Telkom Siapkan Strategi Tingkatkan Laba
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan laba dan mengatrol harga saham. BUMN ini memanfaatkan terjadinya konsolidasi industri untuk meningkatkan pendapatan dengan melakukan diferensiasi layanan, serta mengoptimalisasi fixed broadband dan unlock pusat data (data center). Vice President (VP) Investor Relations Telkom Andi Setiawan menyampaikan bahwa secara fundamental, Telkom saat ini berada dalam kondisi yang baik. Namun begitu, perseroan terus berupaya meningkatkan laba. "Telkom memiliki dua bisnis yang besar. Pertama, di seluler, kami memilki anak usaha yang bergerak di bisnis mobile yaitu Telkomsel. Kedua, di segmen fixed broadbrand, Telkom punya Indihome," ujar Andi dalam interview dengan Majalah Investor, pekan lalu. Beruntung, kini sudah terjadi konsolidasi industri dan menyadari bahwa perang harga membuat semua semua operator sulit bertahan.(Yetede)
SDM Indonesia Terus Ditingkatkan untuk Manfaatkan Potensi Ekonomi Digital
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate terus mendorong peningkatan talenta digital nasional, atau sumber daya manusia (SDM) bidang digital untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital indonesia yang besar. Talenta mumpuni menjadi kunci dalam membuka potensi pasar ekonomi digital Indonesia yang besar. Talenta mumpuni menjadi kunci dalam membuka potensi pasar ekonomi digital Indonesia. "Kita perlu mempersiapkan kebutuhan SDM digital nasional dengan kecakapan digital yang membutuhkan di masa kini dan masa depan, yang dikenal dengan The ABC, yaitu Artificial Intelegence, big data, dan cloud computing," ujar Jhonny. Selain meningkatkan kecakapan digital di keahlian The ABC, Jhonny menilai perlu antisipasi perkembangan teknologi virtual baru metaverse dengan kesiapan ketrampilan digital. Hal ini akan menjadikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar inovasi dan produk dari luar negeri, tetapi juga menjadi pemain di negeri sendiri. (Yetede)
Tahun Depan Pelindo Seragamkan Ketentuan Komersialisasi Tol Laut
PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (persero) tahun depan siap melakukan penyeragaman ketentuan komersialisasi tol laut di semua pelabuhan yang dioperasikan sebagai bentuk dukungan BUMN ini untuk memaksimalkan peran program tersebut. "Kami sudah bicara dengan Kemenhub bahwa nanti ketentuan komersil tol laut ini akan sama regional 1,2,3, dan, 4 baik yang kami berikan kepada Pelni maupun kepada operator lain. Nanti secara anggaran akan kami bicarakan, dan next-nya baru bisa tahun depan untuk menyamakan komersialisasi ini," kata Direktur Pengelola Pelindo Putut Sri Muljanto dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DRP RI, Senin (4/7). Putut menjelaskan, Pelindo sudah menyiapkan pelabuhan besar seperti Belawan, Surabaya, Makassar, Tanjung Priok, Sorong, Bitung, Balikpapan, dan Tenau Kupang. Pelabuhan besar tersebut dapat menjadi hub-hub yang bisa dimanfaatkan operasional tol laut. "Dari SUrabaya itu bisa membangunkan komersil dan tol laut bisa memanfaatkan mekanisme ini," ujar Putut. (Yetede)
Jasa Marga Divestasi 40% Saham Tol Layang MBZ
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melakukan divestasi 2,2 juta saham atau setara 40% kepemilikannya di PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC) kepada anak usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), PT Marga Utama Nusantara (MUN), PT JJC merupakan pengelola Jalan Layang Sheik Mohammed Bin Zayed (MBZ) atau Tol Jakarta-Cikampek III Elevated, yang 80% sahamnya digenggam Jasa Marga. Corporate Secretary Jasa Marga Nixon Sitorus menyampaikan bahwa perseroan telah menekan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Saham dengan PT MUN untuk mengalihkan 2,2 juta saham atau 40% pada Kamis (30/6). "Penyelesaian transaksi masih akan bergantung kepada pemenuhan beberapa persyaratan pendahuluan sebagaimana yang diatur dalam PPJB Saham," terang Nixon dalam keterangan tertulisnya. (Yetede)
G-7 Pertimbangankan Batas Atas Harga Minyak Rusia
Tujuh negara industri terbesar di dunia yang tergabung dalam kelompok G-7 telah melontarkan gagasan untuk mempertimbangkan pembatasan harga minyak Rusia dengan tujuan memberi tekanan lebih terhadap kemampuan Kremlin dalam mendanai serangan gencarnya di Ukraina, dan mencoba melindungi konsumen di tengah harga energi yang melonjak. Sementara itu Kremlin telah mengingatkan bahwa setiap upaya untuk mengenakan batasan harga terhadap minyak mentah Rusia bakal menyebabkan lebih banyak kerugian dari pada kebaikan. Sebagai informasi, UE adalah importir sekitar 25% minyak dari Rusia dan mewakili salah satu pembeli terpenting bagi Kremlin. Langkah penghentian pembelian minyak ini merupakan upaya untuk mengganggu ekonomi Rusia menyusul invasi tak beralasan ke Ukraina. Namun, UE sepertinya kesulitan untuk mengakhirinya dalam semalam mengingat beberapa anggota negara UE masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil Rusia. (Yetede)
Arab Saudi Sambut Kedatangan 1 Juta Jemaah Calon Haji
Pemerintah Arab Saudi kembali menerima kedatangan para jamaah yang akan menunaikan ibadah haji. Tahun ini pihak berwenang mengizinkan satu juta jamaah, termasuk 850.000 dari luar negeri untuk berhaji setelah dua tahun lalu diberlakukan pengurangan jumlah jamaah secara drastis akibat pandemi Covid-19. Pihak berwenang menuturkan pada Minggu (3/7), sedikitnya terdapat 650.000 calon haji asal luar negeri yang sudah tiba di Arab Saudi, "Ini adalah kebahagiaan murni. Saya hampir tidak percaya berada disini. Saya menikmati setiap momennya," ungkap salah seorang jamaah calon haji asal Sudan, Abdel Qader Kheder kepada AFP di Mekah pada Senin (4/7), menjelang ibadah haji yang diperkirakan dimulai pada Rabu (6/7). Pada 2019 terdapat sekitar 2,5 juta orang mengikuti prosesi ibadah haji, mulai dari mengelilingi Ka'bah bangunan berbentuk kubus hitam yang megah di Masjidil Haram- kemudian wukuf di Arofah dan melempar Jumrah di Mina. Namun pada 2020, warga negara asing dilarang masuk dan jamaah hanya dibatasi 10.000 orang. (Yetede)
Gandeng INA, SRF Tiongkok Siap Investasi US$ 3 Milliar
Indonesia Investment Authority (INA) dan Silk Road Fund (SRF) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menandatangani kerangka kerja sama investasi (investment framwork agreement/IFA). SRF siap berinvestasi bersama "Kami yakin investasi di Indonesia dan kawasan di sekitarnya memiliki potensi yang tinggi, apalagi jika dilakukan bersama-sama dengan INA," kata Presiden SRF Yanzhi Wang dalam keterangan resmi, Senin (4/7). Ruang lingkup investasi yang diatur IFA mencakup berbagai kelas aset dan dana, serta menargetkan semua sektor usaha yang terbuka untuk investasi asing, khususnya yang mempromosikan pembangunan masyarakat dan konektifitas ekonomi antara Indonesia dan RRT. "Sebagai bagian dari perjanjian yang ditandatangani, INA akan investasi bersama SRF, serta membuka kemungkinan untuk mengundang investor lain," tutur Ketua Dewan Direksi INA Ridha Wurakusumah. (Yetede)
BANK MINI PIKAT KONGLOMERASI
Bisnis bank rupanya masih amat menarik minat konglomerasi. Prospek industri perbankan yang moncer serta penetrasi layanan keuangan digital yang masif membuat aksi akuisisi kelompok usaha besar terhadap bank-bank kecil terus berlanjut. Manuver terbaru dilakukan oleh PT Astra Internasional Tbk. Emiten dengan kode ASII itu mengambil alih 49,56% kepemilikan saham PT Bank Jasa Jakarta melalui entitas afiliasinya, PT Sedaya Multi Investama senilai Rp3,88 triliun. Melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Senin (4/7), ASII juga menyampaikan salah satu pemegang saham Bank Jasa Jakarta yakni Welab Sky Limited akan meningkatkan kepemilikannya hingga 49,56%. Pada Desember 2021, Welab yang berbasis di Hong Kong mengumumkan masuk sebagai salah satu pemegang saham Bank Jasa Jakarta dengan porsi kepemilikan sebesar 24%. Dengan pengumuman dari ASII itu, Welab nantinya akan menambah porsi hingga 25,56% di bank tersebut. Kolaborasi antara Welab dengan Astra Group di bisnis keuangan sejatinya bukan hal baru. Welab telah menjalin kolaborasi dengan Astra Group lewat bisnis peer-to-peer (P2P) lending dengan mendirikan PT Astra Welab Digital Arta atau Maucash pada 2018.
Gebrakan Astra masuk ke bisnis perbankan digital kian menyemarakkan konglomerasi di bisnis perbankan. Sepanjang tahun ini, sejumlah perusahaan papan atas seperti Elang Mahkota Group milik keluarga Sariaatmadja, Sampoerna Group, dan Maspion Group, melakukan aksi korporasi di bisnis bank. Ketua Departemen Neobank Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Kaspar Situmorang menyatakan kecepatan eksekusi di ekosistem yang dimiliki masing-masing konglomerasi bank digital, menjadi salah satu penentu keunggulan dalam persaingan di industri perbankan berbasis internet. Menurutnya, terdapat empat tipe bank digital di Indonesia yakni pertama, bank digital yang tergabung dalam konglomerasi keuangan; kedua, bank digital yang bagian dari konglomerasi nonkeuangan; ketiga, bank digital bagian dari teknologi finansial (tekfin); dan keempat, bank digital bagian dari perusahaan teknologi.Tantangan dan Peluang Pembiayaan Hijau
Laporan Global Risk tahun 2022 (WEF, 2022) mengidentifikasi bahwa dari 10 risiko paling parah dalam skala global selama 10 tahun ke depan, lima di antaranya disebabkan oleh risiko perubahan iklim. Temuan tersebut sejalan dengan laporan Swiss Re Institute (Swissre, 2021) yang memprediksi dampak ekonomi dari kenaikan suhu global 3,2 derajat celcius pada tahun 2050 berupa potensi kehilangan hingga 18% dari Produk Domestik Bruto (PDB) jika tidak ada tindakan yang diambil terhadap perubahan iklim. Selepas dari pandemi Covid-19, perekonomian global dihadapkan pada sejumlah tantangan (IMF, 2021).
Pertama, kompleksitas tatanan geopolitik berpengaruh pada perdagangan global termasuk kinerja rantai pasokan dan jaringan sistem keuangan.
Kedua, perkembangan teknologi digital seperti digitalisasi dan otomatisasi akan memainkan peran utama dalam mendorong pertumbuhan inklusif dan jangka panjang.
Ketiga, keniscayaan transformasi struktural melalui katalisator pandemi memacu perubahan teknologi, otomatisasi, dan realokasi rantai pasokan sehingga menghadirkan tantangan dan peluang sekaligus. Keempat, perubahan iklim dan pemanasan global akan menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi makroekonomi dan keuangan termasuk merugikan beberapa negara secara tidak proporsional
Energi-energi Terbarukan untuk Desa
Dalam berbagai kesempatan, Presiden Jokowi mengingatkan potensi terjadi krisis energi, disamping krisis pangan. Perang Ukraina-Rusia membuat pasokan energi dari Rusia ke beberapa negara Eropa tersendat. Ketegangan politik, spekulasi meningkatnya permintaan, dan kekhawatiran terhambatnya pasokan membuat harga minyak mentah dunia terdorong naik. Menghadapi ancaman krisis energi, beberapa hal dapat dilakukan dalam konteks meningkatkan pasokan energi di wilayah-wilayah perdesaan Indonesia.
Data dari Kementerian ESDM menunjukkan, tingkat elektrifikasi di Indonesia pada 2020 sebesar 99,2 %. Meski angka itu sangat tinggi, penyediaan listrik di perdesaan masih menghadapi beberapa tantangan, dimana 0,8 % wilayah yang belum mendapat aliran listrik ada di perdesaan. Pengembangan energi terbarukan di perdesaan juga sangat relevan jika dikaitkan dengan ancaman krisis energi. Lebih dari 80 % sumber energi dunia didapat dari bahan bakar fosil. Potensi energi surya 207 gigawatt (GW), baru terpasang 0,15 GW (0,07 %), potensi energi angin 60,6 GW, kapasitas terpasang0,15 GW (0,25 %), dan potensi energi air (mini dan mikrohidro) adalah 75 GW, tetapi baru terpasang 6,08 GW (8,1 %).
Tak hanya teknis, dalam hal keuangan juga sudah muncul inisiatif dari masyarakat, seperti Koperasi Energi Nusantara Desa Indonesia (KENDI). Tidak hanya membantu melakukan instalasi perangkat energi surya bagi anggotanya, tetapi juga membantu mencarikan skema pembiayaannya. Di Sumenep, Madura, KENDI membantu pemasangan PLTS untuk pabrik garam. Pengelolaan keuangan yang berkaitan dengan biaya pemasangan tersebut dengan memperhitungkan hasil dari penjualan garam. Saatnya sungguh-sungguh bekerja sama agar semua pihak dapat menyumbangkan versi terbaiknya guna mencapai kemandirian energi di desa-desa Indonesia, dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan. (Yoga)









