;

Bapanas Terus Upayakan Stabilitas Harga Beras

Yuniati Turjandini 03 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (Bapanas/NFA) terus mengupayakan stabilisasi harga pangan nasional, khususnya beras. Pada Agustus 2022 misalnya, Bapanas melalui Perum Bulog telah melakukan operasi pasar (OP) sebesar 205 ribu ton guna menstabilkan harga beras di seluruh Indonesia. Kegiatan OP beras melalui perusahaan pelat merah tersebut dilakukan sepanjang tahun. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menuturkan, permasalahan harga dan ketersediaan beras dengan segera ditangani Perum Bulog melalui distribusi yang cepat dari gudang-gudang BUMN tersebut. Bulog juga menjamin kecukupan pangan pokok bisa bertahan hingga akhir tahun dengan stok beras yang dikuasai perusahaan tersebut sebesar 1 juta ton yang tersebar merata di seluruh Indonesia. “Kami memastikan stabilisasi harga bahan pokok beras melalui OP Bulog yang dilaksanakan di seluruh Indonesia pada Agustus berjalan lancar. Berdasarkan pantauan kami yang terus dilakukan di tengah situasi saat ini, harga beras cukup stabil karena Bulog melakukan OP sepanjang tahun,” kata Arief dalam keterangannya, kemarin. (Yetede)

Pengaruh Energi Rusia di UE Segera Berakhir

Yuniati Turjandini 03 Sep 2022 Investor Daily

LONDON, ID – Para analis energi dan politik mengungkapkan bahwa ketergantungan Uni Eropa (UE) terhadap energi, khususnya gas dari Rusia, sepertinya bakal segera berakhir. Jika terwujud dapat mengurangi risiko gangguan pasokan, mengingat banyak yang khawatir Rusia bisa saja menghentikan total pengiriman gas selama musim dingin nanti. Menurut laporan, ekspor gas Rusia ke Eropa dalam beberapa bulan terakhir telah turun tajam. Padahal Rusia sudah sejak lama menjadi pemasok energi terbesarnya. Penurunan ekspor gas tersebut semakin memperparah perselisihan antara UE dan Rusia, serta memperburuk risiko resesi dan kekurangan gas di musim dingin. Pihak berwenang Rusia mengatakan alasan dibalik pengurangan pengiriman adalah karena alat yang rusak atau tertundanya kedatangan perangkat yang diperlukan. Tetapi para pembuat kebijakan Eropa menganggap pemangkasan pasokan tersebut sebagai manuver politk yang dirancang untuk menebar ketidakpastian kepada 27 negara dalam blok UE, dan meningkatkan harga energi di tengah serangan Negeri Beruang Merah ke Ukraina. (Yetede)

Siklus Penaikan Suku Bunga Mulai Melambat

Yuniati Turjandini 03 Sep 2022 Investor Daily

LONDON, ID – Laju dan skala penaikan suku bunga acuan yang dilakukan oleh bank-bank sentral di negara maju dan berkembang menunjukkan pelambatan pada Agustus 2022. Hal ini dikarenakan para pembuat kebijakan sedang meninjau kembali dampak lonjakan inflasi dan harga energi. Sebagai informasi, bank-bank sentral global secara kolektif telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 675 basis poin (bps) pada Agustus, atau sekitar setengah dari jumlah acuan suku bunga pada Juli. Dari total tersebut, sekitar 200 basis poin disampaikan oleh para pembuat kebijakan yang bertugas mengawasi empat dari 10 mata uang yang paling banyak diperdagangkan. Para penentu suku bunga harga di pasar negara berkembang benar-benar melonggarkan. Mereka hanya memberikan kenaikan senilai 475 bps, kira-kira setengah dari pengetatan dibandingkan bulan sebelumnya. Demikian hasil kalkulasi yang diperlihatkan Reuters. Namun secara keseluruhan, ekonomi di pasar berkembang utama telah memberikan kenaikan suku bunga 5.740 bps sejak awal tahun ini dibandingkan 1.300 bps dari negara-negara maju. “Bank-bank sentral di seluruh pasar negara berkembang telah melakukan penaikan terlebih dahulu, mereka memimpin kurva. Mereka tidak memiliki kemewahan dengan membiarkan inflasi berjalan,” ujar Flavio Carpenzano, direktur investasi di Capital Group. (Yetede)

Saling Bantah Biang Kebocoran Data

Yuniati Turjandini 03 Sep 2022 Tempo (H)

Jakarta- Data pelanggan kartu SIM seluler dijual bebas di dunia maya, Pemerintah dan operator seluler tidak ada yang menyatakan bertanggung jawab. Data pribadi masyarakat kembali menjadi barang dagangan di dunia maya. Kali ini, data beredar dan dijual secara ilegal adalah data registrasi kartu SIM telepon prabayar. Data tersebut dijajakan di forum Breached.co oleh akun bernama Bjorka pada Rabu 31 Agustus 2022. Bjorka sebelumnya juga menjual data pelanggan Indihome di situs yang sama. Kali ini Bjorka menawarkan satu set dokumen berisi sekitar 1,3 miliar data masyarakat berupa  nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, operator telekomunikasi, dan tanggal registrasi. Dalam mukadimahnya, pelapak menyebutkan bahwa data yang diperoleh pada Agustus 2022 itu merupakan hasil kebijakan registrasi kartu SIM yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika mulai 31 Agustus 2017. Data sebesar 87 gigabita itu dibanderol seharga US$ 50 ribu (Sekitar Rp745 juta dengan kurs rupiah 14.900 per dolar AS) dan hanya bisa ditebus menggunakan bitcoin serta ethereum. (Yetede)

Ancaman Dibalik Kebocoran Data Seluler

Yuniati Turjandini 03 Sep 2022 Tempo (H)

Jakarta- Dugaan kebocoran 1,3 miliar data registrasi kartu subscriber identity module (SIM) telepon seluler prabayar menambah panjang daftar  data masyarakat yang rembes ke dunia maya. Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengatakan data registrasi kartu SIM apabila digunakan secara terpisah berpotensi dipakai untuk pemetaan pengguna telpon seluler di Indonesia lantaran cakupannya sangat besar, hampir seluruh penduduk. Namun kalau digabungkan dengan data kependudukan yang sudah bocor sebelumnya, data yang bisa disalahgunakan akan makin lengkap. "Maka kebocoran data kali ini membuka kotak pandora kebocoran data, dimana hanya berbekal nomor HP seseorang, kita bisa mengetahui data kependudukannya yang lengkap, seperti NIK, kartu keluarga, bahkan nama orang tua," ujar Alfons kepada Tempo, kemarin. Seperti diketahui, pada 11 hari sebelumnya atau 20 Agustus 2022, Bjorke juga mengunggah dokumen yang disbeut berisi 26 juta data riwayat penelusuran internet pelanggan IndiHome. Data yang termuat dalam dokumen itu, antara lain, berisi mengenai data kunci, data penelusuran, protokol internet, hingga jenis perangkat yang digunakan. ((Yetede)

Pelemahan Rupiah Kikis Laba Pebisnis

Hairul Rizal 02 Sep 2022 Kontan (H)

Rupiah yang lemah dan kenaikan harga komoditas, rupanya tak bersahabat bagi sejumlah korporasi di dalam negeri. Pelemahan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga komoditas mengikis kinerja sejumlah emiten di dalam negeri. Lihat saja catatan kinerja sejumlah emiten saham sepanjang semester I-2022. Emiten saham yang bergantung pada bahan baku impor dan memiliki utang denominasi dollar AS terkena dampak rugi kurs paling signifikan. Emiten saham produsen mi instan merek Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), misalnya, mencatatkan kerugian kurs hingga senilai Rp 1,32 triliun di enam bulan pertama tahun ini. Rugi selisih kurs ini berasal dari obligasi dollar AS yang mencapai 95% dari total utang. Dus, manakala rupiah melemah, sementara harga gandum di pasar dunia melesat, kerugian selisih kurs yang dicatatkan emiten Grup Salim tersebut meningkat. Laba bersihnya pun turut tergerus.

Harga Gandum Menyulut Harga Mi Instan

Hairul Rizal 02 Sep 2022 Kontan (H)

Harga mi instan terus mendaki. Kenaikan harga makanan sejuta umat ini dipicu eskalasi harga gandum global yang kini di level US$ 8,16 per gantang, menguat 6% sejak akhir tahun lalu. Bahkan harga gandum pada tahun ini sempat ke level tertingginya yakni US$ 12,79 per gantang. Efeknya, harga terigu dan produk turunannya, termasuk mi instan di pasaran juga melesat. Kementerian Perdagangan mencatat, harga mi instan Agustus tahun ini Rp 2.916 per bungkus, naik 8,28% dibanding Agustus 2021 di Rp 2.692 per bungkus. Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Franciscus Welirang menyebut, harga Indomie memang naik pada tahun 2022, sejalan tren kenaikan harga gandum dan tepung terigu. "Setahu saya dua kali naik, yakni Maret dan akhir Juni," kata dia. Meski begitu, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman menyebutkan kenaikan harga mi instan tak sampai tiga kali lipat. "Tidak segede seperti yang heboh di sosial media," ucap dia.

Inflasi Inti 2022 Bisa Menembus 4%

Hairul Rizal 02 Sep 2022 Kontan

Komponen inflasi inti menjadi penyumbang terbesar Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus 2022. Bahkan, meski pada Agustus IHK terjadi deflasi, inflasi komponen inti masih naik baik secara bulanan maupun tahunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Agustus 2022 terjadi deflasi sebesar 0,21% secara bulanan atau month on month (mom). Alhasil, secara tahunan tercatat inflasi 4,96% year on year (yoy). Dengan andil sebesar 0,24%, komponen inti mencatatkan inflasi 0,38% secara bulanan dan 3,04% yoy. Angka itu lebih tinggi ketimbang Juli 2022 yang tercatat inflasi 0,28% mom dan 2,86% yoy. Menurut Kepala BPS Margo Yuwono naiknya inflasi inti Agustus 2022, sejalan naiknya harga beberapa barang seperti sewa rumah, dan mobil. "Inflasi inti ini mencakup 711 komoditas, dan dengan meningkatnya inflasi inti, menunjukkan permintaan bagus karena daya beli masih baik. Cakupan komoditas komponen ini cukup besar," kata Margo, Kamis (1/9). Apalagi, tingkat inflasi umum tahun 2022 sudah melampaui batas atas target BI dan pemerintah yang sebesar 4% yoy. "Tentu saja, dengan mengontrol harga barang dan jasa ini bisa membantu pemerintah menekan inflasi yang juga bisa memengaruhi daya beli masyarakat," tambahnya.

Menjaga Manufaktur Tak Kendur

Hairul Rizal 02 Sep 2022 Bisnis Indonesia (H)

Optimisme dunia usaha masih terbaca dari Purchasing Managers’ Index atau PMI Manufaktur Indonesia Agustus 2022 lansiran S&P Global yang mencapai 51,7 alias berada di zona ekspansi. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang indeks Juli yang tercatat 51,3. PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus 2022 bahkan mampu melampaui Jepang dan Korea Selatan yang masing-masing hanya 51,5 dan 47,6. Menurut S&P Global, perusahaan manufaktur di Indonesia mencatat perbaikan lebih kuat pada keseluruhan kondisi bisnis. Hal tersebut didukung oleh produksi yang naik selama tiga bulan berturut-turut, tercepat dalam tujuh bulan terakhir. Kendati demikian, Ekonom S&P Global Market Intelligence Laura Denman mengatakan kepercayaan bisnis secara keseluruhan masih turun pada Agustus 2022 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Lunturnya optimisme ini tak lepas dari masih beratnya tekanan ekonomi akibat harga energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas pangan yang berpotensi kembali mendorong inflasi. Hal tersebut bisa bermuara pada penurunan daya beli masyarakat sehingga konsumsi turun. Apalagi, realisasi inflasi pada bulan lalu masih parkir di atas target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 Perubahan yakni 3,5%—4,5%.

Sentimen Inflasi: Target Kredit Bank Tetap Tinggi

Hairul Rizal 02 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Bayang-bayang inflasi yang berpotensi menekan ekonomi tidak mengendurkan target perbankan dalam penyaluran kredit. Permintaan kredit, terutama dari kelompok korporasi, diperkirakan masih terjaga. Data Bank Indonesia mencatat outstanding penyaluran kredit perbankan hingga Juli 2022 mencapai Rp6.143,7 triliun atau naik 10,5% year-on-year (YoY). Angka pertumbuhan kredit ini tercatat yang tertinggi dalam periode yang sama selama 3 tahun terakhir. Keyakinan bank dalam mendorong kredit juga diyakini dari hasil Indikator Likuiditas Bulanan yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 25 Agustus.Kendati perbankan dihadapkan pada kebijakan pengetatan giro wajib minimum (GWM) hingga bulan ini, dampaknya terhadap kondisi likuiditas perbankan relatif terbatas.“Kapasitas bank mendorong pertumbuhan kredit diproyeksikan tetap tinggi,” tulis laporan LPS itu dikutip, Kamis (1/9). Laporan itu juga menyebut peningkatan permintaan kredit akan menjadi tantangan bagi bank dalam mengelola likuiditasnya sekaligus tetap menjaga partumbuhan kredit yang sehat.Terkait dengan bunga simpanan, LPS memperhatikan suku bunga simpanan diperkirakan akan mulai meningkat secara bertahap, dipengaruhi peningkatan ekspektasi inflasi dan dampak dari perubahan strategi pengelolaan likuiditas bank mengantisipasi kenaikan kredit dan perubahan GWM.

Pilihan Editor