;

Menperin: Industri Nasional Hadapi Tantangan Global dan Domestik

Yuniati Turjandini 01 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri nasional tengah menghadapi dua tantangan yaitu tantangan global dan tantangan domestik.Tantangan global di antaranya bersumber dari dampak perang Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan dua persoalan utama, yakni krisis pangan dan krisis energi. Sedangkan untuk tantangan domestik, terdapat tiga isu utama yakni rendahnya belanja hasil produksi dalam negeri, kebijakan hilirisasi industri yang masih bergerak lambat, transformasi otomatisasi dan digitalisasi revolusi industri 4.0 yang tidak merata baik dari sisi sektoral maupun skala  industri “Terkait dengan krisis pangan, perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan munculnya tiga isu, yaitu berkurangnya pasokan komoditi pangan seperti gandum dan minyak nabati,” kata Menperin dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (31/8/2022). (Yetede)

Pemasukan Negara dari Freeport Capai US$ 7,5 Miliar

Yuniati Turjandini 01 Sep 2022 Investor Daily (H)

MIMIKA, ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang kontribusi PT Freeport Indonesia bagi pemasukan negara, mencapai US$ 7,5 miliar pada tahun 2021. Selain berkontribusi bagi pemasukan negara, PT Freeport Indonesia juga berperan sebagai pemicu pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) bagi Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. "Saya senang karena pendapatan dari PT Freeport Indonesia pada tahun lalu berada di sekitar, enggak tahu ini moga-moga enggak salah saya, di angka US$ 7,5 miliar. Ini juga angka yang gede banget,” kata Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan jajaran karyawan dan pimpinan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, pada Rabu (31/8). Presiden Jokowi mengungkapkan, selain berkontribusi bagi pemasukan negara, PT Freeport Indonesia juga berperan sebagai pemicu pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) bagi Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. (Yetede)

Pemilik Mayapada Hospital Emisi Obligasi Hingga Rp 900 Miliar

Yuniati Turjandini 01 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Sejahteraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), pemilik Mayapada Hospital, akan menerbitkan obligasi dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp 950 miliar yang ditawarkan dengan nilai 100% dari nilai pokok obligasi. Obligasi ini terdiri dari dua seri, yaitu seri A dan seri B. Obligasi seri A berjangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi dengan kisaran tingkat bunga tetap sebesar 8,75% - 9,75% dan seri B berjangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi dengan kisaran tingkat bunga tetap 9,50% - 10,50%. Pembayaran pokok obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo masing-masing seri obligasi. Perseroan menunjuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai wali amanat untuk penerbitan obligasi tersebut. Sementara, penjamin emisi obligasinya adalah PT Mandiri Sekuritas dan PT BRI Danareksa Sekuritas. “Penerbitan obligasi ini akan menjadi salah satu instrumen keuangan untuk pengembangan usaha, renovasi fasilitas dan pelayanan kesehatan yang lebih baik, hingga modal kerja,” jelas Charlie melalui keterangan pers secara virtual, Rabu (31/8/2022). (Yetede)

Pengawasan BBM Bersubsidi Diperketat

Yoga 01 Sep 2022 Kompas (H)

Menjelang rencana kenaikan harga BBM bersubsidi jenis pertalite dan biosolar, distribusi BBM di sejumlah daerah diperketat. Selain untuk mencegah antrean panjang di SPBU, penyaluran BBM bersubsidi diinginkan tepat sasaran. PT Pertamina (Persero) terus melanjutkan Program Subsidi Tepat untuk mendata kendaraan yang menggunakan pertalite dan biosolar. Di Palembang, Sumsel, Rabu (31/8) Gubernur Sumsel Herman Deru memimpin rapat koordinasi mengantisipasi gejolak di masyarakat menjelang rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, salah satunya, mencegah terjadinya panic buying di masyarakat yang dapat menyebabkan antrean panjang di SPBU.

 Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Sumbagsel Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan sebelum penyesuaian harga, pihaknya sudah menambah jam kerja penyaluran agar distribusi BBM tidak tersendat. Di Magelang, Jateng, Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang mengatakan, sejak Selasa (30/8), pihaknya menerjunkan personel untuk mengawasi aktivitas pembelian BBM di semua SPBU. ”Kami pastikan tidak ada warga yang melakukan pembelian BBM bersubsidi berkali-kali dalam satu hari,” ujarnya.

Sales Branch Manager Marketing Operation Region IV Pertamina Hendra Saputra menambahkan, pihaknya tidak menginstruksikan pembatasan pembelian BBM dari SPBU ke masyarakat di wilayah Jateng dan DI Yogyakarta. Setiap SPBU sudah menerapkan pembatasan karena tidak ingin melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah. Pertamina Patra Niaga saat ini juga sedang menguji coba kesiapan verifikasi QR Code di beberapa kota. Ke depan, Program Subsidi Tepat akan disinergikan dengan regulasi penetapan penyaluran BBM bersubsidi yang ditentukan pemerintah. (Yoga)


Mikhail Gorbachev, (1931-2022) Selamat Jalan Pengubah Sejarah

Yoga 01 Sep 2022 Kompas (H)

Kepergian Mikhail Gorbachev, pemimpin Uni Soviet terakhir, begitu diratapi di dunia Barat, Rabu (31/8). Berbeda di Rusia, yang menerima kabar kematiannya dengan dingin. Perbedaan suasana kebatinan ini tak lepas dari persepsi atas legasi yang ditinggalkannya. Gorbachev, sosok yang mengubah jalan sejarah dunia dan membawa Perang Dingin berakhir dengan damai, nyaris tanpa gejolak, meninggal dalam usia 91 tahun, Selasa (30/8). Ia meninggal karena sakit setelah mendapat perawatan di rumah sakit di Moskwa, Rusia. Lahir di Privolnoye, Rusia, 2 Maret 1931, dan tumbuh sebagai loyalis Partai Komunis, Gorbachev sangat dihormati di Barat dan bahkan dianggap sebagai pahlawan. Saat Uni Soviet di bawah kepemimpinannya, ketegangan antara negara-negara Barat yang menganut ideologi demokrasi dan negara-negara blok Timur yang memeluk ideologi komunis mereda.

Pada era Gorbachev pula ketegangan yang berujung perlombaan senjata nuklir antara Uni Soviet dan AS meredup. Pada 1990, Gorbachev menerima penghargaan Nobel Perdamaian ”atas peran yang dimainkannya dalam perubahan-perubahan radikal dalam hubungan Barat-Timur”. Ia, misalnya, menegosiasikan pakta senjata nuklir dengan Presiden AS Ronald Reagan. Saat Tembok Berlin, pemisah Jerman Timur yang komunis dan Jerman Barat yang liberal, runtuh tahun 1989, ia tidak mengerahkan tentara Soviet. Ia juga menarik pasukan Soviet dari Afghanistan. Ia telah memperlihatkan, demikian kata mantan Kanselir Jerman Angela Merkel, bagaimana ”seorang negarawan mampu mengubah dunia menjadi lebih baik.

Dua kebijakan Gorbachev adalah glasnost (keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi atau reformasi). Melalui rumusan kebijakan-kebijakannya itu, ia ingin merestrukturisasi fondasi masyarakat Soviet dalam upaya membawa negaranya sejajar dengan negara-negara Barat. Namun, bagi Uni Soviet, langkah dan terobosan radikal Gorbachev harus dibayar dengan keruntuhan negara raksasa itu. Pada 25 Desember 1991, ia mundur sebagai Presiden Uni Soviet. Karena itu, sementara sosok dan legasinya dipuji di dunia Barat, bagi kalangan elite atau warga Rusia saat ini, ia dianggap pengkhianat. Kematiannya pun ditanggapi dengan dingin. Presiden Rusia Vladimir Putin membutuhkan waktu 15 jam setelah pengumuman kematian Gorbachev untuk merilis pernyataan belasungkawa. Dalam surat belasungkawanya, Putin menyebut Gorbachev ”seorang politisi yang negarawan yang memiliki dampak sangat besar bagi arah sejarah dunia”. ( Yoga)


Pemerintah Antisipasi Ketidakpastian Global

Yoga 01 Sep 2022 Kompas

Proyeksi kenaikan suku bunga negara-negara maju pada 2023 menjadi momok bagi kinerja ekspor dan konsumsi domestik. Kendati demikian, APBN 2023 punya fleksibilitas untuk mengelola gejolak ekonomi imbas ketidakpastian global tahun depan. Menkeu Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan KomisiXI DPR di Jakarta, Rabu (31/8) menyampaikan, kenaikan suku bunga bank sentral negara maju pada tahun depan akan memukul pertumbuhan ekonomi global. ”Kenaikan suku bunga diperkirakan akan memukul pertumbuhan ekonomi dan akan berpotensi mengenai Indonesia dari sisi ekspor sehingga ada potensi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2023 dari semula 5,3 %,” kata Sri Mulyani. (Yoga)


BI Tarik Rupiah Emisi 1995 dari Peredaran

Yoga 01 Sep 2022 Kompas

BI mencabut dan menarik uang rupiah khusus peringatan 50 tahun Kemerdekaan RI tahun emisi 1995 dari peredaran sejak 30 Agustus 2022. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Rabu (31/8) di Jakarta, mengatakan, uang yang ditarik itu adalah uang rupiah khusus seri demokrasi dengan pecahan Rp 300.000 dan uang rupiah khusus seri presiden republik Indonesia pecahan Rp 850.000.  Uang tersebut tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah. (Yoga)

Obligasi Mayapada untuk Modal Kerja

Yoga 01 Sep 2022 Kompas

Emiten pengelola Rumah Sakit Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk, berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 950 miliar Dana yang dihimpun dari obligasi tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha. Associate Director Strategic Partners Mayapada Healthcare Mark Kristomo Lee, Rabu (31/8) di Jakarta, menjelaskan, Sejahteraraya Anugrahjaya telah menunjuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai wali amanat untuk penerbitan obligasi. (Yoga)

Pelaku UMKM Papua Didorong ke Digital

Yoga 01 Sep 2022 Kompas

Selain fokus mengembangkan komoditas unggulan, pelaku UMKM Papua didorong masuk ke ekosistem digital agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada peresmian Galeri UMKM Papua di Jayapura, Papua, Rabu (31/8), mengatakan, pihaknya mendorong Pusat Layanan Usaha Terpadu UMKM mendampingi pelaku UMKM agar bisa segera masuk ekosistem digital. (Yoga)

Negara-negara G20 Didesak Bahas Isu Perlindungan Pekerja Migran

Yoga 01 Sep 2022 Kompas

Kelompok masyarakat sipil menyatakan, isu perlindungan pekerja migran perlu menjadi topik pembahasan dalam pertemuan menaker negara-negara G20 yang akan diselenggarakan diBali pada 14 September 2022. Presidensi G20 Indonesia 2022 diharapkan mampu mengadvokasi  persoalan tersebut. Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo, Rabu (31/8) menilai, isu pekerja migran belum mendapat pembahasan serius dalam lima kali pertemuan Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan G20. Hal ini ironis mengingat presidensi G20 Indonesia mengusung misi ”Bangkit Bersama” seusai pandemi Covid-19. ”Pekerja migran kelompok paling terdampak pandemi,” kata Wahyu dalam diskusi daring bertajuk ”Menuju Pertemuan Menaker Negara-negara G20”.

Pandemi Covid-19 membuat ratusan ribu pekerja migran Indonesia kehilangan pekerjaan. Namun, setelah pulang ke TanahAir, mereka juga tidak mendapat akses bantuan sosial, misalnya subsidi upah. Menurut Wahyu, pembahasan isu perlindungan pekerja migran juga perlu didorong karena angka perdagangan orang semakin meningkat sejak pandemi Covid-19 melanda. Ketua Aliansi Migran Internasional Eni Lestari berharap pertemuan negara-negara G20 di Bali nanti dapat melahirkan reformasi kebijakan yang implementasinya bermanfaat bagi pekerja migran. Oleh karena itu, negara-negara G20 didorong membahas masalah-masalah yang nyata, seperti jaminan sosial bagi pekerja migran dan mekanisme penanganan kasus lintas negara. (Yoga)


Pilihan Editor