;

Emiten Manufaktur Yakin Mampu Menghadapi Resesi

Hairul Rizal 15 Jul 2022 Kontan

Ancaman resesi menghantui perekonomian dunia. Survei Bloomberg menunjukkan, Indonesia masuk daftar 15 negara yang berpotensi mengalami resesi. Salah satu tanda resesi adalah kontraksi pendapatan manufaktur untuk periode waktu yang panjang. Direktur Utama PT Siantar Top Tbk (STTP) Armin berpendapat, resesi global memang sudah ada di depan mata dan tidak dapat dihindari. Alasannya, sebelum ini ada pandemi Covid-19. Kini ada konflik Rusia dan Ukraina. Situasi ini membuat harga bahan baku dan energi naik, akibat terhambatnya logistik. Sekretaris Perusahaan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Amelia Allen mengatakan, ERAA akan tetap memantau kondisi yang terjadi di industri maupun ekonomi secara keseluruhan. Namun dia bilang, permintaan atas produk gadget dan headset tetap ada di pasar. "Erajaya terus mendorong kinerja dengan promosi dan diskon, memberi layanan mobile selling, dan lainnya," tutur Amelia. Wakil Direktur Utama PBRX Anne Patricia Sutanto juga masih yakin, permintaan tekstil dan garmen masih tinggi. "Indonesia justru dapat pengalihan pesanan dari negara lain," ujar dia. Bahkan PBRX akan menambah kapasitas produksi di tahun depan. Tahun ini, PBRX akan fokus memperbaiki likuiditas.

Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Yoga 15 Jul 2022 Kompas (H)

Lonjakan inflasi di Amerika Serikat patut diwaspadai karena menambah ketidakpastian perekonomian global. Jika tidak dimitigasi dengan baik, kondisi tersebut bisa mengganggu pemulihan ekonomi di dalam negeri. Badan statistik AS mencatat, inflasi AS Juni 2022 mencapai 9,1 % secara tahunan. Inflasi tahunan tertinggi di AS sejak 1981 ini berpotensi mendorong bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), makin agresif menaikkan suku bunga acuan. Sepanjang tahun ini saja, The Fed sudah menaikkan suku bunganya sebanyak 150 basis poin ke level 1,5-1,75 %.

Dalam jumpa pers menjelang pertemuan inti tingkat menteri keuangan dan gubernur bank sentral (finance minister and central bank governor/FMCBG) kelompok G20 di Nusa Dua, Bali, Kamis (14/7) Menkeu AS Janet Yellen menjelaskan, inflasi di negaranya dipicu harga komoditas energi yang tinggi. Hal ini merupakan dampak dari ketegangan politik Rusia dengan Ukraina yang memicu kenaikan harga komoditas energi. Deputi Gubernur BI Yuda Agung menjelaskan, kendati terus menanjak, inflasi masih terkendali. Namun, menurut dia, BI siap untuk menyesuaikan suku bunga acuan jika inflasi inti terus meningkat. Saat ini BI mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 3,5 %. (Yoga)


GELIAT KOTA, Menikmati Gemerlap Surabaya dari Kalimas

Yoga 15 Jul 2022 Kompas (H)

Selasa (21/6) malam, Noviyanti (50), warga Surabaya, Jatim, berkesempatan menikmati rute pendek Wisata Perahu Kalimas. Wisata itu menjadi primadona warga untuk menikmati Kota Surabaya. Bahtera yang ditumpangi Noviyanti bergerak dari dermaga Taman Prestasi di tepi Jalan Ketabang Kali ke dermaga Museum Pendidikan di tepi Jalan Genteng  ali. Jarak tempuh sekitar 500 meter. Dalam perjalanan, perahu singgah di Skatepark, Sentra Wisata Kuliner (SWK) Ketabang, dan Museum Pendidikan. Perjalanan menyusuri penggalan sungai jauh lebih menyenangkan dilakukan pada malam hari ketika udara tidak lagi gerah. Sepanjang sungai juga dihiasi lampu dan lampion warna-warni. Taman-taman hidup kembali dengan beragam aktivitas.

Di rute panjang dari Monkasel (Monumen Kapal Selam)-Siola lewat Taman Prestasi-Museum Pendidikan, beberapa lokasi pemotretan terasa lebih berwibawa saat malam hari. Patung Suroboyo dengan air mancur yang disorot lampu terlihat gagah. Jembatan Pemuda, Plaza Boulevard, Yos Sudarso, Mustajab, dan Genteng Kali juga berpendar dalam sorotan cahaya. Bahkan, di bagian bawah prasarana itu juga dicat warna-warni atau berhias mural dan gambar sehingga menjadi pemandangan luar biasa bagi wisatawan. Aktivitas tamasya menyusuri Kalimas kembali aktif setelah terhenti karena dua tahun pandemi Covid-19. Pemkot Surabaya meluncurkan kembali Wisata Perahu Kalimas pada Rabu (1/6). ”Saya bersyukur dapat dilibatkan dan mendapat manfaat ekonomi dari Wisata Perahu Kalimas,” ujar Suryani (50), penjual makanan dan minuman di SWK Taman Prestasi.

Antusiasme warga dan wisatawan untuk menyusuri sungai itu cukup besar. Pendaftaran daring setiap hari nyaris penuh. Pada Rabu (13/7) pukul 21.00, kuota pada laman resmi https://tiketwisata.surabaya.go.id/ habis untuk dua hari mendatang. Peminatnya ialah warga Surabaya ataupun dari luar daerah. Semua berebut memesan secara daring (online). Untuk menikmati Kalimas dan Surabaya, wisatawan dapat datang pukul 15.00-21.00. Ada dua pilihan rute. Rute pendek ialah Taman Prestasi sampai Taman Ekspresi/Museum Pendidikan dengan tarif Rp 4.000 per orang. Rute panjang ialah dari Monkasel-Dermaga Siola/Mal Pelayanan Publik dengan tarif Rp 10.000 per orang. Ada tujuh perahu dengan kapasitas 10-12 penumpang per unit yang disiapkan. Khusus akhir pekan, Jumat-Minggu malam, wisata perahu disemarakkan dengan pasar terapung. Wisatawan dapat berbelanja produk UMKM Surabaya yang dijajakan di perahu tamasya. (Yoga)


Kota Penyumbang Pangan

Yoga 15 Jul 2022 Kompas

Dalam proyeksi PBB, dua pertiga populasi dunia tinggal di kota. Meski hanya menempati 2-3 % luas permukaan bumi, dengan gaya hidup dan praktik konsumsi warganya, kota memonopoli tiga perempat atau 75 % SDA dan menyumbang 70 % emisi gas rumah kaca global (UNEP, 2017; Wei dkk, 2021). Hal ini mendorong perlunya transformasi sistem pangan kota sesegera mungkin. Sistem pangan mencakup alur produksi pangan dari lahan ke meja makan beserta segenap pelaku, kelembagaan dan infrastruktur pendukung serta dampaknya terhadap tiga   aspek keberlanjutan, yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sistem pangan kota yang berkelanjutan (sustainable urban food system) adalah sebuah ideal baru yang ingin dicapai oleh kota-kota dunia. Tekanan sistem pangan yang terus meningkat terhadap planet Bumi telah semakin dikenali, bukan saja oleh kalangan ilmiah, melainkan juga oleh para pengambil kebijakan kota.

Salah satu prakarsa global untuk mewujudkan sistem pangan berkelanjutan adalah Pakta Milan (Milan Urban Food Policy Pact) yang diprakarsai oleh kota Milan di Italia. Hingga pertengahan tahun 2022 sudah 225 kota di dunia yang menjadi anggota dari pakta ini, termasuk lima kota di Indonesia. Tercatat ada 370 praktik baik sistem pangan kota yang terdokumentasi di dalam Pakta Milan. pertanian kota (urban farming) mulai berkembang di kota-kota kita dan telah menjangkau berbagai kelompok usia, termasuk kelompok milenial. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengangkat kegiatan pertanian kota jadi lebih dari sekadar ”riasan” (gimmick) kota yang hanya bertumpu pada hobi warga. Transformasi menuju sistem pangan kota yang berkelanjutan akan memiliki dampak multidimensi. Secara ekonomi: penguatan ketahanan pangan lokal akan dengan sendirinya meningkatkan ketahanan ekonomi kota.

Di Semarang sedang berlangsung proyek Sustainable, Healthy, Inclusive Food System Transformation (SHIFT) Bappenas-UNEP yang dilaksanakan Yayasan Inisiatif Indonesia Biru Lestari (WAIBI) dan Unika Soegijapranata. Semarang adalah sebuah metropolitan yang unik karena watak agrarisnya masih kuat. Hampir 32% kota seluas 373,7 km persegi itu berupa lahan pertanian, dengan luas sawah lebih dari 22 kilometer persegi dan sekitar 16 kilometer persegi telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Tahun 2021 Semarang mampu memenuhi 15 % kebutuhan berasnya sendiri, selain daging ayam (67 %), telur ayam (54 %), dan berbagai buah serta sayuran. Apa yang ada di Semarang tentu dijumpai pula di banyak kota negeri ini. (Yoga)


Penyerapan Anggaran Penanganan Tengkes Rendah

Yoga 15 Jul 2022 Kompas

Penyerapan anggaran khusus percepatan penurunan tengkes di daerah sangat rendah. Dari total dana alokasi khusus fisik Rp 8,3 triliun, anggaran yang terealisasi baru 9,01 %. Karena itu, sosialisasi mengenai pemanfaatan anggaran tersebut perlu lebih digalakkan. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo (14/722) mengatakan, sistem pengelolaan keuangan di daerah sempat mengalami perubahan. Semula, sistem pengelolaan keuangan di daerah memakai SIMDA (sistem informasi manajemen daerah). Kini pengelolaan keuangan daerah menggunakan SIPD (sistem informasi pembangunan daerah). Hal ini menjadi penyebab penyerapan anggaran penanganan stunting atau tengkes kurang optimal di daerah.

Tengkes merupakan kondisi gagal tumbuh kembang akibat mengalami kurang gizi. Saat ini sudah berjalan setengah tahun anggaran, tetapi penyerapan kurang dari 10 %.Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Keuangan Putut Hari Satyaka menyampaikan, dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun anggaran 2022 untuk percepatan penurunan angka tengkes sebesar Rp 8,3 triliun. Alokasi anggaran itu untuk bidang kesehatan dan keluarga berencana, penguatan penurunan angka kematian ibu dan bayi, penguatan percepatan penurunan tengkes, bidang air minum, dan sanitasi. Dari alokasi anggaran itu per 13 Juli 2022 realisasinya masih 9,01 %. (Yoga)


Peternak Sulit Bayar Kredit

Yoga 15 Jul 2022 Kompas

Sejumlah peternak yang hewan ternaknya terkena penyakit mulut dan kuku atau PMK kesulitan membayar dana yang mereka pinjam dari lembaga keuangan. Sementara dana penggantian sebesar Rp 10 juta per ekor ternak yang dimusnahkan atau dipotong paksa, sebagaimana dijanjikan pemerintah, belum jelas. Berdasarkan data di Siagapmk.id, Kamis (14/7) pukul 20.15 WIB, sebanyak 366.888 ekor hewan dinyatakan sakit. tersebar di 251 kabupaten/kota di 22 provinsi serta mencakup 2.439 ekor hewan mati, 3.721 ekor dipotong bersyarat, 140.726 ekor sembuh, dan 220.002 ekor belum sembuh. Adapun vaksin telah diberikan pada 498.893 ekor hewan. Jatim menjadi provinsi dengan jumlah hewan terjangkit PMK paling banyak, yakni 143.281 ekor. Dari lima besar daerah dengan populasi sapi potong terbesar di Indonesia, tinggal NTT yang masih bebas PMK.

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika pada kamis, mengatakan, pihaknya memediasi peternak dan bank karena sejumlah peternak mengalami kredit macet. Perwakilan Kementan juga dihadirkan dalam mediasi itu. Pemerintah mesti segera menangani kerugian peternak akibat PMK. ”Dalam keadaan seperti itu, sapi mati, (peternak) stres, lalu ditagih tagih debt collector (juru tagih). Kredit macet ini harus segera ditangani,” ujarnya. Sekjen Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Robi Agustiar membenarkan, peternak sulit membayar kredit karena ternaknya terdampak PMK. ”Lumayan banyak, ya, terutama pada sapi perah. Kalau intervensi dari pemerintah, setahu saya masih dalam proses pembicaraan,” ujarnya. Ketum Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Jabar, Aun Gunawan mengatakan, khusus anggota KPBS, pinjaman tidak melalui bank, tetapi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemenkop dan UKM Terkait ini, kami mengajukan relaksasi dan sudah disetujui. Jadi, tak mencicil bunga maupun pokok selama dua tahun,” kata Aun. (Yoga)


KERJA SAMA G20, Sistem Pembayaran Lintas Negara Dikembangkan

Yoga 15 Jul 2022 Kompas

Para gubernur bank sentral dan otoritas moneter lima negara Asia Tenggara sepakat bekerja sama mengembangkan sistem pembayaran lintas negara. Pengembangan sistem tersebut diyakini dapat meningkatkan efisiensi dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan ini. Hal itu mengemuka dalam diskusi ”Advancing Digital Economy and Finance: Synergistic and Inclusive Ecosystem for Accelerated Recovery-Cross Border Payment”, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (14/7). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Ke-3, G20 Presidensi Indonesia yang dilaksanakan pada 11-17 Juli 2022.

Gubernur BI Perry Warjiyo, mengatakan, kolaborasi dan kerja sama pengembangan sistem pembayaran lintas negara perlu dilakukan di kawasan Asia Tenggara,  berupa pembayaran menggunakan metode  pindai kode unik (QRIS), pembayaran cepat (fast payment), dan pembayaran transaksi dengan mata uang lokal (local currency settlement/LCS). Lima kepala bank sentral dan otoritas moneter negara Asia Tenggara akan menandatangani MOU terkait pengembangan system pembayaran lintas negara November tahun ini. Kelima negara itu adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Fitria Irmi Triswati menambahkan, kerja sama sistem pembayaran lintas negara akan membuat transaksi lintas negara lebih cepat, hanya dalam beberapa menit setelah sebelumnya memakan waktu beberapa hari. Mekanisme transaksi bisa lebih sederhana dan tarifnya lebih murah. (Yoga)


IKN Ideal untuk Diterapkan Sistem Transportasi Cerdas

Yoga 15 Jul 2022 Kompas

Sistem transportasi cerdas akan diterapkan dalam pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara di Kaltim. Sistem ini mengadopsi transportasi rendah emisi dan efisien, sesuai dengan karakteristik IKN yang modern dan hijau. Masukan banyak pihak dinantikan. Demikian yang mengemuka dalam webinar Intelligent Transportation System (ITS) Indonesia bertajuk ”Merancang Transportasi Cerdas di Ibu Kota Nusantara”, Kamis (14/7). Pembicara kunci webinar tersebut adalah Kepala Otorita IKN Bambang Soesantono.

”Karakteristik IKN diharapkan dapat mewujudkan lima kata kunci, yaitu hijau (green), inklusif, cerdas, tangguh, dan keberlanjutan. Untuk itu, partisipasi masyarakat dan swasta dalam pembangunan IKN sangat penting. ITS Indonesia diharapkan dapat berkiprah lebih besar dalam pembangunan IKN,” ucap Bambang. Terkait rencana penerapan sistem transportasi cerdas di IKN, menurut Vice President of Standardization and Monitoring, Evaluation, ITS Indonesia Resdiansyah, pihaknya bersama Kemenhub telah menyusun cetak biru. Namun, membangun sistem transportasi cerdas di IKN dari nol adalah tantangan yang tak ringan. Apalagi, kondisi geografis IKN berpotensi menimbulkan hambatan dalam perencanaan infrastruktur. (Yoa)


KAI Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp 3 Triliun

Yoga 15 Jul 2022 Kompas

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengumumkan rencana penerbitan obligasi dan sukuk senilai Rp 3 triliun pada Kamis (14/7). Dana itu akan digunakan untuk mengembangkan angkutan batubara Sumatera bagian selatan Rp 1,815 triliun, membayar obligasi I-2017 seri A yang jatuh tempo Rp 1 triliun, dan mengadakan sarana KA Bandara Internasional Adi Soemarmo Rp 185 miliar. (Yoga)

”Emas” yang Terpendam di Kalimas

Yoga 15 Jul 2022 Kompas

Meski merupakan metropolitan terbesar kedua atau setelah Jakarta dan dianggap kurang memiliki keelokan lanskap alami, Surabaya amat memanjakan mata dan hati warga serta pengunjungnya. Selain taman, museum, pantai, kebun binatang, kawasan konservasi, kawasan cagar budaya dan kota tua bernuansa Eropa dan Asia, dan kuliner khas, Surabaya juga amat layak memanggungkan kembali Kalimas sebagai ikon wisata. Ketua Surabaya Heritage Freddy Isnanto mengatakan, ”Surabaya merupakan kota dengan tinggalan yang komplet dan tidak bisa dilepaskan dari Kalimas”. Kampung-kampung di Surabaya yang tumbuh di sepanjang Kalimas menegaskan budaya Arek yang egaliter, terbuka, toleran, tetapi juga peka, berani, gotong royong, dan guyub juga senang kumpul alias cangkrukan. ”Surabaya sejak era Hindia-Belanda dipandang amat strategis sehingga dibangunlah industri kapal, pelabuhan, bahkan benteng-benteng tepi laut, ”katanya.

Kuncarsono Prasetyo, penggagas Suroboyo Mbois dan Surabaya Urban Track (Sub-Track), mengingatkan, kalangan warga ibu kota Jatim jangan sekadar melihat Kalimas dari sisi nostalgia atau kejayaan di masa lalu. Upaya ”merawat” kembali memori kolektif terhadap Kalimas dengan kepariwisataan, amat baik dan perlu didukung, pemerintah cukup memfasilitasi dan memastikan Kalimas aman dan nyaman. Melahirkan kembali Wisata Perahu Kalimas amat baik. Harapannya semakin  banyak warga yang terlibat akan merasakan nuansa Kalimas. Bisa didorong kegiatan lain, misalnya festival bahkan kejuaraan olahraga air di Kalimas. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi punya ”strategi” dan keberanian untuk mendorong penataan dan pemanfaatan Kalimas. Keinginan agar 3 juta jiwa warga Surabaya bertamasya dan rutin menikmati ”rumah sendiri” lebih dalam tidak akan sulit diwujudkan. ”Kami mengupayakan Kalimas kembali menjadi salah satu ikon wisata air di Surabaya yang terintegrasi dan berkembang dengan segmen pariwisata lainnya yang sudah ada,” kata Eri. Selamat mendulang ”emas” wisata Kalimas. (Yoga)


Pilihan Editor