;

Trend Anak Muda, #KaburAjaDulu

Yoga 22 Feb 2025 Kompas (H)

Tahun lalu, ada wacana pejabat negara agar penerima beasiswa Indonesia yang selesai studi di luar negeri tidak wajib segera pulang. Para mahasiswa di Melbourne, bagian dari warga bangsa yang sudah akrab dengan pelesetan ”Indonesia Emas 2045” jadi ”Indonesia Cemas”. Banyak yang dikecewakan proses atau hasil Pemilu 2024. Mereka akrab dengan ikon bergambar ”Peringatan Darurat” yang bersambung dengan ikon ”Indonesia Gelap”. Sebulan terakhir, #KaburAjaDulu jadi tagar paling viral di berbagai media oleh kaum muda. Banyak yang menafsirkan tagar itu sebagai ungkapan putus asa warga terhadap kondisi ekonomi, hukum, dan sosial di Tanah Air. Elite politik dianggap tidak peduli terhadap kesulitan hidup sehari-hari masyarakat luas.

Kaum elite terlalu sibuk dengan sesamanya berebut dan tawar-menawar jatah kuasa serta harta dalam aneka bentuk perselingkuhan. Kas negara menipis sehingga anggaran belanja dipangkas. Meninggalkan Tanah Air demi perbaikan ekonomi bukan gejala baru. Sudah lebih dari setengah abad terjadi gelombang besar tenaga kerja migran (TKI/TKW) Indonesia ke mancanegara. Migrasi itu masih berlanjut. Akan tetapi, dulu tidak ada gegap gempita semboyan semacam #KaburAjaDulu. Apakah #Kabur- AjaDulu hanya gairah baru melanjutkan migrasi lama kaum TKI? Bedanya, kini pelakunya kelas menengah yang suaranya nyaring di ruang publik? Mereka sama-sama mengejar karier lebih baik di negeri asing karena kurang dihargai di Tanah Air.

Mungkin #KaburAjaDulu menandakan bangkitnya cita-cita dan selera kelas menengah terdidik. Mereka sadar kesejahteraan rekan-rekan mereka seprofesi di negara-negara lain lebih baik. Mereka merasa berhak setara. Mereka yakin mampu berprestasi kerja dengan standar internasional. Jika demikian, #KaburAjaDulu menandakan suksesnya pendidikan yang mereka tempuh. Ini kabar baik, yakni bangkitnya kesadaran potensi dan kepercayaan pada diri sendiri di lingkup global. Sayang, meningkatnya pendidikan warga ini tidak diimbangi dengan meningkatnya kualitas pelayanan negara. Bakat, dedikasi, dan kebutuhan mereka tidak tertampung. Aspirasi global warga bangsa ini tidak disertai kekuatan paspor Indonesia di tingkat global. Ada yang ingin berganti kewarganegaraan. (Yoga)


Harga Emas Terus Melonjak, Investor Makin Tertarik

Hairul Rizal 22 Feb 2025 Bisnis Indonesia (H)

Harga emas telah mencatatkan rekor tertinggi, melampaui kinerja instrumen investasi lainnya, dengan harga mencapai US$2.938,98 per ounce pada Februari 2025, mengalami kenaikan 12% sepanjang tahun. Kenaikan ini didorong oleh ketidakpastian ekonomi global, aksi belanja bank sentral dunia, dan kebijakan ekonomi Presiden AS, Donald Trump. Emas, sebagai aset safe haven, semakin diminati oleh investor karena ketegangan geopolitik, seperti konflik Rusia-Ukraina, serta dampak kebijakan tarif impor AS. Bank sentral, yang membeli lebih dari 1.000 ton emas pada 2024, berperan besar dalam permintaan logam mulia ini.

Proyeksi harga emas juga menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut, dengan Goldman Sachs memperkirakan harga emas bisa mencapai US$3.100 per ounce pada akhir tahun dan bahkan bisa mencapai US$3.300 per ounce jika ketidakpastian terus berlanjut. Beberapa analis, seperti Andy Nugraha dari PT Dupoin Futures Indonesia, juga mengungkapkan potensi harga emas mencapai US$3.000 pada 2025, didorong oleh kekhawatiran perang dagang dan keinginan bank sentral dunia, terutama dari negara-negara BRICS, untuk mendiversifikasi cadangan devisanya ke emas.

Selain itu, meskipun pasar saham Indonesia dan aset kripto seperti Bitcoin mengalami tekanan, harga emas tetap menunjukkan performa yang solid, menjadikannya pilihan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah Indonesia juga merencanakan untuk meresmikan PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. sebagai Bullion Bank pada Februari 2025, untuk memanfaatkan momentum kenaikan harga emas.


Integrasi Laporan Keuangan Perbankan Demi Transparansi

Hairul Rizal 22 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Skandal laporan keuangan yang terungkap di beberapa perusahaan, seperti PT Indofarma Tbk., PT Hanson Tbk., eFishery, PT Asabri, dan PT Jiwasraya, menunjukkan dampak besar terhadap bisnis dan kepercayaan investor. Manipulasi laporan keuangan menyebabkan kerugian signifikan bagi perusahaan, masyarakat, dan pihak terkait. Laporan keuangan yang akurat dan transparan, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, sangat penting untuk menjaga integritas bisnis dan menghindari dampak negatif jangka panjang.

Pentingnya pengawasan yang ketat dari berbagai pihak, termasuk pemegang saham, komisaris, direksi, serta penguatan pengendalian internal, perlu menjadi fokus utama dalam menjaga kualitas laporan keuangan. Regulasi seperti POJK 15/2024 dari OJK menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam pelaporan keuangan dan sanksi bagi pihak yang tidak mematuhi aturan. Selain itu, bank juga dihadapkan pada tantangan ekonomi dan geopolitik yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan mereka. Oleh karena itu, integritas laporan keuangan harus menjadi prioritas utama bank, mengingat bank merupakan lembaga kepercayaan yang mengelola dana masyarakat.

Meski tantangan berat menghadang, termasuk volatilitas ekonomi dan perubahan kebijakan, bank harus menjaga kepercayaan publik dengan menghasilkan laporan keuangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, tanpa terjebak pada tampilan laporan yang hanya menarik di mata publik. Penguatan pengendalian internal dan fungsi pengawasan dalam bank menjadi langkah strategis untuk mencapai laporan keuangan yang berintegritas, meski dalam kondisi ekonomi yang penuh tekanan.


Freeport Kembali Kantongi Izin Ekspor Konsentrat

Hairul Rizal 22 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa izin ekspor konsentrat tembaga Freeport diberikan setelah dilakukan penyidikan mendalam terkait kebakaran smelter yang dianggap sebagai insiden kahar. Pemerintah juga memutuskan untuk mengenakan tarif bea keluar yang lebih tinggi bagi ekspor konsentrat tembaga tersebut. Izin ekspor ini akan diperpanjang hingga Juni 2025, dengan syarat Freeport menyelesaikan perbaikan smelter pada waktu yang ditentukan, jika tidak, sanksi akan dikenakan.

Bahlil menegaskan bahwa keputusan ini mempertimbangkan kepentingan negara, perusahaan, dan masyarakat. Meskipun kapasitas produksi smelter hanya beroperasi pada 60%-70%, Freeport tetap diizinkan untuk mengekspor sisa konsentrat tembaga secara bertahap. Ekspor yang direncanakan oleh PT Freeport Indonesia mencapai 1,3 juta ton hingga 2025, dengan nilai mencapai US$5 miliar, di mana US$4 miliar akan menjadi jatah negara.

Selain itu, Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan izin ekspor kepada badan usaha lain yang izin ekspornya telah berakhir pada Desember 2024.


Perbankan Syariah Bukukan Kinerja Gemilang

Hairul Rizal 22 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Perbankan syariah nasional menunjukkan kinerja positif dengan peningkatan aset, pembiayaan, dana simpanan masyarakat, serta pangsa pasar. Aset total perbankan syariah tercatat sebesar Rp980,30 triliun, tumbuh 9,88% YoY, dan market share meningkat menjadi 7,72% dari 7,44% pada tahun sebelumnya. Pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp643,55 triliun, tumbuh 9,92%, dengan sektor perumahan dan UMKM mendominasi. Dana pihak ketiga tercatat Rp753,60 triliun, tumbuh 10%, lebih tinggi dari industri perbankan nasional. Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio NPF yang rendah.

CIMB Niaga Syariah juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Pada 2024, laba bersihnya mencapai Rp2,12 triliun, tumbuh 10,86% YoY. Pendapatan berbasis komisi dan pendapatan lainnya juga menunjukkan peningkatan. Pembiayaan CIMB Niaga Syariah tumbuh 9,14%, dan asetnya meningkat 7,58%. Meskipun ada kenaikan tipis pada rasio NPF, kualitas pembiayaan tetap terjaga, dan dana pihak ketiga mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 21,74%.

Secara keseluruhan, sektor perbankan syariah di Indonesia pada 2024 menunjukkan tren positif yang mencerminkan stabilitas dan pertumbuhan yang solid dalam berbagai aspek.


KPK: Harun Masiku Lolos OTT karena Intervensi Hasto

Hairul Rizal 22 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa Harun Masiku lolos dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8 Januari 2020, berkat intervensi dari Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Saat itu, KPK sedang memburu Harun Masiku yang terlibat dalam kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI. Hasto dikabarkan memerintahkan Nur Hasan, penjaga Rumah Aspirasi PDIP, untuk menghubungi Harun dan menyuruhnya untuk melarikan diri. Akibatnya, Harun berhasil menghindari penangkapan dan hingga kini masih menjadi buronan.

Selain itu, Setyo juga mengungkapkan bahwa pada 6 Juni 2024, sebelum Hasto diperiksa oleh KPK sebagai saksi, Hasto memerintahkan stafnya, Kusnadi, untuk menyembunyikan ponsel yang berada dalam penguasaan Kusnadi agar tidak ditemukan oleh KPK. Peristiwa ini menunjukkan upaya intervensi dan penghalangan proses hukum yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait dalam kasus ini.


Strategi Mengoptimalkan Cuan dari Kenaikan Harga Emas

Hairul Rizal 22 Feb 2025 Kontan (H)
Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi di awal 2025, mencapai US$ 2.956 per ons troi pada 20 Februari sebelum sedikit terkoreksi. Harga emas Antam juga mencapai rekor Rp 1,708 juta per gram, didorong oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump yang berencana mengenakan tarif 25% pada berbagai produk impor, yang memperburuk ketegangan perdagangan global.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menaikkan target harga emas ke US$ 3.250 per ons troi di 2025, dengan potensi menyentuh US$ 3.400. Goldman Sachs juga memperkirakan harga emas naik menjadi US$ 3.100 per ons troi, bahkan bisa mencapai US$ 3.300 jika ketidakpastian global tetap tinggi. Bank of America (BofA) memprediksi kenaikan lebih agresif hingga US$ 3.500 per ons troi di akhir 2025.

Kondisi ini membuka peluang investasi emas yang menjanjikan. Lukman Leong menilai emas batangan sebagai pilihan terbaik karena risikonya rendah, sementara emas digital lebih mudah dan efisien, meskipun tetap memiliki risiko terkait sertifikasi. Founder Indogold, Indra Sjuriah, menjelaskan bahwa biaya investasi emas fisik digital muncul saat penukaran ke bentuk fisik, termasuk biaya sertifikat, pengiriman, dan asuransi.

Tren kenaikan harga emas masih prospektif di 2025, dengan berbagai pilihan investasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan toleransi risiko masing-masing investor.

Pemangkasan Anggaran, Tak Ada yang Luput

Hairul Rizal 22 Feb 2025 Kontan
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengumumkan hasil efisiensi anggaran 73 kementerian dan lembaga (K/L) sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. DPR sendiri mengalami pemangkasan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun, sebagaimana disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir, yang menegaskan bahwa efisiensi ini tidak akan menurunkan kinerja DPR.

Tiga kementerian dengan pagu anggaran terbesar terkena pemangkasan signifikan meliputi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dipangkas Rp 26,9 triliun, menyisakan Rp 139,3 triliun. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalami pemangkasan terbesar Rp 81,38 triliun, menyisakan Rp 29,57 triliun. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dipangkas Rp 19,6 triliun, tersisa Rp 86,1 triliun.

Meski bertujuan efisiensi, kebijakan ini berisiko menimbulkan dampak ekonomi negatif. Wakil Direktur LPEM FEB UI, Jahen Fachrul Rezki, memperingatkan potensi misalokasi sumber daya akibat realokasi anggaran ke program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bisa menciptakan ketidakseimbangan sosial dan ekonomi.

Sementara itu, Senior Economist World Bank, Indira Maulani Hapsari, menekankan bahwa peningkatan aggregate demand akibat efisiensi anggaran harus dibarengi peningkatan kapasitas suplai. Jika tidak, risiko overheating ekonomi dan inflasi tinggi bisa terjadi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus difokuskan pada pertumbuhan potensial agar lebih berkelanjutan.

Peluang Cuan dari Bisnis Tepung Roti

Hairul Rizal 22 Feb 2025 Kontan
PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) optimistis menghadapi persaingan di industri tepung roti pada tahun 2025, terutama dengan peluang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah. Perusahaan yang berdiri sejak 2015 ini mencatatkan pertumbuhan positif dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Januari 2025 melalui IPO dengan harga Rp 210 per saham, mengantongi dana Rp 61,21 miliar untuk modal kerja.

Direktur Utama BRRC, Ari Sudarsono, menjelaskan bahwa keunggulan utama perusahaan terletak pada kemampuannya mencocokkan produk dengan kebutuhan pelanggan. BRRC pun berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 15% di 2022 dan melonjak 135% di 2023.

Untuk terus berkembang, BRRC menjalankan strategi ekspansi, termasuk, Diversifikasi produk seperti bubble crumb, pelapis nugget dengan tekstur lebih renyah. Meningkatkan kapasitas produksi dengan membuka dua pabrik baru, dari 12.000 ton menjadi 18.600 ton per tahun. Ekspansi ke pasar Sumatra dengan pabrik di Medan yang mulai beroperasi Januari 2025. Target ekspor ke Australia dengan mitra yang sudah tersedia.

BRRC menargetkan pendapatan Rp 150 miliar di 2025 dengan laba 5% di atas pendapatan. Ari juga menilai bahwa program MBG dapat meningkatkan kinerja perusahaan hingga empat kali lipat, mengingat tepung roti digunakan dalam makanan olahan.

Namun, meski prospek bisnis positif, saham BRRC mengalami penurunan. Dalam sebulan terakhir, sahamnya turun 23,26%, dengan harga parkir di Rp 66 per saham pada 21 Februari 2025.

Bank Digital Jadi Senjata Baru Bank Besar

Hairul Rizal 22 Feb 2025 Kontan
Bank-bank besar semakin memperkuat bisnis bank digital untuk memperluas layanan ke segmen yang belum terjangkau. PT Bank Hibank Indonesia, anak usaha BNI, resmi diluncurkan untuk fokus pada kredit UMKM, terutama di sektor supply chain FMCG. Direktur Utama Hibank, Jenny Wiriyanto, menyebut kredit UMKM Hibank tumbuh 37% di 2024 dan ditargetkan naik 40% di 2025, dengan kualitas kredit yang tetap terjaga di bawah 0,7%.

Selain Hibank, bank digital milik BRI, PT Bank Raya Indonesia Tbk, juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Direktur Keuangan Bank Raya, Rustati Suri Pertiwi, mengungkapkan bahwa penyaluran dana talangan mencapai Rp 11,88 triliun pada September 2024, tumbuh 69% tahunan, dengan outstanding kredit naik 195%. Sinergi dengan ekosistem BRI Group semakin memperkuat kontribusi Bank Raya dalam bisnis digital.

Sementara itu, anak usaha BCA, PT Bank BCA Digital, juga mencatat lonjakan laba bersih 134,5% secara tahunan menjadi Rp 108,0 miliar. Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga T. Susilo, menyatakan pertumbuhan ini didukung oleh strategi ekspansi dan optimalisasi layanan, dengan jumlah nasabah Blu mencapai 2,4 juta pengguna.

Bank-bank digital ini memanfaatkan ekosistem induk mereka untuk mendorong pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga, menunjukkan bahwa model bisnis digital semakin menjadi kunci bagi perbankan besar.

Pilihan Editor