;

Harga Gandum Menyulut Harga Mi Instan

Hairul Rizal 02 Sep 2022 Kontan (H)

Harga mi instan terus mendaki. Kenaikan harga makanan sejuta umat ini dipicu eskalasi harga gandum global yang kini di level US$ 8,16 per gantang, menguat 6% sejak akhir tahun lalu. Bahkan harga gandum pada tahun ini sempat ke level tertingginya yakni US$ 12,79 per gantang. Efeknya, harga terigu dan produk turunannya, termasuk mi instan di pasaran juga melesat. Kementerian Perdagangan mencatat, harga mi instan Agustus tahun ini Rp 2.916 per bungkus, naik 8,28% dibanding Agustus 2021 di Rp 2.692 per bungkus. Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Franciscus Welirang menyebut, harga Indomie memang naik pada tahun 2022, sejalan tren kenaikan harga gandum dan tepung terigu. "Setahu saya dua kali naik, yakni Maret dan akhir Juni," kata dia. Meski begitu, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman menyebutkan kenaikan harga mi instan tak sampai tiga kali lipat. "Tidak segede seperti yang heboh di sosial media," ucap dia.

Inflasi Inti 2022 Bisa Menembus 4%

Hairul Rizal 02 Sep 2022 Kontan

Komponen inflasi inti menjadi penyumbang terbesar Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus 2022. Bahkan, meski pada Agustus IHK terjadi deflasi, inflasi komponen inti masih naik baik secara bulanan maupun tahunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Agustus 2022 terjadi deflasi sebesar 0,21% secara bulanan atau month on month (mom). Alhasil, secara tahunan tercatat inflasi 4,96% year on year (yoy). Dengan andil sebesar 0,24%, komponen inti mencatatkan inflasi 0,38% secara bulanan dan 3,04% yoy. Angka itu lebih tinggi ketimbang Juli 2022 yang tercatat inflasi 0,28% mom dan 2,86% yoy. Menurut Kepala BPS Margo Yuwono naiknya inflasi inti Agustus 2022, sejalan naiknya harga beberapa barang seperti sewa rumah, dan mobil. "Inflasi inti ini mencakup 711 komoditas, dan dengan meningkatnya inflasi inti, menunjukkan permintaan bagus karena daya beli masih baik. Cakupan komoditas komponen ini cukup besar," kata Margo, Kamis (1/9). Apalagi, tingkat inflasi umum tahun 2022 sudah melampaui batas atas target BI dan pemerintah yang sebesar 4% yoy. "Tentu saja, dengan mengontrol harga barang dan jasa ini bisa membantu pemerintah menekan inflasi yang juga bisa memengaruhi daya beli masyarakat," tambahnya.

Menjaga Manufaktur Tak Kendur

Hairul Rizal 02 Sep 2022 Bisnis Indonesia (H)

Optimisme dunia usaha masih terbaca dari Purchasing Managers’ Index atau PMI Manufaktur Indonesia Agustus 2022 lansiran S&P Global yang mencapai 51,7 alias berada di zona ekspansi. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang indeks Juli yang tercatat 51,3. PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus 2022 bahkan mampu melampaui Jepang dan Korea Selatan yang masing-masing hanya 51,5 dan 47,6. Menurut S&P Global, perusahaan manufaktur di Indonesia mencatat perbaikan lebih kuat pada keseluruhan kondisi bisnis. Hal tersebut didukung oleh produksi yang naik selama tiga bulan berturut-turut, tercepat dalam tujuh bulan terakhir. Kendati demikian, Ekonom S&P Global Market Intelligence Laura Denman mengatakan kepercayaan bisnis secara keseluruhan masih turun pada Agustus 2022 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Lunturnya optimisme ini tak lepas dari masih beratnya tekanan ekonomi akibat harga energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas pangan yang berpotensi kembali mendorong inflasi. Hal tersebut bisa bermuara pada penurunan daya beli masyarakat sehingga konsumsi turun. Apalagi, realisasi inflasi pada bulan lalu masih parkir di atas target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 Perubahan yakni 3,5%—4,5%.

Sentimen Inflasi: Target Kredit Bank Tetap Tinggi

Hairul Rizal 02 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Bayang-bayang inflasi yang berpotensi menekan ekonomi tidak mengendurkan target perbankan dalam penyaluran kredit. Permintaan kredit, terutama dari kelompok korporasi, diperkirakan masih terjaga. Data Bank Indonesia mencatat outstanding penyaluran kredit perbankan hingga Juli 2022 mencapai Rp6.143,7 triliun atau naik 10,5% year-on-year (YoY). Angka pertumbuhan kredit ini tercatat yang tertinggi dalam periode yang sama selama 3 tahun terakhir. Keyakinan bank dalam mendorong kredit juga diyakini dari hasil Indikator Likuiditas Bulanan yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 25 Agustus.Kendati perbankan dihadapkan pada kebijakan pengetatan giro wajib minimum (GWM) hingga bulan ini, dampaknya terhadap kondisi likuiditas perbankan relatif terbatas.“Kapasitas bank mendorong pertumbuhan kredit diproyeksikan tetap tinggi,” tulis laporan LPS itu dikutip, Kamis (1/9). Laporan itu juga menyebut peningkatan permintaan kredit akan menjadi tantangan bagi bank dalam mengelola likuiditasnya sekaligus tetap menjaga partumbuhan kredit yang sehat.Terkait dengan bunga simpanan, LPS memperhatikan suku bunga simpanan diperkirakan akan mulai meningkat secara bertahap, dipengaruhi peningkatan ekspektasi inflasi dan dampak dari perubahan strategi pengelolaan likuiditas bank mengantisipasi kenaikan kredit dan perubahan GWM.

Peluncuran Teknologi 5G Undergorund Mining

Hairul Rizal 02 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir meninjau ruang operator pengendali alat berat berteknologi 5G Underground Mining hasil kerja sama PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (1/9). Penerapan teknologi 5G Underground Mining, yang merupakan bagian dari smart-mining solution PTFI, merupakan penerapan pertama teknologi 5G di industri pertambangan Asia Tenggara. Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Negara Pramono Anung, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, serta Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam.

Pemanfaatan Energi bersih : Ongkos EBT Makin Murah

Hairul Rizal 02 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Direktur Jenderal International Renewable Energy Agency (Irena), Francesco La Camera mengatakan bahwa biaya untuk investasi pembangkit listrik yang bersumber dari EBT belakangan menjadi lebih ekonomis. Dalam gelaran G20 Investment Forum on Energy Transition: High Level Energy Transition Dialogue yang digelar pada Kamis (1/9) di Nusa Dua, Bali dipaparkan bahwa biaya investasi untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) telah mengalami penurunan 13%. Francesco menjelaskan bahwa biaya investasi untuk pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) juga telah turun 13%, sedangkan untuk PLTB yang berada di tengah laut telah turun 30% jika dibandingkan dengan biaya investasi pada 2020. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa pengembangan EBT di dalam negeri masih menemui sejumlah tantangan, mulai dari terbatasnya teknologi yang dapat digunakan hingga besarnya biaya investasi. Untuk itu, dia menilai, diperlukan adanya kolaborasi dari seluruh pihak di dunia agar komitmen untuk menekan emisi karbon bisa dapat dijalankan.


Pangan Berbasis Impor: RI Perlu Waspada Gejolak Harga

Hairul Rizal 02 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Indonesia diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gejolak harga pangan berbasis impor menyusul belum pulihnya rantai pasok global. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, harga-harga komoditas pangan yang harus diimpor tetap perlu diwaspadai dalam beberapa waktu mendatang. “Trennya memang cenderung turun, tapi ketidakpastiannya masih tinggi, dan levelnya masih tinggi ini perlu diwaspadai, nanti dampaknya kepada harga-harga dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (1/9). Selama ini, menurutnya, produksi pangan menyumbang inflasi memasuki masa panen pada Agustus 2022, terutama di Nganjuk, Probolinggo, dan Demak khusus komoditas bawang merah, serta Kediri dan Blitar untuk cabai. “Jadi beberapa sentra produksi yang kemarin sempat terganggu suplainya ini sudah panen. Ini juga akan berpengaruh pada inflasi dalam negeri,” ungkap Margo. Guru Besar IPB University Bayu Krisnamurthi mengungkapkan bahwa yang perlu diperhatikan soal pangan, bukan saat ini, tetapi untuk tahun depan. Berdasarkan iklim Indonesia, dia memproyeksikan tahun depan akan dilanda El Nino. Artinya, Indonesia akan menghadapi kekeringan yang berpengaruh terhadap proses penanaman.

Perkuat Pelibatan Pengawas Eksternal

Yoga 02 Sep 2022 Kompas (H)

Hasil temuan penyelidikan independen Komnas HAM terhadap kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat menunjukkan terjadi pembunuhan di luar hukum. Komnas HAM meminta Kapolri untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penanganan perkara hukum yang melibatkan pejabat utama kepolisian. Mereka juga meminta Polri membangun standar pelibatan lembaga pengawas eksternal kepolisian. Komnas HAM pada Kamis (1/9) menyerahkan laporan hasil penyelidikan terkait kasus pembunuhan Nofriansyah kepada Polri.

Dalam konferensi pers seusai penyerahan laporan itu, komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, menyampaikan, dari analisis faktual oleh Komnas HAM, disimpulkan terjadi pembunuhan di luar hokum (extra judicial killing) atau pembunuhan seseorang tanpa proses peradilan. Selain itu, hasil penyelidikan Komnas HAM juga menemukan ada penghalang-halangan penyidikan atau tindak pidana obstruction of justice dalam pengusutan kematian Brigadir J.

Guna mencegah kasus serupa terjadi di kemudian hari, Anam juga mengusulkan kepada Polri untuk  mengevaluasi penegakan hukum yang dilakukan anggota kepolisian. Apabila terjadi tindak pidana penyiksaan, seperti extra judicial killing, seharusnya penyelidik dan penyidiknya berasal dari eksternal. Menurut dia, ini sudah menjadi tren dunia internasional. Jika ada apparat penegak hukum melanggar hukum, proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan oleh lembaga eksternal. (Yoga)


John Kerry: Kedaulatan Energi Terletak di Energi Baru Terbarukan

Yoga 02 Sep 2022 Kompas (H)

Panel Lintas Pemerintahan untuk Urusan Perubahan Iklim pada laporan per Februari 2022 menyebutkan, agregasi pengurangan emisi dari kontribusi yang ditetapkan oleh setiap negara saat ini hingga 2030 tak akan mampu membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat celsius dari masa sebelum Revolusi Industri pada abad ke-19. Angka yang lebih realistis ialah membatasi kurang dari 2 derajat celsius. Ini pun hanya bisa tercapai jika upaya pengurangan dilakukan lebih progresif dan masif. Emisi gas rumah kaca, penyebab pemanasan global, terutama berasal dari ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Ke-26 Urusan Iklim (COP 26) di Skotlandia tahun lalu, dunia menyepakati, pada 2050, Bumi harus tidak lagi menghasilkan emisi sama sekali. Caranya, beralih ke energi baru terbarukan (EBT). Utusan Khusus Presiden AS untuk Urusan Iklim John Kerry, menlu AS periode 2013-2017, Kamis (1/9) di Nusa Dua, Bali, berkata, Eropa terpaksa untuk sementara memperpanjang pemakaian energi fosil, terutama batubara. Akan tetapi, hal itu tidak untuk jangka waktu lama, hanya demi memenuhi kebutuhan mendesak sekarang. Setelah krisis keamanan ini berakhir, kita semua tetap harus mengejar target dekarbonisasi. Nanti Eropa, AS, dan negara-negara maju lain harus bekerja berkali-kali lipat guna memenuhi komitmen pada 2030 tersebut.

Krisis energi ini menunjukkan kepada kita betapa ketergantungan terhadap energi fosil sama sekali tak menguntungkan siapa pun. Begitu energi fosil tidak bisa diekspor atau terkendala sedikit saja, kita semua lumpuh dan harga komoditas meroket. Kedaulatan energi suatu negara hanya bisa dicapai melalui EBT. Saya sekarang berada di Bali, menikmati sinar matahari yang cerah. Ini adalah sumber energi yang masif dan gratis. Kenapa tidak bisa dimanfaatkan? Apabila alasannya adalah biaya yang mahal, sejatinya menunda peralihan energy akan memakan biaya jauh lebih banyak dibandingkan dengan melakukan investasi sekarang.

Dari sisi komitmen, pemerintahan Presiden Jokowi sudah baik. Ada berbagai kerja sama dengan negara-negara lain untuk mewujudkan Indonesia nirkarbon yang diturunkan dalam misi untuk pulih dari pandemi Covid-19. Selama empat tahun terakhir, ada perkembangan pengurangan deforestasi di Indonesia. AS dengan senang hati menawarkan pendanaan, teknologi, serta peningkatan kapasitas bersama untuk dekarbonisasi. (Yoga)


Inflasi di Zona Euro ”Terbang ke Bulan”

Yoga 02 Sep 2022 Kompas

Inflasi di zona euro terus meroket dan mencatatkan rekor demi rekor baru. Mengerek naik suku bunga sebagai salah satu obat masih jadi perdebatan di sejumlah negara. Inflasi di zona euro mencapai 9,1  % pada Agustus 2022. Pada Juli, inflasi zona euro mencapai 8,9 %. Inflasi pada Agustus sudah empat kali lebih dari target inflasi 2 %. Bulan depan kemungkinan inflasi di zona euro akan melebihi 10 %. Demikian informasi dari Eurostat, Rabu (31/8). Inflasi di Jerman juga naik ke level tertinggi dalam 50 tahun terakhir, yakni 8,8 % pada Agustus atau naik dari 8,5 % pada Juli.

Pada Agustus, inflasi di Italia sudah mencapai 9 % dan Spanyol 10,3 %. Inflasi di Estonia, Lituania, dan Latvia masing-masing 25,2 %, 21,1 %, dan 20,8 %. Ekonom dari Capital Economics, Jack Allen-Reynolds, mengingatkan, inflasi zona euro bisa di atas 10 % pada akhir 2022. ”Perkembangan itu menjadi dorongan bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan suku bunga,” kata ekonom VP Bank, Thomas Gitzel. Presiden Bank Sentral Jerman Joachim Nagel juga menyatakan perkembangan itu mendorong ECB menaikkan suku bunga. (Yoga)


Pilihan Editor