Perbaiki Ekosistem Perberasan Nasional
Keterbatasan akses permodalan dan ketersediaan input menjadi permasalahan para petani padi, yang kerap membuat kesejahteraan mereka belum tercapai. Padahal, produktivitas padi terus dipacu. Ekosistem perberasan nasional perlu terus dibenahi demi ketersediaan pangan berkelanjutan dan petani sejahtera. Berdasarkan data BPS, produktivitas padi nasional 2021 sebanyak 52,26 kuintal gabah kering giling (GKG) per hektar, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang 51,28 kuintal per hektar. Adapun produksi 2021 sebanyak 54,42 juta ton atau menurun dari tahun sebelumnya yang 54,64 juta ton.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (DPP Perpadi) Sutarto Alimoeso dalam webinar terkait ketersediaan beras berkelanjutan yang digelar Kementan, Senin (18/7). mengatakan, terbatasnya akses permodalan dan ketersediaan input membuat petani tak mampu mencapai produktivitasnya. Hal tersebut membuat pendapatan tak meningkat sehingga kesejahteraan tak tercapai. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University Rachmat Pambudy menuturkan, sejumlah hal penting dalam pertanian padi adalah input produksi, on-farm, dan pascapanen. Ketiga hal tersebut pun berkaitan. Perlu ada kebijakan terkait harga dan nonharga, seperti ketersediaan benih, pupuk, dan air yang tercukupi, dari pemerintah. (Yoga)
Permintaan Kredit Korporasi Meningkat
Berdasarkan survei, permintaan pembiayaan baru korporasi Juni 2022 terindikasi meningkat. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 16,4 %, lebih tinggi dari SBT Mei 2022 sebesar 12,1 %. Penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Juni 2022 juga meningkat. Demikian keterangan Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Senin (18/7). (Yoga)
Festival Tabuik Pariaman Kembali Digelar
Festival Tabuik disiapkan kembali digelar oleh Pemkot Pariaman, Sumbar, setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19. Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Dwi Marhen Yono, Senin (18/7) mengatakan, Festival Tabuik digelar sejak 30 Juli atau 1 Muharam hingga puncaknya pada 14 Agustus 2022. Kegiatan berpusat di kawasan Pantai Gandoriah. (Yoga)
Harga Tiket Penerbangan Terbang Tinggi
Bagi Anda yang berencana bepergian menggunakan pesawat terbang, kini harus menyiapkan kocek lebih dalam. Pasalnya, harga tiket pesawat makin terbang tinggi ke angkasa.
Ada dua faktor yang memicu tingginya biaya penerbangan belakangan ini. Pertama, naiknya harga avtur sehingga memaksa sejumlah maskapai penerbangan mengerek tarif hingga mendekati batas atas tiket pesawat yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemhub). Kedua, naiknya harga tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau airport tax di bandar udara.
Omnimbus Law Melarang Asing Jadi Bos Multifinance
Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) atau omnibus law sektor keuangan turut mengatur industri pembiayaan.
Dalam draft aturan tersebut terdapat beberapa usulan baru yang bisa mempengaruhi bisnis industri multifinance. Misalnya saja, aturan soal penempatan direksi atau komisaris di multifinance yang sahamnya dimiliki oleh asing. Dalam draft aturan tersebut, termuat ketentuan warga negara asing tidak boleh menjadi pengurus perusahaan.
Kenaikan BI Rate Jadi Obat Kuat Rupiah
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat masih dibayangi berbagai sentimen global. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) diharapkan menjadi obat kuat bagi rupiah yang loyo.
Senin (18/7), nilai tukar rupiah ditutup naik di level 16 poin ke level Rp 14.981 per dollar Amerika Serikat (AS) dibanding kan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 14.997 per dollar AS.
Penerimaan Ekspor CPO Bisa Surut Rp 9 Triliun
Pemerintah secara resmi sudah menghapus pungutan ekspor minyak kelapa sawit mentah alias crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya. Kebijakan di Peraturan Menteri Keuangan (MPK) Nomor 115/PMK0.5/2022 tersebut berlaku hingga akhir Agustus 2022. Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Wahyu Utomo mengatakan, pertimbangan penghapusan sementara tarif ekspor CPO dimaksudkan agar ekspor bisa mengerek harga tandan buah segar (TBS) di level petani juga naik. Hitungan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, Jika berkaca pada larangan ekspor beberapa bulan yang lalu, ada potensi penerimaan negara hilang Rp 6 triliun dalam sebulan. Sehingga potensi kehilangan penerimaan negara dari kebijakan tersebut sampai akhir Agustus 2022 bisa Rp 9 triliun.
Cum Date Hari Ini. KIOS Right Issue Rp 107,58 Miliar
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) masih berambisi memiliki 1.000 gudang hingga akhir 2022. Per Maret 2022, emiten teknologi yang bergerak di bidang e-commerce, telekomunikasi, keuangan dan merchandising ini telah memiliki 145 gudang.
Pembangunan gudang ini dilakukan untuk mendukung layanan GudangPintar milik KIOS. Ini merupakan sebuah ekosistem digital dalam bentuk layanan berbasis gudang, yang menjadi solusi logistik bagi para mitra ritel dalam memenuhi kebutuhan order kepada para pelanggan secara online to offline (O2O). Presiden Direktur Andrew Teh mengatakan, KIOS menerbitkan sebanyak-banyaknya 358,61 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Harga pelaksanaan right issue ini dibanderol Rp 300 per saham. Harga tersebut lebih tinggi dari harga saham KIOS per Senin (18/7) di Rp 280 per saham. Jika terserap seluruhnya, total dana maksimal yang dapat diperoleh dari aksi korporasi ini mencapai Rp 107,58 miliar.
Memilah Penawaran Obligasi Korporasi yang Menarik
Memasuki bulan Juli 2022, penerbitan obligasi korporasi masih semarak. Ada delapan obligasi korporasi yang terdaftar. Beberapa penerbit di antaranya adalah PT Summarecon Agung Tbk, PT Bank Maybank Tbk, PT Indomobil Finance dan lainnya.
Beberapa obligasi yang masih dalam penawaran di antaranya ada obligasi PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT KB Finansia Multi Finance. Head of Fixed Income Trimegah Asset Management Darma Yudha menyebut, penerbit obligasi datang dari berbagai sektor.
Tujuan penerbitan obligasi antara lain untuk mencari modal kerja juga ekspansi.
RUU PPSK Izinkan Asuransi Sosial Cut Loss
Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau Omnibus Law Keuangan bakal mengatur pengelola program pensiun yang terkait dengan keuangan negara, yang diperbolehkan untuk melakukan cut loss.
Nantinya, pelonggaran itu tidak cuma untuk BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga asuransi sosial lain, seperti PT Asabri dan PT Taspen.









