Omnimbus Law Melarang Asing Jadi Bos Multifinance
Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) atau omnibus law sektor keuangan turut mengatur industri pembiayaan.
Dalam draft aturan tersebut terdapat beberapa usulan baru yang bisa mempengaruhi bisnis industri multifinance. Misalnya saja, aturan soal penempatan direksi atau komisaris di multifinance yang sahamnya dimiliki oleh asing. Dalam draft aturan tersebut, termuat ketentuan warga negara asing tidak boleh menjadi pengurus perusahaan.
Kenaikan BI Rate Jadi Obat Kuat Rupiah
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat masih dibayangi berbagai sentimen global. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) diharapkan menjadi obat kuat bagi rupiah yang loyo.
Senin (18/7), nilai tukar rupiah ditutup naik di level 16 poin ke level Rp 14.981 per dollar Amerika Serikat (AS) dibanding kan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 14.997 per dollar AS.
Penerimaan Ekspor CPO Bisa Surut Rp 9 Triliun
Pemerintah secara resmi sudah menghapus pungutan ekspor minyak kelapa sawit mentah alias crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya. Kebijakan di Peraturan Menteri Keuangan (MPK) Nomor 115/PMK0.5/2022 tersebut berlaku hingga akhir Agustus 2022. Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Wahyu Utomo mengatakan, pertimbangan penghapusan sementara tarif ekspor CPO dimaksudkan agar ekspor bisa mengerek harga tandan buah segar (TBS) di level petani juga naik. Hitungan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, Jika berkaca pada larangan ekspor beberapa bulan yang lalu, ada potensi penerimaan negara hilang Rp 6 triliun dalam sebulan. Sehingga potensi kehilangan penerimaan negara dari kebijakan tersebut sampai akhir Agustus 2022 bisa Rp 9 triliun.
Cum Date Hari Ini. KIOS Right Issue Rp 107,58 Miliar
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) masih berambisi memiliki 1.000 gudang hingga akhir 2022. Per Maret 2022, emiten teknologi yang bergerak di bidang e-commerce, telekomunikasi, keuangan dan merchandising ini telah memiliki 145 gudang.
Pembangunan gudang ini dilakukan untuk mendukung layanan GudangPintar milik KIOS. Ini merupakan sebuah ekosistem digital dalam bentuk layanan berbasis gudang, yang menjadi solusi logistik bagi para mitra ritel dalam memenuhi kebutuhan order kepada para pelanggan secara online to offline (O2O). Presiden Direktur Andrew Teh mengatakan, KIOS menerbitkan sebanyak-banyaknya 358,61 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Harga pelaksanaan right issue ini dibanderol Rp 300 per saham. Harga tersebut lebih tinggi dari harga saham KIOS per Senin (18/7) di Rp 280 per saham. Jika terserap seluruhnya, total dana maksimal yang dapat diperoleh dari aksi korporasi ini mencapai Rp 107,58 miliar.
Memilah Penawaran Obligasi Korporasi yang Menarik
Memasuki bulan Juli 2022, penerbitan obligasi korporasi masih semarak. Ada delapan obligasi korporasi yang terdaftar. Beberapa penerbit di antaranya adalah PT Summarecon Agung Tbk, PT Bank Maybank Tbk, PT Indomobil Finance dan lainnya.
Beberapa obligasi yang masih dalam penawaran di antaranya ada obligasi PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT KB Finansia Multi Finance. Head of Fixed Income Trimegah Asset Management Darma Yudha menyebut, penerbit obligasi datang dari berbagai sektor.
Tujuan penerbitan obligasi antara lain untuk mencari modal kerja juga ekspansi.
RUU PPSK Izinkan Asuransi Sosial Cut Loss
Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau Omnibus Law Keuangan bakal mengatur pengelola program pensiun yang terkait dengan keuangan negara, yang diperbolehkan untuk melakukan cut loss.
Nantinya, pelonggaran itu tidak cuma untuk BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga asuransi sosial lain, seperti PT Asabri dan PT Taspen.
Memburu Rekor Pajak
Optimisme otoritas fiskal sedang tinggi. Pemulihan ekonomi yang kian solid selaras dengan geliat dunia usaha membuat penerimaan pajak digadang-gadang mencetak rekor baru tahun ini. Keyakinan itu salah satunya tecermin dari outlook penerimaan pajak yang dipatok Rp1.608,1 triliun pada tahun ini, tertinggi dalam sejarah perpajakan Indonesia.Angka itu naik 27,12% jika dibandingkan dengan target pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 yang senilai Rp1.265 triliun. Adapun, apabila dibandingkan dengan realisasi penerimaan pajak pada tahun lalu yang senilai Rp1.277,5 triliun, outlook setoran negara pada tahun ini melesat hingga 25,87%.Berdasarkan rekapitulasi data yang dilakukan Bisnis, rekor tertinggi realisasi penerimaan pajak terjadi pada 2019 yang kala itu mencapai Rp1.332,06 triliun.
Optimisme penyehatan fiskal sebelumnya juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurutnya, mayoritas indikator ekonomi nasional telah berada pada zona hijau, antara lain infl asi yang masih terkendali yakni 4,2%, pertumbuhan ekonomi 5,01%, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) 42%, serta prospek defisit yang berada di bawah 4%.
PIALANG BERJANGKA : Octa Investama Terus Pacu Layanan dan Literasi Keuangan
PT Octa Investama Berjangka akan terus mengembangkan dan memperluas jangkauan layanan dan edukasi keuangan, khususnya terkait perdagangan komoditi dan investasi.Rizky Arizona, Direktur Utama Octa Investama Berjangka, menjelaskan pihaknya mencatatkan perkembangan positif sejak berdiri pada 2020. Saat itu, Octa Investama Berjangka merupakan perusahaan ke-50 dalam peringkat daftar pialang berjangka berlisensi di Indonesia. Namun per Juni 2022, penyedia layanan pialang berjangka yang berbasis di Indonesia dengan izin No.54/BAPPEBTI/SI/05/2013 ini berhasil naik ke peringkat ke-3
Komitmen itu juga diwujudkan dalam program di bidang pendidikan dan tanggung jawab sosial, seperti membangun akses ke sarana pendidikan di Bogor pada Juni 2020 dan bersama men danai pembangunan perpustakaan sekolah pada Juli 2021 dengan menggandeng Yayasan Hati Bahagia.Tak hanya itu, jelasnya, Octa Investama Berjangka juga berge rak dalam peningkatan pendidikan di bidang keahliannya, yaitu dunia investasi dan trading. Bersama dengan pakar keuangan, kata Rizky, Octa Investama Berjangka membangun portofolio informasi bermanfaat yang luas dan ditujukan bagi siapa saja yang tertarik dengan dunia investasi.
10 Saham Unggulan Berpotensi Naik Diatas 20%
Sebanyak 10 saham unggulan (blue chip) yang direkomendasikan sejumlah analis berpotensi mencatatkan kenaikan hingga di atas 20% pada semester kedua 2022. Saham-saham tersebut layak dikoleksi karena emitennya dinilai memiliki fundamental bagus, bisnisnya lancar, meraih laba, dan harga saham masih rendah. Ke-10 saham unggulan tersebut yakin Bank Rakyat Indonesia (BRI (persero) Tbk (BBRI), Banks Central Asia Tbk (BBCA), Adaro Energy Indonesia Tbk (ASII), Telkom Indonesia (persero) Tbk (TLKM), Aneka Tambang Tbk (ANTM), Bukit Asam Tbk (PTBA), Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Head of Investment PT Reswara Gian Investasi Kiswoyo optimis Adi Joe optimis, saham-saham pilihan tersebut masih sangat berpeluang untuk terus melaju di tengah gempuran kenaikan suku bunga the Fed, ancaman resesi di berbagai negara, dan sentimen negatif lainnya. (Yetede)
Kelas Dunia, BRI Jadi Bank Terbaik di Indonesia versi The Banker
Kinerja apik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali mendapatkan mengakuan dunia internasional. Media perbankan dan ekonomi ternama dunia yang bermarkas di London, The Banker menobatkan BRI sebagai bak terbaik di Indonesia dalam daftar Top 1000 Worlds Bank 2022. Adapun secara global, media (The Banker) yang telah menjadi sumber informasi perbankan yang kredibel sejak tahun 1926 tersebut menempatkan BRI pada peringkat ke-104, dimana peringkat tersebut naik signifikan dari pencapaian tahun lalu yang berada di posisi ke -131 dunia. "Kami berterima kasih kepada The Banker karena telah menilai kinerja kami secara objektif dan transparan. Hal ini membuktikan BRI berhasil dan mampu secara konsisten menjaga fundamental kinerja tetap dapat tumbuh secara sehat, kuat, dan berkelanjutan ditengah kondisi krisis ekonomi. Tak lupa, saya katakan bahwa prestasi ini berkat kerja keras seluruh Insan BRIlian (pekerja BRI) yang ajan menjadi suntikan semangat untuk selalu memberi makna bagi Indonesia," ujar Direktur Utama BRI Sunarso. (Yetede)









