Kesalahan Keuangan di Masa Produktif
Cukup banyak karyawan yang terlena dengan pekerjaan utamanya dan merasa bahwa gajinya cukup-cukup saja. Sayangnya, semua karyawan akan pensiun pada akhirnya. Dan, jika hal ini terjadi, pensiunan yang telah memiliki keahlian ataupun aset produktif lain akan lebih mampu melewati masa pensiun dengan baik. Contoh kenaikan harga yang terjadi beberapa bulan ini adalah bukti nyata bahwa seseorang sebaiknya memiliki multiple income sources, yang bisa terus berlangsung hingga masa pensiun kelak. Kedua, memiliki gaya hidup yang berlebihan. Godaan seseorang yang memiliki penghasilan di atas rata-rata adalah terbiasa menikmati gaya hidup yang di atas rata-rata pula. Seseorang tidak akan memiliki masalah di masa produktifnya, tetapi sangat berbahaya saat menjelang pensiun.
Solusinya adalah melakukan pembagian alokasi penghasilan minimal untuk tiga hal, yaitu pos biaya hidup (living), pos tabungan (saving), dan pos gaya hidup (playing). Fokus utama ialah terpenuhinya pos tabungan dana darurat. Kemudian, sangat penting untuk mengalokasikan minimal 10 % penghasilan untuk tabungan masa pensiun. Gaya hidup sah saja sepanjang tidak melebihi alokasi 20 % penghasilan yang tersedia di pos gaya hidup. Ketiga, tidak mungkin berinvestasi tanpa ilmu. Tidak bisa dimungkiri fenomena ingin memperoleh imbal hasil investasi tinggi dalam waktu singkat semakin marak sejak munculnya opsi berinvestasi di aset kripto, sehingga tidak sedikit pekerja usia produktif yang sempat terjebak penawaran trading yang ternyata investasi bodong. Solusinya adalah literasi sebelum inklusi. Ragam aset investasi yang ditawarkan lembaga jasa keuangan sebaiknya dipelajari dalam hal potensi keuntungan serta potensi risiko yang menyertainya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023