Sebanyak 456 Kepala Daerah Mengikuti Retret di Akademi Militer
Sebanyak 456 kepala daerah mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, yang berlangsung pada 21-28 Februari 2025. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan total kepala daerah yang harus mengikuti retret kali ini sebanyak 503 orang kepala daerah, namun yang datang sebanyak 456 kepala daerah. Artinya sebanyak 47 orang lain belum hadir. "Tadi beberapa datang telat. Kemudian dari yang datang tersebut, 19 orang kami berikan dengan tanda gelang merah artinya kondisi fisiknya memerlukan atensi, seperti pascaoperasi penyakit serius dan sebagainya, tetapi mereka bersemangat untuk hadir tentu kita izinkan," kata Bima Arya.
Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menginstruksikan para kepala daerah yang diusung partainya untuk tidak mengikuti acara retret atau pembekalan yang digelar 21-28 Februari 2024 di Akmil, Magelang, Jawa Tengah. Adapun instruksi tersebut muncul setelah mencermati dinamika politik nasional yang terjadi pada hari ini, khusunya setelah penahanan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK. Bima Arya mengatakan kepala daerah yang diberikan gelang merah dipersilahkan mengikuti retret namun dengan atensi yang sangat serius dan dispensasi pada kegiatan-kegiatan tertentu. (Yetede)
Pemerintah Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Solid dan Lebih Baik Dibandingkan Negara Maju
Meski dinamika global masih dipenuhi ketidakpastian, pemerintah optimistis kinerja ekonomi Indonesia masih tetap solid dan lebih baik dibandingkan beberapa negara maju maupun berkembang lainnya. Berkaitan itu, pemerintah menyiapkan beberapa langlah strategis guna menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Kalau kita lihat pertumbuhan domestik bruto (PDB) kita itu berdasarkan PPP (purchasing power parity), maka kita punya PDB tiga kali lebih besar. Berdasarkan indeks apa yang dibeli oleh konsumsi, nilai ekonomi kita itu US$ 4,8 triliun. Berarti hari ini secara realitas, kita ini nomor delapan ekonomi terkuat di dunia," jelas Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sebagai langkah strategis, Airlangga menuturkan bahwa Indonesia sedang berbicara untuk masuk dalam perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC), termasuk diantaranya Uni Emierat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Qatar. Total ekonomi negara GCC tersebut yakni sekitar US$ 2 triliun dengan 50 juta penduduk. "Jika Indonesia sedang bicara untuk masuk dalam FTA dengan GCC, maka Indonesia menambahkan kepada ekonomi US$ 1,3 triliun, plus 280 juta penduduk. Jadi itu yang membuat kita diperhitungkan di berbagai negara, karena ekonomi kita tidak kecil," ujar Airlangga. (Yetede)
Inovasi Hijau atau Tong Sampah Karbon?
BI Inginkan Pertanian Gunakan Teknologi untuk Menjaga Tingkat Inflasi
China Fokus ke Ekonomi dan Perang Dagang
Upaya Pemerintah Gerakkan Ekonomi Daerah Melalui Diskon Tarif Tol
Defisit Transaksi Berjalan RI Tahun 2024 Melebar Jadi Empat Kali Lipat
Neraca transaksi berjalan Indonesia pada 2024 kembali mencatat defisit yang melebar hingga empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pelebaran defisit ini berdampak pada ketahanan eksternal dan tecermin dalam pergerakan nilai tukar rupiah. Berdasarkan data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2024, defisit transaksi berjalan tercatat 8,85 miliar USD atau 0,6 % dari PDB. Angka ini meningkat empat kali lipat ketimbang periode 2023, yang mencatatkan defisit 2,04 miliar USD atau 0,1 % dari PDB. Melebarnya defisit transaksi berjalan tersebut terutama dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan barang yang menyusut.
Pada 2024, surplus neraca perdagangan barang Indonesia tercatat 39,92 miliar USD, turun 13,7 % dibanding tahun sebelumnya. Penyusutan surplus neraca perdagangan barang tersebut disebabkan oleh kenaikan ekspor yang tidak setinggi impor. Kinerja ekspor meningkat sejalan dengan kenaikan harga komoditas global di tengah penurunan permintaan negara mitra dagang utama, sedang peningkatan impor dipengaruhi kebutuhan ekspor dan permintaan domestik. Defisit transaksi berjalan turut didorong meningkatnya defisit neraca jasa dan pendapatan primer.
Defisit neraca jasa-jasa pada 2024 meningkat 5,6 % secara tahunan menjadi 18,66 miliar USD, sedangkan defisit pendapatan primer meningkat 0,21 % secara tahunan menjadi 36,09 miliar USD. Kepala Ekonom Bank BCA, David Sumual mengatakan, defisit transaksi berjalan memang memiliki korelasi yang erat dengan fluktuasi nilai tukar rupiah. Artinya, tekanan terhadap transaksi berjalan akan tecermin juga dalam pergerakan rupiah. ”Sejauh ini, defisit transaksi berjalan bisa dikatakan masih terjaga. Biasanya investor mematok defisit transaksi berjalan hingga 3 % dari PDB. Meski sekarang defisit transaksi berjalannya naik, belum sampai ke arah situ,” katanya, Kamis (20/2). (Yoga)
Efisiensi Anggaran Turut Berimbas Pada Media Massa
Efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah akan berdampak pada kelangsungan hidup media massa. Hal ini memberatkan media massa karena saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi digital hingga perekonomian media yang kian berat. Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengungkapkan, iklim usaha industri pers sedang tidak dalam kondisi menguntungkan. Sepanjang tahun 2023-2024, tidak kurang dari 1.200 karyawan perusahaan pers, termasuk jurnalis, mengalami PHK. Beberapa media cetak skala besar pun berhenti melayani pembaca. Selain itu, media massa tidak lagi menjadi sumber utama warga mencari berita, iklan nasional perusahaan pers 75 % diambil alih platform digital global dan media sosial, hingga akal imitasi (AI) jadi disrupsi ketiga setelah teknologi digital dan media sosial. Ini menjadi tantangan terberat perusahaan pers di masa mendatang.
”Kebijakan penghematan ketat oleh pemerintah ini secara tidak langsung berpengaruh pada sektor media massa. Untuk itu, para insan pers mau tidak mau harus memutar otak agar industri media bisa bertahan di tengah badai yang seakan tak berhenti,” kata Ninik dalam Konvensi Nasional Media Massa 2025 di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (20/2). Dengan kondisi ini, Dewan Pers terus berupaya mendesak pemerintah menerbitkan aturan mengenai tanggung jawab platform digital. Upaya tersebut membawa hasil dengan diterbitkannya Perpres No 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas pada 20 Februari 2024. Di tengah ”tsunami informasi”, media massa justru seharusnya bisa mencerahkan dan menunjukkan kebenaran agar masyarakat tidak tersesat. Perpres tersebut ditindaklanjuti Dewan Pers dengan membentuk Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas melalui seleksi terbuka. (Yoga)
Demi Program 3 Juta Rumah SBN Akan Diborong BI
Peran BI dalam mendukung program Tiga Juta Rumah bertambah. Untuk mendukung kebutuhan pembiayaan bagi program Astacita Presiden Prabowo tersebut, BI juga akan membeli Surat Berharga Negara atau SBN dari pasar sekunder untuk memberi tambahan likuiditas. Sebelumnya, BI berkomitmen mendukung program Tiga Juta Rumah melalui pemberian insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) senilai total Rp 80 triliun, untuk meningkatkan likuiditas bank-bank penyalur kredit sektor perumahan dalam mendukung program Tiga Juta Rumah.
Seusai rapat bersama 3 jam yang digelar di kantor Kemenkeu, Kamis (20/2) malam, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa selain insentif KLM, BI juga akan memberikan dukungan kepada program Tiga Juta Rumah melalui pembelian SBN dari pasar sekunder, yang akan digunakan untuk dua hal. Pertama, untuk melakukan debt switching (penukaran utang) atas utang SBN saat pandemi Covid-19 alias burden sharing yang sudah jatuh tempo. Kedua, untuk mendukung pendanaan program di sektor perumahan, termasuk program Tiga Juta Rumah serta program lain di Astacita Presiden Prabowo, seperti hilirisasi dan ketahanan pangan. ”Kami sudah bicara dengan Menkeu, danan (dari pembelian SBN) dapat digunakan tidak hanya untuk debt switching SBN yang jatuh tempo ex-Covid, tetapi juga untuk pendanaan program perumahan dan program lain di Astacita,” kata Perry dalam konferensi pers seusai rapat bersama. (Yoga)
Menggeliatkan Ekonomi Kota Dengan Mengintegrasikan Transportasi Publik
Blok M (19/2) kini menjadi tempat favorit Rania Ellita (28) dan temannya, Zinta Firda Sari (27), Tidak saja karena nyaman untuk menongkrong dan bertemu dengan teman-teman, juga karena kawasan itu mudah terjangkau akses transportasi. Setahun terakhir, terutama sejak Blok M semakin ramai dan tertata, Rania selalu menggunakan moda transportasi MRT. ”Aku beberapa kali ke sini, janjian gitu sama teman, pasti naik MRT. Sebab, aksesnya mudah dan langsung turun di depan Blok M. Enggak kena macet pula. Ada pilihan enak, ngapain pakai mobil atau motor,” katanya. Transformasi Blok M dan dekatnya akses transportasi publik menarik para pengunjung.
Semakin ramai pengunjung di Blok M menjadi berkah bagi pedagang kecil. Sebagaimana diungkapkan Dani (34), pedagang makanan aneka sayur dan lauk-pauk, makin banyak anak muda dan keluarga berkunjung ke Blok M. Salah satu daya tariknya ialah makanan dengan harga terjangkau. Dani mengatakan, baru kali ini pendapatannya relatif stabil, berkisar Rp 350.000 hingga Rp 500.000 per hari. Jika pengunjung ramai, pendapatannya bisa mencapai Rp 700.000-Rp 800.000 per hari.Selain di Blok M, ada pusat perbelanjaan Plaza Senayan dan Senayan City, Jakarta Pusat, yang dekat moda transportasi publik seperti MRT dan Transjakarta.
Pengajar di Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengatakan, ramainya pusat perbelanjaan menunjukkan bahwa investasi di sektor transportasi publik mempunyai efek ganda yang tinggi. ”Artinya, efek ganda transportasi publik mampu memengaruhi geliat ekonomi pusat perbelanjaan, yang di dalamnya ada pekerja, pengusaha, hingga pengunjung,” ujarnya. Keberadaan transportasi publik, menurut Wijayanto, membantu dan membuat biaya perjalanan lebih efisien. Hal tersebut sekaligus memberikan pengalaman positif bagi pengunjung pusat perbelanjaan. Dengan demikian, masyarakat akan menjadikan pusat perbelanjaan sebagai tempat belanja sekaligus tujuan rekreasi keluarga. Karena itu, kota-kota di Indonesia, dan Jabodetabek khususnya, sudah sepantasnya menjadikan transportasi publik terintegrasi dengan pusat hiburan dan perbelan- jaan untuk menarik pengunjung. (Yoga)









