;

Prospek SMRA: Tantangan Prapenjualan & Peluang Pertumbuhan di 2025

Ekonomi Hairul Rizal 25 Feb 2025 Kontan
Prospek SMRA: Tantangan Prapenjualan & Peluang Pertumbuhan di 2025
Prospek PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) tetap menarik meskipun menghadapi tantangan dalam mencapai target prapenjualan Rp 5 triliun di 2025. Sukarno Alatas, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai target ini sulit dicapai, terutama karena realisasi prapenjualan 2024 hanya Rp 4,36 triliun, lebih rendah dari target. Ia juga mencatat bahwa ketidakpastian ekonomi global dan tingginya suku bunga masih membuat konsumen bersikap wait and see.

Ismail Fakhri Suweleh, Analis BRI Danareksa Sekuritas, memperkirakan marketing sales SMRA tahun ini akan tumbuh 4,9% yoy menjadi Rp 4,54 triliun, sesuai dengan tren pertumbuhan tahunan 2016-2024. Namun, Kevin Halim dari Maybank Sekuritas Indonesia menyoroti bahwa pertumbuhan SMRA tertinggal dibanding perusahaan sejenis, dengan eksposur yang lebih rendah terhadap pasar pembeli riil.

Meski begitu, proyek Summarecon Bogor, Summarecon Crown Gading, dan Summarecon Tangerang memberikan kontribusi 40% dari total prapenjualan, yang diprediksi menjadi pendorong utama pertumbuhan ke depan. Kevin juga memperkirakan pendapatan berulang SMRA akan meningkat dari 31% di 2024 menjadi 46% pada 2026, tertinggi kedua setelah Pakuwon Jati (PWON).

Untuk sektor perhotelan, meskipun industri tetap positif, kebijakan pemerintah yang memangkas anggaran MICE (Meeting, Incentives, Conferences, Exhibitions) dapat menjadi risiko di 2025. Namun, Kevin menilai dampaknya terhadap SMRA kecil karena bisnis perhotelannya hanya menyumbang 4% dari total pendapatan.

Kevin memproyeksi pendapatan SMRA di 2025 turun menjadi Rp 7,81 triliun dari Rp 9,68 triliun di 2024, dengan laba bersih turun dari Rp 3,48 triliun menjadi Rp 2,66 triliun. Rekomendasi analis terhadap saham SMRA beragam: BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating buy dengan target harga Rp 800, Maybank Sekuritas merekomendasikan buy di Rp 630, sementara Kiwoom Sekuritas menyarankan hold dengan target Rp 460.
Tags :
#Portofolio
Download Aplikasi Labirin :