;

Akselerasi Bank Emas untuk Stabilitas Keuangan

Hairul Rizal 24 Feb 2025 Bisnis Indonesia (H)

Indonesia memiliki cadangan emas sebanyak 2.600 ton, menjadikannya negara dengan cadangan emas terbesar ke-6 dunia. Untuk memperkuat ekosistem perdagangan emas, pemerintah Indonesia menggagas pembentukan bank emas, yang akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025. Pembentukan bank emas ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem bisnis emas, meningkatkan penghiliran, serta memperluas akses pembiayaan industri emas nasional.

Bank emas ini telah disesuaikan dengan UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) dan Peraturan OJK No. 17/2024. Saat ini, PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia telah mendapatkan izin untuk menjalankan Kegiatan Usaha Bulion (KUB) yang mencakup simpanan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas.

Dengan keberadaan bank emas, diprediksi bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan meningkat sebesar Rp245 triliun, investasi mencapai Rp47,4 triliun, dan peredaran uang akan bertambah sekitar Rp156 triliun. Hal ini menunjukkan potensi besar dari sektor emas dalam memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.


Menggali Potensi Pekerja Informal dalam Ekonomi RI

Hairul Rizal 24 Feb 2025 Bisnis Indonesia

5 tahun mendatang, kondisi ekonomi global diperkirakan tidak akan memberikan sinyal yang optimistis. Hal ini disebabkan oleh kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Donald Trump, seperti keluar dari WHO, Perjanjian Paris, dan pembubaran USAID, yang mempengaruhi arah ekonomi global. Sementara itu, Asia, terutama China, diprediksi akan semakin dominan secara global, menggantikan peran Barat. Ketidakpastian ini mengharuskan Indonesia untuk mengandalkan kekuatan internal dan kerja sama antarnegara, seperti yang terlihat pada krisis 2008.

Untuk memperkuat perekonomian dalam menghadapi tantangan global, Indonesia perlu fokus pada sumber daya internal, seperti mendorong konsumsi rumah tangga yang berkontribusi signifikan terhadap PDB. Konsumsi rumah tangga harus dipacu dengan memberikan kontinuitas pendapatan, akses terhadap peningkatan pendapatan, dan serapan tenaga kerja. Peningkatan jumlah pekerja formal menjadi kunci, karena pekerja formal cenderung memiliki tingkat kepercayaan lebih tinggi dalam berbelanja dibandingkan pekerja informal.

Pemerintah perlu mengurangi ketergantungan pada sumber daya yang tidak berkelanjutan, seperti bantuan sosial, dan fokus pada UMKM yang menyerap sebagian besar tenaga kerja informal. Dengan memberikan insentif untuk mengangkat pekerja informal menjadi pekerja formal, serta memberikan dukungan seperti fasilitas modal, akses pasar, dan kebijakan pembiayaan ramah UMKM, pemerintah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Secara keseluruhan, Indonesia perlu mengoptimalkan sumber daya internal dan sistem ekonomi yang berkelanjutan untuk memperkuat struktur perekonomian nasional, mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal, dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang stabil di masa depan.


Indonesia Berpeluang Menjadi Pemain Kunci Pasar Emas Global

Hairul Rizal 24 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Bank emas memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian Indonesia, seperti yang disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Kehadiran bank emas diprediksi dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp245 triliun dan menciptakan sekitar 800.000 lapangan kerja. Bank emas diharapkan dapat memperkuat ekosistem penghiliran emas di Indonesia, memberikan manfaat ekonomi bagi negara dan masyarakat, serta berkontribusi sekitar 1,1% terhadap PDB Indonesia pada 2024.

Selain itu, keberadaan bank emas juga berpotensi meningkatkan cadangan devisa Indonesia, karena emas menjadi komoditas yang stabil dan terus naik harganya dalam jangka panjang. Trioksa Siahaan, Head of Research LPPI, menjelaskan bahwa dengan adanya bank emas, Indonesia dapat lebih mudah mendeteksi dan menyimpan logam mulia, yang pada gilirannya akan memberi dampak positif pada perekonomian dan masyarakat.

Ibrahim Assuaibi, pengamat investasi komoditas, menambahkan bahwa bank emas akan melengkapi ekosistem hilirisasi komoditas emas yang sudah dirancang pemerintah, dan akan menjadi alternatif investasi yang menguntungkan bagi masyarakat. Selain itu, bank emas juga dapat menjadi sumber pendapatan negara melalui pajak.

Secara keseluruhan, bank emas di Indonesia diharapkan dapat memperkuat sektor ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memberikan manfaat finansial bagi masyarakat melalui investasi yang menguntungkan.


Bank Jatim Pastikan Kepatuhan terhadap Proses Hukum

Hairul Rizal 24 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Bank Jatim menunjukkan komitmennya untuk menghormati proses hukum terkait dugaan manipulasi pemberian kredit yang melibatkan Pemimpin Bank Jatim Cabang Jakarta. Fenty Rischana, Corporate Secretary Bank Jatim, menegaskan bahwa pihak manajemen berkomitmen penuh untuk mendukung pemeriksaan yang sedang berlangsung oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kejati DK Jakarta). Kasus ini terungkap setelah hasil pemeriksaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan SKAI Bank Jatim, yang kemudian mendorong perseroan untuk melaporkan dugaan manipulasi kredit kepada aparat penegak hukum.

Bank Jatim memberikan apresiasi kepada Kejati DK Jakarta atas upaya cepat dalam penegakan hukum dan memastikan bahwa perusahaan akan terus beroperasi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta menjaga prinsip Good Corporate Governance (GCG), seperti transparansi, akuntabilitas, dan fairness. Fenty juga menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap tersangka terus berlanjut, dan Bank Jatim mengupayakan recovery asset untuk pemulihan kerugian secara optimal.

Pada akhirnya, Bank Jatim memastikan akan tunduk dan patuh terhadap ketentuan hukum yang berlaku, serta berkomitmen menjaga kelancaran operasional dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan.


Danantara: Pendatang Baru yang Mengguncang Ekonomi

Hairul Rizal 24 Feb 2025 Kontan (H)
Pemerintah Indonesia meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang akan mengelola aset BUMN senilai Rp 14.000 triliun. Presiden Prabowo Subianto meresmikan badan ini sebagai bagian dari program Asta Cita, yang bertujuan meningkatkan investasi berkelanjutan dan inklusif.

Struktur kepemimpinan Danantara dipimpin oleh Rosan Perkasa Roeslani sebagai CEO, yang juga masih menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM. Dony Oskaria ditunjuk sebagai COO, dan Pandu Patria Sjahrir sebagai CIO.

Namun, para ekonom mengkritisi transparansi dan tujuan pembentukan Danantara. Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, mengingatkan bahwa keberhasilan Danantara bergantung pada tata kelola yang baik. Jika tidak dikelola profesional, aset BUMN bisa mengalami kegagalan besar. Misbah Hasan, Sekjen FITRA, juga menilai bahwa pembentukan Danantara lemah karena tidak melalui feasibility study yang matang, dan lebih baik memaksimalkan peran Indonesia Investment Authority (INA) yang sudah ada.

Awalil Rizky dari Bright Institute juga menyoroti ketidakjelasan tujuan Danantara, termasuk mekanisme penyisihan laba BUMN dan hubungannya dengan keuangan negara. Oleh karena itu, meskipun Danantara diharapkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, tantangan besar dalam transparansi dan profesionalisme masih menjadi sorotan utama.

Kepemilikan SBN oleh BI Diprediksi Meningkat

Hairul Rizal 24 Feb 2025 Kontan
Pemerintah berencana menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) untuk membiayai program 3 juta rumah, yang akan dikelola oleh Kementerian Perumahan dan Wilayah Permukiman. Bank Indonesia (BI) menyatakan dukungannya dengan kemungkinan membeli SBN tersebut, meskipun kepemilikan BI atas SBN saat ini sudah mencapai Rp 1.535,08 triliun (25% dari total outstanding SBN).

Ketua Komisi XI DPR, Mokhamad Misbakhun, menyebut bahwa mekanisme penerbitan SBN ini masih harus dibahas di DPR sebelum keputusan final diambil.

Namun, langkah BI dalam membeli lebih banyak SBN mendapat kritik dari para ekonom. Myrdal Gunarto, ekonom Maybank Indonesia, menilai bahwa meskipun BI bisa membantu stabilitas pasar, terlalu banyak kepemilikan SBN oleh BI dapat membahayakan neraca keuangannya dan berdampak negatif jika likuiditas tidak mencukupi.

Sementara itu, Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, mengkhawatirkan bahwa langkah ini dapat mengancam independensi BI. Jika BI telah berkomitmen membeli SBN sebelum pasar primer dibuka, hal ini berpotensi melanggar prinsip independensi bank sentral. Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan sebelumnya, seperti penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan debt-switch, telah memperburuk kondisi ini.

Jika tidak dikelola dengan transparan dan hati-hati, ketergantungan pemerintah pada BI dalam pembelian SBN bisa mengurangi kepercayaan investor dan masyarakat, serta melemahkan efektivitas kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional.

Daya Beli Melemah, Tantangan Berat bagi Emiten

Hairul Rizal 24 Feb 2025 Kontan
Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong konsumsi, seperti kenaikan upah minimum 6,5%, subsidi tarif listrik, dan PPn selektif, sektor barang konsumsi masih mengalami tekanan. Indeks sektor barang konsumen primer dan non-primer masing-masing turun 5,54% dan 2% sejak awal tahun 2025.

David Kurniawan, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, menjelaskan bahwa penurunan jumlah kelas menengah dari 21,5% pada 2019 menjadi 17,1% pada 2024 berdampak pada daya beli masyarakat. Selain itu, perubahan preferensi konsumen ke produk lokal yang lebih terjangkau juga membuat perusahaan besar seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kehilangan pangsa pasar.

Faktor lain yang memperburuk kondisi adalah pelemahan rupiah terhadap dolar AS, yang meningkatkan biaya impor bahan baku dan menekan margin keuntungan emiten. Willy Goutama, Analis Maybank Sekuritas, menambahkan bahwa efisiensi anggaran pemerintah, seperti pengurangan rapat offline dan pengaturan kerja dari rumah, dapat menekan tingkat konsumsi, terutama pada kuartal I-2025.

Selain tekanan jangka pendek, sektor ini juga menghadapi risiko jangka panjang dari regulasi pemerintah, termasuk rencana pembatasan kemasan plastik pada 2029 untuk produk minuman di bawah 1 liter dan makanan di bawah 50 gram. Hal ini berpotensi menurunkan pendapatan beberapa emiten besar.

Meski demikian, beberapa emiten tetap memiliki prospek yang kuat. Willy Goutama merekomendasikan PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) karena strategi mereka dalam meningkatkan laba dan menghadapi persaingan.

Sementara itu, Natalia Sutanto, Analis BRI Danareksa Sekuritas, menilai bahwa Grup Indofood tetap menarik karena volume penjualan mi instan yang stabil serta kenaikan harga jual rata-rata, yang menjadi indikator positif bagi pendapatan perusahaan di kuartal II-2025.

Lebaran Diharapkan Dongkrak Permintaan Kredit Multiguna

Hairul Rizal 24 Feb 2025 Kontan
Meskipun daya beli masyarakat melemah, prospek kredit multiguna tetap optimistis, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri, saat konsumsi masyarakat meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit multiguna perbankan mencapai Rp 1.265,4 triliun, tumbuh 10% secara tahunan.

Hera F. Haryn, EVP Corporate and Social Responsibility BCA, menyebut bahwa permintaan kredit multiguna terus meningkat sejalan dengan peningkatan konsumsi dan mobilitas masyarakat. BCA mencatat outstanding kredit multiguna Rp 22,9 triliun per Desember 2024, naik 12,8% tahunan.

Sementara itu, Dien Lukita, SVP Consumer Business II BSI, melaporkan pembiayaan multiguna BSI tumbuh 14,3%, didorong oleh kebutuhan konsumsi awal tahun. Dien memprediksi momentum Ramadan dan Lebaran akan menambah kredit sebesar Rp 2 triliun di kuartal I-2025.

Efdinal Alamsyah, Direktur Kepatuhan Bank Oke, juga optimistis bahwa kredit multiguna akan membaik, terutama dengan penguatan layanan digital.

Meski ada tantangan, bank-bank besar tetap melihat peluang pertumbuhan kredit multiguna dengan strategi ekspansi digital dan peningkatan layanan kepada nasabah.

Menyamarkan Jejak dari Penipuan Tiket Konser

Yoga 24 Feb 2025 Kompas

Penipuan tiket konser yang marak terjadi via daring diketahui memakai rekening identitas orang lain sebagai penampung dana. Cara itu dipakai untuk menyamarkan aliran transaksi dari korban ke rekening penampung, yang kemudian berpindah lagi ke akun lain, sehingga jejak pelaku sulit dilacak. Hal itu terungkap dalam investigasi Kompas terhadap sejumlah penipuan tiket konser yang kasusnya diviralkan korban di media sosial. Kami mendatangi orang-orang yang identitasnya terdaftar sebagai rekening bank untuk penipuan. Kemudian, lewat bantuan mereka yang rekeningnya didaftarkan tersebut, kami melacak catatan mutasi rekening penampung.

Deputi Analisis dan Pemeriksaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Danang Tri Hartono membenarkan, penipu pada banyak kasus memakai rekening penampung dengan identitas lain untuk mengaburkan jejak aliran transaksi. Akun yang dipakai itu bisa berasal dari rekening hasil jual-beli atau hasil dari penyalahgunaan identitas. ”Tujuan utamanya agar pelaku tidak diketahui. Jejak pemilik manfaat atau pelaku penipuan jadi kabur,” ujar Danang di kantor PPATK, Jakarta, Jumat (7/2). Danang mengurai pola aliran transaksi pada penipuan tiket konser. Dari rekening penampung yang bertransaksi dengan korban itu, uang akan berpindah lagi ke akun rekening bank lain atau ke dompet digital. Kemudian, pelaku menarik tunai uang di gerai minimarket.

Dalam penipuan tiket konser, lanjutnya, rekening yang digunakan kemungkinan besar untuk satu aksi saja. Hal itu lantaran penipu mengantisipasi macetnya dana apabila mendadak terjadi pemblokiran. Dari catatan PPATK, sedikitnya ada 182 kasus terkait penipuan konser yang diadukan dengan total nilai transaksi mencurigakan sebesar Rp 2,3 miliar pada 2024. Sementara ada 180 kasus yang diadukan pada 2023 dengan total nilai transaksi mencurigakan Rp 3,1 miliar. Dari catatan PPATK, dalam berbagai kasus penipuan, jamak ditemukan penggunaan rekening dari pihak lain yang menyamarkan jejak transaksi kepada pelaku sesungguhnya. (Yoga)


MBG dan Hilirisasi untuk Kemanandirian Indonesia

Yoga 24 Feb 2025 Kompas

Negara yang kuat adalah negara yang tak bergantung pada negara lain. Pemikiran ini sangat kuat mendasari Presiden Prabowo mewujudkan program Makan Bergizi Gratis atau MBG, efisiensi anggaran, hingga keinginan untuk segera mewujudkan megaproyek hilirisasi yang mandiri. Saat berbincang dengan pemimpin redaksi di kediamannya di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jabar, Sabtu (22/2), Presiden Prabowo justru mengaku heran dengan banyak pihak yang mempersoalkan program MBG. Dia menegaskan, banyak negara telah lama melakukannya. India, salah satu negara yang sudah 10 tahun melakukan program ini dan telah memberi makan gratis kepada 800 juta rakyatnya.

Prabowo pun bertekad jangan sampai ada anak Indonesia yang lapar. ”Saya tidak sampai hati saat bertemu mereka. Mau menangis. Tapi, saya tahan saja.” ujarnya. Ketika ditanya soal pelaksanaannya yang tersendat dan apakah melibatkan banyak mitra usaha UMKM, Prabowo langsung menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melalui teleponnya, dengan speaker yang dikeraskan. Sejurus kemudian terde- ngar suara Dadan. ”Sudah 71.000 mitra UMKM yang sudah masuk tahap verifikasi. Sampai saat ini sudah melayani 1,6 juta. Senin ini sudah 2.5 juta,” kata Dadan di ujung telepon menjawab Prabowo.

Presiden juga menyinggung efisiensi anggaran yang dilakukan untuk memperkuat kemandirian negara. Anggaran negara yang selama ini banyak dikeluarkan, menurut Prabowo, sangat banyak yang digunakan untuk hal-hal tidak perlu, seperti banyaknya perjalanan dinas. Pengeluaran pun hanya diukur berdasarkan serapan atau output, bukan dampaknya. Penghematan sudah dilakukan tiga tahap di masa pemerintahannya. Dari penghematan anggaran ini, Presiden Prabowo merencanakan untuk membiayai sejumlah megaproyek hilirisasi tambang secara mandiri, mulai bauksit, nikel, hingga batubara, yang apabila direalisasikan akan memiliki nilai tambah berkali kali lipat. (Yoga)


Pilihan Editor