;

Harga Produk Terjaga, Kinerja Alfamart Berjaya

Hairul Rizal 03 Sep 2022 Kontan

Kinerja emiten ritel masih solid meski dihantui kenaikan harga barang. Lihat saja kinerja PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Pada semester I-2022, emiten pemilik merek gerai ritel Alfamart ini berhasil meraup pendapatan bersih Rp 47,89 triliun, naik 13,92% dibanding periode yang sama setahun sebelumnya. Rani Wijaya, Corporate Communication General Manager Sumber Alfaria Trijaya, menuturkan, moncernya kinerja perseroan ini pada semester I-2022 didorong masih terjangkaunya harga produk-produk primer yang dibutuhkan konsumen. Rani mengklaim, ini lantaran AMRT menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga harga produk. Misalnya, Alfamart berkoordinasi dengan pemasok untuk menjaga ketersediaan produk. Selain itu, menggelar promo rutin agar kenaikan harga bisa dijaga. "Kami terus berupaya mencari pasokan dan pilihan produk dengan harga terjangkau. Jadi, kami bisa terus menyalurkan berbagai bahan makanan pokok," ungkap Rani kepada Kontan, Jumat (2/9). Rani tak menampik, kinerja AMRT ke depan akan menghadapi banyak tantangan. Salah satunya dari fluktuasi harga produk yang berpengaruh kepada end user. Kondisi ini dipicu oleh berbagai sentimen negatif terhadap bisnis ritel di Tanah Air.

KCF-APEKSI Produk Lokal Butuh Dukungan Penetrasi Pasar

Yoga 03 Sep 2022 Kompas (H)

Sejumlah produk unggulan daerah hasil UMKM memerlukan perluasan pasar agar lebih berdaya saing. Pemasaran melalui pameran dan pendaftaran produk local melalui e-katalog yang dikelola Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP dapat menjadi alternative perluasan penetrasi  pasar bagi produk lokal. Upaya bangkit setelah pandemic Covid 19 itu, misalnya,  geliat UMKM di Kota Batu, Jatim, yang menghasilkan tas wisata dari anyaman plastik. Pesanan produk lokal unggulan Kota Batu itu berangsur normal. Pesanan tas label Raci tersebut sudah penuh hingga Oktober.

Ima Fita Furi(33), perajin tas wisata Raci, Selasa (30/8) mengatakan, dirinya baru pulang dari pameran di Manado, Sulut, dan bulan depan akan berpameran ditempat lain. Melalui pameran, Ima bisa membagikan kartu nama kepada pengunjung. Saat ada yang tertarik, mereka bisa memesan produk di kemudian hari. Tas wisata anyaman plastic tersebut juga rutin dikirim ke Hong Kong. Sekali kirim ke Hong Kong, Ima bisa mengirim ratusan tas aneka model. Produksi tas bisa lebih dari 3.000 buah per bulan. Harga jualnya berkisar Rp 35.000 hingga ratusan ribu rupiah per buah.

Pengembangan produk lokal  UMKM juga bisa menjadi pintu masuk kebangkitan ekonomi pascapandemi dan mencegah resesi. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berharap, upaya pulih dari pandemi dilakukan bekerja sama dengan banyak pihak. Di Jambi, selain melalui pameran dan festival, pemerintah kota juga mengupayakan penetrasi pasar bagi produk lokal dengan mendaftarkannya ke dalam e-katalog. ”Implementasi kebijakan ini terus kami perkuat supaya makin banyak lagi UMKM Kota Jambi yang terdaftar dalam program LKPP,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Hingga saat ini sudah ada 237 produk yang masuk dalam e-katalog lokal di Jambi. (Yoga)


RENCANA KENAIKAN HARGA BBM, Presiden Terima Hasil Perhitungan

Yoga 03 Sep 2022 Kompas (H)

Presiden Jokowi, Jumat (2/9) telah menerima hasil perhitungan harga BBM bersubsidi di Jakarta saat melakukan kunjungan kerja. Meski demikian, rencana kenaikan harga BBM masih belum diputuskan. ”Untuk BBM, semuanya masih dikalkulasi, dan hari ini (Jumat) akan diserahkan kepada saya mengenai hitung-hitungan dan kalkulasinya,” kata Presiden kepada pers seusai memantau penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) BBM di Kantor Pos Saumlaki, Tanimbar Selatan, Maluku. Sumber

Saat kunjungan kerja di Timika, Papua, sehari sebelumnya, Presiden menyampaikan, proses perhitungan kenaikan harga BBM dilakukan dengan hati-hati. Pertimbangan matang diperlukan. Sebab, kenaikan harga BBM bersubsidi dipastikan mengerek inflasi semua barang. Selain itu, penolakan masyarakat juga akan menguat. Sejauh ini unjuk rasa masih terjadi, termasuk di Jakarta. Presiden sudah membahasnya pada 24, 25, dan 29Agustus lalu. Namun, harga BBM bersubsidi yang terdiri dari pertalite dan biosolar, karena pengurangan subsidi, belum ditetapkan. (Yoga)


Aseana Menjadi Pengendali Baru ABDA

Yoga 03 Sep 2022 Kompas

Perusahaan yang berbasis di Singapura, Aseana Insurance Pte Ltd, resmi menjadi pengendali baru emiten asuransi umum PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA). Aseana membeli saham ABDA senilai 59,5 juta USD sehingga kepemilikannya bertambah menjadi 87,18 %. ”Aseana telah secara efektif menjadi pengendali perseroan sejak tanggal penyelesaian,” ujar Direktur Utama PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk Herliniawaty Sutanto dalam keterangannya, Jumat (2/9). (Yoga)

Industri Kecil Menengah Didorong e-Smart IKM

Yoga 03 Sep 2022 Kompas

Kemenperin terus berupaya meningkatkan kapasitas industri kecil menengah (IKM). Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka  Kemenperin Reni Yanita, Jumat (2/9) mengatakan, hal itu, antara lain, dilakukan lewat peningkatan kompetensi SDM, kualitas produk,  standardisasi, fasilitasi mesin/peralatan, serta pameran. ”Untuk fasilitasi khusus, kami dorong IKM masuk ke platform e-Smart IKM  sehingga bisa menikmati bimbingan teknis dan beragam pendampingan,” ujarnya. (Yoga)

Nelayan Tradisional Tagih Keberpihakan Pemerintah

Yoga 03 Sep 2022 Kompas

Nelayan tradisional di Provinsi Kepri menagih keberpihakan pemerintah karena kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota yang digulirkan KKP justru merugikan mereka. Tanpa armada pengawasan yang memadai, kebijakan itu dinilai berpotensi memicu penangkapan ikan berlebih. Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan Syukur Harianto, Jumat (2/9) mengatakan, nelayan ragu pelaku industri perikanan skala besar bakal tertib menangkap ikan sesuai kuota dan zona yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota dikhawatirkan membuat nelayan tradisional terpuruk.

Kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota membuka kesempatan bagi investor domestik dan asing memanfaatkan sumber daya ikan di zona-zona industri melalui perizinan khusus berjangka 15 tahun. Kebijakan itu ditargetkan menghasilkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 12 triliun pada tahun 2024. Zona industri perikanan yang akan menerapkan kebijakan ini meliputi empat zona di tujuh wilayah pengelolaan perikanan negara RI (WPP NRI), salah satunya WPP NRI 711 (Laut Natuna dan Laut China Selatan). Sebelum diterapkan secara menyeluruh, kebijakan itu akan diuji coba di WPP NRI 718 (Laut Aru, Laut Arafura, dan Laut Timor bagian timur).

Di Kepri, konflik antara nelayan tradisional dan awak kapal pukat makin marak terjadi. Syukur mengatakan, nelayan di Bintan baru saja mengadu ke DPRD Bintan mengenai kapal-kapal pukat yang beroperasi di zona perairan kurang dari 12 mil. Nelayan tradisional marah karena kapal pukat meangkap ikan berlebihan dan merusak terumbu karang. Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas Dedi Syahputra menambahkan, pemerintah seharusnya mendahulukan kebijakan  memberdayakan nelayan tradisional daripada menggelar karpet merah bagi korporasi dalam negeri dan asing. (Yoga)


Krisis Pupuk, Hasil Panen Petani Anjlok

Yoga 03 Sep 2022 Kompas

Petani di Kabupaten Toba, Sumut, mengeluhkan krisis pupuk dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu membuat produksi padi mereka anjlok, bahkan sering gagal panen. Hal itu disampaikan petani saat Ketua DPR Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke Desa Baruara, Kecamatan Balige, Toba, Jumat (2/9). Dalam kunjungannya, Puan membagikan bibit padi yang bisa panen lebih cepat. Ia juga meminta petani menanam padi dua kali dalam setahun.

Ronal Tambunan (53), Ketua Kelompok Tani Bersatu dari Desa Baruara, mengatakan, krisis pupuk di kawasan Danau Toba sangat memukul petani. Apalagi, sebagian besar penduduk di sana bergantung pada pertanian. Bagi mereka, akan sangat sulit menanam padi dua kali setahun jika masih terjadi krisis pupuk. ”Jangankan untuk tanam dua kali, untuk tanam sekali setahun pun kami kekurangan pupuk. Sementara pupuk nonsubsidi harganya selangit,” kata Ronal. (Yoga)


Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Desa

Yoga 03 Sep 2022 Kompas

Desa dengan konsep ekonomi berkelanjutan mampu menangani inflasi dan krisis pangan nasional. Hal itu dapat terwujud dengan konsep pembangunan tanpa pendekatan proyek. Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar di Desa Rawa Subur C3, Kabupaten Kapuas, Kalteng, Jumat (2/9) pagi. (Yoga)

Pemprov Sultra Bangun Gedung Rp 400 Miliar

Yoga 03 Sep 2022 Kompas

Gubernur Sultra Ali Mazi menandai dimulainya pembangunan gedung Pemerintah Provinsi Sultra setinggi 22 lantai senilai Rp 400 miliar dengan pemancangan tiang pertama. Pembangunan tahap awal dimulai pada Jumat (2/9). Ali mengatakan, tujuan utama pembangunan gedung ini, agar komunikasi antar instansi Pemprov Sultra, yang selama ini berlokasi berjauhan, bisa jauh lebih lancar. (Yoga)

Kesalahan Keuangan di Masa Produktif

Yoga 03 Sep 2022 Kompas

Cukup banyak karyawan yang terlena dengan pekerjaan utamanya dan merasa bahwa gajinya cukup-cukup saja. Sayangnya, semua karyawan akan pensiun pada akhirnya. Dan, jika hal ini terjadi, pensiunan yang telah memiliki keahlian ataupun aset produktif lain akan lebih mampu melewati masa pensiun dengan baik. Contoh kenaikan harga yang terjadi beberapa bulan ini adalah bukti nyata bahwa seseorang sebaiknya memiliki multiple income sources, yang bisa terus berlangsung hingga masa pensiun kelak. Kedua, memiliki gaya hidup yang berlebihan. Godaan seseorang yang memiliki penghasilan di atas rata-rata adalah terbiasa menikmati gaya hidup yang di atas rata-rata pula. Seseorang tidak akan memiliki masalah di masa produktifnya, tetapi sangat berbahaya saat menjelang pensiun.

Solusinya adalah melakukan pembagian alokasi penghasilan minimal untuk tiga hal, yaitu pos biaya hidup (living), pos tabungan (saving), dan pos gaya hidup (playing). Fokus utama ialah terpenuhinya pos tabungan dana darurat. Kemudian, sangat penting untuk mengalokasikan minimal 10 % penghasilan untuk tabungan masa pensiun. Gaya hidup sah saja sepanjang tidak melebihi alokasi 20 % penghasilan yang tersedia di pos gaya hidup. Ketiga, tidak mungkin berinvestasi tanpa ilmu. Tidak bisa dimungkiri fenomena ingin memperoleh imbal hasil investasi tinggi dalam waktu singkat semakin marak sejak munculnya opsi berinvestasi di aset kripto, sehingga tidak sedikit pekerja usia produktif yang sempat terjebak penawaran trading yang ternyata investasi bodong. Solusinya adalah literasi sebelum inklusi. Ragam aset investasi yang ditawarkan lembaga jasa keuangan sebaiknya dipelajari dalam hal potensi keuntungan serta potensi risiko yang menyertainya. (Yoga)


Pilihan Editor