;

BTPN Mulai Lirik Green Bond

Fadilla Anggraini 18 Jul 2022 Tribun Timur

JAKARTA, TRIBUN - PT Bank BTPN Tbk terus menyalurkan kredit ke sektor berkelanjutan atau Environmental, Social, & Governance (ESG) di tengah pemulihan ekonomi nasional. Guna mendukung pembiayaan ke sektor ESG, BTPN mulai melirik sumber pendanaan alternatif selain dana pihak ketiga (DPK) yakni greenbond. Sebab, SMBC Grup juga sudah aktif menggunakan Instrumen alternatif berwawasan lingkungan. Head of Wholesale & Commercial Banking Bank BTPN Nathan Christianto menyatakan selama ini, sumber pendanaan dalam penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan masih berasal dari DPK.

la menyebut dengan penyaluran kredit terkait ESG sekitar Rp 12 triliun per Desember 2021, maka Bank BTPN sudah bisa menciptakan produk berwawasan lingkungan dari sisi liability. Sehingga BTPN bisa memiliki sumber pendanaan di luar DPK untuk mendukung pembiayaan ESG. Bisa bond (surat utang Instrumen maupun deposit yang bisa dibilang dikhususkan untuk sumber pendanaan. Ini memang masih dalam pemikiran kami, masih menunggu waktu yang tepat, kapan ini bisa kita keluarkan," papar Nathan secara virtual, Jumat (15/7).

Hingga akhir 2021, BTPN mampu mengucurkan kredit pembiayaan hijau senilai Rp 12.35 triliun. Terdiri dari kredit ke sektor aktivitas UMKM sebesar Rp 6.16 triliun. Lalu ke properti hijau Rp 1,06 triliun. Selain itu, penyaluran kredit ESG juga disalurkan ke sektor energi terbarukan Rp 1.83 triliun, efisiensi energi Rp 580 miliar. Ada juga pengelolaan SDA Hayati dan lahan berkelanjutan Rp 2.29 triliun. Juga sektor transportasi ramah lingkungan Rp 430 miliar.

KPR Perbankan Tumbuh

Fadilla Anggraini 18 Jul 2022 Tribun Timur

JAKARTA, TRIBUN - Kenalkan harga komoditas berpotensi mendorong permintaan perumahan. Hal Ini akan membantu menopang pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan. Bank BTN melihat, fenomena kenaikan harga komoditas pada 2012 - 2013 silam yang ikut mendongkrak permintaan KPR. Direktur Keuangan BTN Nofry Rony Poetra menyebut pada waktu Itu harga rumah naik karena permintaan juga meningkat. Momentum kenaikan harga komoditas juga berpengaruh terhadap saham-saham properti. Pada tahun 2012 - 2013, emiten saham properti menikmati kenaikan penjualan sehingga berdampak positif pada kinerja saham mereka." kata Nofry, pekan lalu.

Sementara untuk tahun 2019 - 2022 harga rumah cenderung bergerak stabil sebagai bentuk pemulihan pasca pandemi Covid-19. Meski demikian, la memperkirakan ekonomi kembali pulih dan permintaan perumahan juga akan meningkat. Hal ini terlihat dari kinerja positif BTN. Hingga Juni 2022, KPR BTN meningkat 7,5% yoy baik untuk segmen subsidi maupun nonsubsidi. Sementara secara total, penyaluran kredit BTN tumbuh lebih dari 6% pada Juni 2022. Jika secara unit, BTN mampu menyalurkan pembiayaan sebanyak 33 - 35 ribu unit rumah pada Maret 2022. Pada Juni, jumlahnya terus meningkat dan hampir menyentuh 45 ribu unit rumah.

Tak berbeda. KPR BCA juga naik. Hingga semester 1 2022, penyaluran KPR bank swasta terbesar di Indonesia ini tumbuh hingga 8.6% yoy dan total outstanding KPR senilai Rp 93,62 triliun. Dengan pertumbuhan 8.6 maka portofolio KPR BCA per Juni 2022 mencapai Rp 101.67 triliun. EVP Consumer Loan BCA Welly Yandoko mengatakan capaian tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan BCA

Daya Beli Kembali Lesu, Masyarakat Tekan Konsumsi

Hairul Rizal 18 Jul 2022 Kontan (H)

Daya beli masyarakat mulai tergerus lonjakan harga pangan, meski keyakinan masih di level optimistis. Kondisi ini tergambar dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) baik Bank Indonesia maupun Danareksa Research Institute. Ekonom BCA David Sumual melihat indikator daya beli turun karena masyarakat berhati-hati dalam berbelanja barang tahan lama (durable goods).

Selama 4 Hari, Dana Asing Hengkang Rp 8,56 Triliun

Hairul Rizal 18 Jul 2022 Kontan

Dana investor asing yang hengkang keluar Indonesia masih terjadi. Kondisi tersebut masih terus berlangsung hingga pekan kedua Juli 2022. Berdasarkan data transaksi yang dihimpun Bank Indonesia (BI) untuk periode 11 Juli 2022 hingga 14 Juli 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik terjadi jual neto hingga Rp 8,56 triliun.

Mata Uang Pilihan di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi AS

Hairul Rizal 18 Jul 2022 Kontan

Dollar Amerika Serikat (AS) kini menjadi mata uang paling perkasa. Namun, para analis menyebut, dollar AS bukan mata uang yang tepat dipegang dalam jangka menengah panjang. Jumat (15/7) lalu, indeks dollar AS berada di level 107,98, naik 16,72% secara tahunan. Menurut Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin, saat ini dollar AS menguat karena investor mengkhawatirkan prospek aset berisiko, seiring ketidakpastian kondisi ekonomi. Di sisi lain, kebutuhan dollar AS memang naik. Nanang yakin, kurs dollar AS masih akan menguat terhadap rupiah. Dollar AS bisa kembali ke Rp 15.000. Jika bisa bertahan di atas level tersebut, dollar AS bisa menuju Rp 15.275. Padahal, ekonomi AS dibayangi ancaman resesi karena kenaikan bunga yang agresif, tanpa diimbangi pertumbuhan ekonomi.

Kinerja Bank-Bank Besar Semakin Kokoh

Hairul Rizal 18 Jul 2022 Kontan

Kinerja industri perbankan semakin cerah. Pertumbuhan laba bank besar hingga Mei 2022 naik dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya. Beberapa bank memproyeksikan kinerja kuartal II tahun ini akan lebih baik dari triwulan pertama. Namun, performa saham-saham bank besar justru melempem sejak akhir Mei 2022. Berdasarkan data RTI, saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya terkoreksi 0,3% pada penutupan perdagangan Jumat (15/7) ke level Rp 7.000. Dalam tiga bulan terakhir, saham bank sudah terkoreksi 9,1%.

HARAPAN IMF PADA PRESIDENSI G20

Hairul Rizal 18 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Presiden Joko Widodo berjalan bersama Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva saat kunjungan delegasi IMF di Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat, Minggu (17/7). IMF menaruh harapan pada kepemimpinan Indonesia dalam presidensi G20. Kepemimpinan itu diperlukan antara lain untuk mendorong para pemimpin negara G20 guna mendukung langkah institusi-institusi yang memiliki kemampuan membantu negara-negara yang sedang menghadapi krisis

INSENTIF FISKAL : CAKUPAN TAX ALLOWANCE DIPERLUAS

Hairul Rizal 18 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Pemerintah akan memperluas cakupan penerima insentif berupa fasilitas Pajak Penghasilan untuk penanaman modal berbentuk tax allowance dalam rangka memacu realisasi penanaman modal yang ditargetkan mencapai Rp1.200 triliun pada tahun ini.  Mengacu pada PP No. 78/2019 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-Daerah tertentu, saat ini hanya ada 17 bidang usaha tertentu di daerah tertentu yang bisa memanfaatkan tax allowance.Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir menjelaskan bahwa pemerintah berencana memperluas fasilitas tersebut untuk memacu pemanfaatan dan realisasi investasi lebih tinggi. Bidang-bidang usaha tertentu dan di daerah-daerah tertentu adalah bisnis di sektor kegiatan ekonomi dan daerah yang secara ekonomis mempunyai potensi yang layak dikembangkan yang mendapat prioritas tinggi dalam skala nasional.Adapun, fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) yang bisa dimanfaatkan adalah pengurangan penghasilan neto sebesar 30% dar jumlah nilai penanaman modal berupa aktiva tetap berwujud termasuk tanah, yang dibebankan sebesar 5% per tahun selama 6 tahun.Sektor tertentu dan di daerah tertentu itu antar;a lain pembesaran ikan air tawar yang bisa diakses oleh pelaku usaha di seluruh provinsi kecuali DKI Jakarta; pertambangan batu bara di Aceh, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Barat, dan Papua

RISIKO KENAIKAN INFLASI : KEMISKINAN PERLU PERHATIAN

Hairul Rizal 18 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Meski jumlah penduduk miskin secara nasional turun, tetapi sejumlah daerah masih mengalami kenaikan per Maret 2022. Kondisi ini perlu upaya ekstra dari pemangku kebijakan untuk menekan risiko peningkatan kemiskinan di sisa tahun ini, menyusul potensi kenaikan inflasi.  Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan Jumat (15/7) menunjukkan sebanyak 9 provinsi mengalami peningkatan jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 dibandingkan September 2021.Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) misalnya. Meski mengalami penurunan jumlah penduduk miskin secara tahunan, tetapi jika dibandingkan pada September 2021, jumlah penduduk miskin di wilayah ini naik tipis menjadi 777.440 jiwa pada Maret 2022.Kepala BPS Sulsel Suntono mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan penduduk miskin di Sulsel berkurang jika dibanding Maret 2021 karena ekonomi Sulsel pada kuartal I/2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,27% secara tahunan (year-on-year/YoY). Suntono menjelaskan peranan komoditas makanan di Sulsel ternyata masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan. Menurutnya, besarnya sumbangan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap Garis Kemiskinan (GK) pada Maret 2022 sebesar 74,90%. Pada Maret 2022, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama.

Kejahatan Luar Biasa KKB di Nduga

Yoga 17 Jul 2022 Kompas (H)

Sepuluh warga meninggal akibat serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (16/7). Komnas HAM menyatakan, perbuatan pelaku sebagai kejahatan luar biasa. Amnesty International Indonesia mendesak tragedi keji ini diusut tuntas untuk penegakan hukum. Kepala Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua Frits Ramandey menyampaikan, aksi KKB yang menyerang warga di Kampung Nogolait tidak berperikemanusiaan dan terjadi berkali-kali. Dia menilai ke- lompok ini begitu kejam karena menyerang warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Serangan KKB yang dipimpin Egianus Kogoya itu menyebabkan 10 warga meninggal dan dua warga lainnya kritis. Berdasarkan data Polres Nduga, serangan terhadap 12 korban terjadi di Kampung Nogolait pada pukul 09.15 WIT. Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Theo Hesegem juga mengecam aksi KKB yang menyerang 12 warga sipil di Nduga. Ia menilai perbuatan KKB sungguh di luar nalar kemanusiaan karena menyerang warga yang sama sekali tidak memiliki senjata api. (Yoga)


Pilihan Editor