Prahara Penyimpangan ACT
Lembaga kemanusiaan Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) kini tengah mendapat sorotan publik setelah Tempo melaporkan hasil investigasi yang menyatakan adanya dugaan penyimpangan dana bantuan kemanusiaan Yayasan ACT.
Hasil investigasi tersebut mengejutkan publik sebagaimana reputasi Yayasan ACT di bidang kemanusiaan yang tersohor dan sering berada di jalur terdepan dalam setiap aksi kemanusiaan.
Dalam laporan investigasi
disampaikan, bahwa mantan Presiden ACT Ahyudin diduga melakukan penyelewengan dana ACT dengan menggunakan sebagian dana untuk kepentingan pribadi, mulai dari membeli rumah dan perabotannya hingga transfer belasan miliar ke keluarganya.
Berdasarkan izin operasionalnya, ACT mendapatkan izin PUB (Pengumpulan Uang dan Barang) dari Kementerian Sosial melalui Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 239/HUK-UND/2020 untuk kategori umum dan 241/HUK-UND/2020 untuk kategori bencana.
Dalam mendukung operasionalnya sendiri, ACT menyampaikan mengambil dana rata-rata mencapai 13,7% dari donasi tersebut bahkan ada potongan donasi mencapai 40% dikutip
https://newsletter.tempo.co/read/1608842/prahara-act. ACT mengklaim sebagai lembaga filantropi.
Apabila terbukti, maka pihak ACT harus mempertanggungjawabkan sesuai dengan hukum yang berlaku agar menjadi efek jera bagi pengelola dana sosial dan dana umat. Tentu, kita tidak ingin prahara ACT membuat masyarakat tidak mau lagi berdonasi kepada lembaga filantropi dan lembaga dana umat. Polemik ACT tidak boleh mematikan simpati, sikap dan rasa kemanusian untuk membantu orang yang membutuhkan pertolongan dan bantuan kemanusiaan.
PENGGUNAAN DANA IPO GOTO : Tokopedia Disuntik Rp2 Triliun
Emiten startup, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO,) telah menyuntikkan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp2 triliun ke Tokopedia. Dengan demikian, masih ada sisa Rp2,07 triliun dari target rencana penggunaan dana IPO yang bakal disetor ke lokapasar tersebut. Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (15/7), emiten berkode GOTO ini telah menggunakan dana IPO sebesar Rp4,49 triliun. Dana itu digunakan untuk penyertaan pada PT Tokopedia sebesar Rp2 triliun, penyertaan pada PT Dompet Anak Bangsa atau Gopay Rp762,63 miliar, serta modal kerja entitas induk Rp1,73 triliun. Dana yang disetorkan ke Tokopedia tersebut telah mencapai 49,1% dari target rencana penggunaan dana IPO yang akan disuntikkan ke Tokopedia. Baru-baru ini, Tokopedia dikabarkan akan mengoptimalkan ekosistem GOTO, khususnya GoFood, untuk mendirikan TokoFood. Head of External Communications Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengatakan, Tokopedia tengah mengoptimalkan sinergi dalam ekosistem Grup GoTo.
Penduduk Miskin Turun
Jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2022 sebesar 26,16 juta orang, turun 340.000 orang dibanding September 2021 dan lebih rendah 1,38 juta orang dibanding Maret 2021. Penurunan ini tak lepas dari berkurangnya kasus pandemi Covid-19, m keberhasilan pemerintah memberikan dana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) sebesar Rp 1.600 triliun selama 2020-2022, dan booming komoditas. Hasil survei angka kemiskinan Indonesia yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS), Jumat (15/7/2022), menunjukkan, persentase penduduk miskin turun 0,17% poin dari September 2021 menjadi, 9,54%, Maret 2021 menjadi, terjadi penurunan 0,50% poin. Penduduk miskin Maret 2022 dihitung berdasarkan garis kemiskinan Rp 505.469 per kapita per bulan dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp374.455,74,08%, dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp131.014, 25,925.(Yetede)
Semester I, Laba Mitrabahtera Melesat 6,884%
PT Mitra bahtera Segara Sejahtera Tbk (MBSS) mencatatkan lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I-2022 sebesar 6.884,7% secara year on yera (yoy) menjadi US$ 4,69 juta dibandingkan laba bersih semester I-2021 sebesar US$ 67.182.Mengutip laporan keuangan konsolidasi perseroan periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2022 (unaudited), pendapatan emiten jasa pelayanan tersebut hanya naik 15,61% dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy) menjadi US$ 38,5 juta. Namun MBSS mampu mempertahankan biaya beban langsung di kisaran US$ 28 juta, seperti pada semester I-2021. Namun pada posisi keuangan konsolidasi, jumlah liabilitas MBSS pada akhir Juni 2022 naik 144% menjadi US$ 20,79 juta dari US$ 8,53 juta pada akhir tahun lalu. Total liabilitas di akhir kuartal II-2022 ini terdiri atas liabilitas jangka pendek senilai US$ 8,89 juta yang naik 48,41% dibandingkan 31 Desember 2021 year on date. (Yetede)
UE Naikkan Proyeksi Inflasi Jadi 8,3%
Uni Eropa (UE) pada Kamis (14/7) menaikkan proyeksi inflasi 2022 untuk zona euro menjadi 7,6% dan untuk Eropa menjadi 8,3%. Revisi itu dipicu oleh dampak perang di Ukraina terhadap ekonomi benua biru. Setelah Amerika Serikat (AS) pada Rabu (13/7) mencatatkan lonjakan inflasi tahunan tertinggi diangka 9,1%, kekhawatiran bahwa kenaikan harga-harga juga akan mencapai rekor tertinggi juga menyebar luas di Eropa. Data untuk Juni 2022 menunjukkan laju inflasi di zona euro mencapai rekor 8,6%. Situasi terbaru ini semakin menekan pemerintah masing-masing negara dan Bank Sentral Eropa (ECB). Pemerintah berusaha keras mengurangi dampak kenaikan harga-harga terhadap biaya hidup masyarakat. Pada Mei lalu, Komisi Eropa memperkirakan inflasi zona euro tahun ini mencapai 6,1% dan memperkirakan turun drastis jadi 2,7% pada 2023. Sekarang, proyeksi tersebut dinaikkan menjadi 7,6% dan 4%. (Yetede)
SIAGA RISIKO RESESI AS
Tren positif perekonomian nasional yang tecermin dari geliat manufaktur tak boleh membuat dunia usaha terlena. Selain tensi geopolitik global masih tinggi, efek domino dari risiko resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) akibat lonjakan inflasi patut diwaspadai. Kemarin, Kamis (14/7), Bank Indonesia merilis Prompt Manufacturing Index (PMI) Kuartal II/2022 mencapai 53,61. Angka itu lebih tinggi ketimbang kuartal I/2022 yang ada di 51,77. Kenaikan terjadi pada mayoritas subsektor, dengan indeks tertinggi pada subsektor tekstil, barang kulit dan alas kaki (56,05%); makanan, minuman dan tembakau (54,60%); serta logam dasar besi dan baja (53,47%). Bank Indonesia memperkirakan tren positif itu akan berlanjut di kuartal III/2022, dengan proyeksi PMI sebesar 54,02%. Merespons dinamika tersebut, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pelaku usaha berupaya mengantisipasi dampak global. Menurutnya, inflasi tinggi di Amerika Serikat bakal berdampak negatif terhadap arus kas dan daya saing industri manufaktur nasional lantaran kenaikan beban input produksi seperti bahan baku penolong impor.
Adapun, Macro Equity Strategist Samuel Sekuritas Indonesia Lionel Priyadi mengatakan lonjakan inflasi yang masih berlangsung di AS menaikkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed bulan ini hingga 100 basis poin, dari sebelumnya hanya 75 basis poin.
Menurutnya, dengan perkembangan ekonomi tersebut, resesi di AS diperkirakan berlangsung lebih cepat, yaitu pada kuartal II/2022.
“Kalau perusahaan tidak bisa mengelola kenaikan beban ini, yang akan terjadi adalah stagnasi atau kontraksi pertumbuhan kinerja sektor manufaktur,” katanya, Kamis (14/7).
Pelita Air Gandeng AP II Kembangkan Bandara Pondok Cabe
PT Pelita Air Service (PAS) bersinergi dengan PT Angkasa pura/AP (persero) untuk mengkaji bersama kelayakan operasi, teknik, dan bisnis pengelolaan Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Banten. Direktur Utama PT Pelita Air Service Dendy Kurniawan mengatakan, kerja sama yang dilakukan dengan PT Angkasa Pura II sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi besar yang dimiliki Bandara Pondok Cabe untuk dapat dikembangkan. "Dengan sinergi yang dilakukan dapat membuka peluang besar dalam memaksimalkan aset yang ada, sehingga nantinya Bandara Pondok Cabe dapat memfasilitasi berbagai kegiatan di bisnis sektor penerbangan dan diharapkan dapat memperkuat ekosistem penerbangan Indonesia," kata Dendy dalam acara penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Kamis (14/7). (Yetede)
Mewaspadai Klaim ESG
Investasi dengan tema ESG (enviromental, social and governance) saat ini marak ditawarkan oleh beragam pihak. Dari sisi permintaan, minat terhadap investasi ESG juga meningkat salah satunya akibat keinginan investor untuk berkontribusi dalam mencegah kerusakan lingkungan. Peningkatan minat terhadap investasi ESG mendorong kondisi terjadinya aliran dana ke sektor hijau. Kondisi tersebut sejalan dengan isi salah satu pasal Perjanjian Paris 2015 pasal 2 (c) yang menginginkan adanya peningkatan aliran modal ke sektor hijau. Dari sisi risiko, peningkatan aliran modal ke investasi ESG disebabkan oleh potensi terjadinya stranded asset pada industri energi fosil saat perekonomian mengalami proses transisi untuk mengalihkan ketergantungan dari energi fosil menuju energi baru dan terbarukan (EBT). Praktik greenwashing merupakan skandal yang memanfaatkan minat investor untuk berkontribusi positif terhadap lingkungan. Misalnya, pada Mei 2022 DWS (yang merupakan unit usaha dari Deutsche Bank) diperiksa oleh otoritas keuangan Jerman akibat praktik greenwashing, di mana adanya dugaan klaim palsu DWS terkait dengan pengelolaan dana menggunakan kriteria ESG.
Pada kasus lain di Amerika pada bulan yang sama, sebuah unit dari Bank of New York Mellon (BNYM) terkena denda dari otoritas keuangan Amerika akibat praktik greenwashing pada reksa dana ESG yang dikelola oleh unit BNYM.
Tema ESG merupakan isu yang kompleks dan tergolong sebagai isu yang relatif baru. Kebaruan isu ESG menyebabkan tidak adanya standardisasi terkait klaim ESG. Kondisi ini mendorong terjadinya keragaman sudut pandang terkait klaim ESG. Namun, keragaman tersebut tidak menjadi pembenaran terjadinya praktik greenwashing karena merupakan suatu bentuk kejahatan dengan cara membuat klaim palsu di seputar lingkungan.
Greenwashing merupakan masalah besar yang membuat investor dan konsumen merasa telah berkontribusi untuk menjaga lingkungan, tetapi kenyataannya sama sekali tidak.
MEMERANGI PENGHINDARAN PAJAK
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berjabat tangan dengan Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki disaksikan Wakil Perdana Menteri Singapura sekaligus Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong seusai penandatanganan Deklarasi Bali Asia Initiative di sela-sela pelaksanaan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) dan Finance and Central Bank Deputies (FCBD) G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (14/7). Sebanyak 11 negara Asia menandatangani Bali Declaration mengenai Asia Initiative sebagai upaya kolektif dalam memerangi penghindaran pajak dan transaksi aliran keuangan gelap lainnya.
PTPN Group Dukung Pencapaian Swasembada Pangan Nasional
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (persero)) atau PTPN Group melalui anak-anak usahanya terus melakukan riset dan pengembangan guna mendukung dan menyukseskan program swasembada pangan nasional. Hasil riset dan pengembangan termutahkhir yang tengah yang tengah diimplementasikan perusahaan BUMN tersebut di lapangan adalah meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan tebu sekaligus meningkatkan produksi kedelai melalui pilot project tumpang sari (intercropping) tebu-kedelai (Sistem Bule). Gagasan Sistem Bule tersebut diinisiasi oleh PTPN Group dan Kementerian BUMN yang mana dari luasan areal yang dimiliki PTPN turut memberikan andil dalam meningkatkan produksi kedelai di Indonesia dan khususnya produksi tebu untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi nasional. Untuk mengawal kesuksesan pengembangan Sistem Bule tersebut, PTPN Group bekerja sama dengan dua perguruan tinggi, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institute Pertanian Bogor (IPB). (Yetede)









