Harga Gandum Menyulut Harga Mi Instan
Harga mi instan terus mendaki. Kenaikan harga makanan sejuta umat ini dipicu eskalasi harga gandum global yang kini di level US$ 8,16 per gantang, menguat 6% sejak akhir tahun lalu. Bahkan harga gandum pada tahun ini sempat ke level tertingginya yakni US$ 12,79 per gantang.
Efeknya, harga terigu dan produk turunannya, termasuk mi instan di pasaran juga melesat. Kementerian Perdagangan mencatat, harga mi instan Agustus tahun ini Rp 2.916 per bungkus, naik 8,28% dibanding Agustus 2021 di Rp 2.692 per bungkus.
Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Franciscus Welirang menyebut, harga Indomie memang naik pada tahun 2022, sejalan tren kenaikan harga gandum dan tepung terigu. "Setahu saya dua kali naik, yakni Maret dan akhir Juni," kata dia.
Meski begitu, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman menyebutkan kenaikan harga mi instan tak sampai tiga kali lipat. "Tidak segede seperti yang heboh di sosial media," ucap dia.
Tags :
#UmumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023