Pedagang dan Konsumen Keluhkan Lonjakan Harga
Harga sejumlah bahan pokok dan bahan pangan, seperti bawang merah dan cabai, terus meroket. Kenaikan harga komoditas tersebut menyebabkan tergerusnya daya beli masyarakat. Di Surabaya, Jatim, harga bawang merah pada Minggu (10/7) menyentuh Rp 70.000 per kg. ”Memang hampir setiap tahun harga bawang merah naik, tetapi paling mahal Rp 30.000 per kg,” kata Kasmo (55), pedagang bawang di wilayah Rungkut, kemarin. Berdasarkan pantauan di Pasar Surya, Surabaya, harga bahan pokok pada sepekan terakhir mengalami banyak perubahan. Selepas Idul Fitri, hampir semua komoditas pangan terus melambung.
Pantauan di Pasar Raya Padang, Jumat (8/7), harga cabai merah Rp 104.000-Rp 120.000 per kg. Sementara harga bawang merah Rp 50.000-Rp 55.000 per kg. Nasril (50), pedagang di Jalan Pasar Baru, Pasar Raya Padang, mengatakan, harga cabai merah sangat berfluktuasi. Pada Jumat pagi, ia menjual stok cabai seharga Rp 90.000 per kg. Dua jam kemudian, ia menjual stok baru Rp 100.000 per kg, lalu naik menjadi Rp 110.000 per kg, dan Rp 120.000 per kg pada Jumat siang. Tingginya harga komoditas itu berdampak buruk terhadap pedagang. Daya beli masyarakat berkurang dan angka penjualan cabai serta bawang menurun 30 % dibandingkan kondisi normal.
Zahara (55), warga Kecamatan Nanggalo, Padang, menyebutkan, kenaikan harga bahan pokok membuat pusing. Ia harus memutar otak dalam mengatur biaya belanja rumah tangga. Di rumahnya, cabai merah harus ada. ”Suami saya tidak makan kalau tak ada cabai,” katanya. Yanti (47), pedagang nasi di Padang Timur, mengatakan, margin keuntungannya semakin tipis sejak harga cabai merah, bawang merah, dan bahan pokok lain naik sebulan terakhir.
Kadis Pangan Sumbar Efendi mengatakan, dinas melakukan operasi pasar setiap Senin-Sabtu untuk mengendalikan harga bahan pokok, termasuk cabai merah dan bawang merah. Operasi pasar dilakukan di toko tani milik dinas ataupun dengan mobil keliling ke 19 kabupaten/kota secara bergiliran. ”Kami menjual dan menyediakan sembako murah untuk mengendalikan harga, termasuk cabai merah dan bawang merah. Misalnya, cabai merah kemarin dijual Rp 80.000 per kg,” ucap Efendi. (Yoga)
PARIWISATA, Taruhan Nyawa demi Komodo
Jumat (24/6) pagi, kapal motor bertolak dari pesisir Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, ke arah barat daya. Majid (27), pemandu, menjelaskan, kapal akan menyinggahi tiga lokasi wisata, yakni Pulau Padar, Pantai Pink, dan Pulau Komodo. 30 menit berlayar, embusan angin kian kencang. Faldi asal Manggarai, NTT, dan istrinya dari Semarang, Jateng, mengaku tak bisa berenang. Pasangan yang baru menikah itu sedang berbulan madu. Wisatawan lain juga tidak bisa menyembunyikan rasa takut. Ada yang sampai berteriak keras saat haluan menukik di depan mulut gelombang yang seakan hendak menelannya. ”Amankah?” tanya mereka kepada nakhoda. Jimy, nakhoda yang baru berusia 19 tahun, hanya mengacungkan jempol sambil tersenyum. Jimy belum lama ini menjadi nakhoda setelah mengikuti kursus pelaut satu bulan. ”Naik kapal cepat bayar Rp 2 juta. Kami ini modal kurang jadi pake kapal kayu saja,” ujar Cika, wisatawan, sambil menunjuk perahu cepat yang dalam sekejap sudah berada jauh di depan.
Dua setengah jam kemudian, kapal motor tiba di Pulau Padar. Wisatawan turun, lalu mendaki ke puncak untuk menikmati pemandangan sambil berpose lebih kurang satu jam. Padar menjadi tempat favorit karena lanskapnya yang memesona. Pukul 11.00, kapal motor meninggalkan Padar, menuju Pantai Pink. Kapal melalui selat sempit dengan gelombang yang datang dari berbagai arah. Laju kapal dikurangi agar tak terlalu membentur gelombang. ”Adu Tuhan.., ya Allah.., tolong kami,” jeritan itu bersahutan keluar dari mulut mereka. Di sini, kapal wisata sering tenggelam dan banyak orang hilang, kata Jimy setelah merapatkan kapal ke pesisir Pantai Pink yang pasirnya berwarna pink (merah muda). Satu setengah jam kemudian, Jimy menghidupkan mesin kapal dan meminta wisatawan segera naik karena sebentar lagi angin semakin kencang.
Perjalanan terakhir ini menuju Pulau Komodo yang akan ditempuh dalam waktu dua setengah jam. Tiba di Pulau Komodo, mereka menyaksikan reptil purba itu. Melihatnya berjalan, mengangkat kepala, membuka mulut, dan menjulurkan lidah. Melihat komodo di alam liar menjadi puncak dari perjalanan panjang dan berisiko di perairan Pulau Komodo dan sekitarnya. Dua jam kemudian, kapal bertolak kembali ke Labuan Bajo. Angin bertambah kencang dan gelombang datang dari arah berlawanan. Kapal berguncang sangat keras, oleng, dan miring saat menerjang gelombang. Ada wisatawan yang menangis. ”Saya ingat anak saya masih kecil. Untuk melihat komodo, kami pertaruhkan nyawa,” ujar Ragil, wisatawan dari Kupang. Diterjang gelombang lebih dari tiga jam, kapal akhirnya tiba di Labuan Bajo pukul 19.00 waktu setempat. Total perjalanan hari itu 13 jam.
Empat hari kemudian, datang kabar kapal wisata tenggelam di perairan yang kami lewati. Seorang ibu dan anaknya meninggal. Kejadian itu menambah panjang daftar kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo. Selain cuaca, kondisi kapal dan kecakapan pengemudi sangat menentukan. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Zeth Sony Libing mengatakan, keberadaan kapal wisata di Labuan Bajo akan dievaluasi. Pihaknya bakal melihat kondisi kapal, pengemudi, dan perlengkapan yang tersedia di dalamnya. Wisatawan yang datang ke destinasi superprioritas itu harus bisa pulang dengan selamat dan memberikan cerita indah di tempat asalnya. Bukan malah sebaliknya, membawa duka. (Yoga)
Daya Beli Masyarakat Terus Dijaga
Tren inflasi global lambat laun mengerek inflasi domestik yang pada Juni 2022 berada di level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Selain menggunakan anggaran negara sebagai peredam gejolak, untuk menjaga agar lonjakan inflasi global tidak berdampak pada penurunan daya beli, pemangku kebijakan juga diharapkan bisa mendorong kemandirian pangan. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, inflasi Indonesia pada Juni 2022 sebesar 4,35 % didominasi kenaikan harga pangan bergejolak (volatile food) yang signifikan hingga mencapai 10,07 % secara tahunan. Sementara pada bulan sebelumnya, inflasi harga pangan bergejolak tercatat 6,05 %.
”Pangan dan energi sangat penting bagi masyarakat sehingga pemerintah akan terus mengantisipasi dan memitigasi risiko dari kenaikan harga kelompok pangan bergejolak melalui berbagai kebijakan untuk menjamin kecukupan pasokan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat,” kata Febrio. Upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, di antaranya, dilakukan dengan memberikan insentif selisih harga minyak goreng serta mempertahankan harga jual BBM, elpiji, dan listrik tidak mengalami peningkatan. Kemenkeu pada 2022 menambah alokasi untuk anggaran subsidi dan kompensasi energi sebanyak Rp 349,9 triliun. (Yoga)
G20 Suarakan Pelonggaran Restriksi Ekspor Pangan
Ketahanan pangan global sedang terganggu di tengah krisis rantai pasok, ketegangan geopolitik, dan menguatnya tren proteksi pangan. Pertemuan Kedua Tingkat Sherpa G20 menyuarakan perlunya pelonggaran restriksi ekspor serta mendorong perdagangan pangan yang transparan dan dapat diprediksi demi mencegah krisis pangan berkelanjutan. Per Juni 2022, berdasarkan data Food and Fertilizer Export Restrictions Tracker, ada 20 negara yang masih aktif membatasi ekspor komoditas pangan, lima negara menerapkan perizinan khusus ekspor, dan tiga negara menaikkan pajak atau pungutan ekspor.
Dalam hari pertama Pertemuan Kedua Tingkat Sherpa G20 (The 2nd G20 Sherpa Meeting), Minggu (10/7) di Labuan Bajo, NTT, persoalan krisis pangan yang kini melanda banyak negara pun menjadi salah satu isu yang mengemuka saat membahas kemajuan pembahasan Kelompok Kerja Agrikultur (Agriculture Working Group). Ketua Kelompok Kerja Agrikultur Kasdi Subagyono mengatakan, “Indonesia mengharapkan perdagangan yang bisa diprediksi dan transparan. Banyak yang menyuarakan agar “blokir” atau restriksi pangan tidak perlu dilakukan, terutama ke negara berkembang yang daya tahan pangannya masih lemah, mereka justru harus didukung,” kata Kasdi, yang juga menjabat Sekjen Kementan. (Yoga)
PLN Gandeng Pengembang Perumahan
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengajak pengembang perumahan untuk mempromosikan kompor induksi pada perumahan baru. Untuk itu, PLN meluncurkan program penambahan daya baru dengan biaya lebih murah. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jatim Lasiran, Minggu (10/7/2022), mengatakan, tercatat sebanyak 1.826 rumah telah memanfaatkan program ini. (Yoga)
Ada 37 Perusahaan Antre Masuk Bursa
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 37 perusahaan mempersiapkan diri menawarkan sahamnya ke publik. Ada sembilan perusahaan beraset kurang dari Rp 50 miliar, 15 perusahaan beraset Rp 50 miliar-Rp 250 miliar, dan sisanya beraset di atas Rp 250 miliar. ”Terbanyak adalah perusahaan sektor konsumer non-cyclical,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, akhir pekan lalu. (Yoga)
Ganti Rugi Ternak Belum Bisa Dilakukan
Ganti rugi ternak yang harus dipotong secara paksa untuk memutus penularan penyakit mulut dan kuku atau PMK belum bisa dilaksanakan. ”Kami masih menunggu peraturan menterinya. Belum bisa dilaksanakan karena belum diputuskan dalam regulasi resmi,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap, di Medan, Sabtu (9/7). Selama PMK merebak di Sumut, sudah 41 sapi ternak yang dipotong secara paksa. (Yoga)
MEMANEN MANISNYA AREN DI SARANG TIUNG
Baharuddin (60), warga Desa Sarang Tiung di kawasan Bukit Mamake, Pulau Laut Sigam, Kotabaru, memasak nira dengan waktu 4 jam dibantu Hasna, istrinya. Untuk membuat gula aren, nira yang baru dipanen dari pohon aren atau enau harus dimasak terlebih dahulu sampai kental dan berubah warna jadi kecoklatan. Desa tersebut terletak di utara Pulau Laut dan berjarak 10 kilometer dari pusat Kotabaru atau 320 km dari Banjarmasin. Mereka biasa memasak 20 liter nira setiap hari untuk menghasilkan 35 biji gula aren. ”Dalam sehari kami biasa membuat tujuh bungkus gula aren. Satu bungkus berisi lima buah gula aren dan dijual Rp 20.000 per bungkus,” ujar Bahar.
Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Aren Sarang Tiung, Syahrian, menyampaikan, ada cukup banyak pembuat gula aren di kawasan Bukit Mamake. Sebagian berada di Desa Sarang Tiung, sebagian lagi berada di Desa Tirawan. Mereka memanfaatkan nira dari pohon aren yang banyak tumbuh di kawasan Bukit Mamake. ”Aren adalah salah satu tanaman hutan yang dijaga dengan baik dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian,” katanya. Dari pohon aren tersebut, warga tak hanya memanen nira, tetapi juga memanen buah aren yang selanjutnya diolah menjadi kolang-kaling.
Menurut Syahrian, warga bisa menikmati aren dari hutan di Bukit Mamake karena ada izin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan (IUPHKm) berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 5617/MENLHK-PS-KL/PKPS/PSLO/10/2017 tentang Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hutan seluas 500 hektar pada kawasan lindung di Desa Sarang Tiung. IUPHKm tersebut diberikan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mutiara Sarang Tiung sehingga warga di sana tetap bisa memanfaatkan potensi hasil hutan bukan kayu, yaitu aren, yang sudah puluhan tahun dikembangkan masyarakat. ”Gula aren dari tempat kami sudah cukup terkenal di Kotabaru karena kualitasnya memang bagus,” ujarnya. (Yoga)
Ancaman Kenaikan Harga Bangunan
SURABAYA, SURYA Membaiknya ekonomi pasca pandemi dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% pada kuartal I tahun 2022 ini masih memberi rasa optimis pengembangan properti untuk mampu meningkatkan penjualan. Meski diakui kenaikan harga bahan bangunan dan bayangan kenaikan inflasi ikut membuat harga naik, dan berpotensi membuat tingkat daya beli konsumen menurun.
"Namun kami masih optimis. Mengingat kenaikan harga komoditas dan kenaikan lain-lainnya itu juga mendorong kenaikan pendapatan. Tentunya kemampuan konsumen untuk belanja properti dengan harga naik juga ikut meningkat," kata Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group, di sela pengenalan kluster baru di Grand Pakuwon, Surabaya Barat, Jumat (8/7) sore.
Lebih lanjut, Sutandi mengungkapkan saat ini kondisi pasar properti masih bagus. Selain kenaikan harga bahan baku dan potensi inflasi di Indonesia, yang terdampak inflasi global, hal lain yang bisa menghambat penjualan properti adalah rencana kena ikan suku bunga perbankan.
"Saat ini, suku bunga perbankan di Indonesia masih sangat rendah. Namun tidak tahu lagi semester 2 ini, karena ada naiknya suku bunga The Fed bank sentral Amerika Serikat, untuk mengatasi inflasi di negara tersebut yang tinggi." beber Sutandi.
Tentunya Indonesia akan terdampak dan perbankan akan ikut menaikkan suku bunga. Karena itu, pihaknya mendorong konsumen memanfaatkan momentum saat ini dengan segera belanja properti.
Harga Pertamax Turbo dan Bright Gas Naik
JAKARTA, SURYA - PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Harga BBM yang naik yaitu jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Naiknya harga BBM ketiga jenis tersebut sesuai keputusan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Arifin Tasrif.
Dalam keterangan resmi situs Pertamina, kenaikan per 10 Juli kemarin. PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
"Saat ini penyesuaian kami lakukan kembali untuk produk Pertamax Turbo dan Dex Senes yang porsinya sekitar 5% dan total konsumsi BBM nasional, serta produk LPG non subsidi yang porsinya sekitar 6% dari total konsumen LPG nasional,"
tekan Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting dalam keterangannya kepada Kontan.co.id. Minggu (10/7).
Pada 3 Maret 2022, harga Pertamax Turbo sebesar Rp 14.500 / liter. Namun hari ini naik menjadi Rp 16.200 / liter. Kemudian, Pertamina Dex awalnya Rp 13.700 / liter, naik menjadi Rp 16.500 / liter, dan harga Dexlite naik Rp 15.000 / liter yang sebelumnya hanya Rp 12.950 / liter.
Untuk LPG non subsidi Bright Gas akan disesuaikan sekitar Rp 2.000 / Kg "Seluruh penyesuaian harga di angka sekitar Rp 2.000 baik per liter untuk BBM dan per Kg untuk LPG. harga ini masih sangat kompetitif dibandingkan produk dengan kualitas setara," imbuh Irto.
Penyesuaian harga ini karena tren harga Indonesian Crude Price (ICP) untuk BBM dan Contract Price Aramco (CPA) untuk LPG yang masih tinggi. Tercatat, harga minyak ICP per Juni menyentuh angka 117.62 USD / barel, lebih tinggi sekitar 37% dan harga ICP pada Januari 2022









