United Tractors akan Buyback Saham Rp 5 T
PT United Tractors Tbk (UNTR) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun. Aksi korporasi ini diharapkan dapat menyetabilkan harga saham UNTR dalam kondisi pasar yang fluktuatif, selain memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham perseroan secara fundamental. "Pembelian kembali saham juga memberikan felsitabilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang, dimasa saham treasuri dapat dijual dimasa yang akan datang dengan nilai yang optimal jika perseroan memerlukan penambahan modal," kata Corporate Secretary United Tractors Sara K Lobis dalam keterbukaan informasi, Rabu. Sara mengungkapkan bahwa saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor perseroan. Buyback akan dilakukan secara bertahap untuk periode tiga bulan terhitung sejak tanggal 13 Juli 2022 sampai dengan 12 Oktober 2022. Pelaksanaan transaksi pembelian saham akan dilaksanakan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). (Yetede)
Berpacu Bongkar Insiden Kematian Brigadir Joshua
Komnas HAM memilih membentuk tim terpisah dari tim khusus kepolisian dalam mengusut insiden dugaan saling tembak ajudan Inspektur Jenderal Ferdy Sambo. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan akan mengusut insiden dugaan saling tembak sesama ajudan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Inspektur Jenderal Ferdy Sambo. "Komnas HAM akan bekerja sendiri dengan SOP dan mekanisme yang ada di Komnas HAM. Kami bukan bagian dari tim khusus ataupun tim gabungan," Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, saat konferensi pers bersama Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Agung Budi Martoyo, di Markas Besar Polri. Komisioner Komnas HAM lainnya, Muhammad Choirul Anam, menjelaskan, lembaganya sudah membentuk tim sejak insiden dugaan saling tembak tersebut mengemuka. "Lalu bagaimana hubungan kedua lembaga? Sifatnya adalah koordinasi. Selain itu Komnas HAM punya aksebilitas," kata Anam (Yetede)
Ganti Decoder CCTV Sehari Setelah Insiden
Sejumlah polisi disebut mengganti dekoder kamera pengawas (close circuit television/CCTV) yang ada di pos satpam Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Pos itu berjarak sekitar 10 meter dari kediaman Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Inspektur Jenderal Ferdy Sambo. Pergantian dekoder dilakukan satu hari setelah baku tembak Brigadir Nopriansyah Josua Hutabarat atau Brigadir J dengan Bharada E di rumah Ferdy. Dekoder alias alat untuk menyimpan rekaman video dari kamera CCTV itu berada di pos satpam. Menurut Seno, kamera pengawas di lingkungan kompleks masih berfungsi dan tak mengalami kerusakan. "Saya tanya sama Satpam, ya, dia aja enggak tahu kenapa diganti," ujar pensiunan jenderal polisi itu. Brigadir J tewas dengan tujuh luka bekas tembakan di tubuhnya. Polisi menyebutkan ia terlibat baku tembak dengan rekannya, Bharada E, setelah diduga melakukan terhadap istri Sambo, Putri Cendrawati, yang saat itu berada di lantai 1 rumah dinas tersebut. (Yetede)
MOMENTUM BUYBACK SAHAM
Aksi buyback saham kian marak di tengah volatilitas pasar yang sedang tinggi. Sejumlah emiten berkantong tebal siap menggelontorkan dana untuk menyerap kembali sebagian saham perusahaan mereka dari pasar modal. Manuver tersebut diharapkan dapat menopang stabilitas saham perseroan sekaligus memberikan sinyal kepada pasar atas kondisi fundamental emiten yang solid. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sedikitnya ada 12 emiten yang menggelar aksi buyback. Sebagian memanfaatkan relaksasi buyback tanpa rapat umum pemegang saham (RUPS) di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, sebagian lagi menempuh mekanisme normal melalui persetujuan RUPS luar biasa. Teranyar, entitas Grup Astra PT United Tractors Tbk. (UNTR) memutuskan untuk membeli kembali saham perseroan dengan merogoh kocek hingga Rp5 triliun. Jumlah itu setara dengan 14% dari kas dan setara kas UNTR per 31 Maret 2022 yang mencapai Rp35,71 triliun. Saat dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara Loebis mengatakan momentum saat ini tepat untuk melakukan buyback saham karena kondisi keuangan United Tractors sangat sehat. Emiten pertambangan milik Boy Thohir itu meyakini buyback saham tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan ADRO. Alasannya, saldo laba dan arus kas perseroan yang tersedia saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan buyback.
Berharap BI Tidak Gegabah
Kebijakan Bank Sentral Amerika (The Fed) menaikkan suku bunga membawa aliran dana masuk ke Amerika. Beberapa hari lalu dolar Amerika sempat menyentuh Rp15.000 walaupun pada akhirnya kembali di bawah angka itu. Perkembangan depresiasi ini merupakan imbas psikologis sehingga tidak perlu direspons secara panik dengan menaikkan suku bunga maupun intervensi di pasar secara berlebihan. Keadaan serupa terjadi di negara lain. Perubahan arah kebijakan yang drastis akan berdampak lebih buruk karena kredibilitas kebijakan diragukan. Perkembangan nilai tukar yang terjadi akhir-akhir ini sebaiknya disikapi dengan tenang dan jangan menyeret bank sentral (BI) untuk menerapkan rule of thumb terkait dengan hubungan antara nilai tukar dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Dunia mungkin akan mengalami keadaan seperti pada tahun 1970-an di mana inflasi yang tinggi diikuti dengan merosotnya pertumbuhan ekonomi yang dikenal sebagai episode stagflasi. Sejujurnya, inflasi tinggi bukan akan terjadi tetapi sudah terjadi. Pada Juni, secara tahunan, inflasi kita sudah 4,35% yang berarti level tertinggi setelah 2014.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Juni mencapai 0,61%. Lebih tinggi dari inflasi pada Mei yakni sebesar 0,4%. Bahkan di Amerika Serikat, inflasi tahunan sudah mencapai 8,6% yang merupakan angka tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Bagi Orang Indonesia yang akrab dengan inflasi 2 digit, yang terjadi saat ini secara psikologis ringan. Sebaliknya, bagi orang Amerika pasti “shocked” karena biasanya inflasi hanya berkisar 2%. Kami berharap BI tidak gegabah dalam melihat perkembangan kurs dan inflasi yang terjadi. Semoga ketenangan dan akal sehat dalam membaca ekonomi saat tetap lebih kuat daripada dogma “uzur” hubungan antara suku bunga, inflasi dan nilai tukar.
KABAR PELEPASAN SAHAM : SENTIMEN AKUISISI KEREK SAHAM PNBN
Kabar tentang pengambilalihan kepemilikan PT Bank Pan Indonesia Tbk. oleh salah satu pemegang sahamnya mewarnai pasar dalam kurun dua pekan terakhir. Situasi itu mendorong naiknya harga saham emiten dengan kode PNBN tersebut. Dalam kurun 6 bulan terakhir, harga saham PNBN naik 139% dari level harga Rp790 pada awal Februari 2022 ke level Rp1.890 pada penutupan perdagangan Rabu (13/7). Tren kenaikan harga saham Bank Panin terlihat sejak Mei 2022 dan berlanjut hingga saat ini. Salah satu pemicunya adalah rencana pelepasan saham dari salah satu pemegang saham utama kepada investor strategis lain. Salah satu kabar terbaru yakni rencana masuknya Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. (MUFG) ke Bank Panin. Dikutip dari Bloomberg, MUFG dikabarkan tengah mempertimbangkan tawaran mengambil alih Bank Panin. MUFG merupakan entitas keuangan yang telah berkembang di Asia Tenggara melalui merger dan akuisisi di pasar seperti Indonesia, Filipina, dan Thailand dalam kurun beberapa tahun terakhir.
MOMENTUM TAHUN AJARAN BARU : INDUSTRI TEKSTIL TERIMPIT BARANG IMPOR
Industriawan tekstil dan produk tekstil atau TPT terancam tidak bisa meraup cuan secara optimal pada momentum tahun ajaran baru setelah pemerintah membuka keran impor untuk produk tersebut.
Asosiasi Produsen Serta dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) memperkirakan porsi penjualan seragam sekolah yang diproduksi di dalam negeri tidak akan lebih dari 50% dari total konsumsi segmen tersebut di tahun ajaran baru kali ini.Redma Gita Wirawasta, Ketua Umum APSyFI, mengatakan bahwa kembali dibukanya keran impor produk TPT melalui Peraturan Menteri Perdagangan No. 25/2022 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor membuat pasar dalam negeri dibanjiri seragam sekolah impor. “Itu jadi masalah, karena perhitungan awal kami segmen seragam sekolah bisa menjadi tambahan. Namun, awal Maret tahun ini Kemendag membuka keran impor, sehingga banjir produk asing,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (13/7).Kehadiran seragam sekolah impor pada tahun ajaran baru kali ini, kata dia, telah menggerus pangsa pasar industri nasional dengan nilai yang cukup signifikan.
Tren tergerusnya pangsa pasar industri TPT nasional yang disebabkan oleh kegiatan impor sebenarnya menjadi masalah klasik dan sudah berlangsung dalam kurun 12 tahun terakhir. Menurut data Apsyfi , surplus neraca perdagangan TPT nasional menyusut tajam selama 12 tahun terakhir, dari yang semula US$8 miliar menjadi sekitar US$3,2 miliar karena maraknya barang impor. Kementerian Perdagangan sendiri mengaku sedang meninjau secara komprehensif usulan dari pelaku industri TPT untuk menutup keran impor.
Presiden Jokowi : Harga BBM Subsidi Tidak Akan Naik
Kabar baik bagi masyarakat. Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, seperti Pertalite tidak akan naik sampai akhir tahun ini.
Kepastian ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan pimpinan media massa di Istana Negara, Rabu (13/7). Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini. Pertimbangannya, saat ini secara umum penerimaan negara masih mencukupi untuk memberikan subsidi dan mempertahankan harga BBM agar tidak naik. Memang dampak dari keputusan mempertahankan harga BBM bersubsidi ini akan menyebabkan anggaran subsidi membengkak jadi Rp 502 triliun.
Emiten Grup Kresna Incar Pendapatan Naik Dua Digit
Dua emiten milik Grup Kresna, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) serta PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), mengincar pertumbuhan pendapatan dua digit tahun ini. MCAS menargetkan pendapatan bisa mencapai Rp 15 triliun pada akhir 2022.
Head of Investor Relation MCAS Stanley Tjandra optimistis target tersebut dapat tercapai seiring banyaknya inisiatif baru yang tengah dirancang perusahaan ini. "Tahun ini, top line diharapkan bertumbuh minimal 20% atau sekitar Rp 15 triliun di 2022," beber dia, Rabu (13/7).
Pengaruh Inflasi Amerika Serikat
Nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. Pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh data inflasi Amerika Serikat (AS).
Kepala Ekonom Bank Central Asia David Sumual mengungkapkan, data inflasi dinantikan pelaku pasar karena jadi petunjuk efektivitas kebijakan The Fed sebelum ini untuk meredam inflasi. Data inflasi juga jadi pertimbangan The Fed menentukan kebijakan moneter negara ini ke depan.









