Perajin Tempe : Kualitas Kedelai Impor Rendah
Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) mengungkapkan, banyak kedelai impor kualitas rendah atau grade 2, 3, 4 yang masuk ke Indonesia. Ini membuat Gakoptindo pun mengirimkan surat kepada Kementerian Perdagangan pada 28 Juni 2022 dan Kementerian Pertanian 6 Juni 2022, meminta pemerintah melakukan pengawasan importasi kedelai, terutama yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi.
Biar Tepat Sasaran, Distribusi Pupuk Subsidi via Digitalisasi
Pemerintah mengalokasikan dana Rp 25 triliun untuk penyaluran pupuk subsidi tahun ini. Alokasi itu setidaknya akan menyasar sekitar 16 juta petani yang menanam sembilan komoditas pangan strategis dengan total produksi mencapai 9 juta ton. Komoditas pangan tersebut: padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kopi, dan kakao. Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, kebijakan itu tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10/2022 Tentang Tata Cara Penerapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Pupuk subsidi yang akan pemerintah salurkan adalah pupuk urea dan pupuk NPK yang sesuai untuk sembilan komoditas pangan itu. Musdhalifah menerangkan, salah satu kegiatan yang saat ini pemerintah lakukan adalah memperbaiki tata kelola pupuk subsidi, baik melalui digitalisasi dalam distribusi maupun penebusan. Termasuk, penyiapan data pertanian penerima pupuk subsidi agar lebih tepat sasaran.
Sentra Dana Berjangka yang Terlupakan
Hasrat masyarakat mencari instrumen investasi yang aman justru digelayuti mendung ketidakpastian yang tak berkesudahan. Mulai dari kasus binari, robot trading tapi menghimpun dana, hingga penipuan investasi berkedok perdagangan kripto ponzi yang tak terdaftar dan sulit dilacak. Persoalannya, setiap kali mencuat kasus, terdapat kecenderungan memojokkan instrumen investasi tertentu yang kerapkali tidak dipelajari lebih dulu oleh para calon investor. Aset kripto sebagai instrumen investasi berusia belia seringkali duduk di kursi yang selalu dipersalahkan. Padahal, perdagangan aset kripto sendiri perlahan diperkuat dengan berbagai legalitas. Mulai dari persyaratan menjadi pedagang fisik aset kripto terdaftar, hingga perangkat pengenaan pajak yang sangat menjamin keandalan sistem perdagangan serta memenuhi kaidah transparansi. Terkait perdagangan aset dan komoditas berjangka, sebenarnya pemerintah bisa kembali mengingat pada saat perumusan dalam membentuk regulasi tentang Sentra Dana Berjangka (SDB) termasuk di dalamnya perangkat seperti Pengelola Sentra Dana Berjangka (PSDB).
Chevron dan Shell Hengkang dari Indonesia
Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) tengah dilanda ketidakpastian. Di saat harga minyak mengkilat di atas US$ 100 per barel, investor jumbo seperti Chevron hengkang dari proyek gas laut dalam IDD. Hengkangnya Chevron menjadi pukulan telak bagi iklim investasi di Indonesia. Sebab, sebelumnya ConocoPhilips juga hengkang dari Indonesia dan menjual asetnya ke Medco Energy. Belum lagi divestasi 35% saham shell diblok Masela.
Prahara Penyimpangan ACT
Lembaga kemanusiaan Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) kini tengah mendapat sorotan publik setelah Tempo melaporkan hasil investigasi yang menyatakan adanya dugaan penyimpangan dana bantuan kemanusiaan Yayasan ACT.
Hasil investigasi tersebut mengejutkan publik sebagaimana reputasi Yayasan ACT di bidang kemanusiaan yang tersohor dan sering berada di jalur terdepan dalam setiap aksi kemanusiaan.
Dalam laporan investigasi
disampaikan, bahwa mantan Presiden ACT Ahyudin diduga melakukan penyelewengan dana ACT dengan menggunakan sebagian dana untuk kepentingan pribadi, mulai dari membeli rumah dan perabotannya hingga transfer belasan miliar ke keluarganya.
Berdasarkan izin operasionalnya, ACT mendapatkan izin PUB (Pengumpulan Uang dan Barang) dari Kementerian Sosial melalui Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 239/HUK-UND/2020 untuk kategori umum dan 241/HUK-UND/2020 untuk kategori bencana.
Dalam mendukung operasionalnya sendiri, ACT menyampaikan mengambil dana rata-rata mencapai 13,7% dari donasi tersebut bahkan ada potongan donasi mencapai 40% dikutip
https://newsletter.tempo.co/read/1608842/prahara-act. ACT mengklaim sebagai lembaga filantropi.
Apabila terbukti, maka pihak ACT harus mempertanggungjawabkan sesuai dengan hukum yang berlaku agar menjadi efek jera bagi pengelola dana sosial dan dana umat. Tentu, kita tidak ingin prahara ACT membuat masyarakat tidak mau lagi berdonasi kepada lembaga filantropi dan lembaga dana umat. Polemik ACT tidak boleh mematikan simpati, sikap dan rasa kemanusian untuk membantu orang yang membutuhkan pertolongan dan bantuan kemanusiaan.
PENGGUNAAN DANA IPO GOTO : Tokopedia Disuntik Rp2 Triliun
Emiten startup, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO,) telah menyuntikkan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp2 triliun ke Tokopedia. Dengan demikian, masih ada sisa Rp2,07 triliun dari target rencana penggunaan dana IPO yang bakal disetor ke lokapasar tersebut. Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (15/7), emiten berkode GOTO ini telah menggunakan dana IPO sebesar Rp4,49 triliun. Dana itu digunakan untuk penyertaan pada PT Tokopedia sebesar Rp2 triliun, penyertaan pada PT Dompet Anak Bangsa atau Gopay Rp762,63 miliar, serta modal kerja entitas induk Rp1,73 triliun. Dana yang disetorkan ke Tokopedia tersebut telah mencapai 49,1% dari target rencana penggunaan dana IPO yang akan disuntikkan ke Tokopedia. Baru-baru ini, Tokopedia dikabarkan akan mengoptimalkan ekosistem GOTO, khususnya GoFood, untuk mendirikan TokoFood. Head of External Communications Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengatakan, Tokopedia tengah mengoptimalkan sinergi dalam ekosistem Grup GoTo.
Penduduk Miskin Turun
Jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2022 sebesar 26,16 juta orang, turun 340.000 orang dibanding September 2021 dan lebih rendah 1,38 juta orang dibanding Maret 2021. Penurunan ini tak lepas dari berkurangnya kasus pandemi Covid-19, m keberhasilan pemerintah memberikan dana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) sebesar Rp 1.600 triliun selama 2020-2022, dan booming komoditas. Hasil survei angka kemiskinan Indonesia yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS), Jumat (15/7/2022), menunjukkan, persentase penduduk miskin turun 0,17% poin dari September 2021 menjadi, 9,54%, Maret 2021 menjadi, terjadi penurunan 0,50% poin. Penduduk miskin Maret 2022 dihitung berdasarkan garis kemiskinan Rp 505.469 per kapita per bulan dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp374.455,74,08%, dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp131.014, 25,925.(Yetede)
Semester I, Laba Mitrabahtera Melesat 6,884%
PT Mitra bahtera Segara Sejahtera Tbk (MBSS) mencatatkan lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I-2022 sebesar 6.884,7% secara year on yera (yoy) menjadi US$ 4,69 juta dibandingkan laba bersih semester I-2021 sebesar US$ 67.182.Mengutip laporan keuangan konsolidasi perseroan periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2022 (unaudited), pendapatan emiten jasa pelayanan tersebut hanya naik 15,61% dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy) menjadi US$ 38,5 juta. Namun MBSS mampu mempertahankan biaya beban langsung di kisaran US$ 28 juta, seperti pada semester I-2021. Namun pada posisi keuangan konsolidasi, jumlah liabilitas MBSS pada akhir Juni 2022 naik 144% menjadi US$ 20,79 juta dari US$ 8,53 juta pada akhir tahun lalu. Total liabilitas di akhir kuartal II-2022 ini terdiri atas liabilitas jangka pendek senilai US$ 8,89 juta yang naik 48,41% dibandingkan 31 Desember 2021 year on date. (Yetede)
UE Naikkan Proyeksi Inflasi Jadi 8,3%
Uni Eropa (UE) pada Kamis (14/7) menaikkan proyeksi inflasi 2022 untuk zona euro menjadi 7,6% dan untuk Eropa menjadi 8,3%. Revisi itu dipicu oleh dampak perang di Ukraina terhadap ekonomi benua biru. Setelah Amerika Serikat (AS) pada Rabu (13/7) mencatatkan lonjakan inflasi tahunan tertinggi diangka 9,1%, kekhawatiran bahwa kenaikan harga-harga juga akan mencapai rekor tertinggi juga menyebar luas di Eropa. Data untuk Juni 2022 menunjukkan laju inflasi di zona euro mencapai rekor 8,6%. Situasi terbaru ini semakin menekan pemerintah masing-masing negara dan Bank Sentral Eropa (ECB). Pemerintah berusaha keras mengurangi dampak kenaikan harga-harga terhadap biaya hidup masyarakat. Pada Mei lalu, Komisi Eropa memperkirakan inflasi zona euro tahun ini mencapai 6,1% dan memperkirakan turun drastis jadi 2,7% pada 2023. Sekarang, proyeksi tersebut dinaikkan menjadi 7,6% dan 4%. (Yetede)
SIAGA RISIKO RESESI AS
Tren positif perekonomian nasional yang tecermin dari geliat manufaktur tak boleh membuat dunia usaha terlena. Selain tensi geopolitik global masih tinggi, efek domino dari risiko resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) akibat lonjakan inflasi patut diwaspadai. Kemarin, Kamis (14/7), Bank Indonesia merilis Prompt Manufacturing Index (PMI) Kuartal II/2022 mencapai 53,61. Angka itu lebih tinggi ketimbang kuartal I/2022 yang ada di 51,77. Kenaikan terjadi pada mayoritas subsektor, dengan indeks tertinggi pada subsektor tekstil, barang kulit dan alas kaki (56,05%); makanan, minuman dan tembakau (54,60%); serta logam dasar besi dan baja (53,47%). Bank Indonesia memperkirakan tren positif itu akan berlanjut di kuartal III/2022, dengan proyeksi PMI sebesar 54,02%. Merespons dinamika tersebut, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pelaku usaha berupaya mengantisipasi dampak global. Menurutnya, inflasi tinggi di Amerika Serikat bakal berdampak negatif terhadap arus kas dan daya saing industri manufaktur nasional lantaran kenaikan beban input produksi seperti bahan baku penolong impor.
Adapun, Macro Equity Strategist Samuel Sekuritas Indonesia Lionel Priyadi mengatakan lonjakan inflasi yang masih berlangsung di AS menaikkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed bulan ini hingga 100 basis poin, dari sebelumnya hanya 75 basis poin.
Menurutnya, dengan perkembangan ekonomi tersebut, resesi di AS diperkirakan berlangsung lebih cepat, yaitu pada kuartal II/2022.
“Kalau perusahaan tidak bisa mengelola kenaikan beban ini, yang akan terjadi adalah stagnasi atau kontraksi pertumbuhan kinerja sektor manufaktur,” katanya, Kamis (14/7).









