;

MOMENTUM TAHUN AJARAN BARU : INDUSTRI TEKSTIL TERIMPIT BARANG IMPOR

Ekonomi Hairul Rizal 14 Jul 2022 Bisnis Indonesia
MOMENTUM TAHUN AJARAN BARU : INDUSTRI TEKSTIL TERIMPIT BARANG IMPOR

Industriawan tekstil dan produk tekstil atau TPT terancam tidak bisa meraup cuan secara optimal pada momentum tahun ajaran baru setelah pemerintah membuka keran impor untuk produk tersebut. Asosiasi Produsen Serta dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) memperkirakan porsi penjualan seragam sekolah yang diproduksi di dalam negeri tidak akan lebih dari 50% dari total konsumsi segmen tersebut di tahun ajaran baru kali ini.Redma Gita Wirawasta, Ketua Umum APSyFI, mengatakan bahwa kembali dibukanya keran impor produk TPT melalui Peraturan Menteri Perdagangan No. 25/2022 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor membuat pasar dalam negeri dibanjiri seragam sekolah impor. “Itu jadi masalah, karena perhitungan awal kami segmen seragam sekolah bisa menjadi tambahan. Namun, awal Maret tahun ini Kemendag membuka keran impor, sehingga banjir produk asing,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (13/7).Kehadiran seragam sekolah impor pada tahun ajaran baru kali ini, kata dia, telah menggerus pangsa pasar industri nasional dengan nilai yang cukup signifikan.

Tren tergerusnya pangsa pasar industri TPT nasional yang disebabkan oleh kegiatan impor sebenarnya menjadi masalah klasik dan sudah berlangsung dalam kurun 12 tahun terakhir. Menurut data Apsyfi , surplus neraca perdagangan TPT nasional menyusut tajam selama 12 tahun terakhir, dari yang semula US$8 miliar menjadi sekitar US$3,2 miliar karena maraknya barang impor. Kementerian Perdagangan sendiri mengaku sedang meninjau secara komprehensif usulan dari pelaku industri TPT untuk menutup keran impor.

Download Aplikasi Labirin :