhan ekonomi, kolaborasi ini bisa menjadi ekosistem yang saling memperkuat,” ujar Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira, Jumat (28/02/2025).  (Yetede)


Konsumsi Rumahtangga Digenjot Kolaborasi

Yuniati Turjandini 01 Mar 2025 Investor Daily (H)

Pemerintah danpengusaha berkolaborasi untuk menggenjot konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2025, ditopang oleh momentum Puasa dan Idulfitri. Sejumlah program disiapkan untuk mengerek konsumsi rumah tangga, yang menyumbangkan 50% lebih produk domestic bruto (PDB) Indonesia. Pemerintah akan merilis stimulus diskon harga tiket pesawat 10% lebih selama dua minggu untuk penerbangan domestik, diskon tarif tol sebesar 20%, program pariwisata mudik Lebaran, program mudik gratis bersama 74 BUMN kolaborator, tiket gratis angkutan laut Lebaran 2025, dan operasi pasar (OP) untuk menjaga stabilitas bahan pokok.

Pemerintah dan pengusaha juga akan menggelar program belanja nasional. Contohnya, program Friday Mubarak, sebuah inisiatif dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk mendorong konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran. Seiring dengan itu, pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5% pada kuartal I-2025. Adapun sepanjang 2025, target pertumbuhan ekonomi dipatok 5,2%. (Yetede)


Pilihan Editor